Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
21.750 views

Menggugat Mazhab Kekuasaan dalam Fikih Kebhinekaan Versi Islam Nusantara

Oleh : DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM.

(Komisi Kumdang MUI Pusat & Ketua TAM-NKRI)

Sahabat VOA-Islam...

Kata Nusantara tercatat pertama kali dalam literatur berbahasa Jawa Pertengahan (abad ke-12 hingga ke-16) untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut Majapahit. Nusantara berasal dari dua kata bahasa Sanskerta, yaitu Nusa yang berarti “pulau” dan Antara yang berarti “luar”.

Jadi, pada awalnya kata Nusantara itu menunjuk pada “pulau lain” di luar Jawa dan merupakan daerah taklukan Majapahit. Ide penyatuan pulau-pulau di luar Jawa di bawah kekuasaan Majapahit inilah yang mendorong Majapahit melakukan ekspansi kekuasaan. Dapat dikatakan di sini, bahwa kata Nusantara lahir dalam konteks ekspansi kekuasaan di bawah kekuasaan absolut sang Raja. Barulah pada masa kekinian, Nusantara diartikan sebagai keterhubungan antar pulau, bukan sebaliknya. 

Tidak ada kata sepakat untuk menjadikan Indonesia sebagai Islam Nusantara. Islam lebih mulia dibandingkan dengan Nusantara. Nusantara adalah salah satu wilayah berlakunya hukum Islam

 

Sedangkan dalam Islam, kekuasaan bukan satu hal yang absolut. Kekuasaan diatur dan di bawah ketentuan syariat Islam. Syariat Islam juga tidak mengenal batas-batas yuridiksi kedaulatan negara dalam konteks modern sekarang.  Jelasnya, Islam tidak mengenal teritorial. Islam itu satu dan merujuk pada yang satu (sama) yaitu Al-Qur’an dan As-Sunah.

Islam Nusantara sebagaimana sedang digalakkan oleh pemerintah menunjuk kepada satu target besar, yakni menghadirkan pemerintahan yang lebih prima dibandingkan dengan sistem ajaran keagamaan Islam. Dengan demikian, dimunculkanlah Fikih Kebhinekaan yang menjunjung tinggi kekuasaan negara.

Ide Islam Nusantara yang sedang digalakkan ini, bukan tidak mungkin akan melahirkan satu Mazhab Kekuasaan dalam rangka melanggengkan rezim yang berkuasa. Jika Patih Gadjah Mada menyatakan dalam Sumpah Palapanya akan mengalahkan “pulau-pulau lain”, maka konsep Islam Nusantara akan menegasikan ajaran Islam yang tidak sejalan dengan pemikiran kaum Liberalis. Kaum Liberalis inilah yang akan menjadikan Islam Nusantara melalui Fikih Kebhinekaan sebagai Mazhab Kekuasaan.

Ajaran Islam tentang ketatanegaraan tidak lagi dilihat sebagai satu kebutuhan. Mazhab Kekuasaan itulah yang menjadi pilar bagi penguasa di Nusantara. Hal ini menjadi sama persis dengan tujuan ekspansi Patih Gadjah Mada. Gagasan Islam Nusantara, sejatinya adalah didasarkan kepada kepentingan politis kaum Liberalis yang memang terkenal “arogan dalam pemikiran”, menembus batas-batas toleransi intelektual.

Pernyataan Jokowi “Islam kita adalah Islam Nusantara, Islam yang penuh sopan santun, Islam yang penuh tata krama, itulah Islam Nusantara, Islam yang penuh toleransi,” menunjukkan ketidakmengertiannya tentang Islam. Pernyataan itu seolah-olah ingin mengatakan bahwa Islam di luar Nusantara, tidak mengedepankan sopan santun, tata karma, dan tidak ada toleransi.

Toleransi yang dimaksudkan dalam konsep Islam Nusantara tidak lain mengacu kepada pemikiran HAM versi Barat yang memang mengusung kebebasan (liberty) secara absolut. Banyak pihak yang memang diuntungkan dengan konsep Islam Nusantara ini. Di bawah Islam Nusantara, semua pemikiran dan aliran sesat memiliki hak yang sama, tanpa ada pelarangan.

Menjadi jelas, bahwa apa yang diperjuangkan dalam gagasan Islam Nusantara sebenarnya adalah untuk menjadikan sistem ketatanegaraan Indonesia ke arah kekuasaan belaka. Penguasa akan sangat dikuatkan dengan konsep Islam Nusantara melalui Fikih Kebhinekaan itu. Ciri khas Mazhab Kekuasaan adalah menjadikan hukum positif (Undang-undang) sebagai landasan kekuasaan. Di luar undang-undang bukanlah hukum.

Undang-undang yang dihasilkan dalam proses di legislatif juga harus mengacu kepada Fikih Kebhinekaan vesi kaum Liberalis, yang menampung berbagai pemikiran sesat. Keberlakuan syariat Islam yang benar sudah tidak lagi menjadi dasar pemikiran dalam pembentukan peraturan perundang-undangan.

Nusantara yang harus menyesuaikan diri dengan nilai-nilai Islam, bukan sebaliknya. “Islam Yes”, “Nusantara Oke”, tetapi “Islam Nusantara No”

 

Rasio berada di depan dan menjadi “panglima” dalam pengambilan keputusan. Upaya perjuangan  “NKRI bersyariah” akan semakin dihadapkan dengan Fikih Kebhinekaan karya kaum Liberalis yang berkolaborasi dengan kaum Sekularis, Pluralis dan penganut Aliran Sesat. Di sisi lain, rezim juga diuntungkan dengan penguatan kaum Sepilis dan Aliran Sesat ini.

Tidak ada kata sepakat untuk menjadikan Indonesia sebagai Islam Nusantara. Islam lebih mulia dibandingkan dengan Nusantara. Nusantara adalah salah satu wilayah berlakunya hukum Islam. Sepantasnya, Nusantara yang harus menyesuaikan diri dengan nilai-nilai Islam, bukan sebaliknya. “Islam Yes”, “Nusantara Oke”, tetapi “Islam Nusantara No”. Wallahu’alam. [syahid/voa-islam.com]

Editor: RF

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Ulama Bicara lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Menginspirasi, Dua Jurnalis Raih Forjim Award

Menginspirasi, Dua Jurnalis Raih Forjim Award

Rabu, 21 Feb 2018 17:46

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

Rabu, 21 Feb 2018 14:00

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

[VIDEO] Pikulbareng UKM Bebas Riba: Beli Kripik Yammy Babeh Rasa Unik Hanya Rp. 12,000!!

Rabu, 21 Feb 2018 12:24

Tembakan Turki Paksa Pasukan Pro-Assad yang Akan Bantu Milisi Kurdi di Afrin Balik Kanan

Tembakan Turki Paksa Pasukan Pro-Assad yang Akan Bantu Milisi Kurdi di Afrin Balik Kanan

Rabu, 21 Feb 2018 10:28

Ini Petuah Tuan Guru Bajang untuk Jurnalis Muslim

Ini Petuah Tuan Guru Bajang untuk Jurnalis Muslim

Rabu, 21 Feb 2018 09:43

Bolehkah Mengerjakan Shalat Dhuha Setelah Shalat Isyraq?

Bolehkah Mengerjakan Shalat Dhuha Setelah Shalat Isyraq?

Rabu, 21 Feb 2018 09:22

[VIDEO-1] Kisah Dewa, Mualaf Hindu yang Temukan Islam & Nabi Muhammad SAW Dalam Kitab Weda

[VIDEO-1] Kisah Dewa, Mualaf Hindu yang Temukan Islam & Nabi Muhammad SAW Dalam Kitab Weda

Rabu, 21 Feb 2018 09:21

Wisata Halal NTB, Upaya Wujudkan Islam Rahmatan lil Alamin

Wisata Halal NTB, Upaya Wujudkan Islam Rahmatan lil Alamin

Rabu, 21 Feb 2018 09:11

Ibu Tega Membunuh Anak Sendiri, Apa yang Salah?

Ibu Tega Membunuh Anak Sendiri, Apa yang Salah?

Selasa, 20 Feb 2018 22:58

Remaja Zaman Now: Antara Harapan dan Kenyataan

Remaja Zaman Now: Antara Harapan dan Kenyataan

Selasa, 20 Feb 2018 22:45

Pemimpin MILF: Pejuang Asing Asal Malaysia, Indonesia dan Timur Tengah Terus Berdatangan ke Mindanao

Pemimpin MILF: Pejuang Asing Asal Malaysia, Indonesia dan Timur Tengah Terus Berdatangan ke Mindanao

Selasa, 20 Feb 2018 22:35

Nigeria Vonis Bersalah 200 Lebih Pejuang Boko Haram

Nigeria Vonis Bersalah 200 Lebih Pejuang Boko Haram

Selasa, 20 Feb 2018 22:15

167 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Rezim Teroris Assad di Ghouta Timur Sejak Senin

167 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Rezim Teroris Assad di Ghouta Timur Sejak Senin

Selasa, 20 Feb 2018 22:00

Kemenlu Rusia Akui Puluhan Warganya Terluka dalam Serangan Drone AS di Suriah

Kemenlu Rusia Akui Puluhan Warganya Terluka dalam Serangan Drone AS di Suriah

Selasa, 20 Feb 2018 21:45

Erdogan: Turki Akan Segera Kepung Kota Afrin dalam Beberapa Hari

Erdogan: Turki Akan Segera Kepung Kota Afrin dalam Beberapa Hari

Selasa, 20 Feb 2018 21:30

Harapan TGB untuk Forjim

Harapan TGB untuk Forjim

Selasa, 20 Feb 2018 21:05

Pesan Gubernur NTB Kala Hadapi Maraknya Penyerangan terhadap Ulama

Pesan Gubernur NTB Kala Hadapi Maraknya Penyerangan terhadap Ulama

Selasa, 20 Feb 2018 20:37

Mukernas ke-1 Forjim Dibuka TGB

Mukernas ke-1 Forjim Dibuka TGB

Selasa, 20 Feb 2018 20:31

Persaudaraan Aksi Bela Islam 212 Soloraya Dikukuhkan

Persaudaraan Aksi Bela Islam 212 Soloraya Dikukuhkan

Selasa, 20 Feb 2018 06:35

Sandal Bilal vs Sandal Presiden

Sandal Bilal vs Sandal Presiden

Selasa, 20 Feb 2018 06:13


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X