Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.238 views

Persekusi Pers

GARA-GARA memuat berita menyinggung Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri yang berjudul ‘Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta', kantor Radar Bogor digeruduk ratusan massa PDIP. Dengan luapan emosi, mereka melakukan intimidasi kepada kru Radar Bogor yang dianggap telah menyerang Megawati. 

Hal ini diperparah dengan pernyataan beberapa pimpinan partai banteng moncong putih yang terkesan merestui aksi penggerudukan tersebut. Pernyataan pimpinan PDIP yang mengatakan kalau kantor Radar Bogor yang memuat berita menyinggung Ketum mereka ada di Jawa Tengah maka bisa dipastikan bisa rata oleh tanah merupakan bentuk premanisme verbal. Ini patut disayangkan keluar dari lisan petinggi partai yang mengaku sebagai pejuang demokrasi dan Pancasila. 

Entah apa yang ada di benak beberapa petinggi PDIP tersebut sehingga terkesan gagap menyelesaikan permasalahan ini secara konstitusional. Mereka malah mengeluarkan pernyataan provokasi dan kontroversional. Dalam menyelesaikan keberatan pemberitaan media massa sudah diatur pada UU Pers Nomor 40 tahun 1999. Jalur yang seharusnya ditempuh pihak yang merasa dirugikan adalah meminta hak jawab atau mengadukannya ke Dewan Pers. 

Kita akui, karya jurnalistik bukanlah produk yang tanpa celah. Karena itu, suatu kewajiban bagi setiap media massa menyediakan ruang untuk hak jawab. Tak hanya itu, kalau dirasa tidak puas, masyarakat juga bisa mengadukan media massa yang dianggap melanggar ke Dewan Pers. Di sinilah peran Dewan Pers menilai salah benarnya produk jurnalistik yang diadukan tersebut.

Dalam catatan, ini bukan pertama kalinya massa PDIP melakukan penggerudukan ke kantor media massa. Pada 2 dan 3 Juli 2014, massa PDIP melakukan penggerudukan ke kantor redaksi TVOne di Yogyakarta dan Jakarta. Bahkan kantor TVOne Biro Yogyakarta disegel oleh massa banteng tersebut. Ketika itu TVOne menayangkan berita menyinggung PDIP yang condong kepada komunisme. 

Tentu peristiwa penggerudukan dapat menganggu iklim kemerdekaan pers di Indonesia. Bahkan menurut Pengacara Publik LBH Jakarta Ahmad Fathana Haris mengatakan penggerudukan yang dilakukan kader PDIP merupakan persekusi pertama yang dilakukan institusi partai politik terhadap lembaga pers. Biasanya, persekusi semacam itu dilakukan oleh oknum perseorangan atau organisasi kemasyarakatan (ormas).  

Kasus penggerudukan Radar Bogor juga dapat mencoreng wajah kemerdekaan pers Indonesia di mata internasional. Karena, sejauh ini praktek kemerdekaan pers di Indonesia selalu dijadikan model bagi para praktisi pers di ASEAN.

Hal ini seperti diungkapkan Wakil Presiden Konfederasi Wartawan ASEAN (CAJ) Teguh Santosa. "Selama ini, terutama pasca Orde Baru, ada semacam "kecemburuan" di kalangan teman-teman wartawan ASEAN melihat kemerdekaan pers di Indonesia. Terlepas dari indeks kemerdekaan pers yang dirilis Reporters Without Borders setiap tahun, paktik kemerdekaan pers di Indonesia dinilai cukup asyik dan cukup baik. Prinsip self regulation yang dianut masyarakat pers nasional menjadi contoh yang diidam-idamkan dan coba ditiru di negara-negara ASEAN lainnya," ujar Wakil Presiden CAJ Teguh Santosa dalam keterangan yang diterima redaksi Voa Islam, Senin (4/6/2018). 

Lebih jauh, Teguh mengkhawatirkan penggurudukan ini kedepannya bisa dijadikan pemicu kekerasan kepada wartawan.  "Saya khawatir ini bisa memicu kekerasan terhadap wartawan dan media hingga ke level yang sangat sadis dan tak terbayangkan sebelumnya," ujar Teguh sambil mencontohkan pembantaian Ampatuan di Provinsi Maguindanao, Filipina, tahun 2009 yang menewaskan 58 orang, termasuk 34 wartawan.    

Agar kasus serupa tak kembali terulang, tentu peristiwa penggerudukan Radar Bogor ini tentu harus diselesaikan melalui proses hukum yang adil. Namun, kelihatannya pihak kepolisian sudah buru-buru mengeluarkan pernyataan bahwa peristiwa ini tak ada masalah pidana.* []

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Lombok luluhlantak diguncang gempa. Derita mereka duka kita juga. Mari berbagi kebahagiaan dengan berqurban untuk para korban gempa di lombok....

Tebar Qurban untuk Korban Bencana, Pesantren, Penjara, Pedalaman, Muallaf dan Rawan Pemurtadan

Tebar Qurban untuk Korban Bencana, Pesantren, Penjara, Pedalaman, Muallaf dan Rawan Pemurtadan

Qurban adalah amal shalih yang paling utama. Mari berqurban ke pesantren, penjara, dakwah pedalaman, kampung muallaf dan rawan pemurtadan....

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Latest News
[VIDEO] Parmusi: Komitmen kepada Negara Tak Boleh Kalahkan Komitmen kepada Agama

[VIDEO] Parmusi: Komitmen kepada Negara Tak Boleh Kalahkan Komitmen kepada Agama

Ahad, 19 Aug 2018 12:14

Gempa di Lombok: Antara Musibah dan Peringatan Allah SWT

Gempa di Lombok: Antara Musibah dan Peringatan Allah SWT

Ahad, 19 Aug 2018 11:06

Menjadi Sebenar-benarnya Hamba yang Merdeka

Menjadi Sebenar-benarnya Hamba yang Merdeka

Ahad, 19 Aug 2018 11:00

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Ahad, 19 Aug 2018 09:48

Filosofi Kopi, Strategi Pendakwah

Filosofi Kopi, Strategi Pendakwah

Ahad, 19 Aug 2018 08:44

Islam Solusi Merdeka Yang Nyata

Islam Solusi Merdeka Yang Nyata

Sabtu, 18 Aug 2018 23:37

Pasukan Suriah Tangkap Puluhan Orang Termasuk Wanita di Kota Bekas Benteng Oposisi Ghouta Timur

Pasukan Suriah Tangkap Puluhan Orang Termasuk Wanita di Kota Bekas Benteng Oposisi Ghouta Timur

Sabtu, 18 Aug 2018 22:00

Penguasa Kehilangan Empati Dampak Noeliberalisme

Penguasa Kehilangan Empati Dampak Noeliberalisme

Sabtu, 18 Aug 2018 21:31

Qatar Tuduh Saudi Larang Warganya Lakukan Ibadah Haji Tahun Ini

Qatar Tuduh Saudi Larang Warganya Lakukan Ibadah Haji Tahun Ini

Sabtu, 18 Aug 2018 21:25

Keke dan Momo Challenge, Hiburan Menantang Malaikat Maut

Keke dan Momo Challenge, Hiburan Menantang Malaikat Maut

Sabtu, 18 Aug 2018 20:42

Raih Kemerdekaan Hakiki, bukan Retorika Menawan

Raih Kemerdekaan Hakiki, bukan Retorika Menawan

Sabtu, 18 Aug 2018 18:29

Polling Pilpres 2019, Siapakah yang Menang?

Polling Pilpres 2019, Siapakah yang Menang?

Sabtu, 18 Aug 2018 15:26

Milisi Syi'ah Irak Dukungan Iran Jual Visa Haji yang Diberikan Gratis Pemerintah Saudi

Milisi Syi'ah Irak Dukungan Iran Jual Visa Haji yang Diberikan Gratis Pemerintah Saudi

Sabtu, 18 Aug 2018 13:00

Ulama Harus Jadikan Al-Quran dan Sunnah Sebagai Dasar Pengambilan Kebijakan

Ulama Harus Jadikan Al-Quran dan Sunnah Sebagai Dasar Pengambilan Kebijakan

Sabtu, 18 Aug 2018 12:23

Rusia Sebut Serangan Drone Jihadis Suriah ke Pangkalan Udara Hmeymim Meningkat Drastis

Rusia Sebut Serangan Drone Jihadis Suriah ke Pangkalan Udara Hmeymim Meningkat Drastis

Sabtu, 18 Aug 2018 12:00

Mengapa Negeriku Diguncang Gempa?

Mengapa Negeriku Diguncang Gempa?

Sabtu, 18 Aug 2018 09:19

Web RemajaIslamHebat.Com Diblokir, Kominfo Anti Islam?

Web RemajaIslamHebat.Com Diblokir, Kominfo Anti Islam?

Sabtu, 18 Aug 2018 07:34

Kisah Perang Ajarkan Radikalisme, Benarkah?

Kisah Perang Ajarkan Radikalisme, Benarkah?

Sabtu, 18 Aug 2018 07:06

Bagaimana Ulama Seharusnya Berpolitik?

Bagaimana Ulama Seharusnya Berpolitik?

Sabtu, 18 Aug 2018 06:40

Tebar Qurban untuk Korban Bencana, Pesantren, Penjara, Pedalaman, Muallaf dan Rawan Pemurtadan

Tebar Qurban untuk Korban Bencana, Pesantren, Penjara, Pedalaman, Muallaf dan Rawan Pemurtadan

Sabtu, 18 Aug 2018 06:24


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X