Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.147 views

Menyelamatkan Indonesia Secara Obyektif

Oleh: Salis Fathu Rohmah (Mahasiswi Universitas Airlangga)

Pertemuan pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia September lalu di Bali menghasilkan kesepakatan untuk menggelar aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme secara serentak di Indonesia. Sebagai tindak lanjut sejumlah PTN maupun PTS mengadakan kuliah akbar dan deklarasi kebangsaan bersamaan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.

Kegiatan tersebut diklaim bertujuan untuk membangunkan kembali semangat kebangsaan yang mulai luntur serta upaya pencegahan meluasnya radikalisme di kalangan kampusyang dikhawatirkan oleh banyak pihak. Kuliah akbar tersebut memberikan pengajaran kepada mahasiswa dan civitas akademika yang lain untuk menghidupkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila untuk menjaga keutuhan NKRI dan melawan radikalisme.

Kurang lebih dalam setahun terakhir pemerintah begitu masifnya mendorong pihak kampus untuk menggelar kegiatan yang semacam di atas dengan mengatasnamakan upaya deradikalisasi. Hal tersebut dikarenakan terdapat anggapan bahwa kampus adalah sarang penyebaran paham yang berbahaya ini yang dapat meracuni pemikiran pemuda dan menghilangkan semangat kebangsaannya untuk menjaga NKRI.

Radikalisme digambarkan sebagai momok yang begitu berbahaya yang bisa mencederai kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Lalu muncul pertanyaan, bagaimanakah wujud radikalisme itu dan seberapa berbahayanya hingga pemerintah beserta pihak kampus bersegera dan berupaya banyak dalam hal ini?

Banyak literatur menyebutkan bahwa radikalisme adalah paham yang menginginkan perubahan sosial maupun politik dengan cara kekerasan. Namun anehnya radikalisme kerap kali diarahkan kepada terorisme yang ujung-ujungnya selalu menyudutkan islam. Bagaimana tidak? Media dari tulisan sampai film selalu menggambarkan teroris adalah penganut Islam yang taat dan bersedia mati untuk Islam. Tidak heran jika sampai menimbulkan apa yang sering disebut Islamophobia.

Anehnya lagi tindakan kekerasan terhadap orang Islam kerap terjadi akibat pengarusan isu tersebut di berbagai tempat terutama di Negara Barat tapi justru tidak pernah disebut sebagai tindakan teror.Padahal jika menyandingkan Islam dengan radikalisme secara obyektif, pastinya kedua hal tersebut sangat bertentangan. Karena Islam tidak pernah mengajarkan perubahan masyarakat dengan cara kekerasan. Memang salah jikaada muslim yang melakukan tindakan teror seperti yang banyak diberitakan. Namun satu hal tersebut seolah menjadi bahan ampuh untuk menghabisi dan mengubah image Islam secara keseluruhan menjadi menakutkan.

Inilah yang juga dihembuskan kepada masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim hingga membuat phobia dengan agamanya sendiri. Begitu juga yang diaruskan di kalangan pemuda, dikatakan bahwa kelompok Islam yang menginginkan tegaknya syariat Islam justru dianggap bagian dari radikalisme yang dijadikan sebagai musuh bersama karena memecah belah NKRI.

Dalam tema yang diambil pada kuliah kebangsaan tersebut dikatakan bahwa upaya deradikalisasi diwujudkan dengan menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila. Pertanyaannya, sejauh mana aplikasi nilai luhur Pancasila ini diterapkan hingga dapat menjaga negara ini? Apakah cukup dengan deklarasi diri bahwa pemuda adalah abdi setia pada Pancasila bisa memperbaiki negara? Namun terakhir kali justru beberapa kelompok masyarakat dan pemuda yang kritis terhadap pemerintah dibubarkan secara sepihak.

Upaya pemuda bangsa yang mencita-citakan perbaikan negeri ini dengan mengkritisi kebijakan, seperti pada aksi BEM SI, justru dipenjarakan dan disebut berseberangan dengan pemerintah. Upaya nyata tersebut justru dibungkam dan dihabisi dengan solusi pragmatis untuk negeri ini. Kemudian Islam sebagai solusi hakiki untuk menjadikan baik negeri ini jusru tidak diambil bahkan dimusuhi.Padahal Islam adalah serangkaian aturan yang datangnya dari Allah Yang Maha Baik.

Justru dengan Islamlah nilai-nilai luhur yang dimaksud dalam Pancasila dapat diterapkan senyata-nyatanya dalam kehidupan. Sudah terlalu banyak fakta menjelaskan bahwa kita tidak dapat berharap pada kapitalisme yang justru terus menggerogoti negeri ini. Sistem yang menuhankan uang dengan segala bentuk keserakahan dan penjajahannya inilah yang telah membuatseluruh tatanan kehidupan menjadi buruk termasuk dinegeri ini.

Maka jika benar cinta kepada negeri ini seharusnya pemuda muslim kembali ke identitas muslimnya untuk berjuang menegakkan sistem Islam dan membuang jauh-jauh kapitalisme yang menyengsarakan. Itulah yang dapat menyelamatkan negeri ini dari kehancuran realita hidup bangsa ini. [syahid/voa-islam.com]

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Latest News
Catatan Ibu Rumah Tangga: Tolak Perda Agama, PSI Tak Demokratis?

Catatan Ibu Rumah Tangga: Tolak Perda Agama, PSI Tak Demokratis?

Ahad, 18 Nov 2018 23:57

Said Aqil Siradj Tak Sependapat dengan Pernyataan Ketua Umum PSI Terkait Perda Agama

Said Aqil Siradj Tak Sependapat dengan Pernyataan Ketua Umum PSI Terkait Perda Agama

Ahad, 18 Nov 2018 21:54

Seorang Pembom Jibaku Wanita Ledakkan Diri Dekat Kantor Polisi Grozny Chechnya

Seorang Pembom Jibaku Wanita Ledakkan Diri Dekat Kantor Polisi Grozny Chechnya

Ahad, 18 Nov 2018 21:30

Serangan Jihadis Suriah Tewaskan 18 Tentara Rezim Assad di Latakia

Serangan Jihadis Suriah Tewaskan 18 Tentara Rezim Assad di Latakia

Ahad, 18 Nov 2018 21:00

Sumber Israel Akui Hamas Miliki Rudal Pengubah Permainan yang dapat Mencapai Israel dengan Mudah

Sumber Israel Akui Hamas Miliki Rudal Pengubah Permainan yang dapat Mencapai Israel dengan Mudah

Ahad, 18 Nov 2018 20:35

Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Ahad, 18 Nov 2018 16:49

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Ahad, 18 Nov 2018 14:00

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ahad, 18 Nov 2018 13:35

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Ahad, 18 Nov 2018 12:58

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Ahad, 18 Nov 2018 12:35

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Ahad, 18 Nov 2018 11:35

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Ahad, 18 Nov 2018 10:35

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

Sabtu, 17 Nov 2018 18:15

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Sabtu, 17 Nov 2018 17:30

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 17 Nov 2018 15:00

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sabtu, 17 Nov 2018 11:02

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

Jum'at, 16 Nov 2018 21:45

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

Jum'at, 16 Nov 2018 21:20

Mantan Wakil Komandan Al-Shabaab Calonkan Diri Sebagai Pemimpin Negara Bagian Barat Daya Somalia

Mantan Wakil Komandan Al-Shabaab Calonkan Diri Sebagai Pemimpin Negara Bagian Barat Daya Somalia

Jum'at, 16 Nov 2018 20:15

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI

Jum'at, 16 Nov 2018 18:43


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X