Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.679 views

Alhamdulillah, Kominfo Buka Blokir 5 Situs Media Online, Voa-Islam Bukan Situs Hoax

JAKARTA (voa-islam.com) - Akhir tahun 2016 adalah masa kelam demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia, terhitung sejak 30 Desember 2016 dan dibuka setelah sepekan ditutup secara sepihak 11 situs media islam online atas aduan BNPT, Densus 88 dan organisasi masyarakat NU.

Akhirnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah membuka lima (5) dari 11 situs media online yang sebelumnya diblokir oleh Kementererian Komunikasi dan Informatika tanpa adanya penjelasan terlebih dahulu.

Alhamdulillah, setelah melakukan mediasi dengan Kominfo, Dewan Pers, Bareskrim, Polda Metro Jaya, kelima situs yang dibuka blokirnya adalah Islampos.com, Voa-islam.com, Suaranews.com, Nahimunkar.com, dan Kiblat.net.

“Ada lima yang sudah dibuka,” kata Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Samuel Abrijani Pangarepan saat dihubungi Republika Online pada Senin (9/1/2017).

Ia menjelaskan, dari 11 situs yang diblokir, hanya 5 yang mengajukan kesediaannya untuk memperbaiki konten. Kominfo menilai, perbaikan konten dari 5 situs media online itu telah sesuai dengan perundang-undangan yang ada.

Samuel mengatakan, belum ada pengelola situs lainnya yang mengajukan kesediaannya untuk memperbaiki konten. “Belum ada yang lain, baru lima itu,” ujar dia.

Samuel menyebut, banyak hal yang menjadi pertimbangan pemerintah memblokir 11 media daring tersebut. Ia menjabarkan, salah satu penilainnya yakni melanggar ketentuan peraturan undang-undang yang ada. Seperti berita yang tidak akurat, berbau SARA atau melecehkan lambang negara. Ia menegaskan, semua alasan-alasan pemblokiran telah disampaikan pada pengelola masing-masing situs.

“Semua yang ada UU-nya. Sudah dikasih tahu ke pengolola situs, kan biar bisa perbaikan,” jelasnya.

Samuel mengatakan, pihaknya terus memantau situs atau media daring. Bahkan, ia membuka seluas-luasnya apabila ada masyarakat yang melaporkan adanya situs yang diduga memuat unsur radikalisme dan SARA. Kominfo, kata dia, juga bekerjasama dengan sejumlah lembaga.

Untuk memantau media daring yang berpriktik jurnalistik, Kemenkominfo bekerja sama dengan Dewan Pers. Sementara untuk situs yang bermuatan radikalisme, Kemenkominfo menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kemudian, untuk situs yang bermuatan KUHP, Kemenkominfo menggandeng kepolisian.

Samuel menyebut, langkah Kemenkominfo tidak akan berhenti untuk memblokir situs. Kemenkominfo dapat mengajukan laporan pada kepolisian apabila ada situs yang tidak bisa ditoleransi secara hukum.

“Ini pembelajaran terakhir. Kalau ada yang melanggar dan laporannya valid, diproses hukum. Itu yang kita mau, biar semua media yang mengaku media online ya mereka harus hati-hati kalau mereka bisa kena UU yang berlaku,” kata dia. 

Mediasi Berlangsung Sejuk Dan Komunikatif

Voa-Islam yang hadir dalam acara mediasi dengan Dirjen di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rabu (4/1/2017) silam terungkap bahwa penutupan 11 situs ini atas aduan organisasi masyarakat dan Densus 88, adapun Voa-Islam.com hanya diminta menghapus 4 berita yang dinilai Kominfo sebagai berita yang 'panas' terkait Densus 88, Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama, dan umat Nasrani Belanda yang menjajah Indonesia.

Ketua Dewan Pers,Yosep Stanley Adi Prasetyo pun menyatakan agar situs-situs yang diblokir mendaftarkan diri ke Dewan Pers, melengkapi daftar legal perusahaan dan melakukan training jurnalistik, meningkatkan kemampuan wartawannya dalam uji kompetensi wartawan.

Dalam hal ini persyaratan yang terbilang ringan ini akan dipenuhi media Islam Voa-Islam yang telah berkontribusi lebih dari 8 tahun untuk amar ma'ruf nahi munkar di Indonesia. 

MUI Sesalkan Kominfo Blokir Situs Islam

Terkait pemblokiran 11 situs Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan sikap Kominfo. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid mengatakan, pemblokiran situs Islam tersebut tentu mengundang reaksi umat Islam, karena hal ini sangat sensitif.

“Langkah ini bisa menjadi pro-kontra meskipun berdalih memberantas paham radikal dan terorisme. Pasalnya Kominfo sendiri belum memberikan penjelasan terkait batasan pengertian paham radikal yang dimaksud,” jelasnya, Senin 9 Januari 2017.

Zainut mengatakan, seharusnya Kominfo membicarakan hal tersebut sebelum mengambil langkah tegas meskipun telah mendapat masukan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Zainut menduga pemblokiran situs Islam dilakukan secara sepihak dan hal itu merupakan langkah mundur dalam pembangunan sistem demokrasi di Indonesia. Zainut pun menyinggung posisi hukum di Indonesia. Menurutnya, pemblokiran situs harus melaui proses hukum.

“Karena negara kita adalah berdasar atas hukum. Tidak boleh hanya dengan pendekatan kekuasaan semata,” kata dia

Hal tersebut jelas, menurutnya, melanggar hak asasi manusia tentang jaminan kebebasan dalam berpendapat dan bereskspresi yang sudah jelas dilindungi oleh konstitusi.

“Sepengetahuan kami dalam UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) tidak ada pasal yang memberikan kewenangan kepada Kominfo untuk dapat melakukan pemblokiran terhadap sebuah situs,” tandas Zainut.

Ke depan, MUI meminta Kominfo untuk mengevaluasi kebijakannya dengan membuka ruang dialog sebelum melakukan pemblokiran terhadap situs apa pun. Apalagi, pemblokiran terhadap situs yang bersifat keagamaan.

Voa-Islam Bukan Hoax, Labeling Sebagai Bentuk Character Assasination karena 'Kekalahan Intelektual Rezim'

Dalam kesempatan terpisah, Founder Voa Islam menampik disebut situs hoax dan menyebarkan berita bohong, karena puluhan jurnalis setiap hari melakukan liputan kelapangan dan faktnya semua pemberitaan berdasarkan hasil wawancara dan bukan sekedar berita bohong, atau halusinasi.

Menanggapi hal itu, Direktur CIIA Ustadz Harits Abu Ulya menegaskan, seharusnya pemerintah belajar dari kasus-kasus sebelumnya. “Pemblokiran media kontraproduktif terhadap hak warga negara untuk berpendapat atau menyampaikan gagasan. Atau menyuguhkan berita secara obyektif dan proporsional,” tegasnya, Selasa (3/1/2017).

Ustadz Harits menjelaskan jutaan umat Islam juga dirugikan karena akses mereka terhadap media Islam jadi terhalangi. Dimana konten Media mainstream tidak bisa mencukupi dahaga umat terhadap beragam informasi termasuk khasanah pengetahuan Islam yang mereka butuhkan.

“Dan media Islam hadir berkontribusi memenuhi dahaga tersebut. Apalagi jika rezim hari ini mengadopsi demokrasi, harusnya secara konsisten memberikan ruang terbuka tumbuhnya kontrol sipil melalui berbagai saluran media yang ada,” ujarnya.

Lanjutnya, hanya rezim fasis yang alergi dengan kritik. Jika harus memblokir maka masyarakat perlu penjelasan yang terukur obyektif dan bisa dipertanggungjawabkan secara komprehensif. “Bagi saya, silahkan saja rezim keluarkan blue print-nya terkait model media seperti apa yang dikehendaki tumbuh,” tegasnya.

Lanjutnya, biar kalangan terkait yang akan menilai dan menakar secara obyektif. Lantas jika menemukan standart atau parameternya maka rezim bisa saja menyaring atau melakukan tindakan yang relevan. “Kalau pemblokiran saat ini, kesannya jadi politis dan dengan argumentasi yang prematur,” tegasnya pula.

Pemblokiran, justru menunjukkan kekalahan intelektual rezim dalam menghadapi media alternatif yang kritis dan mampu memberikan keseimbangan terhadap media mainstream yang ada.

Jadi tidak relevan media Islam disebut media hoax cuma gara-gara aduan masyarakat, disebut bukan produk pers lantaran beritanya spesifik dan belum daftar ke Dewan Pers, karena substansi berita adalah 'real' hasil liputan lapangan di berbagai lokasi di Indonesia. Lalu bagaimana dengan majalah Trubus, majalah Bobo, atau situs berita otomotif yang spesifik?

Clear, jika masalahnya adalah legal formal perusahaan, tentu semua persyaratan sudah dilengkapi dan dilaporkan ke Kominfo serta Dewan Pers.

Allahu Akbar berkibar terus MEDIA ISLAM INDONESIA. 

REDAKSI

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Opini Redaksi lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Anak Mujahid Nahimunkar Tasik Lahir Cesar, Butuh Biaya 10 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Anak Mujahid Nahimunkar Tasik Lahir Cesar, Butuh Biaya 10 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Pasca meninggalnya anak kedua, Ummi Keysan kembali diuji Allah Ta'ala. Ia harus harus menjalani persalinan bedah cessar, padahal kondisi ekonominya sedang dalam masa sulit....

Berjuang Hidup-Mati, Balita Hidrosefalus ini Ditinggalkan Kedua Orangtuanya. Ayo Bantu..!!

Berjuang Hidup-Mati, Balita Hidrosefalus ini Ditinggalkan Kedua Orangtuanya. Ayo Bantu..!!

Malang betul nasib Sofia Putri. Ia bertarung nyawa tanpa didampingi orang tua. Setelah operasi bedah kepala dua kali, pengobatan terhenti terbentur biaya, dan kepala terus membesar....

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Diinfakkan Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Dapatkan Tausiyah Harian & Update Berita Islam, Mari Bergabung dalam Komunitas Info Dakwah

Komunitas saling berbagi nasihat, ilmu dan update informasi dunia Islam. Semua dibagikan langsung ke HP anggota, 100% Free/Gratis..!!!...

Latest News
Turki Umumkan Berakhirnya Operasi Militer 'Perisai Efrat' di Suriah

Turki Umumkan Berakhirnya Operasi Militer 'Perisai Efrat' di Suriah

Kamis, 30 Mar 2017 09:15

Jakarta Kembali Berkah jika Masyarakat Beragama Islam Pilih Calon Pemimpin Muslim

Jakarta Kembali Berkah jika Masyarakat Beragama Islam Pilih Calon Pemimpin Muslim

Kamis, 30 Mar 2017 09:15

Jadikan Cagar Budaya Makam Mbah Priok, Ahok Dinilai Lakukan Politisasi Agama

Jadikan Cagar Budaya Makam Mbah Priok, Ahok Dinilai Lakukan Politisasi Agama

Kamis, 30 Mar 2017 06:15

KPK Lebih Baik Dibubarkan jika Pansel Loloskan Kader Parpol Duduk sebagai Penasehat

KPK Lebih Baik Dibubarkan jika Pansel Loloskan Kader Parpol Duduk sebagai Penasehat

Rabu, 29 Mar 2017 21:16

Tingkatkan Profesionalisme, TV Mu Perkuat Struktur Baru

Tingkatkan Profesionalisme, TV Mu Perkuat Struktur Baru

Rabu, 29 Mar 2017 20:36

Sambangi MUI Pusat, Ulama dan Tokoh Bekasi Sampaikan Bukti Kecurangan Santa Clara

Sambangi MUI Pusat, Ulama dan Tokoh Bekasi Sampaikan Bukti Kecurangan Santa Clara

Rabu, 29 Mar 2017 19:28

PBB: Ajaran Islam Tetap Berikan Inspirasi Menghadapi Tantangan Zaman

PBB: Ajaran Islam Tetap Berikan Inspirasi Menghadapi Tantangan Zaman

Rabu, 29 Mar 2017 18:16

Sorban Identik dengan Ulama, Pengamat Hukum: Inul Bisa Diproses Hukum

Sorban Identik dengan Ulama, Pengamat Hukum: Inul Bisa Diproses Hukum

Rabu, 29 Mar 2017 17:26

Pengurus Da'ina Periode 2017-2021 Dilantik

Pengurus Da'ina Periode 2017-2021 Dilantik

Rabu, 29 Mar 2017 16:59

Mengenal Istri dan Putra Cendekiawan Muslim Dr Zakir Naik

Mengenal Istri dan Putra Cendekiawan Muslim Dr Zakir Naik

Rabu, 29 Mar 2017 16:04

Antara Negara Republik Islam atau Negara Republik Indonesia Berdasarkan Islam

Antara Negara Republik Islam atau Negara Republik Indonesia Berdasarkan Islam

Rabu, 29 Mar 2017 15:16

Pejuang Oposisi Suriah Lanjutkan Pertempuran di Front Pedesaan Barat Laut Hama

Pejuang Oposisi Suriah Lanjutkan Pertempuran di Front Pedesaan Barat Laut Hama

Rabu, 29 Mar 2017 15:00

Survey: Sebagian Besar Warga Yahudi Israel Menolak Pembentukan Negara Palestina

Survey: Sebagian Besar Warga Yahudi Israel Menolak Pembentukan Negara Palestina

Rabu, 29 Mar 2017 13:45

Inilah di antara Prinsip yang Mesti Tahu bahwa Ajaran Islam dan Politik Tidak Dapat Dipisahkan

Inilah di antara Prinsip yang Mesti Tahu bahwa Ajaran Islam dan Politik Tidak Dapat Dipisahkan

Rabu, 29 Mar 2017 12:16

Wasekjen MUI: Kekuatan Politik tanpa Agama menjadi Komunis, Ateis, Diktator, dan Rakus

Wasekjen MUI: Kekuatan Politik tanpa Agama menjadi Komunis, Ateis, Diktator, dan Rakus

Rabu, 29 Mar 2017 11:09

Pasukan Saudi Tembak Jatuh 4 Rudal Balistik yang Ditembakkan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Pasukan Saudi Tembak Jatuh 4 Rudal Balistik yang Ditembakkan Pemberontak Syi'ah Houtsi

Rabu, 29 Mar 2017 11:05

Lapoan: Ribuan Muslim Uighur Cina Berjuang Bersama Kelompok-kelompok Jihad di Suriah

Lapoan: Ribuan Muslim Uighur Cina Berjuang Bersama Kelompok-kelompok Jihad di Suriah

Rabu, 29 Mar 2017 09:45

Politik Tidak dapat Pisah dengan Agama karena Kemerdekaan & Rumusan Ideologi dari Islam

Politik Tidak dapat Pisah dengan Agama karena Kemerdekaan & Rumusan Ideologi dari Islam

Rabu, 29 Mar 2017 09:25

Surat dari Bunda untuk Ananda yang Beranjak Remaja: Karena Kau Begitu Berharga

Surat dari Bunda untuk Ananda yang Beranjak Remaja: Karena Kau Begitu Berharga

Rabu, 29 Mar 2017 09:01

Pemecah Kerukunan Itu Bernama Kapitalisme

Pemecah Kerukunan Itu Bernama Kapitalisme

Rabu, 29 Mar 2017 08:39


Must Read!
X