Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.001 views

Perjuangan Melawan 'Penjajahan' Harus Dilanjutkan

Oleh: Abi Ziad (Jurnalist Citizen)
 
Sudah 72 tahun Indonesia Merdeka. Tentu kita patut bersyukur karena secara fisik para penjajah bisa diusir dari negeri ini. Penjajah yang notabene negara barat yg non muslim dan bukan Arab berhasil diusir atas jasa para pahlawan terutama para ulama.
 
Tentu saja rasa syukur tersebut tidak patut diwujudkan dengan berbagai acara yang maksiat dan melanggar aturan agama. Rasa syukur itu dilakukan sebaiknya dengan dzikir dan berdoa kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.
 
Namun yang lebih penting dari itu kita patut merenung benarkah kita sudah merdeka secara hakiki? Tampaknya bagi sebagian masyarakat kemerdekaan yang harusnya terwujudnya kesejahteraan, kenyamanan meraih pendidikan, nyaman bekerja dan bebas melaksanakan ajaran agamanya masih jauh panggang dari api. Malah dirasakan, para penjajah seakan masih bercokol di negeri ini melalui para anteknya.
 
Melalui berbagai undang undang, secara legal asing bisa bebas mengeruk kekayaan di negeri ini seperti SDA minyak, gas dan tambang emas, sementara pribumi terus dikejar dengan pungutan pajak yang terus menaik. Berbagai subsidi pun dicabut. Tenaga kerja asing dan aseng bebas berkeliaran di negeri ini dengan gaji berlipat lipat. Hektaran tanah pribumi pun beralih tangan, dimiliki pihak aseng dan para kapitalis serakah. 
 
Penjajah yang tidak bersenjatakan senjata api dan meriam ini, pengaruhnya sudah masuk hampir ke semua bidang. Budaya asing dari barat, aseng, india, korea pun dipaksakan seolah kepada rakyat hingga rakyat yang notabene mayoritas muslim lupa dengan budayanya sendiri. Sejumlah patung yang tidak mewakili tokoh dari bangsa ini pun berdiri.
 
Patung panglima perang China yang super megah dan tinggi di Tuban adalah bukti begitu kuatnya pengaruh Aseng di negeri ini. Demikian juga rencana pembuatan kota Meikarta dan Reklamasi di Jakarta  adalah bukti bagaimana aseng yang kongkalikong dengan para "pemimpin inlander" begitu berambisi kuat ingin menguasai negeri ini. Selain itu tonan narkoba yang akan menghancurkan moral masyarakat bagaikan air bah masuk ke negeri ini seolah tak bisa ditahan. Hanya sebagian kecil yang bisa digagalkan.
 
Serangan massif kaum LGBT pun terus terjadi dan memakan korban. Tapi ironis semuanya dianggap biasa oleh pejabat di negeri ini.Belum lagi tindakan kejahatan, pergaulan bebas, dan main hakim sendiri pun menjadi fenomena biasa belakangan. Keadilan hukum pun sulit di dapat. Hukum tampak tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
 
Lalu dimana Pancasila? Entahlah. Tampaknya pancasila baru selogan manis di mulut tapi kenyataannya masih jauh panggang dari api. Realitanya banyak kehidupan dan kebijakan penguasa yang malah jauh dari nilai-nilai Pancasila. Malah belakangan Pancasila seolah dijadikan alat oleh penguasa untuk menggebuk suara kritis masyarakat atas kebijakan penguasa yang dianggap dzolim.
 
Pembubaran ormas HTI dan rencananya ormas lainnya yang dianggap bertentangan dengan pancasila menurut versi pemerintah dengan tanpa melalui pengadilan adalah bukti bagaimana Pancasila dijadikan alat untuk melangengkan kekuasaan rezim yang ada.Pokoknya semua suara yang berseberangan dengan kebijakan rezim maka bisa ditumpas melalui perppu dengan dalih bertentangan dengan pancasila.
 
Tampaknya kita ini belum meraih kemerdekaan yang sebenarnya. Kita belum bisa tegak berdiri di bawah kaki sendiri. Kita belum benar benar bisa mandiri dan terbebas dari jeratan asing dan aseng. So perjuangan untuk membebaskan negeri ini dari penjajahan non fisik belum usai. Karena itu perjuangan para pahlawan dulu yang sebagian besar dimotori para ulama harus kita lanjutkan. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Analysis lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Latest News
Safari Dakwah Ustadz Syamsi Ali di Pulau Dewata

Safari Dakwah Ustadz Syamsi Ali di Pulau Dewata

Senin, 22 Jan 2018 13:17

Ledakan Bom di Sebuah Pasar di Yala Thailand Selatan Tewaskan 3 Orang Lukai 18 Lainnya

Ledakan Bom di Sebuah Pasar di Yala Thailand Selatan Tewaskan 3 Orang Lukai 18 Lainnya

Senin, 22 Jan 2018 13:16

Gelar Tabligh Akbar, MUI Manokwari? Undang Ustadz Zaitun Rasmin

Gelar Tabligh Akbar, MUI Manokwari? Undang Ustadz Zaitun Rasmin

Senin, 22 Jan 2018 13:02

Pesan Pemateri ke Peserta di Pelatihan Jurnalistik voa-islam

Pesan Pemateri ke Peserta di Pelatihan Jurnalistik voa-islam

Senin, 22 Jan 2018 13:01

Dewan Dakwah Aceh Ikut Rakernas di Bogor

Dewan Dakwah Aceh Ikut Rakernas di Bogor

Senin, 22 Jan 2018 12:57

TAAT: Penolakan Eksepsi, Bukan Bukti Alfian Tanjung Bersalah

TAAT: Penolakan Eksepsi, Bukan Bukti Alfian Tanjung Bersalah

Senin, 22 Jan 2018 12:56

Tema 9 Tahun Voa-Islam: Fastabiqul Khairat, Berlomba Dalam Kebaikan

Tema 9 Tahun Voa-Islam: Fastabiqul Khairat, Berlomba Dalam Kebaikan

Senin, 22 Jan 2018 12:44

[VIDEO] Marak Ulama Dipolisikan, Kenapa?

[VIDEO] Marak Ulama Dipolisikan, Kenapa?

Senin, 22 Jan 2018 12:18

Pengadilan Syi'ah Irak Vonis Mati Wanita Jerman yang Bergabung dengan Islamic State

Pengadilan Syi'ah Irak Vonis Mati Wanita Jerman yang Bergabung dengan Islamic State

Senin, 22 Jan 2018 12:15

Fahira Idris: Jangan Pilih Parpol Pro Miras dan yang Menolak Perluasan Pidana Zina

Fahira Idris: Jangan Pilih Parpol Pro Miras dan yang Menolak Perluasan Pidana Zina

Senin, 22 Jan 2018 12:15

PAHAM Minta Ketua MPR Ungkap Lima Fraksi DPR Pendukung LGBT

PAHAM Minta Ketua MPR Ungkap Lima Fraksi DPR Pendukung LGBT

Senin, 22 Jan 2018 12:12

[VIDEO] PT RUM Diberi Waktu Sebulan Atasi Bau Busuk Limbah

[VIDEO] PT RUM Diberi Waktu Sebulan Atasi Bau Busuk Limbah

Senin, 22 Jan 2018 12:07

MUI: Tiga Kunci Menuju Sukses

MUI: Tiga Kunci Menuju Sukses

Senin, 22 Jan 2018 12:03

Parpol Setuju Jual Bebas? Ka'ban: Di Negeri Komunis Vietnam Saja Miras Dilarang

Parpol Setuju Jual Bebas? Ka'ban: Di Negeri Komunis Vietnam Saja Miras Dilarang

Senin, 22 Jan 2018 11:22

Seakan Membanggakan, Pengamat Ajak Istilah LGBT Diganti dengan Homo dan Lesbi

Seakan Membanggakan, Pengamat Ajak Istilah LGBT Diganti dengan Homo dan Lesbi

Senin, 22 Jan 2018 10:37

Ini Respon Tegas Fraksi PKS terhadap Minuman Keras yang Dijual Bebas

Ini Respon Tegas Fraksi PKS terhadap Minuman Keras yang Dijual Bebas

Senin, 22 Jan 2018 09:37

Polemik Becak, Adhie: Di Jepang masih Beroperasi dan Penariknya Perempuan

Polemik Becak, Adhie: Di Jepang masih Beroperasi dan Penariknya Perempuan

Senin, 22 Jan 2018 08:37

[video] BANTU BISNIS KRIPIK YAMMY BUNDA ELIS USAI STROKE KEDUA, Yuk Investasi

[video] BANTU BISNIS KRIPIK YAMMY BUNDA ELIS USAI STROKE KEDUA, Yuk Investasi

Senin, 22 Jan 2018 08:06

Ironi dan Menyedihkan Generasi Muda

Ironi dan Menyedihkan Generasi Muda

Ahad, 21 Jan 2018 23:27

[VIDEO] Limbah PT RUM Berbahaya, Ribuan Warga Sukoharjo Protes ke DPRD

[VIDEO] Limbah PT RUM Berbahaya, Ribuan Warga Sukoharjo Protes ke DPRD

Ahad, 21 Jan 2018 22:47


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X