Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.634 views

Kembalikan Surga di Telapak Kaki Ibu

Oleh: Halida Nurdiana, S.Pd. 

"Keluarga seperti apa yang diharapkan teman-teman LGBT?" tanya host debat tentang pro kontra LGBT di sebuah tivi swasta. Jeremi Teti pun menjawabnya dengan kemayu dan enteng.

"Keluarga papa papi kali ya." Studio pun bergemuruh oleh tawa audiens karena kelucuan (baca: kekonyolan) pernyataan JeTi di forum tersebut.

Itulah manusia. Secara kodrati ia diciptakan Tuhannya untuk berkeluarga dan mencintai keluarga. Sang Khalik telah menyertakan fitrah melestarikan jenis pada makhluk yang bernama manusia. Di sepanjang masa dia selalu ingin berkeluarga. Tak terkecuali, orang-orang  LGBTer yang mengklaim dirinya memiliki perilaku yang berbeda dari sononya. Suara mereka semakin hari semakin lantang (baca:lancang) menuntut pengakuan  HAM atas perilaku "miring" tersebut. Meski begitu, kaum LGBT pun tak hilang harap untuk memiliki keluarga dan keturunan.

Keluarga Fantasi atau Ilusi?

Bagaimana realitas bentuk keluarga LGBT? Kita bisa googling di internet. Di sana akan banyak kita temukan keluarga LGBT. Kebanyakan dari kalangan selebritis atau orang-orang berkecimpung di dunia keartisan.

Salah satunya keluarga Solena Chaniago. Wanita transgender ini telah membangun keluarga barunya di AS pada bulan Juli 2017 lalu. Dengan bangga ia menyampaikan bahwa anak semata wayangnya (dari pernikahannya terdahulu) telah menceritakan kepada teman-temannya bahwa ibunya adalah wanita transgender dan mereka adalah keluarga LGBT. Mereka mengklaim mereka adalah keluarga LGBT yang bahagia.

Juga cerita-cerita tentang pelaku gay yang kemudian diterima dengan penuh ikhlas oleh orang tuanya, cukup  banyak  bersliweran di dumay. Penerimaan keluarga tak hanya dari sisi kecenderungan seksnya yang berbeda tetapi juga penerimaan keluarga terhadap pasangann sejenisnya. Itulah dukungan keluarga seolah semua baik-baik saja. Jika keluarga sudah menerima masalah selesei? Tentu saja tidak!

Setelah penerimaan itu, keluarga jadi abai terhadap efek mengerikan yang ditimbulkan oleh LGBTer ini. Mereka lupa, perilaku keji  ini menular kepada lingkungannya. Tidak sedikit cerita anak baik-baik yang dididik agama sejak kecil ternyata tak berdaya menghadapi perilaku para LGBTer meskipun berawal dari intimidasi hingga akhirnya menjadi pelaku asli bukan imitasi.

Memang benar, mayoritas  LGBTer ini adalah orang-orang cuek terhadap agamanya. Apapun background mereka dulu, ketika menjadi  LGBTer, agama tak lagi penting untuk saat ini. Karena jelas sekali, Islam telah menunjukkan keberadaan kaum Nabi Luth yang diazab hingga binasa untuk diambil hikmahnya. Ketika hikmah tak kunjung dipetik, mati-matianlah mereka memperjuangkan hak-hak yang dimarjinalisasi bahkan dikebiri. Padahal, menurut mereka, kondisi mereka yang beda bukanlah kehendak pribadi. Namun, kuasa Illahi.

...Manakala posisi seorang ibu digeser oleh laki-laki transgender, mungkinkah ada surga di telapak kakinya? Manakala posisi seorang ibu digeser oleh wanita pezina atau wanita lesbi, mungkinkah ada surga di telapak kakinya?...

 

Rintihan mereka kian menghiba.  Apa salah jika kami ingin hidup bahagia, membangun keluarga seperti yang lainnya?  Keluarga yang dibentuk dengan cara kami, bukan dengan cara Tuhan. Karena Tuhan terlalu istimewa untuk sekadar mengatur urusan ranjang. Untaian kalimat senada dilantunkan di banyak kesempatan dan perdebatan. 

Para pejuang, pendukung dan pelaku LGBT mungkin lupa bahwa keluarga bukan sekedar institusi dua insan yang saling berkomitmen. Keluarga juga bukanlah tempat transit untuk melepas lelah, menumpahkan syahwat dan bersantai-santai sejenak dari tekanan pekerjaan yang sangat menyita.

Keluarga juga bukan sekedar berisi senyum dan canda tawa dari  dua orang yang disebut papa mama serta dua anak kecil yang disebut putra kesayangan pewaris harta kekayaan.  Jika hanya itu makna keluarga, inilah keluarga fatamorgana. Keluarga fantasi yang anaknya bisa diambil dari rahim siapa saja dan distempel sebagai keturunan/anak pengadopsi atau si penyewa rahim. Sungguh picik pandangan keluarga bagi LGBTer dan pendukungnya.

Kembalikan Surga Ibu

Islam sebagai agama satu-satunya yang diridhai Allah memandang keluarga dengan pandangan yang sangat mulia. Keluarga adalah institusi terkecil pencetak generasi peradaban di masa datang. Tentu saja, keluarga harus mampu memberikan pengaruh yang sangat baik bagi anggotanya. Terutama anak, generasi masa depan.  Maka, pembagian tugas yang jelas telah ditetapkan olehNya.

Ayah berperan sebagai "qowwam" yang menafkahi dan mengambil keputusan serta memimpin keluarga menuju ketaatan kepadaNya. Sementara di rumah, ada seorang ratu yang di telapak kakinya terdapat surga bagi.anak-anaknya. Ya... Ratu itu adalah ibu. Ibu  memiliki pengaruh luar biasa bagi anak-anaknya. Ibu adalah "madrosatul ula" atau sekolah pertama dan utama bagi setiap anak yang lahir dari rahimnya.

Tentu saja, peran dan tugas ayah ibu dalam keluarga tak mampu digantikan. Apalagi ibu, posisinya jelas tak tergantikan. Kemuliaan seorang ibu dikarenakan pengorbanannya yang begitu besar demi kemunculan generasi baru, pasti tak bisa diambil alih oleh siapa pun. Kemuliaan seorang ibu pun dihargai mahal dalam Islam. Allah menyematkan surga anak-anaknya di telapak kakinya. Tentu, ibu shalihah yang berhak mendapatkannya.

Manakala posisi seorang ibu digeser oleh laki-laki transgender, mungkinkah ada surga di telapak kakinya? Manakala posisi seorang ibu digeser oleh wanita pezina atau wanita lesbi, mungkinkah ada surga di telapak kakinya? Ketika LGBT dibiarkan, didukung dan disahkan, bukankah generasi mendatang terancam tak kan beroleh surga dari telapak kaki sang ibu. Karena itu, kembalikan surga di telapak kaki ibu. Jangan biarkan LGBT merajalela. Say no to LGBT! (rf/voa-islam.com)

 

*Penulis adalah Alumni IKIP Surabaya / UNESA, praktisi pendidikan, anggota Revowriter, anggota Akademi Menulis Kreatif
 
Ilustrasi: Google
 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Muslimah lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Di usia senja, Bu Janih bersama 5 anak yatimnya tinggal di rumah rombeng yang kumuh, lapuk dan sering roboh. Upah sebagai buruh cuci serabutan pun tak menentu sehingga tidak bisa memasak nasi...

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Sudah 23 hari tangan Ramdani remuk dalam insiden tabrak lari. Ia harus segera dioperasi supaya patahan tulang tidak berantakan dan dagingnya tidak membusuk. Butuh dana puluhan juta untuk operasi....

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Latest News
Munarman: Pemisahan Masjid dan Politik Itu Konsep Snouckhurgronye

Munarman: Pemisahan Masjid dan Politik Itu Konsep Snouckhurgronye

Rabu, 25 Apr 2018 11:03

SoA: Pembunuhan Dr Fadhi Ungkap Sejatinya Israel

SoA: Pembunuhan Dr Fadhi Ungkap Sejatinya Israel

Rabu, 25 Apr 2018 10:58

Wakil DPD RI Ingatkan Kondisi Keamanan Jelang Pilkada Serentak

Wakil DPD RI Ingatkan Kondisi Keamanan Jelang Pilkada Serentak

Rabu, 25 Apr 2018 09:44

Quo Vadis Kebijakan Student Loan di Indonesia, Masihkah Relevan?

Quo Vadis Kebijakan Student Loan di Indonesia, Masihkah Relevan?

Rabu, 25 Apr 2018 09:43

Mesir Izinkan Jenazah Ilmuan Palestina Dikembalikan ke Gaza Lewat Perbatasannya

Mesir Izinkan Jenazah Ilmuan Palestina Dikembalikan ke Gaza Lewat Perbatasannya

Rabu, 25 Apr 2018 09:35

Politisasi Masjid Harus Dijelaskan Dulu Maknanya

Politisasi Masjid Harus Dijelaskan Dulu Maknanya

Rabu, 25 Apr 2018 09:13

MUI: Jangan Sampai Antipolitisasi Masjid Guna Lancarkan Kampanye Politik di Rumah Ibadah Non-muslim

MUI: Jangan Sampai Antipolitisasi Masjid Guna Lancarkan Kampanye Politik di Rumah Ibadah Non-muslim

Rabu, 25 Apr 2018 08:49

Pemerintah akan Datangkan Dosen Asing dengan Gaji Rp. 39-65 Juta

Pemerintah akan Datangkan Dosen Asing dengan Gaji Rp. 39-65 Juta

Rabu, 25 Apr 2018 08:15

Diduga Tidak Adil, PP KAMMI: Copot Direktur Utama PT Telkom Indonesia

Diduga Tidak Adil, PP KAMMI: Copot Direktur Utama PT Telkom Indonesia

Rabu, 25 Apr 2018 08:15

KH Cholil Nafis: Agama dan Kekuasaan Ibarat Saudara Kembar

KH Cholil Nafis: Agama dan Kekuasaan Ibarat Saudara Kembar

Rabu, 25 Apr 2018 07:21

Persaudaraan Alumni 212 Temui Jokowi, Apa yang Dibicarakan?

Persaudaraan Alumni 212 Temui Jokowi, Apa yang Dibicarakan?

Rabu, 25 Apr 2018 06:57

[VIDEO] Ini Dua Amanat Habib Rizieq dari Makkah

[VIDEO] Ini Dua Amanat Habib Rizieq dari Makkah

Rabu, 25 Apr 2018 06:32

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Selasa, 24 Apr 2018 21:59

Desak Pecat Dirut Telkom, FPII Akan Gelar Unjuk Rasa

Desak Pecat Dirut Telkom, FPII Akan Gelar Unjuk Rasa

Selasa, 24 Apr 2018 21:58

Ketua DPD RI Dukung Penuh Apel dan Kemah Pelajar Indonesia

Ketua DPD RI Dukung Penuh Apel dan Kemah Pelajar Indonesia

Selasa, 24 Apr 2018 21:51

CAIR Salahkan Trump atas Peningkatan Kejahatan Terhadap Muslim di AS

CAIR Salahkan Trump atas Peningkatan Kejahatan Terhadap Muslim di AS

Selasa, 24 Apr 2018 21:00

Pejuang Oposisi Suriah Tewaskan 150 Tentara Assad Dalam Sepekan Bentrokan di Homs

Pejuang Oposisi Suriah Tewaskan 150 Tentara Assad Dalam Sepekan Bentrokan di Homs

Selasa, 24 Apr 2018 20:00

Dalam Islam dan Konstitusi RI, Bidang Ilmu Boleh Dibicarakan di Masjid, termasuk Politik

Dalam Islam dan Konstitusi RI, Bidang Ilmu Boleh Dibicarakan di Masjid, termasuk Politik

Selasa, 24 Apr 2018 18:27

Gerakan #2019GantiPresiden sebuah Gerakan Rakyat yang Tidak ingin Melihat Kehancuran Berlanjut

Gerakan #2019GantiPresiden sebuah Gerakan Rakyat yang Tidak ingin Melihat Kehancuran Berlanjut

Selasa, 24 Apr 2018 17:27

KPA Sebut Mossad Dalang Pembunuhan Dr Fadhi Al Baths

KPA Sebut Mossad Dalang Pembunuhan Dr Fadhi Al Baths

Selasa, 24 Apr 2018 16:54


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X