Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
8.865 views

Ibu Indonesia Zaman Now, Tak Sempat Berkonde!

Oleh:

Emitha Thamrin

Anggota Komunitas Revowriter

BULAN April dibuka dengan puisi nyangsang dan salah sasaran dari seorang anak bangsa. Katanya sih puisi itu sebagai wujud cinta dan rasa hormat pada Ibu Indonesia. Alih-alih hormat dan mendapatkan banjir pujian, hujatan dan kecaman pun dilayangkan padanya. Bahkan sejumlah pengacara akan mengajukan somasi penistaan agama Islam pada beliau. Ratusan ibu-ibu Indonesia membalas puisi sang pujanggawati dengan puisi-puisi yang tak kalah manis dan cadasnya. 

Di tengah suasana yang masih panas dengan kasus cadar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan IAIN Bukittinggi, puisi ini malah menoreh luka lebih dalam. Selayaknya, seorang nasionalis anak proklamator bisa berfikir jernih dan melihat situasi dan kondisi psikologis sosial masyarakat pasca dua kasus cadar tersebut. Mestinya meredam bukan malah menebar minyak tanah di tengah api yang sedang menyala.   

Belum lagi ada pemberitaan miring tentang wanita bercadar yang hidup dengan belasan anjingnya, yang jelas-jelas tidak bisa diterima akal sehat. Bagaimana mungkin seorang akhwat yang taat syariat bercadar memelihara anjing dan bermesra dengan anjing-anjingnya padahal bersentuhan dan kecipratan air liur anjing saja adalah najis besar? Apakah pemberitaan ini sebuah rekayasa? Pencitraburukan terhadap cadar? Waktu akan menjawabnya. 

Kembali ke puisi sang pujanggawati, tidak masanya lagi ibu-ibu Indonesia dibuai dengan kidung dan berhias konde. Ga ada waktu Nek! Lihatlah ibu-ibu Indonesia yang telah berkuras tenaga, keringat dan air mata dari subuh ke subuh di pebukitan, di pegunungan, di padang penggembalaan, di pabrik-pabrik padat karya, di pasar-pasar tradisional, diriuhnya deru kereta dan sarana transportasi umum, di undukan sampah yang menggunung atau di pinggir jalan menadahkan tangan. 

Itulah wajah ibu Indonesia saat ini. Ibu yang termiskinkan, ibu yang tertindas, ibu yang tidak punya waktu lagi untuk berbedak apalagi berkonde. Sempitnya penghidupan dan  jauhnya jurang kaya dan miskin telah membuat ibu-ibu Indonesia ikut membanting tulang menjadi tulang punggung keluarga. 

Jika pun mau dilihat  sosok Ibu Indonesia zaman dulu, tidak lah seperti yang dipuisikan. Ada Cut Nyak Dien dan Cut Meutia di Aceh, Raden Ajeng Kartini di Jepara, Rahmah El Yunusiah dan Rankayo Rasuna Said di Padang dan banyak tokoh wanita lainnya, yang tidak “kepikiran” berkonde dan berkidung. Mereka adalah para pejuang untuk kemerdekaan bangsanya dan kaumnya dari penjajahan.  Hari-harinya adalah memikirkan kemajuan pendidikan dan sosial kaumnya. 

Bisa jadi sang pujangga memang pernah hidup di masa-masa konde berjaya era 1960an hingga 1980an, meski tidak semua ibu Indonesia menggunakannya. Tetapi di era 1990an, ketika nilai-nilai Islam semakin dipahami untuk diterapkan, maka mulai banyaklah muslimah yang menutup auratnya. Berjilbab, berkerudung, berkhimar, bergamis dan sekarang bercadar. Satu, sepuluh, seratus, seribu, sejuta dan berjuta muslimah menutup auratnya. Lalu apakah berarti mereka kehilangan identitas sebagai Ibu Indonesia?

Saya fikir tidak, tidak sama sekali. Bahkan muslimah-muslimah Indonesia, emak-emak jaman now, menjadikan ketaatan kepada agamanya sebagai bentuk cinta pada bangsa dan tanah airnya. Mereka tidak lagi terdampar di tempat-tempat hiburan malam dan di warung-warung remang-remang tetapi mereka sekarang berada di pusaran kajian-kajian ke-islaman. 

Di majelis taklim, di liqo-liqo, di halaqoh-halaqoh bersama komunitas-komunitas yang mendekatkan diri pada Allah. Dari situ mereka menyebarkan pemahaman Islam di tengah-tengah keluarga dan masyarakatnya. Bahkan keterlibatan ibu-ibu Indonesia pada aksi bela Islam pun tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka adalah tenaga-tenaga ikhlas yangmenyediakan makanan dan minuman bagi para pejuang bela Islam. Merekalah barisan emak-emak militan. 

Jika sang pujangga merasa Islam itu asing, itu baginya, bukan bagi Ibu-Ibu Indonesia. Jika dia tidak merasa terjaga dan suci dengan kain penutup aurat, itu karena dia belum menggunakannnya, bukan bagi Ibu-Ibu Indonesia. Jika dia anggap lenggak lenggok gemulai tubuh dalam tarian adalah ibadah, itu baginya; bukan bagi ibu-ibu Indonesia. Asumsi tarian sebagai ibadah pun jelas salah total, jika aqidahnya benar, atau ketidaktahuan syariah itulah penyebabnya.

Jika pun mau dilihat sepak terjang ibu Indonesia saat ini, yuks! Lihatlah perjuangan ibu-ibu Indonesia mendidik dan membesarkan anak-anaknya, mengajarkan ayat demi ayat Alqur’an, menghantar jemput anak-anaknya di sekolah-sekolah tahfiz Qur’an, menyediakan makanan bergizi bagi anak-anaknya. 

Lihatlah pula upaya sekuat tenaga ibu-ibu Indonesia menangkal pengaruh buruh kaum LGBT yang makin menggila, narkoba yang menelusup masuk ke permen-permen jajanan anak-anaknya, menjaga anak gadis  dan anak bujangnya dari pergaulan bebas, di tengah-tengah abainya negara. 

Kesibukan itu sangatlah cukup untuk membuat Ibu-Ibu Indonesia tidaklagi  punya waktu untuk berkonde dan bahkan tidak memerlukan konde. Khimar dan hijab adalah perhiasannya, lantunan azan dan merdunya tilawah AlQur’an cukup sudah membasuhi raga dan jiwanya yang lelah, mereka tidak memerlukan kidung-kidung mistik yang merusak jiwa. Merekalah ibu, yang terus berjuang agar tidak meninggalkan generasi yang lemah setelahnya. 

Kepada seluruh Ibu-Ibu Indonesia, teruslah sampaikan ajaran Islam pada anak-anak kita; khimar, jilbab, cadar pakaikan pada tubuhmu dan anak-anak gadismu. Abaikan mimpi pujanggawati itu tentang sosok ideal Ibu Indonesia. Mungkin dia hidup di masa lalu, sedangkan kita hidup di zaman now. Semoga dia dapat hidayah dan taubat sebelum Allah memanggilnya.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bocah SD ini Mengidap Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!!

Bocah SD ini Mengidap Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti tumor ganas, tubuh Fatkhur Kurniawan kurus kerontang. Pundaknya terus membesar hingga sekuran bola basket. Kondisi keluarga memprihatinkan, penghasilan keluarga 16 ribu rupiah perhari....

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Latest News
Pejuang Oposisi Suriah Terus Lancarkan Serangan Pesawat Tak Berawak ke Pangkalan Udara Rusia di Lata

Pejuang Oposisi Suriah Terus Lancarkan Serangan Pesawat Tak Berawak ke Pangkalan Udara Rusia di Lata

Senin, 23 Jul 2018 18:49

JK ingin Wapres lagi? Pengamat: Tidak Perlu, Indonesia tidak Kurang Pemimpin

JK ingin Wapres lagi? Pengamat: Tidak Perlu, Indonesia tidak Kurang Pemimpin

Senin, 23 Jul 2018 18:17

Turki Deportasi Mantan Tahanan Penjara Guantanamo ke Suriah

Turki Deportasi Mantan Tahanan Penjara Guantanamo ke Suriah

Senin, 23 Jul 2018 17:48

Demi Keadilan dan Kemanusiaan, Menkum HAM harus Publikasi Ruang Lapas dan Mako Brimob

Demi Keadilan dan Kemanusiaan, Menkum HAM harus Publikasi Ruang Lapas dan Mako Brimob

Senin, 23 Jul 2018 17:17

Generasi Alay dari Sistem Hidup yang Alay

Generasi Alay dari Sistem Hidup yang Alay

Senin, 23 Jul 2018 17:02

Hanya dengan Ganti Presiden Rupiah kembali Menguat

Hanya dengan Ganti Presiden Rupiah kembali Menguat

Senin, 23 Jul 2018 16:17

Malaysia Akan Cabut UU Bersifat Opresif yang Bisa Menangkap Siapa Pun Tanpa Pengadilan

Malaysia Akan Cabut UU Bersifat Opresif yang Bisa Menangkap Siapa Pun Tanpa Pengadilan

Senin, 23 Jul 2018 16:00

Melon oh Melon; Subsidi Akan Dicabut Juga?

Melon oh Melon; Subsidi Akan Dicabut Juga?

Senin, 23 Jul 2018 15:52

Sel Koruptor Satukan Saja dengan Pelaku Maling Ayam

Sel Koruptor Satukan Saja dengan Pelaku Maling Ayam

Senin, 23 Jul 2018 15:17

Sepinya #2019TetapJokowi di Medan Bung, Bandingkan dengan Aksi #2019GantiPresiden

Sepinya #2019TetapJokowi di Medan Bung, Bandingkan dengan Aksi #2019GantiPresiden

Senin, 23 Jul 2018 15:02

Seribu Lebih Pemukim Ilegal Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa

Seribu Lebih Pemukim Ilegal Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa

Senin, 23 Jul 2018 15:00

[VIDEO] AKSI #2019GantiPresiden Langgar Hukum? Ini Penjelasan Pakar Hukum

[VIDEO] AKSI #2019GantiPresiden Langgar Hukum? Ini Penjelasan Pakar Hukum

Senin, 23 Jul 2018 14:39

Politisi: Adilkah Rezim Jokowi disebut Pemicu Konflik Ideologi dan Tumbuhnya Paham Anti Islam?

Politisi: Adilkah Rezim Jokowi disebut Pemicu Konflik Ideologi dan Tumbuhnya Paham Anti Islam?

Senin, 23 Jul 2018 14:17

Mengapa Mereka Ketakutan Dengan #2019GantiPresiden?

Mengapa Mereka Ketakutan Dengan #2019GantiPresiden?

Senin, 23 Jul 2018 14:02

Harga Telur Ayam Melejit, Para Ibu pun Menjerit

Harga Telur Ayam Melejit, Para Ibu pun Menjerit

Senin, 23 Jul 2018 13:37

Argumen Tim Hukum DDII Dipertimbangan MK Tolak Gugatan Ahmadiyah

Argumen Tim Hukum DDII Dipertimbangan MK Tolak Gugatan Ahmadiyah

Senin, 23 Jul 2018 13:30

[VIDEO] Sukses Deklarasi #2019GantiPresiden di Medan, Ini Harapan Ustzh Ronny Rizkita Siregar

[VIDEO] Sukses Deklarasi #2019GantiPresiden di Medan, Ini Harapan Ustzh Ronny Rizkita Siregar

Senin, 23 Jul 2018 13:19

Manuver (Pendukung) Jokowi Pro Islam untuk 2019 akan Sia-sia

Manuver (Pendukung) Jokowi Pro Islam untuk 2019 akan Sia-sia

Senin, 23 Jul 2018 13:17

Tikus Politik Kembali Beraksi, Tuntaskan Dengan Sistem Islam

Tikus Politik Kembali Beraksi, Tuntaskan Dengan Sistem Islam

Senin, 23 Jul 2018 13:15

Digugat Ahmadiyah, DDII: UU PNPS 1965 Cegah Penistaan Agama

Digugat Ahmadiyah, DDII: UU PNPS 1965 Cegah Penistaan Agama

Senin, 23 Jul 2018 13:10


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X