Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.640 views

Lombok dan Palu, Duka di Balik Pariwisata Berdaya?

Oleh: Astia Putri, SE*

 

Kita mungkin sering mendengar celotehan, “Wah, kok gak konsen sih, kurang piknik nih.”

Yupz, kepenatan hidup yang dirasakan manusia pada saat ini mendorong adanya keinginan untuk setidaknya terlepas sejenak dari rutinitas yang membosankan. Realitasnya, kecenderungan manusia untuk senantiasa memenuhi rasa ini ditangkap juga oleh pemerintah sebagai potensi untuk menggalakkan pariwisata demi meraih keuntungan atasnya.

Jika ditanya mengenai potensi, masing-masing daerah akan dengan bangga menyebutkan berbagai potensi baik itu dari sisi keindahan alam hingga budaya dan tradisi setempat. Kita lihat saja hampir setiap daerah memiliki event atau agenda unggulan demi menarik banyak wisatawan.

Tersebutlah Jember Fashion Carnival misalnya. Salah satu karnaval peragaan busana unik yang paling terkenal setingkat nasional bahkan internasional. Tak hanya itu, potensi pegunungan Indonesia yang menyimpan pesona hingga legenda turut menjadi magnet memikat. Diantaranya Festival Gunung Slamet, Festival Bromo dan lain sebagainya.

Harus diakui, sektor pariwisata telah menjadi sektor andalan pemerintah belakangan ini. Mengingat banyaknya sumber pemasukan yang dapat diperoleh dibaliknya. Semisal sektor jasa travel, penginapan atau hotel, restoran, salon dan spa, penjualan oleh-oleh dan lain sebagainya. Hanya saja, harus diakui pula sektor pariwisata merupakan sektor yang rentan dengan invasi budaya. Berbagai jasa yang tersedia kerapkali menyesuaikan tipe wisatawan yang datang. Terlebih jika yang datang kebanyakan turis mancanegara. Dapat dipastikan daerah tersebut akan menyiapkan berbagai fasilitas yang menyesuaikan kebutuhan turis tersebut meski kadang itu tidak sesuai dengan budaya setempat.

Tidak hanya menyerang secara sosial dan budaya, pariwisata juga menjadi gerbang pembuka kesyirikan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Pariwisata dengan sasaran menghidupkan kearifan lokal sesungguhnya mengandung beberapa bentuk ajaran yang masih disusupi animisme dan dinamisme. Hanya karena alasan keunikan serta bernilai jual, akhirnya pemerintah secara intens menerapkannya dalam berbagai program pariwisata.

Semisal beberapa festival di daerah Pulau Jawa disisipi dengan ritual tertentu yang sarat dengan kepercayaan akan hal-hal mistis semisal ruwatan. Ruwatan merupakan salah satu ritual yang dilakukan untuk membuang sial. Di beberapa daerah sering dihubungkan dengan sosok-sosok mistis yang mengatur keberuntungan dan kesialan, hingga akhirnya sosok ini dirayu dengan persembahan (sesajen) yang diyakni dapat menangkal kesialan dan bahaya tersebut.

Daerah lain semisal di Lombok, juga dikenal adanya festival Bau Nyale Lombok yang mengandung ritual syirik. Bau Nyale Lombok merupakan upacara adat yang berisi kegiatan menankap nyale yakni cacing laut yang hanya ada di waktu tertentu sepanjang tahun. Tradisi ini kerap dikaitkan dengan legenda Putri Mandalika sebagai reinkarnasi dari nyale yang bercahaya. Masyarakat Lombok percaya ketika seseorang mampu menangkap cacing tersebut maka akan membawa keberuntungan bagi kehidupannya.

Contoh lain di daerah Palu, sebuah kota yang belakangan menjadi buah bibir karena bencana gempa dan tsunami dahsyat yang meluluhlantahkannya. Mereka sangat bangga dengan Festival Pesona Palu Nomoni yang memiliki salah satu tradisi unik bernama ritual penyembuhan Baliya Jinja khas Suku Kaili. Ringkasnya, ritual ini adalah ritual persembahan berupa sesajen yang dilarung ke laut sebagai bagian dari prosesi penyembuhan kepada leluhur melalui dukun.

Hal yang disayangkan bahwa orang-orang yang terlibat dalam ritual ini justru kebanyakan adalah muslim yang seharusnya terikat pada sesembahan kepada ALLAH SWT semata. ALLAH SWT sangat mengutuk tindakan syirik dan mengkategorikan ini sebagai perbuatan yang mendatangkan dosa paling besar dan tidak dapat diampuni. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (Q.S An-Nisa: 48)

Lantas apa akibat yang akan terjadi jika manusia banyak yang menyekutukan ALLAH?  

Kondisi ini akan mendatangkan bencana dan azab dari ALLAH “…dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman” (Q.S Al-Qashash: 59). Sebagai sebuah pembelajaran, muhasabah merupakan aktivitas yang seharusnya tidak lepas dari keseharian kita, termasuk ketika kita mengaitkan dengan banyaknya bencana yang terjadi belakangan di negeri Indonesia tercinta ini.

Sebagai seorang yang beriman terhadap kekuasaan pencipta dan pengatur alam semesta, tidak semestinya kita melalaikan perihal bencana alam sebatas peristiwa alam yang terjadi dengan sendiri dan tidak ada hubungannya dengan perbuatan manusia. Setiap peristiwa kecil seperti jatuhnya dedaunan kering hingga yang besar seperti pergeseran lempeng bumi takkan terlepas dari kehendak ALLAH yang dengan mudah mengubah keteraturan tersebut. “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Q.S Ar-Rum: 41)

Islam dan Pariwisata

            Kecenderungan manusia untuk mengagumi keindahan alam memang tak bisa dibantahkan ada dalam setiap diri manusia. Pun Islam tidak melarang pemenuhan naluri ini. Islam bahkan mendorong manusia untuk melakukan rihlah (perjalanan)dalam rangka melakukan tadabbur (memikirkan dan menghayati)keMahaKuasaan ALLAH SWT. Artinya arahan ini menunjukkan perintah untuk melakukan sesuatu aktivitas wisata yang mampu mendekatkan diri kepada ALLAH, bukan justru tergelincir dalam kemaksiatan dan kelalaian.

            Tidak hanya sampai ranah individu, Islam pun mendorong sampai pada tataran masyarakat dan negara. Daulah Islam tidak akan melakukan optimalisasi sektor pariwisata dalam rangka menjadi keran sumber perekemonian negara. Pariwisata dioptimalisasi sebagai upaya dakwah praktis dengan menunjukkan tanda kekuasaan ALLAH dan peninggalan sejarah peradaban Islam yang gemilang. Daulah pun tidak akan membangun berbagai infrastruktur penunjang pariwisata yang akan mendatangkan kemudaratan dan kemaksiatan. Sebaliknya fasilitas yang dibangun semata-mata hanya untuk mempermudah wisatawan semakin taat pada ALLAH dimana pun ia berada.

            Inilah gambaran kesungguhan dan totalitas Islam dalam mengatur manusia agar terhindar dari azab ALLAH akibat berbagai kerusakan, kemaksiatan dan keangkuhan manusia meninggalkan syariat ALLAH. Sudahkah hingga sejauh ini kita berkaca? Wallahu alam. (rf/voa-islam.com)

*Penulis adalah Member Komunitas “Pena Langit”

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

Relawan IDC, menunaikan amanah para donatur menyerahkan bantuan untuk anak-anak yatim Abdullah Fitri Setiawan atau yang akrab disapa Dufi....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

Latest News
Reuni 212, Sejarah, dan Gagapnya Pers Kita

Reuni 212, Sejarah, dan Gagapnya Pers Kita

Selasa, 11 Dec 2018 22:22

Reuni 212 dan Tsunami Media

Reuni 212 dan Tsunami Media

Selasa, 11 Dec 2018 22:21

Mesir Larang Penjualan Rompi Kuning, Takut Protes Gilets Jaunes di Prancis Ditiru

Mesir Larang Penjualan Rompi Kuning, Takut Protes Gilets Jaunes di Prancis Ditiru

Selasa, 11 Dec 2018 22:15

DDII Ajak Pengurus dan Keluarga Besar Pilih Capres & Cawapres Hasil Pilihan Ijtima Ulama

DDII Ajak Pengurus dan Keluarga Besar Pilih Capres & Cawapres Hasil Pilihan Ijtima Ulama

Selasa, 11 Dec 2018 21:29

Enough Pak Jokowi!

Enough Pak Jokowi!

Selasa, 11 Dec 2018 21:20

Toleransi Salah Kaprah

Toleransi Salah Kaprah

Selasa, 11 Dec 2018 20:18

Raja Kodok dan Ular

Raja Kodok dan Ular

Selasa, 11 Dec 2018 19:17

Tahun Kegelapan Media

Tahun Kegelapan Media

Selasa, 11 Dec 2018 18:49

4 Orang Tewas dalam Serangan Bom yang Menargetkan Konvoi Intelijen Afghanistan

4 Orang Tewas dalam Serangan Bom yang Menargetkan Konvoi Intelijen Afghanistan

Selasa, 11 Dec 2018 17:18

Liga Arab Kecam Rencana Presiden Terpilih Brazil untuk Memindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Liga Arab Kecam Rencana Presiden Terpilih Brazil untuk Memindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Selasa, 11 Dec 2018 16:15

Dapat Remisi Natal, Ahok Sang Penista Agama akan Bebas pada 24 Januari 2019

Dapat Remisi Natal, Ahok Sang Penista Agama akan Bebas pada 24 Januari 2019

Selasa, 11 Dec 2018 14:17

Pemindahan BPN ke Jateng, Fadli: Kita Berusaha Kuasai Basis Lawan

Pemindahan BPN ke Jateng, Fadli: Kita Berusaha Kuasai Basis Lawan

Selasa, 11 Dec 2018 14:12

Petisi Online Maimon Herawati Berhasil, KPI Desak Iklan Shopee Blackpink Dihentikan

Petisi Online Maimon Herawati Berhasil, KPI Desak Iklan Shopee Blackpink Dihentikan

Selasa, 11 Dec 2018 14:01

Strategi Sandi untuk Pemerataan Ekonomi

Strategi Sandi untuk Pemerataan Ekonomi

Selasa, 11 Dec 2018 13:27

Pemilu tidak Perlu Dilanjutkan

Pemilu tidak Perlu Dilanjutkan

Selasa, 11 Dec 2018 12:27

560.000 Orang Telah Tewas Akibat Perang di Suriah Selama Hampir 8 Tahun Terakhir

560.000 Orang Telah Tewas Akibat Perang di Suriah Selama Hampir 8 Tahun Terakhir

Selasa, 11 Dec 2018 11:35

BPN Prabowo-Sandi akan Ambil Langkah Hukum Soal 31 Juta Pemilih Tambahan

BPN Prabowo-Sandi akan Ambil Langkah Hukum Soal 31 Juta Pemilih Tambahan

Selasa, 11 Dec 2018 11:27

Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Senin, 10 Dec 2018 21:13

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Senin, 10 Dec 2018 20:13

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Senin, 10 Dec 2018 19:30


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Selasa, 11/12/2018 21:20

Enough Pak Jokowi!