Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.473 views

Tikus Politik Kembali Beraksi, Tuntaskan Dengan Sistem Islam

Oleh: Ulfiatul Khomariah

(Freelance Writer, Pemerhati Masalah Sosial dan Politik)

“Selamat! Anda masuk di kawasan negeri para koruptor!” Mungkin ungkapan seperti ini sangat cocok jika ditujukan kepada negeri darurat korupsi bernama Indonesia. Negeri yang terkenal kaya karena melimpahnya sumber daya alamnya, namun miskin penduduknya.

Tak bisa di pungkiri, tindak pidana korupsi di Indonesia merupakan penyakit klasik yang tidak kunjung terobati. Meskipun upaya-upaya pemberantasannya sudah di lakukan dengan berbagai cara, namun pada faktanya korupsi di Indonesia malah semakin menggurita.

Masih hangat dalam ingatan drama Indonesia tahun lalu, kelucuan papa Setnov sempat menguras emosi publik dengan jurus tiang listriknya. Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi KTP Elektronik, namun proses hukum masih berbelit untuk memenjarakannya.

Tak ada efek jera. Ibaratkan mati satu tumbuh seribu, hal ini juga berlaku bagi para koruptor. Jika tahun 2017 lalu ada papa Setnov, maka tahun 2018 ini ada Zumi Zola. Ia lahir sebagai tikus baru dalam perpolitikan yang kini menyandang status tersangka di KPK berkaitan dengan kasus gratifikasi dan suap ke anggota DPRD Jambi.

"KPK menemukan bukti permulaan yang cukup adanya dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017 dan 2018. Terkait hal tersebut, KPK meningkatkan kembali satu perkara ke penyidikan dengan tersangka ZZ (Zumi Zola)," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (10/7/2018). (news.detik.com)

Hal ini menjadi bukti nyata betapa lemahnya hukum di Indonesia dalam menangani masalah korupsi. Lebih ajaibnya lagi, para koruptor bahkan berani melakukan teror terhadap para aparat penyidik. Mulai dari bom molotov hingga air keras, semua pernah terjadi. Namun mirisnya, tak satu pun pelaku teror yang terungkap ke publik. Tentu hal ini menjadi tanda tanya besar dalam benak kita, sebenarnya ada apa di negeri Indonesia ini?

 

Kapitalisme Akar Korupsi

Perlu kita ketahui, masalah korupsi tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga terjadi di banyak negara lainnya. Tertinggi di Somalia, Eropa, bahkan di negara pengekspor ideologi kapitalisme, Amerika Serikatpun masih menjadi PR besar.

Presiden mereka Donald Trump bahkan terjerat 3500 kasus hukum. USA Today melaporkan kasus hukum yang melilit Donald Trump meliputi kasus pribadi dan perusahaan-perusahaannya yang terjadi sejak 31 tahun yang lalu. Trum terlibat dalam 1.900 kasus sebagai penggugat, tergugat 1.450 kasus, dan sisanya kasus pailit atau yang merujuknya sebagai pihak ketiga. 1.700 diantaranya kasus bisnis kasino, selain tuntutan hukum properti yang bernilai jutaan dolar. Meski begitu, di 2016 Trump tetaplah lolos menjabat orang nomer satu di negeri Paman Sam itu.

Negara maju seperti Amerika Serikat sekalipun, dengan sistem ekonomi kapitalis-liberal yang dijalankannya, tidak pernah bebas dari korupsi. Apalagi negeri yang kesejahteraannya masih morat-marit, menghambat laju korupsi dipastikan akan sangat sulit. Pemerintahan yang bersih dan akuntabel memang sukar diwujudkan dalam sistem kapitalisme. Ketamakan yang menjadi watak dasar sistem ini mendorong munculnya para koruptor.

Ideologi kapitalisme yang bernafaskan sekularisme telah menghilangkan nilai-nilai ketakwaan dari politik dan pemerintahan. Akibatnya, tidak ada kontrol internal yang tercipta menyatu dalam diri politisi, pejabat, aparatur, dan pegawai. Akhirnya, semua hanya bersandar pada kontrol eksternal, dan pengawasan dari atasan, inspektorat dan aparat hukum. Masalahnya, mereka semuanya tidak jauh beda bahkan sama saja.

Ditambah lagi sistem demokrasi yang mahal menjadi salah satu sumber masalah korupsi. Butuh biaya besar untuk menjadi politisi, kepala daerah maupun presiden. Untuk menjadi kepala daerah saja butuh puluhan bahkan ratusan miliar, tidak akan tertutupi dari gaji dan tunjangan selama menjabat. Untuk balik modal, terjadilah cara-cara ‘legal tapi curang’ atau ‘curang tapi legal’, seperti proses tender yang sudah diatur, dsb yang sudah menjadi rahasia umum. Cara tersingkat adalah dengan penyelewengan dan korupsi.

Sedangkan penegakan hukum terhadap koruptor tidak menciptakan efek jera dan gentar. Sistem hukum terlalu berbelit untuk membuktikan kasus korupsi dan banyak celah bagi koruptor untuk lolos. Sanksi bagi koruptor juga terlalu ringan, jangankan mencegah orang melakukan korupsi, bahkan para koruptor sekalipun tidak jera untuk melakukan korup lagi.

Hal ini menunjukkan betapa lemahnya penegakan hukum di Indonesia dalam menangani masalah korupsi. Korupsi bebas dari negeri ini hanya akan menjadi sebatas mimpi. Koruptor akan terus beranak-pinak di negeri ini selama kapitalisme dan seperangkat demokrasinya tidak diganti. Maka dari itu butuh sistem yang benar-benar sudah terbukti mampu menangani masalah korupsi. Sebab sistem yang ada saat ini (kapitalisme-demokrasi), baik diakui atau tidak, justru menjadi faktor muncul dan langgengnya korupsi.

 

Islam Punya Solusi

Bebas dari korupsi tentunya hanya bisa tercapai jika pemberantasan korupsi dilakukan menggunakan sistem Islam. Dalam sistem Islam, salah satu pilar penting dalam mencegah korupsi ialah di tempuh dengan menggunakan sistem pengawasan yang bagus.

Pertama, pengawasan yang dilakukan oleh individu. Kedua, pengawasan dari kelompok, dan ketiga, pengawasan oleh negara. Dengan sistem pengawasan ekstra ketat seperti ini tentu akan membuat peluang terjadinya korupsi menjadi semakin kecil, karena sangat sedikit ruang untuk melakukan korupsi.

Begitupun sistem politik Islam termasuk dalam hal pemilihan pejabat dan kepala daerah, tidak mahal. Sebab kepemimpinan Islam tidak tunggal, pengangkatan dan pencopotan pejabat negara menjadi kewenangan Khalifah. Sehingga, tidak akan muncul persekongkokolan mengembalikan modal dan keuntungan kepada cukong politik. Juga tidak muncul ketamakan melakukan korupsi untuk balik modal.

Sanksi bagi para pelaku koruptor pun mampu memberikan efek pencegahan dan menjerakan serta bertindak sebagai penebus dosa (al-jawabir). Sebagai bagian dari ta’zir, bentuk dan kadar sanksi atas tindak korupsi diserahkan kepada ijtihad Khalifah atau qadhi (hakim).

Bisa disita seperti yang dilakukan Umar, atau tasyhir (diekspos), penjara, hingga hukuman mati dengan mempertimbangkan dampak, kerugian bagi negara dan dhararnya bagi masyarakat. Hal inilah yang tidak dimiliki oleh sistem yang diterapkan sekarang.

Itulah strategi Islam dalam pemberantasan korupsi, ini memang harus diterapkan secara menyeluruh, tidak sebagian-bagian demi sempurnanya kemaslahatan yang diinginkan. Karenanya, bersegeralah Indonesia untuk menerapkan Islam secara kaffah.

Karena Islam adalah sistem yang paling tepat untuk menyelesaikan karut marut pemberantasan korupsi yang sudah kronis di negeri ini. Wallahu a’lam bish-shawwab. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

Gamis Syari Murah Terbaru Original

FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai.
http://beautysyari.id

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online

Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller
http://www.tasbrandedmurahriri.com

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

IDC Distribusikan Ratusan Kilogram Paket Tebar Kurma Ramadhan

Alhamdulillah, Relawan IDC telah memulai distribusi Program Tebar Kurma Semarak Ramadhan 1440 H....

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Menunggak 3 Tahun, Dua Santri Yatim ini Tidak Bisa Ikut Ujian, Ayo Bantu..!!

Bercita-cita ngin jadi Dai hafiz Quran, Gasyim & Julaibib tak bisa ikut Ujian Nasional karena menunggak biaya selama 3 tahun (Rp 32 juta). Sang ibu tidak bekerja krn uzur sakit-sakitan....

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Nafisa Zahra, Bayi 9 Bulan ini Menderita Kanker Pembuluh Darah. Ayo Bantu..!!!

Baru berusia 9 bulan, bayi ini diuji dengan penyakit Kanker Pembuluh Darah. Kedua pipinya tumbuh dua benjolan sebesar kepal tangan orang dewasa. Ia harus segera dioperasi dan minum susu khusus...

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Pasaribu: Disabilitas Kaki yang Ahli Ibadah ini Jadi Incaran Misionaris. Ayo Bantu Modal Usaha.!!

Hidup dengan satu kaki, pria asal Sibolga Tapanuli ini tak kenal putus asa. Setelah kakinya diamputasi karena tertabrak truk, ia justru makin rajin beribadah di masjid. Pria Batak ini butuh bantuan...

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Ismail Abdurrahman: Anak Aktivis Dakwah Opname di RS PKU Solo. Ayo Bantu..!!

Musibah muntaber tak henti-hentinya menimpa Ismail, anak aktivis dakwah Solo Raya. Sang ayah, Muhammad Arif adalah pekerja serabutan yang saat ini sedang mendapat ujian yang bertubi-tubi. ...

Latest News
WMI Kutuk Kekerasan Aparat terhadap Tim Medis Dompet Dhuafa

WMI Kutuk Kekerasan Aparat terhadap Tim Medis Dompet Dhuafa

Jum'at, 24 May 2019 12:06

Oknum Brimob Rusak Mobil Operasional dan Aniaya Tiga Tenaga Medis Dompet Dhuafa, Ini Kronologinya

Oknum Brimob Rusak Mobil Operasional dan Aniaya Tiga Tenaga Medis Dompet Dhuafa, Ini Kronologinya

Jum'at, 24 May 2019 11:39

Khilafah sebagai Solusi untuk Palestina, Mungkinkah?

Khilafah sebagai Solusi untuk Palestina, Mungkinkah?

Jum'at, 24 May 2019 11:29

Syahru Ramadan, Momentum Kebangkitan Umat Islam

Syahru Ramadan, Momentum Kebangkitan Umat Islam

Jum'at, 24 May 2019 11:22

Soal Pembatasan Medsos, Aliansi Jurnalis Independen: Pemerintah Langgar UUD 1945

Soal Pembatasan Medsos, Aliansi Jurnalis Independen: Pemerintah Langgar UUD 1945

Jum'at, 24 May 2019 10:17

Fahira Idris Dukung Langkah BPN Menjemput Keadilan ke MK

Fahira Idris Dukung Langkah BPN Menjemput Keadilan ke MK

Jum'at, 24 May 2019 09:58

Prabowo dan Amien Rais “Korban” Framming

Prabowo dan Amien Rais “Korban” Framming

Kamis, 23 May 2019 23:55

Dahsyatnya Dampak Ketika Ulama Diam Melihat Kezaliman

Dahsyatnya Dampak Ketika Ulama Diam Melihat Kezaliman

Kamis, 23 May 2019 22:55

Defisit Anggaran Badan Bantuan PBB Untuk Pengungsi Palestina Mencapai $ 200 juta

Defisit Anggaran Badan Bantuan PBB Untuk Pengungsi Palestina Mencapai $ 200 juta

Kamis, 23 May 2019 22:45

Pejabat: AS Mungkin Akan Kirim 10.000 Lebih Tentara ke Timur Tengah

Pejabat: AS Mungkin Akan Kirim 10.000 Lebih Tentara ke Timur Tengah

Kamis, 23 May 2019 22:30

Lagi, Israel Kurangi Zona Penangkapan Ikan Untuk Nelayan Gaza

Lagi, Israel Kurangi Zona Penangkapan Ikan Untuk Nelayan Gaza

Kamis, 23 May 2019 22:15

Polri Diminta Investigasi Kematian Massa Aksi

Polri Diminta Investigasi Kematian Massa Aksi

Kamis, 23 May 2019 21:55

Komandan Senior Iran Sesumbar Mereka Kendalikan Penuh Selat Hormuz

Komandan Senior Iran Sesumbar Mereka Kendalikan Penuh Selat Hormuz

Kamis, 23 May 2019 21:50

Medsos Dibatasi, Jubir BPN: Pemerintah Panik dan Takut Demokrasi

Medsos Dibatasi, Jubir BPN: Pemerintah Panik dan Takut Demokrasi

Kamis, 23 May 2019 21:42

PP Muhammadiyah: MK Harus Adil, Profesional dan Independen

PP Muhammadiyah: MK Harus Adil, Profesional dan Independen

Kamis, 23 May 2019 21:26

Jokowi Didesak Copot Tito Karnavian dan Wiranto

Jokowi Didesak Copot Tito Karnavian dan Wiranto

Kamis, 23 May 2019 07:06

Innalillahi, Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

Innalillahi, Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

Rabu, 22 May 2019 23:16

Serangan Udara Rezim Teroris Assad dan Rusia, Tewaskan 12 Warga Sipil di Sebuah Pasar di Idlib

Serangan Udara Rezim Teroris Assad dan Rusia, Tewaskan 12 Warga Sipil di Sebuah Pasar di Idlib

Rabu, 22 May 2019 21:59

PBB: Libya di Ambang Jatuh ke dalam Perang Saudara

PBB: Libya di Ambang Jatuh ke dalam Perang Saudara

Rabu, 22 May 2019 21:22

Arab Saudi Akan Eksekusi Tiga Ulama Moderat Terkemuka Setelah Ramadhan

Arab Saudi Akan Eksekusi Tiga Ulama Moderat Terkemuka Setelah Ramadhan

Rabu, 22 May 2019 15:15


Gamis Syari Cantik Murah Terbaru

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X