Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
5.129 views

Duel ala Gladiator Kekinian, Bikin Horor

Oleh: Ashaima Va*

 

Bertarung ala gladiator, barangkali kita hanya bisa membayangkan pertarungan ini terjadi pada masa kekaisaran Romawi. Dengan berbekal senjata tajam, pertarungan dilakukan untuk menghibur para penonton. Duel dilakukan di tengah-tengah Colosseum, lawannya bisa sesama Gladiator, binatang buas, dan atau narapidana.

Kisah heroik seorang Gladiator ini digambarkan secara epik dalam sebuah film yang dirilis tahun 2000. Film yang dibintangi oleh Russel Crowe ini cukup memberikan gambaran bagaimana ngerinya pertarungan demi pertarungan itu berlangsung.

Nahasnya yang terjadi di kawasan barat kota Bogor bukanlah kisah masa lalu, bukan pula kisah epik sebuah film. Pertarungan ala Gladiator ini dilakukan oleh sekelompok pelajar SMP dan SMA. Pertarungan antara dua kubu ini memang rutin dilakukan. Tapi yang terjadi saat itu sampai melibatkan senjata tajam berupa celurit dan samurai. Duel horor yang memakan korban. Tragedi ini menewaskan seorang pelajar SMP bernama MIS (13 tahun). Duel antara korban dan pelaku terjadi pada Selasa (31/7/2019) malam di belakang Terminal Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. (detikNews, 3/8/2018)

Menurut Kapolresta Bogor kota, Kombes Ulung Sampurna, aksi ini dilakukan secara terencana. Ada proses perekrutan dan pemilihan peserta duel. Ada yang bertugas merekam video pertarungan untuk selanjutnya akan diunggah di YouTube. Senjata tajam nya pun disediakan oleh alumni SMP tersebut yang sudah berstatus sebagai pelajar SMA. (Liputan6.com, 3/8/2018)

Apa yang mereka peroleh dari duel gladiator ini? Demi pengakuan dari pihak lawan dan janji ilmu kebal bagi petarung yang menang. Miris.

Tiga pasang petarung dipilih, semuanya saling serang dan MIS berakhir dengan sabetan celurit di dadanya. Dia tewas di lokasi dan dilarikan ke RSUD Ciawi untuk autopsi. Dari kejadian ini Polisi menangkap lima orang tersangka dan dua menjadi DPO.

Duel ala Gladiator di Bogor Barat ini menambah deretan panjang kasus serupa di beberapa kota di Indonesia. Terjadi di kalangan pelajar, saat mereka seharusnya menuntut ilmu. Eksistensi diri yang semu, berakhir dengan mati konyol. Mispersepsi terhadap apa yang seharusnya diraih dan diperjuangkan membawa remaja pelajar pada adu fisik ala bangsa barbar. Menjauhkan fitrah mereka sebagai agen perubahan.

Ada yang salah dari proses penanaman nilai-nilai moral relijius remaja saat ini. Sistem pendidikan yang ada tidak mampu mencetak generasi cemerlang yang berkepribadian Islam. Yang memahami kewajibannya sebagai seorang muslim dan tugasnya sebagai seorang pelajar, alih-alih sibuk adu kekuatan dengan berduel ala gladiator.

Jam pelajaran agama yang dipangkas memperburuk keadaan. Sulit untuk berharap pelajaran agama mampu mewarnai para pelajar agar memiliki cara berpikir dan bersikap secara Islam. Yang dominan dikonsumsi remaja malah gaya hidup barat yang serba bebas.

Sistem Pendidikan Islam, Membentuk Generasi Cemerlang

Dalam Islam pendidikan adalah hak seluruh masyarakat tanpa memandang ras, suku, dan agama. Akses terhadap pendidikan akan dipermudah dengan subsidi oleh negara. Secara kualitas pun pendidikan akan membentuk remaja-remaja yang terbina akidahnya dan mumpuni secara keilmuan. Sehingga semestinya negara hadir dalam membina generasi.

Dari sini dipahami tidak ada dikotomi islam dan ilmu dalam pendidikan Islam sebagaimana halnya saat ini. Pendidikan ala kapitalis hanya mampu membentuk individu yang kering jiwanya. Hanya sedikit remaja yang berprestasi, selebihnya disibukkan dengan pergaulan bebas, tawuran, dan narkoba. Maka agama hadir sebagai pondasi ketakwaan. Keimanan pelajar yang kokoh akan memotivasi mereka agar selalu melakukan hal yang produktif. Semua aktivitas yang berbau kemaksiatan akan dijauhi. Keimanan juga akan memotivasi mereka untuk mencintai ilmu dan selalu berinovasi dalam tekhnologi.

Bukti historis mencatat nama-nama Ibn Sina (980 – 1037), Al-Khawarizmi (780-850), Jabir Ibn- Hayyan (721-815), Ibnu al-Nafis (1213 – 1288), Ibnu Khaldun (1332 – 1406), Al Zahrawi (936 – 1013), Ibnu Haitham (965 – 1040), Umar Khayyam (1048 – 1131) dan banyak nama lainnya.

Terlalu banyak prestasi yang ditorehkan generasi cemerlang kaum muslimin. Merekalah peletak dasar keilmuan modern. Maka siapa yang tak kenal Avicena, ilmuan yang berasal dari Uzbekistan ini sudah hapal Qur'an di usia 10 tahun. Pada usia 18 tahun sudah mampu menguasai beberapa bidang ilmu kedokteran, astronomi, mineralogi pengobatan, matematika, fisika, serta geologi. Ibnu Sina juga telah menulis buku tentang fungsi organ tubuh, meneliti penyakit TBC, diabetes dan beberapa penyakit yang diakibatkan oleh efek pikiran. Buku ini kemudian menjadi referensi kedokteran modern.

Bandingkan dengan remaja saat ini. Kalau tak tik tok, duel ala gladiator dilakoni. Sulit untuk berharap mereka jadi remaja yang baik tingkah lakunya dan mencintai ilmu. Mereka disibukkan oleh pembuktian diri yang salah kaprah.  Keliru menempatkan kekuatan fisik, saudara seiman malah kena sabetan celurit.

Keteladanan sejati dikisahkan oleh Ali bin Abi Thalib. Selazimnya peperangan masa lalu selalu dibuka dengan duel satu lawan satu. Dalam jihad melawan kebatilan Ali adalah ksatria yang tak pernah kalah dalam berduel satu lawan satu melawan musuh Islam. Dalam perang badar Ali maju menghadapi Walid bin Utbah, saat itu dia menewaskan sedikitnya 18 prajurit suku Quraisy. Berlanjut pada perang Khandaq dan Khaibar, musuh yang tubuhnya tinggi besar akhirnya tumbang oleh pedang Ali yang bernama dzulfikar. Bagi yang tak mengenalnya pasti akan mengira sehari-harinya hanya diisi oleh aktivitas latihan pedang. Namun tidak, keseharian Ali saat itu berdagang dan dia adalah seorang pelajar yang mencintai ilmu. Ali lebih memilih belajar ketimbang berlatih pedang, bahkan Rasulullah menjulukinya sebagai gerbang ilmu.

Ali bin Abi Thalib bisa menempatkan kapan harus belajar dan kapan harus menggunakan kekuatan fisiknya untuk menumbangkan musuh-musuh Allah. Kisah epik sejati yang hanya bisa terjadi saat kita memiliki keimanan yang kokoh dan mencintai ilmu. Akhir kata, hanya kepada Islamlah kita berharap dan bukan pada kehidupan sekuler yang menegasikan syari'at. Wallahu a'lam bish showab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

*Penulis dan praktisi pendidikan, tinggal di Bogor.

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Smart Teen lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Cinta Yatim Mujahid Aksi Bela Islam 411, Ayo Bantu Keluarga Yatim Saili bin Utom.!!

Cinta Yatim Mujahid Aksi Bela Islam 411, Ayo Bantu Keluarga Yatim Saili bin Utom.!!

Sudah 2 tahun Fadilah dan Reza hidup sebagai anak yatim. Sang ayah, Saili bin Utom gugur dalam Aksi Bela Islam GNPF MUI pada 4 November 2016, membela Kitab Suci Al-Qur'an yang dilecehkan Gubernur...

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Pembangunan rumah korban banjir Tasikmalaya ini masih butuh dana 14 juta rupiah untuk. Rumah ini sangat dibutuhkan warga sekitar untuk menimba ilmu agama, ibadah, aqidah, tajwid, tahfizh, akhlaq...

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

Di dalam harta kita terdapat hak orang lain, maka wajib hukumnya bagi umat Islam untuk mengeluarkan zakat. Di dalam zakat itu ada senyum masa depan fakir miskin yatim dan dhuafa....

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Latest News
Grace dan PSI Tolak Poligami, Partai Gerindra: Gak Usah Urusi Urusan Orang Islam

Grace dan PSI Tolak Poligami, Partai Gerindra: Gak Usah Urusi Urusan Orang Islam

Senin, 17 Dec 2018 08:15

Komnas Perempuan Sebut Poligami Bukan Ajaran Islam, MUI: Pernyataan Menyesatkan

Komnas Perempuan Sebut Poligami Bukan Ajaran Islam, MUI: Pernyataan Menyesatkan

Senin, 17 Dec 2018 08:06

Menyoal Toleransi di Sistem Demokrasi dan Islam

Menyoal Toleransi di Sistem Demokrasi dan Islam

Ahad, 16 Dec 2018 23:50

Bekali Liburan dengan 7 Tips Ini agar Barakah

Bekali Liburan dengan 7 Tips Ini agar Barakah

Ahad, 16 Dec 2018 23:16

Menkominfo Ingin Tinggalkan Internet Lemot

Menkominfo Ingin Tinggalkan Internet Lemot

Ahad, 16 Dec 2018 22:00

Imagine Their Korea

Imagine Their Korea

Ahad, 16 Dec 2018 21:53

Hasil Penelitian: Ibu yang Menyusui Lama Lebih Rendah Terkena Penyakit Hati

Hasil Penelitian: Ibu yang Menyusui Lama Lebih Rendah Terkena Penyakit Hati

Ahad, 16 Dec 2018 21:05

Pakistan Panggil Duta Besar Iran Terkait Pembunuhan 6 Pasukan Mereka di Perbatasan

Pakistan Panggil Duta Besar Iran Terkait Pembunuhan 6 Pasukan Mereka di Perbatasan

Ahad, 16 Dec 2018 20:45

Suara Kardus

Suara Kardus

Ahad, 16 Dec 2018 20:40

Pemberontak Syi'ah Houtsi Jarah Pelabuhan Hodeidah Menjelang Penarikan Mundur Pasukan

Pemberontak Syi'ah Houtsi Jarah Pelabuhan Hodeidah Menjelang Penarikan Mundur Pasukan

Ahad, 16 Dec 2018 20:30

Hamas Pamer Roket Baru Saat Peringatan Ulang Tahun Pendirian ke-31

Hamas Pamer Roket Baru Saat Peringatan Ulang Tahun Pendirian ke-31

Ahad, 16 Dec 2018 20:00

Dibonceng Gojek, Prabowo Hadiri Kopdar Ojek Online di Sentul

Dibonceng Gojek, Prabowo Hadiri Kopdar Ojek Online di Sentul

Ahad, 16 Dec 2018 20:00

Menang dengan Curang

Menang dengan Curang

Ahad, 16 Dec 2018 19:38

Nigeria Larang Unicef Beroperasi, Tuduh Badan PBB untuk Anak itu Jadi Mata-mata Boko Haram

Nigeria Larang Unicef Beroperasi, Tuduh Badan PBB untuk Anak itu Jadi Mata-mata Boko Haram

Ahad, 16 Dec 2018 19:31

Parlemen Asia Pasifik Intensifkan Perjuangan Kemerdekaan Palestina

Parlemen Asia Pasifik Intensifkan Perjuangan Kemerdekaan Palestina

Ahad, 16 Dec 2018 19:15

Rekor! 2018 Tahun Terbanyak Kepala Daerah Jadi Koruptor

Rekor! 2018 Tahun Terbanyak Kepala Daerah Jadi Koruptor

Ahad, 16 Dec 2018 19:06

Curahan Hati Maimon tentang Haters hingga Masa Depan Anak-Anak

Curahan Hati Maimon tentang Haters hingga Masa Depan Anak-Anak

Ahad, 16 Dec 2018 18:55

Kiai Cholil: Komnas Perempuan Bubarkan Saja

Kiai Cholil: Komnas Perempuan Bubarkan Saja

Ahad, 16 Dec 2018 18:55

Ahok dan Budaya Hoak

Ahok dan Budaya Hoak

Ahad, 16 Dec 2018 18:36

Merawat Spirit 212, Momentum Kebangkitan Islam

Merawat Spirit 212, Momentum Kebangkitan Islam

Ahad, 16 Dec 2018 18:33


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Ahad, 16/12/2018 21:53

Imagine Their Korea