Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.789 views

Perjuangan Melawan 'Penjajahan' Harus Dilanjutkan

Oleh: Abi Ziad (Jurnalist Citizen)
 
Sudah 72 tahun Indonesia Merdeka. Tentu kita patut bersyukur karena secara fisik para penjajah bisa diusir dari negeri ini. Penjajah yang notabene negara barat yg non muslim dan bukan Arab berhasil diusir atas jasa para pahlawan terutama para ulama.
 
Tentu saja rasa syukur tersebut tidak patut diwujudkan dengan berbagai acara yang maksiat dan melanggar aturan agama. Rasa syukur itu dilakukan sebaiknya dengan dzikir dan berdoa kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.
 
Namun yang lebih penting dari itu kita patut merenung benarkah kita sudah merdeka secara hakiki? Tampaknya bagi sebagian masyarakat kemerdekaan yang harusnya terwujudnya kesejahteraan, kenyamanan meraih pendidikan, nyaman bekerja dan bebas melaksanakan ajaran agamanya masih jauh panggang dari api. Malah dirasakan, para penjajah seakan masih bercokol di negeri ini melalui para anteknya.
 
Melalui berbagai undang undang, secara legal asing bisa bebas mengeruk kekayaan di negeri ini seperti SDA minyak, gas dan tambang emas, sementara pribumi terus dikejar dengan pungutan pajak yang terus menaik. Berbagai subsidi pun dicabut. Tenaga kerja asing dan aseng bebas berkeliaran di negeri ini dengan gaji berlipat lipat. Hektaran tanah pribumi pun beralih tangan, dimiliki pihak aseng dan para kapitalis serakah. 
 
Penjajah yang tidak bersenjatakan senjata api dan meriam ini, pengaruhnya sudah masuk hampir ke semua bidang. Budaya asing dari barat, aseng, india, korea pun dipaksakan seolah kepada rakyat hingga rakyat yang notabene mayoritas muslim lupa dengan budayanya sendiri. Sejumlah patung yang tidak mewakili tokoh dari bangsa ini pun berdiri.
 
Patung panglima perang China yang super megah dan tinggi di Tuban adalah bukti begitu kuatnya pengaruh Aseng di negeri ini. Demikian juga rencana pembuatan kota Meikarta dan Reklamasi di Jakarta  adalah bukti bagaimana aseng yang kongkalikong dengan para "pemimpin inlander" begitu berambisi kuat ingin menguasai negeri ini. Selain itu tonan narkoba yang akan menghancurkan moral masyarakat bagaikan air bah masuk ke negeri ini seolah tak bisa ditahan. Hanya sebagian kecil yang bisa digagalkan.
 
Serangan massif kaum LGBT pun terus terjadi dan memakan korban. Tapi ironis semuanya dianggap biasa oleh pejabat di negeri ini.Belum lagi tindakan kejahatan, pergaulan bebas, dan main hakim sendiri pun menjadi fenomena biasa belakangan. Keadilan hukum pun sulit di dapat. Hukum tampak tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
 
Lalu dimana Pancasila? Entahlah. Tampaknya pancasila baru selogan manis di mulut tapi kenyataannya masih jauh panggang dari api. Realitanya banyak kehidupan dan kebijakan penguasa yang malah jauh dari nilai-nilai Pancasila. Malah belakangan Pancasila seolah dijadikan alat oleh penguasa untuk menggebuk suara kritis masyarakat atas kebijakan penguasa yang dianggap dzolim.
 
Pembubaran ormas HTI dan rencananya ormas lainnya yang dianggap bertentangan dengan pancasila menurut versi pemerintah dengan tanpa melalui pengadilan adalah bukti bagaimana Pancasila dijadikan alat untuk melangengkan kekuasaan rezim yang ada.Pokoknya semua suara yang berseberangan dengan kebijakan rezim maka bisa ditumpas melalui perppu dengan dalih bertentangan dengan pancasila.
 
Tampaknya kita ini belum meraih kemerdekaan yang sebenarnya. Kita belum bisa tegak berdiri di bawah kaki sendiri. Kita belum benar benar bisa mandiri dan terbebas dari jeratan asing dan aseng. So perjuangan untuk membebaskan negeri ini dari penjajahan non fisik belum usai. Karena itu perjuangan para pahlawan dulu yang sebagian besar dimotori para ulama harus kita lanjutkan. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Sudah 9 hari bayi Tazkia kritis terinfeksi toxoplasma. Sang ayah, Ustadz Yusron pengasuh pesantren Tahfizh Al-Qur'an Sukoharjo terbentur biaya yang sudah mencapai 31 juta rupiah...

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Latest News
Ada Dugaan Motif Lain sehingga Pekerja Asing justru Bekerja di Proyek Infrastruktur

Ada Dugaan Motif Lain sehingga Pekerja Asing justru Bekerja di Proyek Infrastruktur

Jum'at, 17 Nov 2017 22:13

Pengadilan Jerman Izinkan Maskapai Kuwait Airways Tolak Angkut Warga Israel

Pengadilan Jerman Izinkan Maskapai Kuwait Airways Tolak Angkut Warga Israel

Jum'at, 17 Nov 2017 21:00

Menimbang Dua Putusan Pengadilan Buni Yani dengan Ahok

Menimbang Dua Putusan Pengadilan Buni Yani dengan Ahok

Jum'at, 17 Nov 2017 20:30

Israel Luncurkan Aplikasi Smartphone Penghancuran Masjid Al-Aqsa, Menggantinya dengan Kuil Suci

Israel Luncurkan Aplikasi Smartphone Penghancuran Masjid Al-Aqsa, Menggantinya dengan Kuil Suci

Jum'at, 17 Nov 2017 20:17

Biaya Dipertanyakan, Proyek Ini Akhirnya Berpotensi Kuat Terganggu

Biaya Dipertanyakan, Proyek Ini Akhirnya Berpotensi Kuat Terganggu

Jum'at, 17 Nov 2017 20:13

MUI Tolak Aliran Kepercayaan Dicantumkan pada Kolom Agama KTP

MUI Tolak Aliran Kepercayaan Dicantumkan pada Kolom Agama KTP

Jum'at, 17 Nov 2017 19:24

Di Solo Ada Sekitar 11 Ribu Penghayat Aliran Kepercayaan, Pemkot Lakukan Pendataan Ulang

Di Solo Ada Sekitar 11 Ribu Penghayat Aliran Kepercayaan, Pemkot Lakukan Pendataan Ulang

Jum'at, 17 Nov 2017 18:54

Dipaksakan, Pemerintahan Jokowi Diprediksi akan Kehabisan Nafas menjelang Pemilu

Dipaksakan, Pemerintahan Jokowi Diprediksi akan Kehabisan Nafas menjelang Pemilu

Jum'at, 17 Nov 2017 18:13

Sebut Takbir Bukti Teroris, Wakil Ketua MPR: Pakailah Akal Sehat, Tarik Ucapan dan Minta Maaflah

Sebut Takbir Bukti Teroris, Wakil Ketua MPR: Pakailah Akal Sehat, Tarik Ucapan dan Minta Maaflah

Jum'at, 17 Nov 2017 16:13

Ini Kejanggalan Kecelakaan Lalin Setnov Menurut Tokoh Muda Golkar

Ini Kejanggalan Kecelakaan Lalin Setnov Menurut Tokoh Muda Golkar

Jum'at, 17 Nov 2017 15:00

Tanda Doa Terkabul

Tanda Doa Terkabul

Jum'at, 17 Nov 2017 15:00

Diduga Jurnalis MetroTV Terlibat Rekayasa Kecelakaan Setya Novanto, Benarkah?

Diduga Jurnalis MetroTV Terlibat Rekayasa Kecelakaan Setya Novanto, Benarkah?

Jum'at, 17 Nov 2017 13:42

Pemuda Muhammadiyah Ajak Kanisius Layani Warung Dhuafa

Pemuda Muhammadiyah Ajak Kanisius Layani Warung Dhuafa

Jum'at, 17 Nov 2017 10:56

Pondok Pesantren Dipacu Ciptakan Pelaku IKM untuk Tekan Pengangguran

Pondok Pesantren Dipacu Ciptakan Pelaku IKM untuk Tekan Pengangguran

Jum'at, 17 Nov 2017 10:29

Tiang Listrik, Papah yang Sakti, dan Cyber Army untuk Perubahan

Tiang Listrik, Papah yang Sakti, dan Cyber Army untuk Perubahan

Jum'at, 17 Nov 2017 09:16

Di Negara Lain Bangun Infrastruktur Saat Ekonominya Baik, di Indonesia Sebaliknya

Di Negara Lain Bangun Infrastruktur Saat Ekonominya Baik, di Indonesia Sebaliknya

Jum'at, 17 Nov 2017 08:51

Koalisi Pimpinan AS Klaim Islamic State (IS) Kehilangan Hingga 95 Persen Wilayahnya di Irak

Koalisi Pimpinan AS Klaim Islamic State (IS) Kehilangan Hingga 95 Persen Wilayahnya di Irak

Jum'at, 17 Nov 2017 08:22

(Video) Penjelasan Dubes Saudi Terkait Serangan Saudi ke Yaman

(Video) Penjelasan Dubes Saudi Terkait Serangan Saudi ke Yaman

Jum'at, 17 Nov 2017 08:11

Ini Pembangunan Jokowi yang Dinilai Tidak Nyambung oleh Politisi

Ini Pembangunan Jokowi yang Dinilai Tidak Nyambung oleh Politisi

Jum'at, 17 Nov 2017 06:51

Apa Hubungannya Bangun Infrastruktur di Era Penjajah dengan Saat Ini? Ini Kata Waketum Gerindra

Apa Hubungannya Bangun Infrastruktur di Era Penjajah dengan Saat Ini? Ini Kata Waketum Gerindra

Kamis, 16 Nov 2017 23:01


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Jum'at, 17/11/2017 15:00

Tanda Doa Terkabul