Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.752 views

Piring Kotor Para Koruptor, Solusi Cerdas agar Tak Makin Horor

Oleh : Sri Maulia Ningsih, S.Pd*

 

Peneliti forum masyarakat peduli parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, menyatakan bahwa DPR periode 2019-2024  berpotensi diisi oleh para koruptor. Hal itu menanggapi keputusan Bawaslu yang mengizinkan eks-koruptor sebagai bakal caleg di pileg tahun 2019.

“Keputusan Bawaslu ini harus dianggap tidak ada karena kami tidak ingin masalah-masalah yang melilit DPR saat ini yaitu korupsi itu akan menjadi pemandangan biasa di DPR yang baru,” ujar Lucius dalam diskusi di hotel Jakarta, Minggu, 2 September 2019.

Lucius mengatakan bahwa Bawaslu terkesan tidak peduli dengan kondisi DPR saat ini yang diisi oleh sejumlah anggota terlibat korupsi. Jika eks-koruptor dilanjutkan, ia yakin DPR hasil pileg 2019 akan dihadapkan pada masalah yang sama yakni korupsi. Hal tersebut tentu hanya akan menambah daftar panjang “piring kotor” koruptor. Wadah yang seharusnya jadi sarana penyampai aspirasi rakyat, malah menjadi media penampung orang-orang korup.

Lebih lanjut, berbagai elemen masyarakat mendesak Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu mengoreksi keputusan pengawas pemilu di sejumlah daerah yang mengabulkan gugatan pencalonan mantan narapidana korupsi sebagai calon anggota legislatif. Keputusan tersebut dinilai bisa menurunkan kualitas Pemilu jika tetap dijalankan.

Koalisi masyarakat sipil untuk Pemilu bersih menyerahkan surat terbuka  berisi desakan agar Bawaslu mengoreksi putusan tersebut.  Hal itu sesuai dengan undang-undang yang menyatakan bahwa Bawaslu merupakan penanggung jawab akhir dan pengoreksi struktur daerah. Jika tidak, anggota koalisi masyarakat sipil untuk Pemilu bersih, Hadar Nafis Gumay, khawatir pelaksanaan Pemilu akan tercederai.

Hadar mengatakan peraturan Komisi Pemilihan Umum PKPU yang melarang mantan narapidana korupsi menjadi Calon Legislatif telah ditetapkan. Artinya, harus dipatuhi dan menjadi pedoman Bawaslu dalam konteks penyelenggaraan pemilu. Ada 7 pengawas Pemilu daerah yang mengabulkan gugatan pencalonan mantan narapidana korupsi. Angka ini diperkirakan akan bertambah sebab masih ada beberapa gugatan yang belum diumumkan hasilnya. Pengawas pemilu yang merupakan struktur Bawaslu di daerah yang dimaksudkan adalah Aceh Toraja Utara Sulawesi Utara dengan PKPU Nomor 14 dan 20 tahun 2018 tentang pencalonan peserta pemilu.

Demokrasi Suburkan Korupsi

Korupsi merupakan penyakit berat umat yang menyerang negeri ini. Fenomena ini kini tidak lagi menjadi kasuistik atau individual tapi sudah bersifat sistemik dan dilakukan secara kelompok atau mafia yang notabene dilakukan oleh pejabat negara baik dari kalangan birokrat maupun di kalangan wakil rakyat itu sendiri.

Sebagai contoh kasus yang terjadi di kota Malang yang melibatkan banyak anggota parlemen terlibat kasus korupsi. Belum lagi kasus korupsi e-ktp yang melibatkan pimpinan DPR pusat, Setya Novanto, yang berakhir dengan dramatis. Tak terbantahkan bahwa korupsi  dan suap menyuap dalam sektor birokrasi dan peradilan seolah menjadi sesuatu yang tidak aneh lagi di berbagai lini bahkan sudah menjadi budaya.

Lalu apa sebenarnya yang menjadi faktor korupsi? Banyak pakar sudah melakukan analisis mengenai hal ini. Menurut Eric Abidal, 2003, berdasarkan analisisnya, sebab-sebab terjadinya korupsi diklasifikasi menjadi tiga faktor. Pertama, gaji yang rendah, kurang sempurnanya perundang-undangan, administrasi yang lamban, dan sebagainya. Kedua, budaya warisan pemerintahan kolonial. Ketiga,  sikap mental pegawai yang ingin cepat kaya dengan yang tak halal, tidak ada kesadaran bernegara, serta tidak ada pengetahuan pada bidang pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh pejabat pemerintah (Erika Evida, Korupsi di Indonesia Masalah dan Solusi, USU digital library, 2003, hal. 3).

Namun demikian, analisis faktor penyebab korupsi itu sebenarnya tidak mendalam dan hanya memotret fenomena korupsi dari sisi permukaan atau kulitnya saja. Faktor penyebab korupsi saat ini sebenarnya berpangkal pada ideologi yang ada yaitu demokrasi-kapitalis. Faktor ideologi inilah beserta beberapa faktor lain yang menjadi penyebab  menyuburnya korupsi saat ini.

Faktor ideologis tersebut terwujud dalam nilai-nilai yang menjadi panutan dalam masyarakat kini yang berkiblat kepada barat seperti nilai kebebasan dan hedonism. Demokrasi kapitalis telah mengajarkan empat kebebasan yaitu kebebasan beragama, kebebasan kepemilikan, kebebasan berpendapat, dan kebebasan berperilaku. Empat macam kebebasan inilah yang tumbuh subur dalam sistem demokrasi-kapitalis yang terbukti telah melahirkan berbagai kerusakan korupsi merupakan salah satu akibat paham kebebasan kepemilikan (Abdul Qodim Zallum, Ad Dimuqratiyah Nizham Kufr, 1990.)

Perlu diingat, korupsi bukan saja marak di Indonesia tapi juga terjadi di negeri-negeri yang notabene para pengusung ideologi kapitalisme demokrasi.  Di negeri-negeri barat yang menjadi biang perilaku bobrok ini adalah para penguasa dan pengusaha saling bekerja sama dalam pemilu. Pengusaha membutuhkan kekuasaan untuk bisnis, sedang penguasa membutuhkan dana untuk memenangkan pemilu.

Faktor sistem ini juga dapat dilihat dari diterapkannya sistem demokrasi melalui Pilkada yang nyata-nyata mendorong terjadinya korupsi. Maraknya korupsi kepala daerah tidak bisa dilepaskan dari sistem demokrasi saat ini. Korupsi dilakukan untuk mencari modal agar bisa masuk ke jalur politik, termasuk berkompetisi di ajang pemilu dan Pemilukada. Sebab, untuk menjadi penguasa atau kepala daerah apalagi di  pusat capres-cawapres memang membutuhkan dana yang besar.

Islam Memandang Korupsi

Islam memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya dengan cara menegakkan hukum syariat. Islam yang berasal dari pencipta alam semesta dengan menegakkan hukum bagi pelaku korupsi dan pencuri dengan cara memotong tangan bagi pencuri dan ta'zir bagi koruptor. Ta'zir yaitu sanksi yang jenis dan kadarnya ditentukan oleh Hakim, baik berupa cambukan maupun berupa hukuman mati.

Secara preventif, paling tidak, ada enam langkah untuk mencegah korupsi menurut syariat Islam. Pertama,  rekrutmen SDM aparat negara wajib berasaskan profesionalitas dan integritas bukan berdasarkan konektivitas atau nepotisme berdasarkan sabda Nabi SAW, "Jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kerusakannya." ( HR Bukhari).

Kedua,  negara wajib melakukan pembinaan kepada aparat dan pegawainya. Khalifah Umar selalu memberikan arahan dan nasehat kepada bawahannya untuk kekuatan dalam bekerja adalah jika kamu tidak menunda pekerjaan hari ini sampai besok kalau kamu menundanya pekerjaanmu akan menumpuk.

Ketiga,  negara wajib memberikan gaji dan fasilitas yang layak kepada aparatnya. Sabda Nabi SAW "Siapa saja yang bekerja untuk kami tapi tak punya rumah hendaklah ia mengambil rumah. Kalau tak punya istri, hendaklah ia menikah. Kalau tak punya pembantu dan kendaraan, hendaklah ia mengambil pembantu dan kendaraan" (HR. Ahmad). Pun, berkata Khalifah Umar, "Cukupilah para pegawainya agar mereka tidak berkhianat."

Keempat,  Islam melarang suap menyuap dan hadiah bagi para aparat negara. Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang menjadi pegawai kami dan sudah kami beri gaji maka apa saja ia ambil di luar itu adalah harta curang."

Kelima,  Islam memerintahkan melakukan perhitungan kekayaan bagi aparat negara. Khalifah Umar Bin Khattab pernah menghitung kekayaan para pejabat di awal dan di akhir jabatannya.

Keenam,  pengawasan oleh negara dan masyarakat. Umar Bin Khattab langsung dikritik oleh masyarakat ketika akan menetapkan batas maksimal mahar sebesar 400 Dirham.  pengkritik itu berkata, "Engkau tak berhak menetapkan itu wahai Umar."

Demikianlah Islam memberikan solusi permasalahan korupsi yang menjadi penyakit akut bagi negeri ini. Dengan menerapkan syariat Islam secara menyeluruh, maka akan mewujudkan pengaturan umat yang adil. Menghancurkan piring-piring kotor para koruptor. Mengapa bisa begitu? Sebab, aturan ini berasal dari Allah SWT. Wallahu a'lam bisshawab. (rf/voa-islam.com)

Penulis adalah anggota Muslimah Media Konawe

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalaman dan rawan pemurtadan. ...

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Lombok luluhlantak diguncang gempa. Derita mereka duka kita juga. Mari berbagi kebahagiaan dengan berqurban untuk para korban gempa di lombok....

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Latest News
Pacaran ala Remaja, Keren atau Melenceng?

Pacaran ala Remaja, Keren atau Melenceng?

Sabtu, 22 Sep 2018 00:22

Militer Yaman Kuasai Pangkalan Militer Pemberontak Syi'ah Houtsi di Timur Hodeidah

Militer Yaman Kuasai Pangkalan Militer Pemberontak Syi'ah Houtsi di Timur Hodeidah

Jum'at, 21 Sep 2018 20:45

Turki Tahan 85 Personel Milter Terkait Fetullah Gulen dalam Penggerebegan Terbaru

Turki Tahan 85 Personel Milter Terkait Fetullah Gulen dalam Penggerebegan Terbaru

Jum'at, 21 Sep 2018 20:30

Forjim Latih Jurnalistik Dasar 3000 Dai Parmusi di Jambore Nasional

Forjim Latih Jurnalistik Dasar 3000 Dai Parmusi di Jambore Nasional

Jum'at, 21 Sep 2018 20:26

Anggotanya Ditangkap Soal Video Hoax, FPI Minta Aparat Bersikap Bijak

Anggotanya Ditangkap Soal Video Hoax, FPI Minta Aparat Bersikap Bijak

Jum'at, 21 Sep 2018 20:20

SDF Sebut Pejuang IS yang Mereka Tahan Harus Dibawa Pulang Kembali Oleh Negara Asal Mereka

SDF Sebut Pejuang IS yang Mereka Tahan Harus Dibawa Pulang Kembali Oleh Negara Asal Mereka

Jum'at, 21 Sep 2018 20:15

Rusia Desak Israel Berikan Penjelasan Lebih Lanjut Mengenai Ditembaknya Pesawat Il-20

Rusia Desak Israel Berikan Penjelasan Lebih Lanjut Mengenai Ditembaknya Pesawat Il-20

Jum'at, 21 Sep 2018 20:00

Parlemen Kanada Nyatakan Kejahatan Militer Myanmar Terhadap Rohingya Sebagai Genosida

Parlemen Kanada Nyatakan Kejahatan Militer Myanmar Terhadap Rohingya Sebagai Genosida

Jum'at, 21 Sep 2018 19:39

Di Tanggal Ini, “Serangan” Darat ke 500 Target Siap Dilancarkan Kubu Prabowo-Sandi

Di Tanggal Ini, “Serangan” Darat ke 500 Target Siap Dilancarkan Kubu Prabowo-Sandi

Jum'at, 21 Sep 2018 18:43

Tinggalkan Mengajar 10 Tahun, Ketum Kepemudaan Terima jadi Jubir Prabowo-Sandi

Tinggalkan Mengajar 10 Tahun, Ketum Kepemudaan Terima jadi Jubir Prabowo-Sandi

Jum'at, 21 Sep 2018 17:43

Mantan Anggota DPR: Kalau Disuruh, Saya Milih Khilafah daripada PKI

Mantan Anggota DPR: Kalau Disuruh, Saya Milih Khilafah daripada PKI

Jum'at, 21 Sep 2018 16:43

Mantan Panglima TNI Singgung Nyali KSAD terkait Nonton Bareng Film G30S/PKI

Mantan Panglima TNI Singgung Nyali KSAD terkait Nonton Bareng Film G30S/PKI

Jum'at, 21 Sep 2018 15:43

Pidato KSP ke Projo Ini Dikritik karena Potensial Disalahpahami dan Berbahaya

Pidato KSP ke Projo Ini Dikritik karena Potensial Disalahpahami dan Berbahaya

Jum'at, 21 Sep 2018 14:43

Generasi Yang Hilang

Generasi Yang Hilang

Jum'at, 21 Sep 2018 07:10

Innalillahi, Komandan Kokam Jawa Tengah Berpulang

Innalillahi, Komandan Kokam Jawa Tengah Berpulang

Jum'at, 21 Sep 2018 06:46

Pengadilan Irak Vonis Mati Wakil Abu Bakar Al-Bagdadi

Pengadilan Irak Vonis Mati Wakil Abu Bakar Al-Bagdadi

Kamis, 20 Sep 2018 16:45

Jenderal Rusia Desak Moskow Tembak Jatuh Pesawat Tempur Israel

Jenderal Rusia Desak Moskow Tembak Jatuh Pesawat Tempur Israel

Kamis, 20 Sep 2018 15:38

Debu Ajak Masyarakat Lombok Bergembira dengan Dzikir

Debu Ajak Masyarakat Lombok Bergembira dengan Dzikir

Kamis, 20 Sep 2018 14:51

Berpuasa Asyura, Tapi Punya Hutang Puasa Ramadhan. Sah Puasanya?

Berpuasa Asyura, Tapi Punya Hutang Puasa Ramadhan. Sah Puasanya?

Kamis, 20 Sep 2018 13:54

Permintaan Maaf Asia Sentinel ke SBY dan Demokrat Disambut Investigasi

Permintaan Maaf Asia Sentinel ke SBY dan Demokrat Disambut Investigasi

Kamis, 20 Sep 2018 13:13


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X