Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.842 views

Cerbung Kisah di Garis Depan: Hilyah

Assalamu'alaikum Muslimah salihah, sahabat voa-islam yang dirahmati Allah. Mulai hari ini akan ada cerbung alias cerita bersambung di rubrik muslimah. Waktu tayangnya insya Allah tiap Rabu dan Sabtu. 

Jadi biar berimbang ya antara artikel dengan tulisan fiksi yang lebih sastrawi. Bagus untuk mengasah imajinasi dan melembutkan hati dengan membaca karya fiksi islami. Oke silakan nikmati saja sajian bagian pertama dari cerbung ini.

Selamat membaca.

Salam :)

---------------------

Kisah di Garis Depan: Hilyah

Oleh: Fillah

Pintu tengah dibuka pelan, seorang wanita tergesa-gesa membawa nampan kue basah dan gelas air mineral. Sekilas mata kami beradu, ia menyipit. Mungkin bibirnya mengulas senyum, pipinya menggembul membuat matanya menyipit. Aku mengangguk canggung. Diam-diam aku merutuki diri sendiri yang begitu lancang duduk di sini sebelum ia muncul.

Ia bergegas melewatiku, langkahnya besar-besar, gamis hitam panjangnya sedikit mengganggu. Aku pikir dia malu harus berjalan ke depan membawa nampan dihadapan ajnabi, atau mungkin suara tangis bayi di dalam rumah membuat konsentrasinya buyar. Lima langkah setelah melewatiku, ia terjatuh.

Pranggg

...

Nampannya ikut terlepas. Aku lihat satu dua kue basah jatuh, gelas air mineral berhamburan. Ia berlutut kaget seraya cepat-cepat memungut kue dan gelas air mineral.

Sedikit ceroboh, mungkin ia grogi pertama kali berjumpa denganku.

"Maaf."

Ia berucap pelan seraya menatapku.

"Sebentar ya," katanya lagi. Aku hanya mengangguk-angguk.

Setelah mengantar nampan untuk para lelaki di depan, ia duduk dan mengucap salam.

"Maafkan sedikit keriuhan ini. Sudah lama ya menunggu?"

"Ah gapapa, baru saja sampai," aku menggeleng pelan. Ia mengulurkan tangan, menggenggam erat.

"Kenalkan, Hilyah." Aku menjabat tangannya, "Atikaa."

Hilyah. Aku suka namanya. Seperti melafalkan kerinduan yang disekat begitu jauh. Mengucap namanya, buatku seperti menghembuskan nafas kelegaan. Mungkin sifatnya meneduhkan, aku bisa melihatnya dari mata yang menyiratkan senyuman hangat. Jika awal perkenalan seringkali seperti basa-basi, ia tidak. Aku menyukai perkenalan ini.

Aku membenci setiap awal perkenalan. Bertemu orang-orang baru yang harus aku selami satu persatu pikirannya. Harus pula menyeimbangkan gagasan agar tetap satu frekuensi saat berbicara. Seringkali aku memilih diam, bicara dengan kosa kata paling sopan yang aku miliki atau bolak balik mengetik ucapan saat chatting agar tidak jatuh dalam citra orang memalukan yang kelak akan selalu dikenang.

Tapi yang ini tidak. Hilyah berbeda.

Kami sama-sama diam setelah saling menyebutkan nama. Hilyah menyodorkan sebuah gelas mineral, mempersilahkan agar aku meminumnya. Lagi-lagi aku mengangguk canggung. Oh ibu.. aku ingin jadi gadis kecil saja, bisa bersembunyi dibalik punggungmu saat aku terjebak dalam situasi seperti ini. Atau mungkin jadi bocah pencari perhatian tanpa rasa malu, tanpa penghakiman karena toh setiap anak kecil selalu dimaafkan, bukan? Walau entah seberapa memalukan kelakuannya.

Pintu tengah dibuka kembali, seorang wanita paruh baya menggendong bayi cantik, bajunya merah dengan rok rumbai-rumbai. Dibelakangnya, dua anak kecil tertawa riang mendorong sepeda.

Hilyah mengenalkan wanita paruh baya itu sebagai ibu mertua. Aku menyalami tangannya, sedang ia merangkulku dalam pelukannya. Ah ibu.. Setiap wanita yang sudah menjadi ibu, sering kurasa mengalirkan cinta dalam pelukannya.

Bayi cantik berbaju merah itu sudah dipangku Hilyah. Matanya bulat dengan hidung tinggi dan rambut hitam pekat. Besar nanti ia pasti benar-benar jadi gadis cantik yang menawan. "Ini namanya Sumayyah. Beri Ammah senyum manis ya sayang" katanya lembut. Aku mengelus pipinya, menggemaskan dengan wangi minyak telon. "Sholih, sini sebentar nak. Salam pada Ammah. Ini Isy Kariiman dan ini Syahiidan"

Dua bocah laki-laki yang tadi mengekor dibelakang sepeda mencium tanganku. Lalu tertawa memamerkan giginya yang hampir punah. Aku ikut tertawa menunjuk giginya. Mereka meringis malu. "Korban permen" kata Hilyah sambil tertawa.

"Oh ya! Selamat. Kemarin sebenarnya kami ingin datang, tapi Kariim dan Syahiid panas tinggi. Barakallahu laki, wa baraka ‘alayka wa jama’a baynakuma fii khayr. Aku penasaran bagaimana kisahnya kamu dan Mas Haqi bisa bertemu" Tangannya mengulurkan sebuah kado segi empat.

  -----***-------****-----

Suami Hilyah dan suamiku berkawan baik. Berasal dari kota yang sama, kota dengan lambang cangkir teh. Mereka teman nongkrong, teman bicara, teman ideologi dan ia satu-satunya teman yang nekad datang ke pernikahan kami setelah nyasar selama 6 jam. Mereka pernah sama-sama menahan lapar sehari penuh ditengah kota yang orang-orang bilang surga makanan. Tidak  ada makanan halal, sedang street food begitu menggoda. Jam 10  malam mereka berseru gembira bertemu pedagang nasi goreng  dari Jawa. Meminta agar dibuatkan makanan tanpa daging dan arak. Mereka menyuap nasi sambil berlinang air mata.

Petang ini, kami akan bersama dalam satu perjalanan. Anak-anak sudah hilir mudik melongok kedalam kendaraan sambil mengoceh kapan akan berangkat. Hilyah bilang ia tidak akan ikut, "aku ingin tahu seberapa tangguh suamiku mampu pergi dengan dua anak berisik tanpa ibunya" katanya seraya tertawa. Tapi dua anaknya protes, "Ummi dan Sumayyah harus ikut!" Syahiid sudah siap dengan airmata sedang Kariim tidak berhenti memprovokasi adiknya.

"Kalau ummi tidak ikut, siapa yang akan menggendong aku ke kamar mandi supaya tidak ngompol?"

"Ada Baba, nak. Bukannya tiga hari ini kau tidur dengan Baba dan everything it's okey, right?" Hilyah mencoba membujuk Kariim yang terus merajuk.

"Tapi Baba tidak bisa membuat susu seenak Ummi"

"Bisa. Baba bisa buat susu lebih enak dari ummi"

Syahiid hanya menonton pembicaraan ibunya dan Kariim dengan tampang sedih. Pipinya melorot ke bawah sedang bibirnya menggerucut.

"Tidak bisa, Ummi. Pokoknya Ummi harus ikut dengan Baba. Syahiid, kita harus pergi dengan Ummi dan Sumayyah. Iya kan?" Kariim meminta persetujuan adiknya. Syahiid mengangguk-angguk sedih. Air matanya sudah turun deras. Ia merintih sedih.

"Ya ya. Baiklah" Hilyah mengalah. Dua bocah itu memekik gembira. Ajaibnya air mata Syahiid sudah tidak menetes lagi. Misi anak-anak selalu sukses dengan dramanya.

#Bersambung

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bocah SD ini Mengidap Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!!

Bocah SD ini Mengidap Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti tumor ganas, tubuh Fatkhur Kurniawan kurus kerontang. Pundaknya terus membesar hingga sekuran bola basket. Kondisi keluarga memprihatinkan, penghasilan keluarga 16 ribu rupiah perhari....

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Latest News
Pejuang Oposisi Suriah Terus Lancarkan Serangan Pesawat Tak Berawak ke Pangkalan Udara Rusia di Lata

Pejuang Oposisi Suriah Terus Lancarkan Serangan Pesawat Tak Berawak ke Pangkalan Udara Rusia di Lata

Senin, 23 Jul 2018 18:49

JK ingin Wapres lagi? Pengamat: Tidak Perlu, Indonesia tidak Kurang Pemimpin

JK ingin Wapres lagi? Pengamat: Tidak Perlu, Indonesia tidak Kurang Pemimpin

Senin, 23 Jul 2018 18:17

Turki Deportasi Mantan Tahanan Penjara Guantanamo ke Suriah

Turki Deportasi Mantan Tahanan Penjara Guantanamo ke Suriah

Senin, 23 Jul 2018 17:48

Demi Keadilan dan Kemanusiaan, Menkum HAM harus Publikasi Ruang Lapas dan Mako Brimob

Demi Keadilan dan Kemanusiaan, Menkum HAM harus Publikasi Ruang Lapas dan Mako Brimob

Senin, 23 Jul 2018 17:17

Generasi Alay dari Sistem Hidup yang Alay

Generasi Alay dari Sistem Hidup yang Alay

Senin, 23 Jul 2018 17:02

Hanya dengan Ganti Presiden Rupiah kembali Menguat

Hanya dengan Ganti Presiden Rupiah kembali Menguat

Senin, 23 Jul 2018 16:17

Malaysia Akan Cabut UU Bersifat Opresif yang Bisa Menangkap Siapa Pun Tanpa Pengadilan

Malaysia Akan Cabut UU Bersifat Opresif yang Bisa Menangkap Siapa Pun Tanpa Pengadilan

Senin, 23 Jul 2018 16:00

Melon oh Melon; Subsidi Akan Dicabut Juga?

Melon oh Melon; Subsidi Akan Dicabut Juga?

Senin, 23 Jul 2018 15:52

Sel Koruptor Satukan Saja dengan Pelaku Maling Ayam

Sel Koruptor Satukan Saja dengan Pelaku Maling Ayam

Senin, 23 Jul 2018 15:17

Sepinya #2019TetapJokowi di Medan Bung, Bandingkan dengan Aksi #2019GantiPresiden

Sepinya #2019TetapJokowi di Medan Bung, Bandingkan dengan Aksi #2019GantiPresiden

Senin, 23 Jul 2018 15:02

Seribu Lebih Pemukim Ilegal Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa

Seribu Lebih Pemukim Ilegal Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa

Senin, 23 Jul 2018 15:00

[VIDEO] AKSI #2019GantiPresiden Langgar Hukum? Ini Penjelasan Pakar Hukum

[VIDEO] AKSI #2019GantiPresiden Langgar Hukum? Ini Penjelasan Pakar Hukum

Senin, 23 Jul 2018 14:39

Politisi: Adilkah Rezim Jokowi disebut Pemicu Konflik Ideologi dan Tumbuhnya Paham Anti Islam?

Politisi: Adilkah Rezim Jokowi disebut Pemicu Konflik Ideologi dan Tumbuhnya Paham Anti Islam?

Senin, 23 Jul 2018 14:17

Mengapa Mereka Ketakutan Dengan #2019GantiPresiden?

Mengapa Mereka Ketakutan Dengan #2019GantiPresiden?

Senin, 23 Jul 2018 14:02

Harga Telur Ayam Melejit, Para Ibu pun Menjerit

Harga Telur Ayam Melejit, Para Ibu pun Menjerit

Senin, 23 Jul 2018 13:37

Argumen Tim Hukum DDII Dipertimbangan MK Tolak Gugatan Ahmadiyah

Argumen Tim Hukum DDII Dipertimbangan MK Tolak Gugatan Ahmadiyah

Senin, 23 Jul 2018 13:30

[VIDEO] Sukses Deklarasi #2019GantiPresiden di Medan, Ini Harapan Ustzh Ronny Rizkita Siregar

[VIDEO] Sukses Deklarasi #2019GantiPresiden di Medan, Ini Harapan Ustzh Ronny Rizkita Siregar

Senin, 23 Jul 2018 13:19

Manuver (Pendukung) Jokowi Pro Islam untuk 2019 akan Sia-sia

Manuver (Pendukung) Jokowi Pro Islam untuk 2019 akan Sia-sia

Senin, 23 Jul 2018 13:17

Tikus Politik Kembali Beraksi, Tuntaskan Dengan Sistem Islam

Tikus Politik Kembali Beraksi, Tuntaskan Dengan Sistem Islam

Senin, 23 Jul 2018 13:15

Digugat Ahmadiyah, DDII: UU PNPS 1965 Cegah Penistaan Agama

Digugat Ahmadiyah, DDII: UU PNPS 1965 Cegah Penistaan Agama

Senin, 23 Jul 2018 13:10


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X