Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.313 views

Diplomat Senior: Indonesia Jatuh ke dalam Propaganda Israel?

JAKARTA (voa-islam.com)- BERBEDA dengan klaim bahwa kunjungan Sekjen PBNU KH Yahya Cholil Staquf ke Israel memenuhi undangan The David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Yerusalem (13/6), ternyata anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu sama sekali tidak berbicara tentang dukungan kemerdekaan Palestina apalagi menawarkan gagasan baru usulan untuk membantu penyelesaian konflik Israel-Palestina, bahkan kehilangan nyali untuk mengeritik kekejaman rejim Zionis itu.

Di tengah-tengah tekanan Uni Eropa, PBB, dan organisasi perjuangan pendukung Palestina, termasuk kalangan pejabat pemerintah, olahragawan, seniman terhadap pembunuhan ratusan rakyat tak berdosa sebagai buntut dari pemindahan Kedubes Amerika Serikat ke Yerusalem baru-baru ini keoada Israel, kunjungan Staquf yang diklaim bukan mewakili Pemerintah R.I. itu, tetap counter-productive bagi kebijakan luar negeri dan diplomasi Indonesia yang selama ini konsisten mendukung sepenuhnya perjuangan bangsa Palestina untuk kemerdekaan di tanah mereka sendiri.

Ketika ditanya seorang teman, saya mengatakan:

“Indonesia suffers from diplomatic setbacks, ignoring the fact that Israel's policy reflects blatant violation of human rights and UN resolutions, killing innocent people in Palestine. [Staquf's] visit reflects not only our insensitivity to the world and the people of Indonesia to action Israel, but more sadly if the world concludes that Indonesia is now subjugated under Israeli propaganda and the visit is used as a justification for Israel's cruel acts against the Palestinian people recently, and I would not condone it.” 

(Indonesia menderita kemunduran diplomasi, mengabaikan fakta bahwa kebijakan Israel melanggar hak asasi manusia secara terang-terangan dan berbagai resolusi PBB, membunuh orang-orang tak berdosa di Palestina. Kunjungan Staquf sendiri mencerminkan tidak hanya ketidaksensitifan kita kepada dunia dan rakyat Indonesia terhadap tindakan Israel, tetapi yang lebih menyedihkan jika dunia menyimpulkan bahwa Indonesia sekarang takluk di bawah propaganda Israel dan kunjungan itu digunakan sebagai pembenaran terhadap tindakan kejam yang dilakukan Israel atas rakyat Palestina baru-baru ini, dan saya tidak dapat membenarkan kunjungan tersebut.) 

Kesimpulan itu saya ambil dari observasi terhadap rekaman video yang tersebar luas tampak dalam format talk show, di mana Staquf menyampaikan statement sumir dan dangkal, sama sekali tidak mencerminkan sikap Indonesia yang konsisten membela perjuangan bangsa Palestina.  

Melalui Twitter, saya menyampaikan observasi sebagai berikut:

“Staquf failed even to mention a single word of 'Palestine', let alone to advocate the legitimate rights of the Palestine to freedom and independence on their own land and crticize the flagrant violation of human rights by the Israeli in the occupied land and the plights of Palestine.”

(“Staquf gagal bahkan untuk menyebutkan satu kata 'Palestina', apalagi untuk mengadvokasi hak-hak sah Palestina untuk kebebasan dan kemerdekaan di tanah mereka sendiri dan menentang pelanggaran hak asasi manusia yang kejam oleh Israel di tanah yang diduduki dan kesengsaraan Palestina.")

Ada beberapa poin keberatan saya atas kunjungan Sekjen Staquf itu.

Pertama, insensitivitas terhadap penderitaan rakyat Palestina dan protes dunia kepada Israel, bahkan oleh negara-negara Uni Eropa, telah membantah klaim kita selama ini sebagai negeri berpenduduk terbesar Muslim di dunia yang berada di pihak rakyat Palestina.  Pernyataan Pemerintah R.I. selama ini menjadi batal dan ini perlu penjelasan kepada rakyat dan dunia mengapa kita kini berada di pihak Israel dan secara konyol membiarkan Indonesia sebagai alat propaganda negara Yahudi itu.

Kedua, timing-nya apakah tidak bisa ditunda, atau memang Pemerintah ingin mengirim pesan gestur persahabatan dengan Israel di tengah kekejaman pemerintah Israel terhadap rakyat Palestina. Belum kering darah pejuang Palestine tumpah mempertahankan kemerdekaan, harga diri dan martabatnya, Indonesia mengirim wakilnya bertemu dengan pejabat Israel.

Ketiga, secara prosedural Wantimpres itu resmi jabatan negara. Sebagai pejabat negara dan bahkan warganegara sekalipun wajib mematuhi UUD 1945 dan UU terkait (seperti UU No. 37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri) ketika memasuki zona hubungan internasional.  Di luar ini, maka telah terjadi pelanggaran terhadap UUD 1945 yang menentang penjajahan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Keempat, dari segi keprotokolan bahwa selama seseorang memegang jabatan pemerintah atau negara maka jabatan itu melekat menjadi wakil negara dalam kegiatan diplomatik atau hubungan antar-negara.  Karena itu, meskipun dalam kapasitas pribadi seorang diplomat dilarang oleh Menlu untuk berhubungan dengan wakil pemerintah Israel.  Diplomat hanya diperbolehkan berhubungan setelah mendapat izin dari Menlu.

Kelima, pelanggaran terhadap prinsip politik luar negeri bebas dan aktif dan kebijakan luar negeri R.I. yang di satu pihak tidak mengakui keberadaan Israel, dan di pihak lain mendukung perjuangan Palestina secara konsisten sejak 1947 sampai kini.  Prinsip non-recognition baik de facto apalagi de jure dipegang teguh oleh Indonesia selama ini.

Kehadiran anggota Wantimpres Yahya Staquf, meskipun diklaim dalam kapasitas Sekjen NU, perlu diklarifikasi oleh Pemerintah R.I. karena ini dapat ditafsirkan dunia bahwa kehadiran seorang penasehat Presiden R.I. itu memenuhi undangan pemerintah Israel adalah pengakuan de-facto terhadap eksistensi Israel. 

Aku menyampaikan kesimpulan observasiku kepada teman tersebut:

"It would reflect a deviation from our consistent and full commitment to support the Palestinian struggle for independence in their legitimate land which is a pre-condition in determining our attitude whether or not Indonesia would recognize Israel.” 

(Kunjungan ini mencerminkan penyimpangan dari konsistensi dan komitmen kita untuk mendukung penuh perjuangan kemerdekaan Palestina di tanah sah mereka yang merupakan prasyarat dalam menentukan sikap kita apakah Indonesia akan mengakui Israel atau tidak.)

“The ball is in the government’s court to respond to this issue,” kataku menutup pembicaraan. (https://www.facebook.com/1182368673/posts/10213918514175294/)

Jakarta, 12 Juni 2018

*Haz Pohan, Diplomat Senior, Mantan Dubes RI untuk Polandia

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Politik Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Latest News
Dinilai tak Netral di Kasus Ratna Sarumpaet, Fadli: 2019 Kita Tempatkan Polisi Profesional

Dinilai tak Netral di Kasus Ratna Sarumpaet, Fadli: 2019 Kita Tempatkan Polisi Profesional

Rabu, 17 Oct 2018 09:33

Sisi Kelam Tasikmalaya Oktober Festival 2018

Sisi Kelam Tasikmalaya Oktober Festival 2018

Rabu, 17 Oct 2018 09:01

[VIDEO] Massa Umat Islam Desak Pemkab Tasikmalaya Berantas LGBT

[VIDEO] Massa Umat Islam Desak Pemkab Tasikmalaya Berantas LGBT

Rabu, 17 Oct 2018 07:37

Lakukan 6 Hal Ini agar Jin Tidak Menggangu Kaum Perempuan

Lakukan 6 Hal Ini agar Jin Tidak Menggangu Kaum Perempuan

Selasa, 16 Oct 2018 22:59

Arus LGBT di Era Digital, Kaum Millenial Terancam Punah?

Arus LGBT di Era Digital, Kaum Millenial Terancam Punah?

Selasa, 16 Oct 2018 22:36

Bahaya Laten LGBT dan Solusinya

Bahaya Laten LGBT dan Solusinya

Selasa, 16 Oct 2018 22:14

Mengapa Delima Disebutkan dalam Al-Quran?

Mengapa Delima Disebutkan dalam Al-Quran?

Selasa, 16 Oct 2018 21:50

Facebook Ungkap 29 Juta Data Pengguna Diakses Hacker

Facebook Ungkap 29 Juta Data Pengguna Diakses Hacker

Selasa, 16 Oct 2018 21:45

Jaisyul Al-Adl Culik Sedikitnya 10 Pasukan Keamanan Iran di Perbatasan Pakistan

Jaisyul Al-Adl Culik Sedikitnya 10 Pasukan Keamanan Iran di Perbatasan Pakistan

Selasa, 16 Oct 2018 21:45

Kesulitan Air, ASN Kota Bandung Laksanakan Shalat Istisqo

Kesulitan Air, ASN Kota Bandung Laksanakan Shalat Istisqo

Selasa, 16 Oct 2018 21:24

Riyal Saudi Jatuh ke Level Terendah Sejak 2016 Menyusul Kasus Hilangnya Jamal Khasoggi

Riyal Saudi Jatuh ke Level Terendah Sejak 2016 Menyusul Kasus Hilangnya Jamal Khasoggi

Selasa, 16 Oct 2018 20:45

Laporan: Militer Myanmar Gunakan Akun Facebook Palsu untuk Targetkan Muslim Rohingya

Laporan: Militer Myanmar Gunakan Akun Facebook Palsu untuk Targetkan Muslim Rohingya

Selasa, 16 Oct 2018 20:30

(Video) Ini Tanggapan Dani Anwar Tentang Garbi

(Video) Ini Tanggapan Dani Anwar Tentang Garbi

Selasa, 16 Oct 2018 19:21

Satu Tahun Anies Pimpin DKI, Politisi: Hidup Rakyat Miskin Terlindungi

Satu Tahun Anies Pimpin DKI, Politisi: Hidup Rakyat Miskin Terlindungi

Selasa, 16 Oct 2018 17:45

Pesan Mantan Jubir Presiden ke Indonesialeaks

Pesan Mantan Jubir Presiden ke Indonesialeaks

Selasa, 16 Oct 2018 15:45

Australia Pertimbangkan Mengakui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Australia Pertimbangkan Mengakui Yerusalem Sebagai Ibukota Israel

Selasa, 16 Oct 2018 13:45

Jelang Muktamar, Pengurus Wilayah dan Daerah Pemuda Muhammadiyah Disatroni Polisi

Jelang Muktamar, Pengurus Wilayah dan Daerah Pemuda Muhammadiyah Disatroni Polisi

Selasa, 16 Oct 2018 09:21

Maksiat Mengundang Bencana!

Maksiat Mengundang Bencana!

Selasa, 16 Oct 2018 09:14

[VIDEO] FPI Evakuasi Jenazah Kristiani Korban Gempa-Tsunami Palu

[VIDEO] FPI Evakuasi Jenazah Kristiani Korban Gempa-Tsunami Palu

Selasa, 16 Oct 2018 08:40

Acara Berbau LGBT di Magelang Digagalkan FPI

Acara Berbau LGBT di Magelang Digagalkan FPI

Selasa, 16 Oct 2018 05:24


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X