Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.765 views

Indonesia Darurat Maksiat, Saatnya Bertobat

Oleh: Hana Annisa Afriliani,S.S*

 

Negeri ini dirundung duka. Berbagai bencana datang silih berganti. Usai Lombok bergoncang, berikutnya Palu. Donggala, Sigi yang bergoyang dan diterjang tsunami serta ditelan likuifasi. Selang satu minggu kemudian, Bali dan Situbondo yang mendapat giliran. Tanah bergoyang, meluluhlantakan bangunan dan menebar ketakutan.

Sudah semestinya negeri ini berkaca. Apa yang salah? Dosa apa yang telah mengundang murkaNya?  Sungguh bencana bukanlah semata kehendak alam, melainkan ada pesan ilahi yang terselip di dalamnya.

Sebagaimana Umar Bin Khatab pernah mengetukkan tongkatnya ke tanah tatkala gempa mengguncang Kota Madinah Al-Munawarah. Ia berkata dengan dengan raut penuh kecemasan, "Wahai manusia, dosa apa yang telah kalian perbuat?"

Sungguh ini menunjukkan bahwa ada hubungannya antara bencana dan kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia.

Jika kita berkaca yang terjadi pada negeri ini, sungguh kita akan mendapati betapa banyak kemaksiatan yang legal berkeliaran. Dengan dalih 'ini bukan negera agama' maka seolah negeri ini bebas melakukan apapun, selama dianggap memberi manfaat dan tidak merugikan siapapun. Ini sangat khas dengan prinsip ideologi kapitalis: tak peduli halal-haram, yang terpenting menguntungkan.

Kita bisa saksikan dengan telanjang bahwa di negeri ini prostitusi tak dibasmi melainkan dilokalisasi. Narkoba tumbuh subur dari pelajar hingga aparat. Seks bebas kian akrab di kehidupan muda-mudi, hingga aborsi dan menikah karena hamil duluan pun menjadi hal lumrah dijumpai. Belum lagi miras, yang tak dilarang sama sekali, hanya ditertibkan saja. Kesyirikan berbalut adat dan budaya dilestarikan, dianggap sakral dan tak boleh disudahi. Itu kearifan lokal, kata mereka. Aksi umbar aurat pun tak jadi soal sebab itu semua adalah hak asasi.

Bukan hanya itu, negara pun mempertontonkan kemaksiatan yang nyata: hutang berbasis riba, menjual aset-aset negara, korupsi berjamaah, menyelewengkan kekuasaan demi kepentingan, dan sederet hal lainnya yang bertentangan dengan syariat.

Sungguh memperihatinkan. negeri dengan mayoritas penduduknya adalah muslim, nyatanya tak menjadikan Islam sebagai sistem hidupnya. Sebaliknya mereka hidup berasaskan pada sekulerisme, yakni memisahkan agama dari kehidupan dan bangga mengadopsi gaya hidup liberal ala barat. Betapa negeri ini telah darurat kemaksiatan. Yang mengkhawatirkan, jika ini terus dibiarkan, maka negeri ini akan terus dirundung petaka.

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri”. [al-Ankabut/29 : 40].

Maka, sangat dibutuhkan gema suara-suara kebenaran yang mampu membungkam laju maksiat. Sejatinya menegakkan amar ma'ruf nahyi mungkar merupakan wujud ketakwaan kepada Allah dan kepedulian terhadap sesama. Sebab Allah mewajibkan setiap diri kita untuk saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran dan mencegah dalam kemungkaran.

Ketika kita menawarkan solusi syariat Islam atas segala problematika yang membelit negeri ini, maka sesungguhnya hal tersebut merupakan wujud kepedulian dan cinta kita terhadap negeri. Karena penerapan syariat Islam adalah kunci kebahagiaan dan keberkahan bagi manusia. Alangkah mirisnya jika para penyeru taat justru dilabeli pemecah belah bangsa dan layak dikriminalisasi. Sebaliknya, para pemahat maksiat dibiarkan dan dianggap  hak asasi.

Ironis! Sungguh Indonesia darurat maksiat, saatnya bertobat! (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah penulis buku.

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Latest News
Catatan Ibu Rumah Tangga: Tolak Perda Agama, PSI Tak Demokratis?

Catatan Ibu Rumah Tangga: Tolak Perda Agama, PSI Tak Demokratis?

Ahad, 18 Nov 2018 23:57

Said Aqil Siradj Tak Sependapat dengan Pernyataan Ketua Umum PSI Terkait Perda Agama

Said Aqil Siradj Tak Sependapat dengan Pernyataan Ketua Umum PSI Terkait Perda Agama

Ahad, 18 Nov 2018 21:54

Seorang Pembom Jibaku Wanita Ledakkan Diri Dekat Kantor Polisi Grozny Chechnya

Seorang Pembom Jibaku Wanita Ledakkan Diri Dekat Kantor Polisi Grozny Chechnya

Ahad, 18 Nov 2018 21:30

Serangan Jihadis Suriah Tewaskan 18 Tentara Rezim Assad di Latakia

Serangan Jihadis Suriah Tewaskan 18 Tentara Rezim Assad di Latakia

Ahad, 18 Nov 2018 21:00

Sumber Israel Akui Hamas Miliki Rudal Pengubah Permainan yang dapat Mencapai Israel dengan Mudah

Sumber Israel Akui Hamas Miliki Rudal Pengubah Permainan yang dapat Mencapai Israel dengan Mudah

Ahad, 18 Nov 2018 20:35

Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Ahad, 18 Nov 2018 16:49

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Ahad, 18 Nov 2018 14:00

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ahad, 18 Nov 2018 13:35

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Ahad, 18 Nov 2018 12:58

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Ahad, 18 Nov 2018 12:35

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Ahad, 18 Nov 2018 11:35

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Ahad, 18 Nov 2018 10:35

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

Sabtu, 17 Nov 2018 18:15

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Sabtu, 17 Nov 2018 17:30

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 17 Nov 2018 15:00

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sabtu, 17 Nov 2018 11:02

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

Jum'at, 16 Nov 2018 21:45

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

Jum'at, 16 Nov 2018 21:20

Mantan Wakil Komandan Al-Shabaab Calonkan Diri Sebagai Pemimpin Negara Bagian Barat Daya Somalia

Mantan Wakil Komandan Al-Shabaab Calonkan Diri Sebagai Pemimpin Negara Bagian Barat Daya Somalia

Jum'at, 16 Nov 2018 20:15

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI

Jum'at, 16 Nov 2018 18:43


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Jum'at, 16/11/2018 18:43

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI