Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
7.761 views

Ramai-ramai Menolak Islam Nusantara

Beberapa pekan terakhir, umat Islam Indonesia kembali dihadapkan dengan perdebatan wacana Islam Nusantara. Adalah MUI Sumatera Barat beserta MUI se-Kabupaten/Kota di Sumatera Barat yang memicu perdebatan itu muncul kembali. Dalam hasil rapat koordinasi daerah MUI Sesumbar menyatakan bahwa Ranah Minang tidak butuh Islam Nusantara, dengan kata lain MUI Sumbar dengan tegas menolak istilah Islam Nusantara.

“Kami MUI Sumbar dan MUI Kab/Kota se-Sumbar menyatakan tanpa ada keraguan bahwa : Islam Nusantara dalam konsep/pengertian/defenisi apapun tidak dibutuhkan di Ranah Minang (Sumatera Barat),” demikian bunyi pernyataan resmi MUI Sumbar, seperti dikutip langsung di akun Facebook Buya Gusrizal Gazahar (Ketum MUI Sumbar).

“Bagi kami, nama Islam telah sempurna dan tidak perlu ditambah-tambah lagi dengan embel-embel apapun,” tegas pernyataan tersebut.

Tentu saja penolakan hadirnya Islam Nusantara di Sumatera Barat membuat pihak-pihak yang punya andil hadirnya konsep tersebut, murka. Bahkan wakil ketua MUI Pusat, Zainut Tauhid menyebut MUI Sumatera Barat telah menyalahi khittah dan jati diri majelis ulama. Tidak hanya itu, ketua MUI Pusat, KH Makruf Amin juga menyayangkan adanya penolakan konsep Islam Nusantara oleh MUI Sumatera Barat.

Meskipun adanya teguran dari beberapa pihak khususnya MUI Pusat, namun MUI Sumbar tetap dengan pendapat mereka bahwa menolak konsep Islam Nusantara.

Perdebatan ataupun pro kontra Islam Nusantara sebelumnya sudah pernah hadir pasca konsep Islam Nusantara itu pertama kali diperkenalkan pada Muktamar Nahdlatul Ulama ke-33 di Jombang tahun 2015 lalu.

Secretary General of International Conference of Islamic Sholars (ICIS), KH. Hasyim Muzadi, pada acara penutupan (ICIS) ke-IV di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Rabu (25/11/2015) menolak istilah Islam Nusantara Islam, tapi mengusulkan tetap menggunakan istilah  rahmatan lil ‘alamin.

Menurut mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) ini, Islam rahmatan lil ‘alamin dirujuk karena untuk menghindari konflik antara negara, atau antara regional. Sehingga tidak membatasi Islam dengan sudut geografis ataupun kultural.

“Oleh karena itu kita sebut Islam di Nusantara, bukan Islam Nusantara. Supaya tidak membedakan diri dengan Islam di lain negara,” ujarnya seperti dikutip dari Hidayatullah.com.

Ketika rahamatan lil ‘alamin yang dipakai, lanjut KH. Hasyim, semua bisa menerimanya. Karena memang sudah disebutkan demikian oleh Al-Qur’an.

“Makanya sampai sekarang tidak ada komplain terhadap istilah Islam rahmatan lil ‘alamin,”jelasnya.

“Nusantara tidak bisa dipakai nama Islam, karena Islam itu kan universal, kalau Nusantara itu lokal,” lanjut pimpinan Ponpes Al-Hikam Malang ini.

Menurutnya, dahulu Islam Nusantara masih relevan untuk berdakwah di masa animisme saat kerajaan Hindu-Budha berkuasa di Indonesia.

“Tapi sekarang jadi dibelokan dan macam-macam," Padahal yang terpenting, terang KH. Hasyim, hadirnya Islam adalah rahmat bagi semua. Muslimin wa ghaira Muslim.

Kekhawatiran yang sama bahwa konsep Islam Nusantara dibelokkan juga mengemuka dalam dialog antara pendukung Islam Nusantara diwakili Ansor dan FPI di Cianjur, Jawa Barat, pada hari Sabtu 28 Juli 2018 mulai pukul 22 : 30 WIB di Ponpes Hibatussa'diyyah,  Pimp KH. Cepy Hibatullah.

Kyai Salman, Lc,  selaku narasumber pertama dari kubu pro Islam Nusantara menyampaikan bahwa Islam Nusantara bukanlah mazhab baru, akan tetapi konsep beragama Islam Ahlusunnah wal Jamaah yang santun, ramah dan mengedepankan pendekatan budaya dalam dakwah, sebagaimana hal ini terwujud di Nusantara sejak berabad-abad yang lalu.

Sementara itu, Ketua Umum Habib Hanif Alathas, Lc. sebagai Ketua Umum FPI menilai Islam Nusantara berbeda antara bungkus dan teori atau antara substansi dan realita yang ada.

Habib Hanif menerangkan bahwa konsep tertulis yang ditawarkan,  khususnya yang dirumuskan dalam hasil Bahtsul Masail PWNU Jawa Timur di Malang, yaitu; Islam Nusantara adalah ajaran Ahlusunnah wal Jamaah yang anti Radikal dan Liberal,  juga Syiah dan Wahabi, dengan cara dakwah yang sopan santun serta mengedepankan akhkaqul karimah, Maka defenisi ini sangat bagus dan menarik.

Namun, realita dan fakta di lapangan membuktikan sebaliknya, Islam nusantara ditunggangi oleh kelompok Liberal untuk mengkampanyekan kebencian kepada Arab.

Selain itu, menurutnya, Islam Nusantara juga kerap dijadikan kendaraan untuk melegitimasi ajaran-ajaran menyimpang seperti Rofidhoh, Liberalisme,  Pluralisme bahkan sampai Komunisme,  juga banyak tokoh-tokoh Islam Nusantara menganggap ajaran Islam seperti Cadar,  Gamis, dan Jenggot, sebagai Budaya Arab, hingga menebar kebencian kepada para Habaib.

Munculnya penolakan konsep Islam Nusantara dari kalangan mazhab NU itu sendiri, menjadi isyarat bahwa konsep tersebut mempunyai pesan "bermasalah" terhadap eksistensi Islam sebenarnya.

Setidaknya, yang kentara ada kesan pembandingan Islam di tempat lain tidak lebih baik dari di Nusantara, atau ada kesan Islam di tempat lain gagal menjelaskan keramahan dan kelembutan Islam seperti di Nusantara. Gawatnya, kesan-kesan seperti itu opinikan melalui klaim-klaim tidak berbasis data bahwa seolah-olah di negara lain konflik muncul karena Islam atau orang Islam, bukan faktor politik, ideologi atau sosial lainnya.

Selain itu, meski pendefinisian konsep Islam Nusantara sudah sangat baik dan elegan, munculnya penolakan menandakan bahwa kesan dan opini yang dibangun propagandis Islam Nusantara dalam realita yang berkembang adalah berbahaya.

Apalagi, diksi Islam Nusantara di kalangan grass root mudah ditafsirkan macam-macam. Tidak mudah mengajak graas root melek literasi, seperti yang disarankan pro Islam Nusantara dalam rangka mengclearkan istilah itu.

Yang terbaik adalah mensosialisikan Islam sebagaimana agama itu menerangkan sendiri sebagai rahmatan lil alamin. Secara diksi, istilah, dan realita tidak bisa diutak atik kecuali kepada makna kebaikan.[Redaksi]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Latest News
Ulama Terkemuka Inggris Syaikh Anjem Choudary Dibebaskan dari Penjara

Ulama Terkemuka Inggris Syaikh Anjem Choudary Dibebaskan dari Penjara

Jum'at, 19 Oct 2018 16:15

Mengenal Titik Kritis Kehalalan Biskuit

Mengenal Titik Kritis Kehalalan Biskuit

Jum'at, 19 Oct 2018 10:17

Racun LGBT Ancam Generasi

Racun LGBT Ancam Generasi

Jum'at, 19 Oct 2018 09:56

Indonesia Darurat Maksiat, Saatnya Bertobat

Indonesia Darurat Maksiat, Saatnya Bertobat

Jum'at, 19 Oct 2018 00:07

Azab Allah untuk Kaum Sodom, Akankah Terulang?

Azab Allah untuk Kaum Sodom, Akankah Terulang?

Kamis, 18 Oct 2018 23:53

Penyusup Taliban Tembak Mati Salah Satu Jenderal Paling Berpengaruh di Afghanistan

Penyusup Taliban Tembak Mati Salah Satu Jenderal Paling Berpengaruh di Afghanistan

Kamis, 18 Oct 2018 22:30

Serangan Udara AS Secara Keliru Targetkan Militan Komunis Kurdi di Deir Al-Zor

Serangan Udara AS Secara Keliru Targetkan Militan Komunis Kurdi di Deir Al-Zor

Kamis, 18 Oct 2018 21:45

Fahri Hamzah Respon Keluhan Jokowi Soal BPJS Kesehatan dan Singgung KIS

Fahri Hamzah Respon Keluhan Jokowi Soal BPJS Kesehatan dan Singgung KIS

Kamis, 18 Oct 2018 18:39

Untuk ‘’Wong Cilik’’ Anies Menata Jakarta

Untuk ‘’Wong Cilik’’ Anies Menata Jakarta

Kamis, 18 Oct 2018 18:00

Letnan Saudi Diduga Terlibat Kasus Hilangnya Jamal Khashoggi Tewas dalam Kecelakaan Mobil

Letnan Saudi Diduga Terlibat Kasus Hilangnya Jamal Khashoggi Tewas dalam Kecelakaan Mobil

Kamis, 18 Oct 2018 17:45

Istighfar Menangkal Datangnya Bencana

Istighfar Menangkal Datangnya Bencana

Kamis, 18 Oct 2018 14:29

Penjaga Masjid Kuno, Selamat Dari Terjangan Tsunami

Penjaga Masjid Kuno, Selamat Dari Terjangan Tsunami

Kamis, 18 Oct 2018 13:00

Kasus Hilangnya Khashoggi: Penyidik Turki Kembali Lakukan Penggeledahan di Konsulat Saudi

Kasus Hilangnya Khashoggi: Penyidik Turki Kembali Lakukan Penggeledahan di Konsulat Saudi

Kamis, 18 Oct 2018 11:30

Kasus Suap Meikarta, Budayawan Bekasi : Mereka Kena Balasan

Kasus Suap Meikarta, Budayawan Bekasi : Mereka Kena Balasan

Kamis, 18 Oct 2018 09:05

Dua Aktivis Lingkungan Hidup Ditangkap, WALHI Bereaksi Keras dan Singgung Orba

Dua Aktivis Lingkungan Hidup Ditangkap, WALHI Bereaksi Keras dan Singgung Orba

Kamis, 18 Oct 2018 08:37

Pakistan Hukum Gantung Pria Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 6 Tahun Zainab Fatima Ameen

Pakistan Hukum Gantung Pria Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 6 Tahun Zainab Fatima Ameen

Rabu, 17 Oct 2018 21:15

UEA Sewa Tentara Bayaran Asal AS untuk Bunuh Politisi, Ulama dan jihadis di Yaman

UEA Sewa Tentara Bayaran Asal AS untuk Bunuh Politisi, Ulama dan jihadis di Yaman

Rabu, 17 Oct 2018 20:35

Mengkritisi Setahun Anies Memimpin Jakarta

Mengkritisi Setahun Anies Memimpin Jakarta

Rabu, 17 Oct 2018 20:00

Satu Warga Palestina Tewas dalam Serangan Udara Terbaru Zionis Israel di Gaza

Satu Warga Palestina Tewas dalam Serangan Udara Terbaru Zionis Israel di Gaza

Rabu, 17 Oct 2018 17:15

Konsul Jenderal Saudi Mendadak 'Pulang Kampung' Saat Penyelidikan Kasus Hilangnya Khashoggi Meluas

Konsul Jenderal Saudi Mendadak 'Pulang Kampung' Saat Penyelidikan Kasus Hilangnya Khashoggi Meluas

Rabu, 17 Oct 2018 14:15


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Kamis, 18/10/2018 14:29

Istighfar Menangkal Datangnya Bencana