Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.528 views

MSF: Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh di Ambang 'Bencana Kesehatan'

COX'S BAZAAR, BANGLADESH (voa-islam.com) - Kamp pengungsi Bangladesh berada di ambang "bencana kesehatan masyarakat," Dokter Tanpa Perbatasan (MSF) telah memperingatkan, mengatakan air kotor dan tinja mengalir melalui gubuk-gubuk yang penuh sesak dengan Muslim Rohingya yang telah melarikan diri dari kekerasan di Myanmar.

Hampir 430.000 Rohingya telah memenuhi Cox's Bazar di Bangladesh dalam waktu kurang dari sebulan, mencari perlindungan dari tindakan keras yang dipimpin tentara di seberang perbatasan di negara bagian Rakhine, Myanmar, yang oleh PBB digambarkan sebagai "pembersihan etnis".

Wajah letih dan terluka telah mengejutkan dunia dengan cerita tentang tentara Myanmar dan massa Budha yang mengusir mereka dari rumah-rumah mereka dengan tembakan senjata dan serangan pembakaran yang telah menghancurkan seluruh desa menjadi abu.

Sementara Bangladesh telah menawarkan perlindungan dari teror militer dan eksteimis Budha Myanmar, ada kekurangan mengerikan dari hampir semua bentuk bantuan di tempat yang telah menjadi salah satu pemukiman pengungsi terbesar di dunia dalam hitungan minggu.

PBB pada hari Jum'at (22/9/2017) mengatakan akan membutuhkan dana sebesar $ 200 juta selama enam bulan ke depan untuk menghadapi masuknya "bencana" tersebut.

MSF pada hari Kamis memperingatkan bahwa "bantuan kemanusiaan skala besar dibutuhkan di Bangladesh untuk menghindari bencana kesehatan masyarakat".

"Kami menerima orang dewasa setiap hari di puncak kematian akibat dehidrasi," kata Kate White, koordinator medis darurat kelompok tersebut.

"Itu sangat langka di kalangan orang dewasa, dan memberi sinyal bahwa keadaan darurat kesehatan masyarakat bisa terjadi di sekitar sini."

Tidak ada jalan resmi ke permukiman kumuh yang bermunculan di luar kamp-kamp resmi, yang mempersulit pengiriman bantuan ke daerah perbukitan yang licin dan berlumpur.

"Tidak ada jamban lengkap," tambah White. "Saat Anda melewati tempat permukiman, Anda harus mengarungi air kotor dan kotoran manusia."

Dengan distribusi makanan yang kacau dan tidak merata, banyak orang Rohingya hanya makan nasi putih satu kali per hari, tambahnya.

Pasukan Bangladesh dikerahkan minggu ini untuk membangun lebih banyak toilet dan tempat penampungan bagi ribuan orang yang masih tidur di tempat terbuka meski hujan turun secara reguler di musin penghujan.

Pada hari Jum'at Badan Pengungsi PBB mengatakan bahwa pihaknya mempercepat penyebaran lembaran plastik untuk memberikan perlindungan dasar dari elemen-elemen tersebut saat pihak berwenang bekerja untuk mendirikan tempat penampungan baru seluas 2.000 hektar.

Kamp-kamp tersebut "meledak dalam jahitannya dan tentu saja, ada risiko penyakit, oleh karena itu perpanjangannya sangat penting," kata juru bicara UNHCR Andrej Mahecic.

Potensi wabah penyakit menular adalah "sangat tinggi", menurut MSF, dengan alasan peningkatan populasi yang cepat dan cakupan vaksinasi yang rendah di antara orang Rohingya, yang tinggal dalam kondisi kekurangan di Myanmar.

"Satu peristiwa kecil dapat menyebabkan wabah yang mungkin merupakan titik kritis antara krisis dan malapetaka," kata koordinator darurat MSF Robert Onus.

Keadaan darurat kemanusiaan telah menekan tekanan global terhadap pemerintah Myanmar untuk menghentikan operasi militer di negara bagian Rakhine, yang dulunya merupakan rumah bagi 1,1 juta penduduk Rohingya.

Kaum minoritas tanpa kewarganegaraan itu telah mendekam di bawah diskriminasi bertahun-tahun di negara mayoritas Budha tersebut, di mana mereka ditolak kewarganegaraan dan berjuang untuk mengakses layanan kesehatan dan layanan dasar lainnya.

Tentara Myanmar telah mempertahankan operasinya militernya tanpa pandang bulu, mengklaim itu sebagai respon terhadap pejuang Rohingya yang menyerang pos-pos polisi dan perbatasan pada 25 Agustus.

Namun, kesaksian dari para pengungsi menceritakan sebuah cerita yang berbeda, dengan sejumlah laporan yang menggambarkan serangan yang dipimpin tentara di rumah mereka menurut kesimpulan kelompok hak asasi manusia sebagai pembersihan minoritas secara sistematis. (st/TNA) 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

World News lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Sabtu, 24 Feb 2018 18:31

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Sabtu, 24 Feb 2018 17:31

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Sabtu, 24 Feb 2018 16:31

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Sabtu, 24 Feb 2018 15:21

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Sabtu, 24 Feb 2018 14:21

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Sabtu, 24 Feb 2018 13:21

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Sabtu, 24 Feb 2018 13:14

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Sabtu, 24 Feb 2018 13:09

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Sabtu, 24 Feb 2018 13:06

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Sabtu, 24 Feb 2018 12:21

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Sabtu, 24 Feb 2018 11:21

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Sabtu, 24 Feb 2018 10:39

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Sabtu, 24 Feb 2018 10:21

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sabtu, 24 Feb 2018 09:45

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Sabtu, 24 Feb 2018 09:21

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Sabtu, 24 Feb 2018 08:21

(Video) Bangkitnya (Lagi) Politik Otoritarianisme

(Video) Bangkitnya (Lagi) Politik Otoritarianisme

Sabtu, 24 Feb 2018 05:45

Pengaruh Godaan Jin 'Qarin' Terhadap Pengasuhan Anak

Pengaruh Godaan Jin 'Qarin' Terhadap Pengasuhan Anak

Jum'at, 23 Feb 2018 20:25

Jokowi bukan Capres Pilihan Megawati di 2019?

Jokowi bukan Capres Pilihan Megawati di 2019?

Jum'at, 23 Feb 2018 20:15

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

Jum'at, 23 Feb 2018 18:10


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Kamis, 22/02/2018 22:36

Politik Ibadah vs Politisasi Ibadah