Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
17.132 views

Kesederhanaan Buya Hamka

Sahabat VOA-Islam...

Bila Mohammad Natsir lebih terkenal sebagai seorang politisi Muslim yang hidupnya sederhana, HAMKA terkenal sebagai ulama besar Nusantara yang kepribadiannya kuat dan hidupnya bersahaja. Ia pun tidak suka menumpuk kekayaan harta benda, meski kesempatan itu terbentang luas baginya.

Karena keulamaannya dan pribadinya yang bersahaja, HAMKA tiap hari tidak kurang menerima tamu 10 sampai 15 orang. Mereka datang kepadanya untuk curhat dan menanyakan berbagai hal. Mereka menanyakan tentang problematika keluarga, anak, seputar ajaran Islam dan lain-lainnya. Di meja ruang khusus berkonsultasi itu, menurut anaknya Afif HAMKA, tersedia tissue yang sering dipakai oleh para tamu untuk menyeka air mata karena tidak tahan dengan curhatnya. Selain itu tak sedikit juga yang datang untuk menjadi mualaf, masuk Islam.

Yang banyak membuat orang terperangah, meski tiap hari HAMKA membuka konsultasi ‘psikologi agama’ ini, ia tidak pernah meminta imbalan uang jasa sama sekali. Bahkan ia pun tidak meletakkan kotak amal di ruangan itu dengan maksud agar para tamu dapat sukarela merogoh kantongnya memasukkan uangnya di sana. Ia melakukan itu karena panggilan jiwa dan keikhlasannya yang tinggi. Bahkan tak jarang ia justru memberi ongkos kepada orang yang datang karena sangat butuh uang untuk ongkos perjalanan atau balik kampung.

Begitulah HAMKA ulama besar ini dalam kehidupannya sehari-hari. Tidak seperti banyak ulama sekarang, bagi HAMKA uang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan saja. Tidak terbesit sama sekali dalam hatinya untuk menumpuk uang di rumahnya, apalagi dari jalan yang haram (suap misalnya).

Wartawan, Sastrawan dan Ulama 

Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau HAMKA lahir di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, 17 Februari 1908 dan meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981.  Ayahnya Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yang dikenal sebagai Haji Rasul, merupakan pelopor Gerakan Islam di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.

HAMKA dididik agama dengan bagus oleh ayahnya sejak kecil. Ketika usia 10 tahun, ayahnya mendirikan Sekolah Thawalib di Padang Panjang. Di situ HAMKA mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. HAMKA juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.

Sejak muda, dikenal sebagai seorang pengelana. Bahkan ayahnya, memberi gelar Si Bujang Jauh. Pada usia 16 tahun ia merantau ke Jawa untuk menimba ilmu agama lebih mendalam. Ia menjalin hubungan dan berguru dengan HOS Tjokroaminoto, Ki Bagus Hadikusumo, RM Soerjopranoto, dan KH Fakhrudin.

Setelah setahun lamanya berada di Jawa, pada bulan Juli 1925 HAMKA kembali ke Padang Panjang. Di Padang Panjang, ia menulis majalah pertamanya berjudul Chatibul Ummah, yang berisikan kumpulan pidato yang didengarkannya di Surau Jembatan Besi, dan Majalah Tabligh Muhammadiyah. Ia juga sempat beberapa kali ceramah di sana, tapi pidatonya itu dikritik tajam oleh ayahnya, “Pidato-pidato saja adalah percuma, isi dahulu dengan pengetahuan, barulah ada arti dan manfaatnya pidato-pidatomu itu”.

Pada bulan Februari 1927, ia mengambil keputusan pergi ke Makkah untuk memperdalam ilmu pengetahuan kegamaannya. Ia pergi tanpa pamit kepada ayahnya dan berangkat dengan biaya sendiri. Selama di Makkah, ia merangkap menjadi koresponden Harian Pelita Andalas sekaligus bekerja di sebuah perusahaan percetakan. Di tempat ia bekerja itu, ia rajin membaca kitab-kitab klasik, buku-buku, dan buletin Islam dalam bahasa Arab, satu-satunya bahasa asing yang dikuasainya.

Setelah menunaikan haji, dan beberapa lama tinggal di Tanah Suci, ia berjumpa dengan Agus Salim dan sempat menyampaikan hasratnya untuk menetap di Makkah, tetapi Agus Salim justru menasihatinya untuk segera pulang. “Banyak pekerjaan yang jauh lebih penting menyangkut pergerakan, studi, dan perjuangan yang dapat engkau lakukan. Karenanya, akan lebih baik mengembangkan diri di tanah airmu sendiri”, ujar Agus Salim. Ia pun segera kembali ke tanah air setelah tujuh bulan bermukim di Makkah.

Sekembalinya dari Makkah, HAMKA dinikahkan ayahnya dengan seorang gadis bernama Siti Raham. Di Padang Panjang ini, ia bersama pengurus Muhammadiyah mendirikan sekolah bernama “Kuliiyatul Muballighin”.  HAMKA sebagai pemimpin dan salah seorang pengajarnya.  Namanya pun mulai dikenal, sehingga ia diminta PP Muhammadiyah untuk menjadi dai di Makassar. Setelah tiga tahun, teman-temannya meminta ia tinggal di Medan. Di kota ini ia memimpin majalah Pedoman Masyarakat.

Majalah Islam ini dibawah pimpinannya maju pesat. Melalui majalah ini, lahirlah karya-karya besarnya seperti Tasauf Modern, Falsafah Hidup, Lembaga Hidup dan Lembaga Budi. Juga karya sastranya yaitu Di Bawah Lindungan Ka’bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Dalam Lembah Kehidupan.

Sekitar tahun 1959, di Jakarta HAMKA bersama kawan-kawannya Masyumi, menerbitkanMajalah Panji Masyarakat. Majalah ini mirip dengan majalah Pedoman Masyarakat. Selain memimpin majalah, HAMKA juga aktif mengasuh Masjid al Azhar, Kebayoran Baru, dengan memberikan ceramah tafsir Al Qur’an bakda subuh dan mengimami shalat. Nama Al Azhar diberikan Syekh Mahmud Syaltut ketika berkunjung ke masjid itu. Karena HAMKA tahun sebelumnya, 1958 telah mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al Azhar, Kairo.

Melihat ramainya peminat Panji Masyarakat dan Masjid Al Azhar, koran-koran komunis gerah. Harian Rakyat dan Bintang Timur dan Koran-koran nasionalis pendukung Soekarno mengecamnya tiap hari. Menurut Rusydi HAMKA, diberitakan saat itu misalnya : Neo Masyumi muncul di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru, Jakarta.

Majalah Panji Masyarakat akhirnya dibredel Soekarno. Karena saat itu memuat tulisan Bung Hatta, Demokrasi Kita, yang mengkritik habis-habisan kebijakan Presiden Soekarno. Pada 27 Agustus 1964, HAMKA ditangkap oleh aparat presiden Soekarno dan dimasukkan dalam penjara. Lebih dari dua tahun ia mendekam di penjara sampai akhirnya Soekarno jatuh dan komunis dibubarkan. Ulama besar ini dituduh mengadakan pertemuan-pertemuan rahasia untuk membunuh Soekarno dan menerima uang dari Tunku Abdul Rahman, Perdana Menteri Malaysia saat itu.

Tahun 1975, HAMKA diminta Mukti Ali Menteri Agama saat itu untuk menjadi Ketua MUI. HAMKA menerimanya. Tapi jabatan itu hanya bertahan lima tahun. Pada tahun 1978, HAMKA mengritik keras keputusan pemerintah tentang penghapusan libur Ramadhan. Pemicunya adalah keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef untuk mencabut ketentuan libur selama puasa Ramadan, yang sebelumnya sudah menjadi kebiasaan.

Tahun 1980, ia lagi-lagi konflik dengan pemerintah. Kali ini ia tidak tahan dan memilih mengundurkan diri setelah mengeluarkan fatwa haramnya Natal Bersama. Fatwa itu keluar karena saat itu MUI banyak menerima laporan-laporan dari daerah adanya anjuran atau setengah paksaan pada tokoh-tokoh Islam untuk mengadakan perayaan hari-hari besar bersama.  Misalnya Idul Fitri dilaksanakan bersama umat Islam dan Nasrani, begitu pula Natal.

HAMKA kemudian mengadakan kajian mendalam dan mengeluarkan fatwa haramnya Natal Bersama. Pemerintah terkejut saat itu. Menteri Agama Alamsyah Ratuprawiranegara, memanggil HAMKA dan pimpinan MUI agar menarik fatwa itu. HAMKA menolak dan kemudian ia mengajukan surat pengunduran diri kepada Alamsyah.

Beberapa bulan kemudian, setelah tidak lagi menjabat MUI, dan menderita berbagai penyakit seperti Diabetes dan penyakit jantung, HAMKA meninggal dunia. Tepatnya pada 24 Juli 1981.

Meski ulama hebat ini telah meninggal, kata-katanya tetap berkesan bila karyanya kita baca. Dalam bukunya, Dari Hati ke Hati, HAMKA berpesan:

“Menurut keyakinan kita, suatu kemajuan, pembangunan, ketinggian dan martabat yang mulia diantara bangsa-bangsa, bagi kita umat Islam, tidaklah dapat dicapai kalau tidak berdasar kepada akidah dan akhlak Islam! Orang Barat bisa saja berjuang mempertahankan tanah airnya, tampil ke medan perang, bertempur melawan musuh sambil minum vodka dan whisky, sambil menyanyi, dan berdansa dan sambil istirahat pergi ke tempat perempuan lacur yang sudah disediakan untuk pelepaskan dahaga mereka.” [syahid/voa-islam.com]

Penulis: Nuim Hidayat

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ulama Bicara lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Latest News
Saatnya Media Bongkar Pencitraan

Saatnya Media Bongkar Pencitraan

Senin, 19 Feb 2018 01:24

Bakomubin Lantik Pengurus Sumatera Utara

Bakomubin Lantik Pengurus Sumatera Utara

Senin, 19 Feb 2018 01:16

Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Digelar Forjim di Lombok

Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Digelar Forjim di Lombok

Senin, 19 Feb 2018 01:13

Negara Menjadi Pilar Besar Pemutus Mata Rantai LGBT

Negara Menjadi Pilar Besar Pemutus Mata Rantai LGBT

Ahad, 18 Feb 2018 23:56

Menguatkan Benteng Terakhir

Menguatkan Benteng Terakhir

Ahad, 18 Feb 2018 22:20

Radikal dan Simbol Kekuasaan

Radikal dan Simbol Kekuasaan

Ahad, 18 Feb 2018 22:10

Makanan Haram Seret ke Neraka

Makanan Haram Seret ke Neraka

Ahad, 18 Feb 2018 21:50

Ini Landasan Hukumnya Kenapa Anies harus Dampingi Jokowi Saat di Podium?

Ini Landasan Hukumnya Kenapa Anies harus Dampingi Jokowi Saat di Podium?

Ahad, 18 Feb 2018 21:17

Anies Tak ke Podium, Politisi: Terima Kasih Paspamres, Dengki Berbuah Simpati

Anies Tak ke Podium, Politisi: Terima Kasih Paspamres, Dengki Berbuah Simpati

Ahad, 18 Feb 2018 20:17

[VIDEO] Anies Baswedan dicegah Paspamres Saat Persija Juara Piala Presiden? INI jawaban Gerindra

[VIDEO] Anies Baswedan dicegah Paspamres Saat Persija Juara Piala Presiden? INI jawaban Gerindra

Ahad, 18 Feb 2018 18:58

(Video) Perlu Ada Pendidikan Dasar Islam untuk Anak-anak Muslim di New York

(Video) Perlu Ada Pendidikan Dasar Islam untuk Anak-anak Muslim di New York

Ahad, 18 Feb 2018 18:53

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

Ahad, 18 Feb 2018 18:04

Pemimpin Al-Qaidah Desak Warga Mesir Gulingkan Pemerintah Mereka

Pemimpin Al-Qaidah Desak Warga Mesir Gulingkan Pemerintah Mereka

Ahad, 18 Feb 2018 15:05

Direktur Intelijen Nasional AS: Islamic State Tetap Sebuah Ancaman

Direktur Intelijen Nasional AS: Islamic State Tetap Sebuah Ancaman

Ahad, 18 Feb 2018 13:45

Libanon Paksa Mahasiswa Asal Suriah Jauhi Perempuan Libanon Selama Masa Studi

Libanon Paksa Mahasiswa Asal Suriah Jauhi Perempuan Libanon Selama Masa Studi

Ahad, 18 Feb 2018 12:00

ACTA Pertanyakan Dasar Hukum PK Ahok yang Viral

ACTA Pertanyakan Dasar Hukum PK Ahok yang Viral

Ahad, 18 Feb 2018 11:31

Jet dan Tank Tempur Israel Serang 6 Lokasi di Jalur Gaza yang Dikuasai Hamas

Jet dan Tank Tempur Israel Serang 6 Lokasi di Jalur Gaza yang Dikuasai Hamas

Ahad, 18 Feb 2018 10:44

Jangankan Bawaslu, Kemenag Saja Tidak Bisa Atur Isi Ceramah (Islam)

Jangankan Bawaslu, Kemenag Saja Tidak Bisa Atur Isi Ceramah (Islam)

Sabtu, 17 Feb 2018 21:55

Pakistan Vonis Mati Terdakwa Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Cilik Zainab Ansari

Pakistan Vonis Mati Terdakwa Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Cilik Zainab Ansari

Sabtu, 17 Feb 2018 21:38

Bawaslu Awasi ASN, TNI, dan Polri, bukan Ceramah!

Bawaslu Awasi ASN, TNI, dan Polri, bukan Ceramah!

Sabtu, 17 Feb 2018 20:25


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Ahad, 18/02/2018 22:20

Menguatkan Benteng Terakhir