Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.070 views

Hari Perempuan, Hari Menuntut Hak yang Tak Berkesudahan

Oleh: Khamsiyatil Fajriyah

Tanggal 8 Maret lalu, para perempuan kembali merayakan hari miliknya. Hari yang penuh harapan agar hak-hak perempuan terpenuhi. Hari yang lahir karena ketertindasan perempuan. Meskipun dengan beragam versi penyebab ditetapkannya hari ini oleh PBB, sejak tahun 1977 tanggal 8 Maret hari perempuan ada agar mereka terus memperjuangkan hak-haknya sekaligus untuk menjaga perdamaian dunia.

Sekarang kita sudah berada di tahun 2018. Sudah berlalu 41 tahun para perempuan memperjuangkan haknya. Tidak ada tanda-tanda perbaikan nasib untuk perempuan. Seruan tahun ini dari aktivis perempuan di Indonesia adalah menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan. Diskriminasi, yang menurut anggapan mereka sebagai awal munculnya pemerkosaan, pernikahan dini, dan macam kekerasan seksual yang lain.

Diskriminasi terhadap perempuan didefinisikan sebagai perlakuan tidak adil kepada perempuan. Tetapi bila melihat apa yang sudah terjadi di Indonesia, sulit bagi kita melihat diskriminasi terhadap perempuan. Pemerintah sudah loyal dengan meratifikasi konferensi-konferensi perempuan internasional yang mengarus utamakan keseteraan gender. Maka lahirlah UU KDRT tahun 2004, UU tentang kuota 30% perempuan di partai politik, hingga UU no 1 tahun 2017 tentang kesetaraan jender. Dan apakah semua Undang- undang itu berhasil mengurai semua masalah diskriminasi berwujud kekerasan seksual terhadap perempuan?

Bila undang-undang tersebut diasumsikan bisa menyelesaikan masalah perempuan akibat diskriminasi, namun mengapa semua masalah terhadap perempuan tidak kunjung nampak penyelesaiannya. Contohnya bila UU KDRT tahun 2004 ada untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan, seharusnya angka kekerasan terhadap perempuan semakin menurun. Namun yang terjadi tidak demikian. Meskipun kemudian ditopang oleh Undang-undang yang lain, angka kekerasan terhadap perempuan cenderung semakin naik. Masalah dan penderitaan tidak kunjung selesai, perempuanpun semakin larut dalam pemikiran dan kehidupan liberal, semakin jauh dari solusi yang shohih.

Islam yang saat ini tengah disingkirkan dari kehidupan manusia, terlebih dituding sebagai sumber budaya yang mendiskriminasikan perempuan, sebenarnya telah tuntas dan sempurna menyelesaikan masalah perempuan. Pengaturannya diterapkan bersama-sama dengan sistem yang lain. Islam memandang  perempuan dan laki-laki memiliki peran yang sama dalam relasi saling tolong-menolong dalam kebaikan dan meraih kemuliaan. Keduanya ada di dalam masyarakat, menjalin hubungan satu sama lain dilandasi ketaqwaan kepada Allah SWT.

...Sudah berlalu 41 tahun para perempuan memperjuangkan haknya. Tidak ada tanda-tanda perbaikan nasib untuk perempuan. Seruan tahun ini dari aktivis perempuan di Indonesia adalah menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan...

 

Seperangkat aturan diberikan kepada laki-laki dan perempuan, dari aturan menjaga pandangan, menutup aurat, larangan campur baur antara keduanya, semuanya ada dalam rangka menjaga kemuliaan satu sama lain. Dan untuk hubungan seksual diberi jalan dengan menikah untuk melestarikan jenis, sekaligus menentramkan hidup keduanya.

Sistem pengaturan laki-laki dan perempuan ini tidak bisa diwujudkan tanpa penegakan aturan yang lain. Dibutuhkan sistem ekonomi yang menyejahterahkan, sistem politik yang tegak diatas pondasi ketaqwaan, dan sistem hukum dan pidana yang ditegakkan tidak sekedar  menjerakan bagi pelaku kriminal dan anggota masyarakat yang lain, tetapi membebaskan pelakunya dari pengadilan di akhirat kelak.

Sistem seperti ini sebenarnya sudah pernah diterapkan selama kurang lebih 1300 tahun. Dimulai dari Rasulullah SAW, khulafaurrasyidin, dan khalifah-khalifah sesudahnya. Para perempuan di masa kekhilafahan tercatat bisa memperoleh haknya dengan mudah. Hak memiliki harta, hak hidup, hak menjaga kehormatannya, bahkan hak politiknya. Bukan karena mereka selalu menuntut haknya, tetapi karena Islam dengan sempurna telah mengatur pemenuhannya.

Pernah tercatat di masa umar, seorang istri protes dan mengajukan cerai karena  memperoleh perlakuan 'tidak patut' dari suaminya. Bukan karena sang suami melakukan tindak kekerasan. Tetapi karena suaminya tidak pernah berdandan untuknya  sebagaimana dia melakukan untuk suaminya.

Tuntutan ini bukanlah dorongan dari perlakuan diskriminasi, tetapi karena berpijak kepada pesan Rasulullah SAW  bahwa seorang istri berhak mendapatkan perlakuan makruf dari suaminya. Dengan demikian, telah jelas sebenarnya bahwa kehidupan sekuler liberal tidak pernah bisa memenuhi hak perempuan. Hanya Islam saja yang mampu. Wallahu a'lam bishshowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Latest News
Indonesia Terjebak Hutang Semakin Dalam

Indonesia Terjebak Hutang Semakin Dalam

Ahad, 24 Jun 2018 23:27

GMPK: Pengangkat Penjabat Gubernur Jabar Komjen Pol. M. Iriawan Khianati Perjuangan Reformasi '98

GMPK: Pengangkat Penjabat Gubernur Jabar Komjen Pol. M. Iriawan Khianati Perjuangan Reformasi '98

Ahad, 24 Jun 2018 23:16

Kabar Duka: Ustadz Hari Moekti Meninggal Dunia

Kabar Duka: Ustadz Hari Moekti Meninggal Dunia

Ahad, 24 Jun 2018 22:47

Kapolri: Netralitas Kepolisian dalam Pilkada Harga Mati

Kapolri: Netralitas Kepolisian dalam Pilkada Harga Mati

Ahad, 24 Jun 2018 22:10

Fatamorgana Petani Sejahtera

Fatamorgana Petani Sejahtera

Ahad, 24 Jun 2018 21:17

Ulama, Tokoh, dan Aktivis Islam Solo Serukan Pilih Pemimpin dengan Dasar Fatwa MUI No 16/2009

Ulama, Tokoh, dan Aktivis Islam Solo Serukan Pilih Pemimpin dengan Dasar Fatwa MUI No 16/2009

Ahad, 24 Jun 2018 21:16

Sikap Mahasiswa dalam Menghadapi Isu Deradikalisasi

Sikap Mahasiswa dalam Menghadapi Isu Deradikalisasi

Ahad, 24 Jun 2018 20:33

Laporan: Syi'ah Houtsi Baru Bersedia Serahkan Pelabuhan Hodeidah ke PBB Setelah Hampir Kala

Laporan: Syi'ah Houtsi Baru Bersedia Serahkan Pelabuhan Hodeidah ke PBB Setelah Hampir Kala

Ahad, 24 Jun 2018 20:00

FIFA Denda Tim Sepak Bola Mesir Karena Pemainnya Menolak Berbicara dengan TV Qatar

FIFA Denda Tim Sepak Bola Mesir Karena Pemainnya Menolak Berbicara dengan TV Qatar

Ahad, 24 Jun 2018 19:30

Kata Siapa Khilafah Tak Cocok Diterapkan?

Kata Siapa Khilafah Tak Cocok Diterapkan?

Ahad, 24 Jun 2018 19:01

3 Tentara Israel Terluka Ditabrak Sopir Palestina di Tepi Barat

3 Tentara Israel Terluka Ditabrak Sopir Palestina di Tepi Barat

Ahad, 24 Jun 2018 19:00

Pelatih Tunisia: Yang Menyerang Saya Karena Membaca Fatiha Perlu Mencari Perawatan Medis

Pelatih Tunisia: Yang Menyerang Saya Karena Membaca Fatiha Perlu Mencari Perawatan Medis

Ahad, 24 Jun 2018 18:15

Sudahkah Menjadikan Al-Quran Sebagai Pedoman Hidup?

Sudahkah Menjadikan Al-Quran Sebagai Pedoman Hidup?

Ahad, 24 Jun 2018 17:41

Ulama Saudi Ingatkan Wanita di Kerajaan untuk Kenakan Pakaian Sederhana saat Mengemudi

Ulama Saudi Ingatkan Wanita di Kerajaan untuk Kenakan Pakaian Sederhana saat Mengemudi

Ahad, 24 Jun 2018 17:30

Pilkada Jabar, Pengamat: SBY Mulai Naik Panggung Mirip di Pilkada DKI, 2019GantiPresiden?

Pilkada Jabar, Pengamat: SBY Mulai Naik Panggung Mirip di Pilkada DKI, 2019GantiPresiden?

Ahad, 24 Jun 2018 16:39

Taliban Pakistan Tunjuk Noor Wali Mehseud sebagai Amir Baru Menggantikan Mullah Fazlullah

Taliban Pakistan Tunjuk Noor Wali Mehseud sebagai Amir Baru Menggantikan Mullah Fazlullah

Ahad, 24 Jun 2018 16:17

Pilkada Padang, PAN-PKS Dukung Mahyeldi-Hendri karena Terbukti Pro Umat dan Pro Rakyat

Pilkada Padang, PAN-PKS Dukung Mahyeldi-Hendri karena Terbukti Pro Umat dan Pro Rakyat

Ahad, 24 Jun 2018 15:39

Islamphobia Akut di Negeri Mayoritas

Islamphobia Akut di Negeri Mayoritas

Ahad, 24 Jun 2018 15:31

Pesan Hadapi Pilkada dari Tokoh Islam: Pilih yang Menjaga Agama

Pesan Hadapi Pilkada dari Tokoh Islam: Pilih yang Menjaga Agama

Ahad, 24 Jun 2018 14:39

Ummu 'Umarah, Sang Pejuang Yang Berani Berkorban

Ummu 'Umarah, Sang Pejuang Yang Berani Berkorban

Ahad, 24 Jun 2018 14:20


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Jum'at, 22/06/2018 11:00

Mendekap Iman