Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
18.203 views

Menggugat Mazhab Kekuasaan dalam Fikih Kebhinekaan Versi Islam Nusantara

Oleh : DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM.

(Komisi Kumdang MUI Pusat & Ketua TAM-NKRI)

Sahabat VOA-Islam...

Kata Nusantara tercatat pertama kali dalam literatur berbahasa Jawa Pertengahan (abad ke-12 hingga ke-16) untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut Majapahit. Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu Nusa yang berarti “pulau” dan Antara yang berarti “luar”.

Jadi, pada awalnya kata Nusantara itu menunjuk pada “pulau lain” di luar Jawa dan merupakan daerah taklukan Majapahit. Ide penyatuan pulau-pulau di luar Jawa di bawah kekuasaan Majapahit inilah yang mendorong Majapahit melakukan ekspansi kekuasaan. Dapat dikatakan di sini, bahwa kata Nusantara lahir dalam konteks ekspansi kekuasaan di bawah kekuasaan absolut sang Raja. Barulah pada masa kekinian, Nusantara diartikan sebagai keterhubungan antar pulau, bukan sebaliknya. 

Tidak ada kata sepakat untuk menjadikan Indonesia sebagai Islam Nusantara. Islam lebih mulia dibandingkan dengan Nusantara. Nusantara adalah salah satu wilayah berlakunya hukum Islam

 

Sedangkan dalam Islam, kekuasaan bukan satu hal yang absolut. Kekuasaan diatur dan di bawah ketentuan syariat Islam. Syariat Islam juga tidak mengenal batas-batas yuridiksi kedaulatan negara dalam konteks modern sekarang.  Jelasnya, Islam tidak mengenal teritorial. Islam itu satu dan merujuk pada yang satu (sama) yaitu Al-Qur’an dan As-Sunah.

Islam Nusantara sebagaimana sedang digalakkan oleh pemerintah menunjuk kepada satu target besar, yakni menghadirkan pemerintahan yang lebih prima dibandingkan dengan sistem ajaran keagamaan Islam. Dengan demikian, dimunculkanlah Fikih Kebhinekaan yang menjunjung tinggi kekuasaan negara.

Ide Islam Nusantara yang sedang digalakkan ini, bukan tidak mungkin akan melahirkan satu Mazhab Kekuasaan dalam rangka melanggengkan rezim yang berkuasa. Jika Patih Gadjah Mada menyatakan dalam Sumpah Palapanya akan mengalahkan “pulau-pulau lain”, maka konsep Islam Nusantara akan menegasikan ajaran Islam yang tidak sejalan dengan pemikiran kaum Liberalis. Kaum Liberalis inilah yang akan menjadikan Islam Nusantara melalui Fikih Kebhinekaan sebagai Mazhab Kekuasaan.

Ajaran Islam tentang ketatanegaraan tidak lagi dilihat sebagai satu kebutuhan. Mazhab Kekuasaan itulah yang menjadi pilar bagi penguasa di Nusantara. Hal ini menjadi sama persis dengan tujuan ekspansi Patih Gadjah Mada. Gagasan Islam Nusantara, sejatinya adalah didasarkan kepada kepentingan politis kaum Liberalis yang memang terkenal “arogan dalam pemikiran”, menembus batas-batas toleransi intelektual.

Pernyataan Jokowi “Islam kita adalah Islam Nusantara, Islam yang penuh sopan santun, Islam yang penuh tata krama, itulah Islam Nusantara, Islam yang penuh toleransi,” menunjukkan ketidakmengertiannya tentang Islam. Pernyataan itu seolah-olah ingin mengatakan bahwa Islam di luar Nusantara, tidak mengedepankan sopan santun, tata karma, dan tidak ada toleransi.

Toleransi yang dimaksudkan dalam konsep Islam Nusantara tidak lain mengacu kepada pemikiran HAM versi Barat yang memang mengusung kebebasan (liberty) secara absolut. Banyak pihak yang memang diuntungkan dengan konsep Islam Nusantara ini. Di bawah Islam Nusantara, semua pemikiran dan aliran sesat memiliki hak yang sama, tanpa ada pelarangan.

Menjadi jelas, bahwa apa yang diperjuangkan dalam gagasan Islam Nusantara sebenarnya adalah untuk menjadikan sistem ketatanegaraan Indonesia ke arah kekuasaan belaka. Penguasa akan sangat dikuatkan dengan konsep Islam Nusantara melalui Fikih Kebhinekaan itu. Ciri khas Mazhab Kekuasaan adalah menjadikan hukum positif (Undang-undang) sebagai landasan kekuasaan. Di luar undang-undang bukanlah hukum.

Undang-undang yang dihasilkan dalam proses di legislatif juga harus mengacu kepada Fikih Kebhinekaan vesi kaum Liberalis, yang menampung berbagai pemikiran sesat. Keberlakuan syariat Islam yang benar sudah tidak lagi menjadi dasar pemikiran dalam pembentukan peraturan perundang-undangan.

Nusantara yang harus menyesuaikan diri dengan nilai-nilai Islam, bukan sebaliknya. “Islam Yes”, “Nusantara Oke”, tetapi “Islam Nusantara No”

 

Rasio berada di depan dan menjadi “panglima” dalam pengambilan keputusan. Upaya perjuangan  “NKRI bersyariah” akan semakin dihadapkan dengan Fikih Kebhinekaan karya kaum Liberalis yang berkolaborasi dengan kaum Sekularis, Pluralis dan penganut Aliran Sesat. Di sisi lain, rezim juga diuntungkan dengan penguatan kaum Sepilis dan Aliran Sesat ini.

Tidak ada kata sepakat untuk menjadikan Indonesia sebagai Islam Nusantara. Islam lebih mulia dibandingkan dengan Nusantara. Nusantara adalah salah satu wilayah berlakunya hukum Islam. Sepantasnya, Nusantara yang harus menyesuaikan diri dengan nilai-nilai Islam, bukan sebaliknya. “Islam Yes”, “Nusantara Oke”, tetapi “Islam Nusantara No”. Wallahu’alam. [syahid/voa-islam.com]

Editor: RF

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ulama Bicara lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Saat sang suami di-phk karena sakit jiwa, ia menjadi buruh cuci pakaian dengan gaji satu juta rupiah perbulan. Susah payah berusaha memenuhi kebutuhan keluarga, biaya pendidikan, dan pengobatan...

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Di usia keislaman yang belum genap dua tahun, muallaf ini mendapat banyak ujian iman: terusir dari keluarga, kehilangan pekerjaan di rezim Ahok, kontrakan menunggak 6 bulan, anaknya sakit paru-paru,...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Hampir setiap hari IDC mendapat pengaduan dan permohonan bantuan kaum muslimin yang dililit hutang rentenir. Untuk mewadahi persoalan rentenir, silahkan lapor kepada Laskar GARR....

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

Untuk meningkatkan pelayanan dakwah dan infaq, IDC merubah nomor layanan ummat. Semoga komunikasi Admin IDC dengan para donatur, relasi dan klien IDC tidak tersendat...

Latest News
Terdakwa Penista Agama, Ahok Tidak Dipenjara karena Ini

Terdakwa Penista Agama, Ahok Tidak Dipenjara karena Ini

Selasa, 17 Jan 2017 23:11

Kompetisi Global Menjadi Konspirasi, Indonesia Target Empuk

Kompetisi Global Menjadi Konspirasi, Indonesia Target Empuk

Selasa, 17 Jan 2017 23:11

Kemenristek Kembangkan Pesawat tanpa Awak untuk Jaga Perbatasan

Kemenristek Kembangkan Pesawat tanpa Awak untuk Jaga Perbatasan

Selasa, 17 Jan 2017 21:11

Benarkah Pecalang Bali Lempari Rumah Umat Islam di Bali?

Benarkah Pecalang Bali Lempari Rumah Umat Islam di Bali?

Selasa, 17 Jan 2017 21:11

Mengapa Massa FPI yang Sedang Mengawal Imam Besarnya Malah Diserang?

Mengapa Massa FPI yang Sedang Mengawal Imam Besarnya Malah Diserang?

Selasa, 17 Jan 2017 19:50

API Jabar: Polisi Biarkan Masa GMBI Serang Ulama dan Santri

API Jabar: Polisi Biarkan Masa GMBI Serang Ulama dan Santri

Selasa, 17 Jan 2017 19:31

Tumpang Tindihnya Peraturan Pemerintah untuk BUMN, Ini Salah Satunya

Tumpang Tindihnya Peraturan Pemerintah untuk BUMN, Ini Salah Satunya

Selasa, 17 Jan 2017 19:11

Anggota DPR RI Ungkap Fakta-Fakta Kapolda Jabar Terlibat dalam Bentrok GMBI dengan FPI

Anggota DPR RI Ungkap Fakta-Fakta Kapolda Jabar Terlibat dalam Bentrok GMBI dengan FPI

Selasa, 17 Jan 2017 17:24

Tersangka Utama Pelaku Penyerangan di Klub Malam Reina Dilatih di Afghanistan

Tersangka Utama Pelaku Penyerangan di Klub Malam Reina Dilatih di Afghanistan

Selasa, 17 Jan 2017 17:15

Pemblokiran Media Islam Wujud Ketakutan yang Berlebihan

Pemblokiran Media Islam Wujud Ketakutan yang Berlebihan

Selasa, 17 Jan 2017 16:34

Wakil Ketua DPR: Habib Rizieq Sosok yang Terbuka untuk Berdialog, Cap Intoleran Tidak Fair

Wakil Ketua DPR: Habib Rizieq Sosok yang Terbuka untuk Berdialog, Cap Intoleran Tidak Fair

Selasa, 17 Jan 2017 16:06

Adian Husaini: Para Founding Fathers Mencitakan Indonesia Negara Tauhid

Adian Husaini: Para Founding Fathers Mencitakan Indonesia Negara Tauhid

Selasa, 17 Jan 2017 13:08

Polisi Pelaku Pembunuhan Dubes Rusia Dimakamkan Tanpa Papan Nama

Polisi Pelaku Pembunuhan Dubes Rusia Dimakamkan Tanpa Papan Nama

Selasa, 17 Jan 2017 12:05

Kapolri Nilai Ada Pihak Manfaatkan MUI untuk Keluarkan Fatwa yang Mengancam Kebhinekaan

Kapolri Nilai Ada Pihak Manfaatkan MUI untuk Keluarkan Fatwa yang Mengancam Kebhinekaan

Selasa, 17 Jan 2017 11:59

Hud-hud, Situs Islam dan Kebijaksanaan Pemimpin

Hud-hud, Situs Islam dan Kebijaksanaan Pemimpin

Selasa, 17 Jan 2017 11:06

Lazis Dewan Dakwah Jenguk Pengungsi Suriah

Lazis Dewan Dakwah Jenguk Pengungsi Suriah

Selasa, 17 Jan 2017 10:51

Islamic State (IS) Potong Jalur Pasokan ke Bandara Militer Rezim Assad di Deir Al-Zor

Islamic State (IS) Potong Jalur Pasokan ke Bandara Militer Rezim Assad di Deir Al-Zor

Selasa, 17 Jan 2017 10:30

Pemuda Muhammadiyah: Pihak Ahok Buat Persidangan Tidak Fokus dan Bertele-tele

Pemuda Muhammadiyah: Pihak Ahok Buat Persidangan Tidak Fokus dan Bertele-tele

Selasa, 17 Jan 2017 09:09

Polisi Turki Tangkap Pelaku Penembakan di Klub Malam Reina Istanbul

Polisi Turki Tangkap Pelaku Penembakan di Klub Malam Reina Istanbul

Selasa, 17 Jan 2017 08:06

Wahai Orang Tua, Usia Dini Waktu Emas untuk Buah Hati

Wahai Orang Tua, Usia Dini Waktu Emas untuk Buah Hati

Selasa, 17 Jan 2017 07:56


Must Read!
X