Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.140 views

Arus LGBT di Era Digital, Kaum Millenial Terancam Punah?

By: Andi Haerani, S.Pd

 

Cinta sesama jenis semakin menjadi trend mengkhawatirkan. Nampaknya, tsunami syahwat pelaku LGBT kian unggul menenggelamkan naluri mencintai dari jalan yang benar dan sesuai kodratnya bahwa manusia hidup berpasang-pasangan. Lelaki bersanding dengan wanita, demikian pula sebaliknya. Kini, populasi mereka semakin bertambah. Arus pelangi pun, terang-terangan menampakkan gerilyanya di tengah masyarakat baik di dunia nyata, maupun dunia maya. Terlebih ketika Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak permohonan memperluas pasal 284, 285 292 KUHP.

Geliat LGBT di Semesta Medsos                                

Media sosial selakunya bisa menjadi sala satu simpul edukasi. sarana belajar, berbisnis atau menjalin silaturahmmi dengan keluarga atau karib. Era digital di tengah deras arus dominasi nilai kebebasan berbanding lurus dengan semakin besarnya generasi millennial terpapar pengaruh negatif semisal cinta sesama jenis. Medsos  pun, menjadi sarana yang cukup efektif untuk menjaring komunitas mereka (LGBT) sekaligus menularkan virusnya.

Hal ini tentu meresahkan semua elemen masyarakat. Lihatlah grup-grup LGBT yang membernya bukan main. Ratusan bahkan ribuan. Seperti yang terjadi di Garut, Jawa Barat Kemenkominfo mendapati sebuah grup LGBT ditengarai beranggotakan pelajar SMP dan SMA. Meski grup itu telah diblokir, tetapi pelaku dan perilakunya jelas masih melanglang buana.

Tak hanya itu,  republika.co.id pada Rabu, 10/10 memuat tentang grup komunitas pecinta sesama jenis ditemukan di Kabupaten Karawang. Bahkan anggota grup ini juga jauh lebih banyak dibanding dengan grup serupa di Garut. Berdasarkan penelusuran  penggiat media sosial, ada 6.425 anggota yang tergabung dalam 3 grup pencinta sesama jenis di wilayah itu.

Di Tasikmalaya KPAID menemukan dua grup facebook yang dalam percakapannya secara terang-terangan menawarkan hubungan sesama jenis. Nama grup itu pun, secara jelas menyebutkan kata Singaparna dan Ciawi yang merupakan nama daerah di Tasikmalaya. Setelah dilakukan penelusuran di kedua grup tersebut, Wakil Kepala Polres Kab. Tasikmalaya Kompol Rikky Aries Setiawan pun mengungkapkan  bahwa member grup Ciawi sekitar 217 orang sedangkan grup Singaparna mencapai 1.208 member. (Republika.co.id)

Gerakan Penularan dan Kampanye Global

Kaum LGBT tak dilahirkan lewat rahim, dan mustahil tumbuh lewat keturunan. Maka penularan adalah satu-satunya jalan memperbesar tubuh mereka. Sebab jika tidak, kaum mereka terancam punah. Sasaran penularannya kini semakin nampak pada generasi millennial yang cenderung masih labil dan galau identitas. Secara liar, mereka bergerilya berlindung di bawah payung HAM bahkan merongrong pranata hukum agar diakui secara legal.

Liarnya pergerakan mereka bukan tanpa strategi. Kampanye global terus dilakukan hingga legalitas dan eksistensinya mendapat pengakuan di mata dunia. Hal tersebut nampak ketika pasca perang dunia ke-2, berbagai gerakan homoseksual modern bermunculan di berbagai Negara Barat yang dikenal dengan homophile movement.

Mereka menggunakan media ilmiah seperti diskusi-diskusi dalam bidang medis. Di New York dan San Fransisko kala itu muncul bar-bar dan diskotik khusus kaum homo. Terlebih sejak keberadaannya disahkan oleh pemerintah AS dimana Mahkamah Agung Amerika dengan dukungan penuh Presiden Obama mengesahkan pernikahan sesama jenis di 50 negara bagian Amerika pada 2015 silam.

Mereka mendapat dukungan opini dan juga dana dari dunia bisnis. Merek-merek dagang dunia telah terang-terangan berkampanye pro LGBT. Misalnya : Facebook, Whatsapp, LINE, Starbucks. Dalam dokumen UNDP PBB, ada program pro LGBT bernama The Being LGBT in Asia Phase 2 Initiative (BLIA-2). Program ini didukung Kedubes Swedia di Bangkok, Thailand, dan USAID. Sasaran program BLIA-2 adalah Cina, Indonesia, Filipina, dan Thailand. Proyek BLIA-2 tsb berlangsung tahun 2014-2017 dengan dana senilai 8 juta dolar AS. (Republika, 12/02/2016). Dokumen asli program tsb berjudul “Being LGBT In Asia” di situs : www.asia-pacific.undp.  Lalu di koran Republika (12/2/2016) hlm. 9 ada judul “Dubes AS Dukung LGBT”.

LGBT Mengancam Generasi Millenial

Adanya kasus-kasus secara beruntun di berbagai daerah tentang hubungan sesama jenis di negeri ini telah menampar moral bangsa. Penyimpangan yang terjadi, menyebabkan kaum millennial terancam punah. Punah dalam arti bukan hanya dalam konteks demografi.  Tetapi masa depan serta peranan mereka di tengah masyarakat. Tanggung jawab terhadap bangsa sebagai agen perubahan pelanjut estafet juang menuju gemilangnya peradaban pun jelas terancam.

Kuatnya nilai barat berpengaruh besar  gaya berpikir kaum millenial. Karenanya, akumulasi tingkah lakunya pun, semakin mengkhawatirkan. Arus LGBT di era digital adalah permasalahan yang kompleks. Mereka yang terpapar virusnya jelaslah lemah iman. Meski masyarakat di Indonesia cenderung menolak, tetapi legalitas keberadaan  mereka di mata dunia membuatnya tetap eksis sehingga sulit membunuh mati virus LGBT agar tak mewabah.

Di sinilah letak kesalahan berpikir sistem sekuler pengusung nilai kebebasan. Sebab aturan-aturan yang berlaku pada pelaku maksiat seperti LGBT tak bisa dihukum secara tegas karena dilakukan atas dasar suka sama suka bahkan tak masuk dalam kategori kriminal. Mengusik mereka berarti menentang HAM. UUD pun, tak kuasa menjeratnya.

Ubah Pradigma

Saat ini arus sekulerisasi mewarnai  tatanan nilai kehidupan masyarakat. Paradigma sekuler inilah yang merusak. Mulai dari Individu lemah iman jauh dari agama hingga lingkungan semakin bebas. Negara yang bertanggung jawab besar dalam menjaga generasi millennial dari terpaparnya pengaruh negatif pergaulan pada akhirnya sulit menuntaskan pokok persoalan yang ada. Sebab paradigma sekuler juga diadopsi negara.

Dalam Islam, LGBT harus dipahami sebagai perilaku yang menyimpang, maksiat dan kriminal sehingga harus dihukum secara tegas. Rasulullah bersabda: ”Siapa saja yang kalian temukan melakukan perbuatan kaum Luth (liwath) maka hukum matilah baik yang melakukan maupun yang diperlakukannya” (HR. Al-Khomsah kecuali an-Nasa’i).

Di samping itu, negara selaku yang punya otoritas, bertanggung jawab secara penuh untuk menjaga individu maupun masyarakat dari segala bentuk arus informasi, maupun konten media yang bertentangan dengan akidah Islam. Termasuk dalam masalah sistem pergaulan, pendidikan dan segala hal yang berpotensi merusak pemahaman generasi. Sementara dalam ranah keluarga, perlu memperkokoh penanaman akidah islam, serta praktek hukum-hukumnya sejak dini. Dengan begitu, diharapkan virus LGBT bisa dihindari bahkan dimusnahkan dari tatanan keluarga muslim. Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Latest News
Catatan Ibu Rumah Tangga: Tolak Perda Agama, PSI Tak Demokratis?

Catatan Ibu Rumah Tangga: Tolak Perda Agama, PSI Tak Demokratis?

Ahad, 18 Nov 2018 23:57

Said Aqil Siradj Tak Sependapat dengan Pernyataan Ketua Umum PSI Terkait Perda Agama

Said Aqil Siradj Tak Sependapat dengan Pernyataan Ketua Umum PSI Terkait Perda Agama

Ahad, 18 Nov 2018 21:54

Seorang Pembom Jibaku Wanita Ledakkan Diri Dekat Kantor Polisi Grozny Chechnya

Seorang Pembom Jibaku Wanita Ledakkan Diri Dekat Kantor Polisi Grozny Chechnya

Ahad, 18 Nov 2018 21:30

Serangan Jihadis Suriah Tewaskan 18 Tentara Rezim Assad di Latakia

Serangan Jihadis Suriah Tewaskan 18 Tentara Rezim Assad di Latakia

Ahad, 18 Nov 2018 21:00

Sumber Israel Akui Hamas Miliki Rudal Pengubah Permainan yang dapat Mencapai Israel dengan Mudah

Sumber Israel Akui Hamas Miliki Rudal Pengubah Permainan yang dapat Mencapai Israel dengan Mudah

Ahad, 18 Nov 2018 20:35

Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Ahad, 18 Nov 2018 16:49

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Ahad, 18 Nov 2018 14:00

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ahad, 18 Nov 2018 13:35

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Ahad, 18 Nov 2018 12:58

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Ahad, 18 Nov 2018 12:35

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Ahad, 18 Nov 2018 11:35

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Ahad, 18 Nov 2018 10:35

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

Sabtu, 17 Nov 2018 18:15

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Sabtu, 17 Nov 2018 17:30

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 17 Nov 2018 15:00

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sabtu, 17 Nov 2018 11:02

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

Jum'at, 16 Nov 2018 21:45

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

Jum'at, 16 Nov 2018 21:20

Mantan Wakil Komandan Al-Shabaab Calonkan Diri Sebagai Pemimpin Negara Bagian Barat Daya Somalia

Mantan Wakil Komandan Al-Shabaab Calonkan Diri Sebagai Pemimpin Negara Bagian Barat Daya Somalia

Jum'at, 16 Nov 2018 20:15

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI

Jum'at, 16 Nov 2018 18:43


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X