Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.417 views

Cerbung Kisah di Garis Depan: Hilyah

Assalamu'alaikum Muslimah salihah, sahabat voa-islam yang dirahmati Allah. Mulai hari ini akan ada cerbung alias cerita bersambung di rubrik muslimah. Waktu tayangnya insya Allah tiap Rabu dan Sabtu. 

Jadi biar berimbang ya antara artikel dengan tulisan fiksi yang lebih sastrawi. Bagus untuk mengasah imajinasi dan melembutkan hati dengan membaca karya fiksi islami. Oke silakan nikmati saja sajian bagian pertama dari cerbung ini.

Selamat membaca.

Salam :)

---------------------

Kisah di Garis Depan: Hilyah

Oleh: Fillah

Pintu tengah dibuka pelan, seorang wanita tergesa-gesa membawa nampan kue basah dan gelas air mineral. Sekilas mata kami beradu, ia menyipit. Mungkin bibirnya mengulas senyum, pipinya menggembul membuat matanya menyipit. Aku mengangguk canggung. Diam-diam aku merutuki diri sendiri yang begitu lancang duduk di sini sebelum ia muncul.

Ia bergegas melewatiku, langkahnya besar-besar, gamis hitam panjangnya sedikit mengganggu. Aku pikir dia malu harus berjalan ke depan membawa nampan dihadapan ajnabi, atau mungkin suara tangis bayi di dalam rumah membuat konsentrasinya buyar. Lima langkah setelah melewatiku, ia terjatuh.

Pranggg

...

Nampannya ikut terlepas. Aku lihat satu dua kue basah jatuh, gelas air mineral berhamburan. Ia berlutut kaget seraya cepat-cepat memungut kue dan gelas air mineral.

Sedikit ceroboh, mungkin ia grogi pertama kali berjumpa denganku.

"Maaf."

Ia berucap pelan seraya menatapku.

"Sebentar ya," katanya lagi. Aku hanya mengangguk-angguk.

Setelah mengantar nampan untuk para lelaki di depan, ia duduk dan mengucap salam.

"Maafkan sedikit keriuhan ini. Sudah lama ya menunggu?"

"Ah gapapa, baru saja sampai," aku menggeleng pelan. Ia mengulurkan tangan, menggenggam erat.

"Kenalkan, Hilyah." Aku menjabat tangannya, "Atikaa."

Hilyah. Aku suka namanya. Seperti melafalkan kerinduan yang disekat begitu jauh. Mengucap namanya, buatku seperti menghembuskan nafas kelegaan. Mungkin sifatnya meneduhkan, aku bisa melihatnya dari mata yang menyiratkan senyuman hangat. Jika awal perkenalan seringkali seperti basa-basi, ia tidak. Aku menyukai perkenalan ini.

Aku membenci setiap awal perkenalan. Bertemu orang-orang baru yang harus aku selami satu persatu pikirannya. Harus pula menyeimbangkan gagasan agar tetap satu frekuensi saat berbicara. Seringkali aku memilih diam, bicara dengan kosa kata paling sopan yang aku miliki atau bolak balik mengetik ucapan saat chatting agar tidak jatuh dalam citra orang memalukan yang kelak akan selalu dikenang.

Tapi yang ini tidak. Hilyah berbeda.

Kami sama-sama diam setelah saling menyebutkan nama. Hilyah menyodorkan sebuah gelas mineral, mempersilahkan agar aku meminumnya. Lagi-lagi aku mengangguk canggung. Oh ibu.. aku ingin jadi gadis kecil saja, bisa bersembunyi dibalik punggungmu saat aku terjebak dalam situasi seperti ini. Atau mungkin jadi bocah pencari perhatian tanpa rasa malu, tanpa penghakiman karena toh setiap anak kecil selalu dimaafkan, bukan? Walau entah seberapa memalukan kelakuannya.

Pintu tengah dibuka kembali, seorang wanita paruh baya menggendong bayi cantik, bajunya merah dengan rok rumbai-rumbai. Dibelakangnya, dua anak kecil tertawa riang mendorong sepeda.

Hilyah mengenalkan wanita paruh baya itu sebagai ibu mertua. Aku menyalami tangannya, sedang ia merangkulku dalam pelukannya. Ah ibu.. Setiap wanita yang sudah menjadi ibu, sering kurasa mengalirkan cinta dalam pelukannya.

Bayi cantik berbaju merah itu sudah dipangku Hilyah. Matanya bulat dengan hidung tinggi dan rambut hitam pekat. Besar nanti ia pasti benar-benar jadi gadis cantik yang menawan. "Ini namanya Sumayyah. Beri Ammah senyum manis ya sayang" katanya lembut. Aku mengelus pipinya, menggemaskan dengan wangi minyak telon. "Sholih, sini sebentar nak. Salam pada Ammah. Ini Isy Kariiman dan ini Syahiidan"

Dua bocah laki-laki yang tadi mengekor dibelakang sepeda mencium tanganku. Lalu tertawa memamerkan giginya yang hampir punah. Aku ikut tertawa menunjuk giginya. Mereka meringis malu. "Korban permen" kata Hilyah sambil tertawa.

"Oh ya! Selamat. Kemarin sebenarnya kami ingin datang, tapi Kariim dan Syahiid panas tinggi. Barakallahu laki, wa baraka ‘alayka wa jama’a baynakuma fii khayr. Aku penasaran bagaimana kisahnya kamu dan Mas Haqi bisa bertemu" Tangannya mengulurkan sebuah kado segi empat.

  -----***-------****-----

Suami Hilyah dan suamiku berkawan baik. Berasal dari kota yang sama, kota dengan lambang cangkir teh. Mereka teman nongkrong, teman bicara, teman ideologi dan ia satu-satunya teman yang nekad datang ke pernikahan kami setelah nyasar selama 6 jam. Mereka pernah sama-sama menahan lapar sehari penuh ditengah kota yang orang-orang bilang surga makanan. Tidak  ada makanan halal, sedang street food begitu menggoda. Jam 10  malam mereka berseru gembira bertemu pedagang nasi goreng  dari Jawa. Meminta agar dibuatkan makanan tanpa daging dan arak. Mereka menyuap nasi sambil berlinang air mata.

Petang ini, kami akan bersama dalam satu perjalanan. Anak-anak sudah hilir mudik melongok kedalam kendaraan sambil mengoceh kapan akan berangkat. Hilyah bilang ia tidak akan ikut, "aku ingin tahu seberapa tangguh suamiku mampu pergi dengan dua anak berisik tanpa ibunya" katanya seraya tertawa. Tapi dua anaknya protes, "Ummi dan Sumayyah harus ikut!" Syahiid sudah siap dengan airmata sedang Kariim tidak berhenti memprovokasi adiknya.

"Kalau ummi tidak ikut, siapa yang akan menggendong aku ke kamar mandi supaya tidak ngompol?"

"Ada Baba, nak. Bukannya tiga hari ini kau tidur dengan Baba dan everything it's okey, right?" Hilyah mencoba membujuk Kariim yang terus merajuk.

"Tapi Baba tidak bisa membuat susu seenak Ummi"

"Bisa. Baba bisa buat susu lebih enak dari ummi"

Syahiid hanya menonton pembicaraan ibunya dan Kariim dengan tampang sedih. Pipinya melorot ke bawah sedang bibirnya menggerucut.

"Tidak bisa, Ummi. Pokoknya Ummi harus ikut dengan Baba. Syahiid, kita harus pergi dengan Ummi dan Sumayyah. Iya kan?" Kariim meminta persetujuan adiknya. Syahiid mengangguk-angguk sedih. Air matanya sudah turun deras. Ia merintih sedih.

"Ya ya. Baiklah" Hilyah mengalah. Dua bocah itu memekik gembira. Ajaibnya air mata Syahiid sudah tidak menetes lagi. Misi anak-anak selalu sukses dengan dramanya.

#Bersambung

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Di usia senja, Bu Janih bersama 5 anak yatimnya tinggal di rumah rombeng yang kumuh, lapuk dan sering roboh. Upah sebagai buruh cuci serabutan pun tak menentu sehingga tidak bisa memasak nasi...

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Sudah 23 hari tangan Ramdani remuk dalam insiden tabrak lari. Ia harus segera dioperasi supaya patahan tulang tidak berantakan dan dagingnya tidak membusuk. Butuh dana puluhan juta untuk operasi....

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Latest News
SOHR: Serangan Udara Rezim Assad di Kamp Yarmuk Tewaskan 6 Warga Sipil

SOHR: Serangan Udara Rezim Assad di Kamp Yarmuk Tewaskan 6 Warga Sipil

Rabu, 25 Apr 2018 21:00

Hadiri, 'Menjadi Keluarga Sakinah di Zaman Fitnah' Bersama Ust. Oemar Mita

Hadiri, 'Menjadi Keluarga Sakinah di Zaman Fitnah' Bersama Ust. Oemar Mita

Rabu, 25 Apr 2018 20:51

[VIDEO] Prosesi Pelepasan Jenazah Asy Syahid Dr Fadi Al-Batsh

[VIDEO] Prosesi Pelepasan Jenazah Asy Syahid Dr Fadi Al-Batsh

Rabu, 25 Apr 2018 20:50

Polisi Malaysia Rilis Foto Salah Satu Tersangka Pembunuh Ilmuan Palestina

Polisi Malaysia Rilis Foto Salah Satu Tersangka Pembunuh Ilmuan Palestina

Rabu, 25 Apr 2018 20:36

[VIDEO] Tim 11 Ulama Alumni 212 Ungkap Hasil Pertemuan Tertutup dengan Jokowi

[VIDEO] Tim 11 Ulama Alumni 212 Ungkap Hasil Pertemuan Tertutup dengan Jokowi

Rabu, 25 Apr 2018 20:31

Pembunuhan Kepala Politik Saleh Al-Sammad Kemunduran Besar Bagi Pemberontak Syi'ah Houtsi

Pembunuhan Kepala Politik Saleh Al-Sammad Kemunduran Besar Bagi Pemberontak Syi'ah Houtsi

Rabu, 25 Apr 2018 20:05

DDII: Anjuran Pilih Orang Islam di Masjid Tidak Masalah

DDII: Anjuran Pilih Orang Islam di Masjid Tidak Masalah

Rabu, 25 Apr 2018 19:06

UBN: Dakwah Politik Islam Di Masjid Boleh

UBN: Dakwah Politik Islam Di Masjid Boleh

Rabu, 25 Apr 2018 19:01

Ketua DDII Jabar Setuju Jangan Politisasi Masjid Jika Maknanya Seperti Ini

Ketua DDII Jabar Setuju Jangan Politisasi Masjid Jika Maknanya Seperti Ini

Rabu, 25 Apr 2018 16:57

Taliban Umumkan Ofensif Musim Semi Baru, Disebut Operasi Al-Khandaq

Taliban Umumkan Ofensif Musim Semi Baru, Disebut Operasi Al-Khandaq

Rabu, 25 Apr 2018 16:30

Jangan Tabu Membahas Politik di Masjid

Jangan Tabu Membahas Politik di Masjid

Rabu, 25 Apr 2018 14:09

[VIDEO] Terima Kasih Donatur. 130 Hidangan Maidaturrahmah 13 April 2018 telah diibagikan

[VIDEO] Terima Kasih Donatur. 130 Hidangan Maidaturrahmah 13 April 2018 telah diibagikan

Rabu, 25 Apr 2018 13:12

Munarman: Pemisahan Masjid dan Politik Itu Konsep Snouckhurgronye

Munarman: Pemisahan Masjid dan Politik Itu Konsep Snouckhurgronye

Rabu, 25 Apr 2018 11:03

SoA: Pembunuhan Dr Fadhi Ungkap Sejatinya Israel

SoA: Pembunuhan Dr Fadhi Ungkap Sejatinya Israel

Rabu, 25 Apr 2018 10:58

Wakil DPD RI Ingatkan Kondisi Keamanan Jelang Pilkada Serentak

Wakil DPD RI Ingatkan Kondisi Keamanan Jelang Pilkada Serentak

Rabu, 25 Apr 2018 09:44

Mesir Izinkan Jenazah Ilmuan Palestina Dikembalikan ke Gaza Lewat Perbatasannya

Mesir Izinkan Jenazah Ilmuan Palestina Dikembalikan ke Gaza Lewat Perbatasannya

Rabu, 25 Apr 2018 09:35

Politisasi Masjid Harus Dijelaskan Dulu Maknanya

Politisasi Masjid Harus Dijelaskan Dulu Maknanya

Rabu, 25 Apr 2018 09:13

MUI: Jangan Sampai Antipolitisasi Masjid Guna Lancarkan Kampanye Politik di Rumah Ibadah Non-muslim

MUI: Jangan Sampai Antipolitisasi Masjid Guna Lancarkan Kampanye Politik di Rumah Ibadah Non-muslim

Rabu, 25 Apr 2018 08:49

Pemerintah akan Datangkan Dosen Asing dengan Gaji Rp. 39-65 Juta

Pemerintah akan Datangkan Dosen Asing dengan Gaji Rp. 39-65 Juta

Rabu, 25 Apr 2018 08:15

Diduga Tidak Adil, PP KAMMI: Copot Direktur Utama PT Telkom Indonesia

Diduga Tidak Adil, PP KAMMI: Copot Direktur Utama PT Telkom Indonesia

Rabu, 25 Apr 2018 08:15


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X