Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
19.775 views

Menggugat Mazhab Kekuasaan dalam Fikih Kebhinekaan Versi Islam Nusantara

Oleh : DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM.

(Komisi Kumdang MUI Pusat & Ketua TAM-NKRI)

Sahabat VOA-Islam...

Kata Nusantara tercatat pertama kali dalam literatur berbahasa Jawa Pertengahan (abad ke-12 hingga ke-16) untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut Majapahit. Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu Nusa yang berarti “pulau” dan Antara yang berarti “luar”.

Jadi, pada awalnya kata Nusantara itu menunjuk pada “pulau lain” di luar Jawa dan merupakan daerah taklukan Majapahit. Ide penyatuan pulau-pulau di luar Jawa di bawah kekuasaan Majapahit inilah yang mendorong Majapahit melakukan ekspansi kekuasaan. Dapat dikatakan di sini, bahwa kata Nusantara lahir dalam konteks ekspansi kekuasaan di bawah kekuasaan absolut sang Raja. Barulah pada masa kekinian, Nusantara diartikan sebagai keterhubungan antar pulau, bukan sebaliknya. 

Tidak ada kata sepakat untuk menjadikan Indonesia sebagai Islam Nusantara. Islam lebih mulia dibandingkan dengan Nusantara. Nusantara adalah salah satu wilayah berlakunya hukum Islam

 

Sedangkan dalam Islam, kekuasaan bukan satu hal yang absolut. Kekuasaan diatur dan di bawah ketentuan syariat Islam. Syariat Islam juga tidak mengenal batas-batas yuridiksi kedaulatan negara dalam konteks modern sekarang.  Jelasnya, Islam tidak mengenal teritorial. Islam itu satu dan merujuk pada yang satu (sama) yaitu Al-Qur’an dan As-Sunah.

Islam Nusantara sebagaimana sedang digalakkan oleh pemerintah menunjuk kepada satu target besar, yakni menghadirkan pemerintahan yang lebih prima dibandingkan dengan sistem ajaran keagamaan Islam. Dengan demikian, dimunculkanlah Fikih Kebhinekaan yang menjunjung tinggi kekuasaan negara.

Ide Islam Nusantara yang sedang digalakkan ini, bukan tidak mungkin akan melahirkan satu Mazhab Kekuasaan dalam rangka melanggengkan rezim yang berkuasa. Jika Patih Gadjah Mada menyatakan dalam Sumpah Palapanya akan mengalahkan “pulau-pulau lain”, maka konsep Islam Nusantara akan menegasikan ajaran Islam yang tidak sejalan dengan pemikiran kaum Liberalis. Kaum Liberalis inilah yang akan menjadikan Islam Nusantara melalui Fikih Kebhinekaan sebagai Mazhab Kekuasaan.

Ajaran Islam tentang ketatanegaraan tidak lagi dilihat sebagai satu kebutuhan. Mazhab Kekuasaan itulah yang menjadi pilar bagi penguasa di Nusantara. Hal ini menjadi sama persis dengan tujuan ekspansi Patih Gadjah Mada. Gagasan Islam Nusantara, sejatinya adalah didasarkan kepada kepentingan politis kaum Liberalis yang memang terkenal “arogan dalam pemikiran”, menembus batas-batas toleransi intelektual.

Pernyataan Jokowi “Islam kita adalah Islam Nusantara, Islam yang penuh sopan santun, Islam yang penuh tata krama, itulah Islam Nusantara, Islam yang penuh toleransi,” menunjukkan ketidakmengertiannya tentang Islam. Pernyataan itu seolah-olah ingin mengatakan bahwa Islam di luar Nusantara, tidak mengedepankan sopan santun, tata karma, dan tidak ada toleransi.

Toleransi yang dimaksudkan dalam konsep Islam Nusantara tidak lain mengacu kepada pemikiran HAM versi Barat yang memang mengusung kebebasan (liberty) secara absolut. Banyak pihak yang memang diuntungkan dengan konsep Islam Nusantara ini. Di bawah Islam Nusantara, semua pemikiran dan aliran sesat memiliki hak yang sama, tanpa ada pelarangan.

Menjadi jelas, bahwa apa yang diperjuangkan dalam gagasan Islam Nusantara sebenarnya adalah untuk menjadikan sistem ketatanegaraan Indonesia ke arah kekuasaan belaka. Penguasa akan sangat dikuatkan dengan konsep Islam Nusantara melalui Fikih Kebhinekaan itu. Ciri khas Mazhab Kekuasaan adalah menjadikan hukum positif (Undang-undang) sebagai landasan kekuasaan. Di luar undang-undang bukanlah hukum.

Undang-undang yang dihasilkan dalam proses di legislatif juga harus mengacu kepada Fikih Kebhinekaan vesi kaum Liberalis, yang menampung berbagai pemikiran sesat. Keberlakuan syariat Islam yang benar sudah tidak lagi menjadi dasar pemikiran dalam pembentukan peraturan perundang-undangan.

Nusantara yang harus menyesuaikan diri dengan nilai-nilai Islam, bukan sebaliknya. “Islam Yes”, “Nusantara Oke”, tetapi “Islam Nusantara No”

 

Rasio berada di depan dan menjadi “panglima” dalam pengambilan keputusan. Upaya perjuangan  “NKRI bersyariah” akan semakin dihadapkan dengan Fikih Kebhinekaan karya kaum Liberalis yang berkolaborasi dengan kaum Sekularis, Pluralis dan penganut Aliran Sesat. Di sisi lain, rezim juga diuntungkan dengan penguatan kaum Sepilis dan Aliran Sesat ini.

Tidak ada kata sepakat untuk menjadikan Indonesia sebagai Islam Nusantara. Islam lebih mulia dibandingkan dengan Nusantara. Nusantara adalah salah satu wilayah berlakunya hukum Islam. Sepantasnya, Nusantara yang harus menyesuaikan diri dengan nilai-nilai Islam, bukan sebaliknya. “Islam Yes”, “Nusantara Oke”, tetapi “Islam Nusantara No”. Wallahu’alam. [syahid/voa-islam.com]

Editor: RF

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ulama Bicara lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Mukena Bordir Mewah Harga Murah

Sambut Ramadhan dengan mukena bordir berkualitas, nyaman, adem dan harga terjangkau. Reseller welcome!
http://mukenariri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Infaq Dakwah Center

Mari Salurkan Zakat Urgent kepada Keluarga Muallaf, Mujahidin dan Yatim Syuhada

Mari Salurkan Zakat Urgent kepada Keluarga Muallaf, Mujahidin dan Yatim Syuhada

Sempurnakan amaliah Ramadhan dengan menunaikan kewajiban Zakat. IDC siap menerima zakat fitrah untuk disalurkan dalam bentuk beras kepada keluarga mujahidin di berbagai daerah....

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

Ramadhan Berbagi Bersama Keluarga Yatim Syuhada dan Mujahidin Asir. Ayo Bantu!!

Ramadhan Berbagi Bersama Keluarga Yatim Syuhada dan Mujahidin Asir. Ayo Bantu!!

Ramadhan bulan berkah dan sedekah. Mari dukung program Ramadhan Berbagi: buka puasa bersama, santunan keluarga syuhada dan mujahidin asir dengan anggaran 15 juta rupiah....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Kaki Anak Shalih ini Patah Tertabrak Motor Saat Berjalan Menuju Masjid, Butuh Biaya Operasi 13 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Kaki Anak Shalih ini Patah Tertabrak Motor Saat Berjalan Menuju Masjid, Butuh Biaya Operasi 13 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!

Sudah 8 hari Muhamad Zulzan (5,5 th) terkapar di pembaringan. Kedua tulang kakinya patah tertabrak sepeda motor saat hendak ke masjid. Butuh biaya operasi 13 juta rupiah. Ayo Bantu.!!!...

Latest News
Islamic State (IS) Tewaskan Seorang Jenderal Tingkat Atas Rezim Assad di Gurun Suriah

Islamic State (IS) Tewaskan Seorang Jenderal Tingkat Atas Rezim Assad di Gurun Suriah

Senin, 26 Jun 2017 20:56

Situs Pemerintah Negara Bagian Ohio dan Maryland AS Diretas Pendukung Islamic State

Situs Pemerintah Negara Bagian Ohio dan Maryland AS Diretas Pendukung Islamic State

Senin, 26 Jun 2017 17:30

Mesir Bebaskan 1000 Tahanan dalam Amnesti Idul Fitri

Mesir Bebaskan 1000 Tahanan dalam Amnesti Idul Fitri

Senin, 26 Jun 2017 16:50

Kedutaan Saudi Bantah Keluarkan Travel Warning ke Turki

Kedutaan Saudi Bantah Keluarkan Travel Warning ke Turki

Senin, 26 Jun 2017 16:34

Sedikitnya 150 Tewas di Pakistan Akibat Truk Tanki Meledak

Sedikitnya 150 Tewas di Pakistan Akibat Truk Tanki Meledak

Senin, 26 Jun 2017 16:23

Trump Tolak Gelar Tradisi Bukber Malam Idul Fitri di Gedung Putih

Trump Tolak Gelar Tradisi Bukber Malam Idul Fitri di Gedung Putih

Senin, 26 Jun 2017 16:16

Pejuang Oposisi Bunuh 80 Tentara pro-Assad dalam Serangan di Al-Baath Selatan Suriah

Pejuang Oposisi Bunuh 80 Tentara pro-Assad dalam Serangan di Al-Baath Selatan Suriah

Senin, 26 Jun 2017 13:30

Dalam Video Polri Ini Umat Islam Tak Berikan Jalan kepada Ambulans Pembawa Pasien Kristiani

Dalam Video Polri Ini Umat Islam Tak Berikan Jalan kepada Ambulans Pembawa Pasien Kristiani

Senin, 26 Jun 2017 10:19

Turki Rampungkan Pembangunan Masjid Terbesar di Kyrgyztan dan Asia Tengah

Turki Rampungkan Pembangunan Masjid Terbesar di Kyrgyztan dan Asia Tengah

Senin, 26 Jun 2017 08:05

Ratusan Ribu Pengungsi Suriah di Turki Pulang Kampung ke Negaranya untuk Rayakan Idul Fitri

Ratusan Ribu Pengungsi Suriah di Turki Pulang Kampung ke Negaranya untuk Rayakan Idul Fitri

Senin, 26 Jun 2017 07:00

Soal Akun Twitter BNPT, Dahnil: Seolah Tuduh Idul Fitri Radikal

Soal Akun Twitter BNPT, Dahnil: Seolah Tuduh Idul Fitri Radikal

Senin, 26 Jun 2017 06:23

Analisa Pengamat Soal Wacana TNI Terlibat Konflik Marawi

Analisa Pengamat Soal Wacana TNI Terlibat Konflik Marawi

Ahad, 25 Jun 2017 21:32

Bertemu Presiden Jokowi, Begini Cerita GNPF MUI

Bertemu Presiden Jokowi, Begini Cerita GNPF MUI

Ahad, 25 Jun 2017 21:28

Hormati Idul Fitri Militer Filipina Umumkan Gencatan Senjata Lawan ISIS

Hormati Idul Fitri Militer Filipina Umumkan Gencatan Senjata Lawan ISIS

Ahad, 25 Jun 2017 17:12

Kepala Oposisi Sebut Israel Beralih ke Fasisme

Kepala Oposisi Sebut Israel Beralih ke Fasisme

Ahad, 25 Jun 2017 17:03

Presiden Trump Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri

Presiden Trump Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri

Ahad, 25 Jun 2017 16:51

Qatar Terima 13 Daftar Tuntutan Negara-negara Arab

Qatar Terima 13 Daftar Tuntutan Negara-negara Arab

Ahad, 25 Jun 2017 16:45

GNPF-MUI Silaturahim ke Presiden Jokowi di Istana

GNPF-MUI Silaturahim ke Presiden Jokowi di Istana

Ahad, 25 Jun 2017 16:36

Masa Penyembah Sapi Brutal Bantai Muslim yang Mereka Tuduh Membawa Daging Sapi

Masa Penyembah Sapi Brutal Bantai Muslim yang Mereka Tuduh Membawa Daging Sapi

Ahad, 25 Jun 2017 15:00

Hujan Deras Mendadak Turun,  Warga Muslim Perumnas Denpasar Pindah Shalat Idul Fitri di Masjid

Hujan Deras Mendadak Turun, Warga Muslim Perumnas Denpasar Pindah Shalat Idul Fitri di Masjid

Ahad, 25 Jun 2017 13:50


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X