Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.748 views

Pertamina, Haruskah Dijual demi Menutup Kerugian?

Oleh: Mariyah Zawawi

Menteri BUMN, Rini Soemarno menyetujui empat usulan penting Pertamina, termasuk rencana share down aset hulu dan spin off  unit bisnis RU IV Cilacap dan unit bisnis RU V Balikpapan melalui surat bernomor S-427/MBU/06/2018 tertanggal 29 Juni 2018. Hal ini dilakukan untuk menutupi kerugisn Pertamina (tribunnews.com, 21/07/18).

Keluarnya surat ini memunculkan respon yang beragam. FAPB (Federasi Serikat Buruh Pekerja Pertamina) menolak rencana ini. Mereke berpendapat bahwa pelepasan kilang dapat menyebabkan fundamental Pertamina melemah. Para ekonom pun menolaknya. Salah satunya adalah Dradjad H. Wibowo. Ekonom INDEF ini mengatakan bahwa kerugian yang dialami oleh Pertamina adalah akibat buruknya tata kelola APBN oleh pemerintah, khususnya pada pos subsidi energi.

Pertamina, Dulu dan Sekarang

Pertamina didirikan pada tahun 1968. Tugas utama Pertamina adalah mengelola pertambangan minyak dan gas bumi, serta distribusi BBM ke seluruh wilayah Indonesia. Ini ditetapkan dalam UU No. 8 tahun 1971. Dengan begitu, Pertamina memegang monopoli pengelolaan migas di Indonesia.

Namun, sejak dikeluarkannya UU No. 22 tahun 2001, hak istimewa ini tidak ada lagi. Monopoli Pertamina di bisnis minyak dan gas ini telah dicabut. Regulator di hulu dan hilir kemudian diserahkan kembali kepada pemerintah. Sementara itu, Pertamina ditetapkan sebagai BUMN dan hanya menjadi operator yang kedudukannya sama dengan perusahaan minyak lainnya.

Pemerintah saat itu membentuk BP MIGAS (Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) sebagai regulator hulu. Saat ini, regulator hulu diserahkan kepada SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) Kementerian ESDM. Sedangkan regulator hilir diserahkan kepada BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi) (www.energi-ku.com/2016/09).

Fakta-Fakta di Balik Kerugian Pertamina

Sebagai BUMN, Pertamina harus mengikutu peraturan terkait BUMN. Dalam UU No. 19 tahun 2003 tentang BUMN, pasal 2 dijelaskan (1) maksud dan tujuan pendirian BUMN adalah: (a) memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada khususnya dan (b) mengejar keuntungan.

Karena itu, Pertaminalah yang bertugas untuk menyediakan pasokan migas bagi rakyat Indonesia. Termasuk menjalankan tugas yang dibebankan oleh pemerintah untuk menyukseskan Program BBM Satu Harga. Program ini bertujuan untuk menciptakan harga bahan bakar yang sama antar-daerah di seluruh wilayah Indonesia. Seluruh konsekuensi biaya BBM satu harga, mulai dari transportasi hingga margin fee pengeluaran bagi penyalur di lokasi, sepenuhnya ditanggung oleh Pertamina.

Harga yang ditetapkan oleh pemerintah untuk penugasan jenis Premium sebesar Rp 6.450 per liter. Sedangkan harga solar ditetapkan sebesar Rp 5.150 per liter. Sementara, harga dasar Premium adalah Rp 8.600 per liter untuk April-Juni. Selisih dengan harga sekarang Rp 2.150 per liter. Untuk Solar, harga dasarnya adalah Rp 8.350. Subsidi dari pemerintah sebesar Rp 500 per liter. Sehingga, selisih dengan harga sekarang adalah Rp 3.200 per liter.

Selisih harga inilah yang harus ditanggung oleh Pertamina sehingga menyebabkan kerugian sebesar Rp 12,72 trilliun selama semester I-2017. Pada Januari-Februari 2018, kerugian yang dialami oleh Pertamina mencapai Rp 4 trilliun (tribunnews.com, 21/07/18). Yang lebih mengagetkan lagi adalah adanya tunggakan subsidi yang belum dibayarkan oleh pemerintah sejak tahun 2016. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Drajdad H. Wibowo (tribunnews.com, 21/07/18).

Disamping itu, kerugian yang dialami oleh Pertamina juga disebabkan oleh menurunnya produksi di kilang minyak yang dikuasai oleh Pertamina. Saat ini, Pertamina menguasai 6 unit kilang minyak, yaitu Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, Balongan, dan Kasim. Total produksi minyak dari 6 kilang minyak itu sebesar 900.000 barrel per hari (Bph). Sedangkan konsumsi masyarakat sebesar 1,6 juta Bph. Kekurangan pasokan ini mengharuskan Pertamina untuk mengimpornya. Dan itu sudah dilakukan oleh Pertamina sejak tahun 2004, 3 tahun setelah dicabutnya monopoli Pertamina (detik.com,21/07/18). Padahal, di Indonesia terdapat 225 blok migas. Lantas, siapa pengelola lainnya? Tentu saja perusahaan minyak swasta (www.saripedia.wordpress.com).

Solusi Mengatasi Kerugian Pertamina

Sebenarnya, untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh Pertamina tidak harus dengan menjual aset yang dimilikinya. Sudah saatnya pemerintah memikirkan kesejahteraan rakyatnya dan mengembalikan hak-hak mereka. Rasulullah SAW bersabda, "Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal, padang rumput, air, dan api." (HR. Abu Dawud)Api, dalam hal ini meliputi energi, termasuk di dalamnya adalah energi migas.

Karena itu, pengelolaan migas seharusnya dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini adalah Pertamina sebagai BUMN. Namun, tentu saja, semua itu dilakuksn untuk menyejahterakan rakyat, bukan semata-mata mengejar keuntungan. Pemerintah harus kembali melakukan perannya sebagai pelayan rakyat. Bukan sekedar sebagai regulator dan fasilitator. Bukan pula penyedia jasa bagi rakyatnya yang dianggap sebagai pengguna jasa yang harus membayar kepadanya. Jika peran pemerintah bisa dikembalikan sebagaimana mestinya, pengelolaan energi migas akan berada di tangan bangsa sendiri. Dan kesejahteraan pun akan dapat dinikmati. Waallaahu alam. (rf/voa-islam.com)

ILustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Latest News
WMI Kutuk Kekerasan Aparat terhadap Tim Medis Dompet Dhuafa

WMI Kutuk Kekerasan Aparat terhadap Tim Medis Dompet Dhuafa

Jum'at, 24 May 2019 12:06

Oknum Brimob Rusak Mobil Operasional dan Aniaya Tiga Tenaga Medis Dompet Dhuafa, Ini Kronologinya

Oknum Brimob Rusak Mobil Operasional dan Aniaya Tiga Tenaga Medis Dompet Dhuafa, Ini Kronologinya

Jum'at, 24 May 2019 11:39

Khilafah sebagai Solusi untuk Palestina, Mungkinkah?

Khilafah sebagai Solusi untuk Palestina, Mungkinkah?

Jum'at, 24 May 2019 11:29

Syahru Ramadan, Momentum Kebangkitan Umat Islam

Syahru Ramadan, Momentum Kebangkitan Umat Islam

Jum'at, 24 May 2019 11:22

Soal Pembatasan Medsos, Aliansi Jurnalis Independen: Pemerintah Langgar UUD 1945

Soal Pembatasan Medsos, Aliansi Jurnalis Independen: Pemerintah Langgar UUD 1945

Jum'at, 24 May 2019 10:17

Fahira Idris Dukung Langkah BPN Menjemput Keadilan ke MK

Fahira Idris Dukung Langkah BPN Menjemput Keadilan ke MK

Jum'at, 24 May 2019 09:58

Prabowo dan Amien Rais “Korban” Framming

Prabowo dan Amien Rais “Korban” Framming

Kamis, 23 May 2019 23:55

Dahsyatnya Dampak Ketika Ulama Diam Melihat Kezaliman

Dahsyatnya Dampak Ketika Ulama Diam Melihat Kezaliman

Kamis, 23 May 2019 22:55

Defisit Anggaran Badan Bantuan PBB Untuk Pengungsi Palestina Mencapai $ 200 juta

Defisit Anggaran Badan Bantuan PBB Untuk Pengungsi Palestina Mencapai $ 200 juta

Kamis, 23 May 2019 22:45

Pejabat: AS Mungkin Akan Kirim 10.000 Lebih Tentara ke Timur Tengah

Pejabat: AS Mungkin Akan Kirim 10.000 Lebih Tentara ke Timur Tengah

Kamis, 23 May 2019 22:30

Lagi, Israel Kurangi Zona Penangkapan Ikan Untuk Nelayan Gaza

Lagi, Israel Kurangi Zona Penangkapan Ikan Untuk Nelayan Gaza

Kamis, 23 May 2019 22:15

Polri Diminta Investigasi Kematian Massa Aksi

Polri Diminta Investigasi Kematian Massa Aksi

Kamis, 23 May 2019 21:55

Komandan Senior Iran Sesumbar Mereka Kendalikan Penuh Selat Hormuz

Komandan Senior Iran Sesumbar Mereka Kendalikan Penuh Selat Hormuz

Kamis, 23 May 2019 21:50

Medsos Dibatasi, Jubir BPN: Pemerintah Panik dan Takut Demokrasi

Medsos Dibatasi, Jubir BPN: Pemerintah Panik dan Takut Demokrasi

Kamis, 23 May 2019 21:42

PP Muhammadiyah: MK Harus Adil, Profesional dan Independen

PP Muhammadiyah: MK Harus Adil, Profesional dan Independen

Kamis, 23 May 2019 21:26

Jokowi Didesak Copot Tito Karnavian dan Wiranto

Jokowi Didesak Copot Tito Karnavian dan Wiranto

Kamis, 23 May 2019 07:06

Innalillahi, Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

Innalillahi, Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

Rabu, 22 May 2019 23:16

Serangan Udara Rezim Teroris Assad dan Rusia, Tewaskan 12 Warga Sipil di Sebuah Pasar di Idlib

Serangan Udara Rezim Teroris Assad dan Rusia, Tewaskan 12 Warga Sipil di Sebuah Pasar di Idlib

Rabu, 22 May 2019 21:59

PBB: Libya di Ambang Jatuh ke dalam Perang Saudara

PBB: Libya di Ambang Jatuh ke dalam Perang Saudara

Rabu, 22 May 2019 21:22

Arab Saudi Akan Eksekusi Tiga Ulama Moderat Terkemuka Setelah Ramadhan

Arab Saudi Akan Eksekusi Tiga Ulama Moderat Terkemuka Setelah Ramadhan

Rabu, 22 May 2019 15:15


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X