Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.173 views

Ibu Indonesia Zaman Now, Tak Sempat Berkonde!

Oleh:

Emitha Thamrin

Anggota Komunitas Revowriter

BULAN April dibuka dengan puisi nyangsang dan salah sasaran dari seorang anak bangsa. Katanya sih puisi itu sebagai wujud cinta dan rasa hormat pada Ibu Indonesia. Alih-alih hormat dan mendapatkan banjir pujian, hujatan dan kecaman pun dilayangkan padanya. Bahkan sejumlah pengacara akan mengajukan somasi penistaan agama Islam pada beliau. Ratusan ibu-ibu Indonesia membalas puisi sang pujanggawati dengan puisi-puisi yang tak kalah manis dan cadasnya. 

Di tengah suasana yang masih panas dengan kasus cadar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan IAIN Bukittinggi, puisi ini malah menoreh luka lebih dalam. Selayaknya, seorang nasionalis anak proklamator bisa berfikir jernih dan melihat situasi dan kondisi psikologis sosial masyarakat pasca dua kasus cadar tersebut. Mestinya meredam bukan malah menebar minyak tanah di tengah api yang sedang menyala.   

Belum lagi ada pemberitaan miring tentang wanita bercadar yang hidup dengan belasan anjingnya, yang jelas-jelas tidak bisa diterima akal sehat. Bagaimana mungkin seorang akhwat yang taat syariat bercadar memelihara anjing dan bermesra dengan anjing-anjingnya padahal bersentuhan dan kecipratan air liur anjing saja adalah najis besar? Apakah pemberitaan ini sebuah rekayasa? Pencitraburukan terhadap cadar? Waktu akan menjawabnya. 

Kembali ke puisi sang pujanggawati, tidak masanya lagi ibu-ibu Indonesia dibuai dengan kidung dan berhias konde. Ga ada waktu Nek! Lihatlah ibu-ibu Indonesia yang telah berkuras tenaga, keringat dan air mata dari subuh ke subuh di pebukitan, di pegunungan, di padang penggembalaan, di pabrik-pabrik padat karya, di pasar-pasar tradisional, diriuhnya deru kereta dan sarana transportasi umum, di undukan sampah yang menggunung atau di pinggir jalan menadahkan tangan. 

Itulah wajah ibu Indonesia saat ini. Ibu yang termiskinkan, ibu yang tertindas, ibu yang tidak punya waktu lagi untuk berbedak apalagi berkonde. Sempitnya penghidupan dan  jauhnya jurang kaya dan miskin telah membuat ibu-ibu Indonesia ikut membanting tulang menjadi tulang punggung keluarga. 

Jika pun mau dilihat  sosok Ibu Indonesia zaman dulu, tidak lah seperti yang dipuisikan. Ada Cut Nyak Dien dan Cut Meutia di Aceh, Raden Ajeng Kartini di Jepara, Rahmah El Yunusiah dan Rankayo Rasuna Said di Padang dan banyak tokoh wanita lainnya, yang tidak “kepikiran” berkonde dan berkidung. Mereka adalah para pejuang untuk kemerdekaan bangsanya dan kaumnya dari penjajahan.  Hari-harinya adalah memikirkan kemajuan pendidikan dan sosial kaumnya. 

Bisa jadi sang pujangga memang pernah hidup di masa-masa konde berjaya era 1960an hingga 1980an, meski tidak semua ibu Indonesia menggunakannya. Tetapi di era 1990an, ketika nilai-nilai Islam semakin dipahami untuk diterapkan, maka mulai banyaklah muslimah yang menutup auratnya. Berjilbab, berkerudung, berkhimar, bergamis dan sekarang bercadar. Satu, sepuluh, seratus, seribu, sejuta dan berjuta muslimah menutup auratnya. Lalu apakah berarti mereka kehilangan identitas sebagai Ibu Indonesia?

Saya fikir tidak, tidak sama sekali. Bahkan muslimah-muslimah Indonesia, emak-emak jaman now, menjadikan ketaatan kepada agamanya sebagai bentuk cinta pada bangsa dan tanah airnya. Mereka tidak lagi terdampar di tempat-tempat hiburan malam dan di warung-warung remang-remang tetapi mereka sekarang berada di pusaran kajian-kajian ke-islaman. 

Di majelis taklim, di liqo-liqo, di halaqoh-halaqoh bersama komunitas-komunitas yang mendekatkan diri pada Allah. Dari situ mereka menyebarkan pemahaman Islam di tengah-tengah keluarga dan masyarakatnya. Bahkan keterlibatan ibu-ibu Indonesia pada aksi bela Islam pun tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka adalah tenaga-tenaga ikhlas yangmenyediakan makanan dan minuman bagi para pejuang bela Islam. Merekalah barisan emak-emak militan. 

Jika sang pujangga merasa Islam itu asing, itu baginya, bukan bagi Ibu-Ibu Indonesia. Jika dia tidak merasa terjaga dan suci dengan kain penutup aurat, itu karena dia belum menggunakannnya, bukan bagi Ibu-Ibu Indonesia. Jika dia anggap lenggak lenggok gemulai tubuh dalam tarian adalah ibadah, itu baginya; bukan bagi ibu-ibu Indonesia. Asumsi tarian sebagai ibadah pun jelas salah total, jika aqidahnya benar, atau ketidaktahuan syariah itulah penyebabnya.

Jika pun mau dilihat sepak terjang ibu Indonesia saat ini, yuks! Lihatlah perjuangan ibu-ibu Indonesia mendidik dan membesarkan anak-anaknya, mengajarkan ayat demi ayat Alqur’an, menghantar jemput anak-anaknya di sekolah-sekolah tahfiz Qur’an, menyediakan makanan bergizi bagi anak-anaknya. 

Lihatlah pula upaya sekuat tenaga ibu-ibu Indonesia menangkal pengaruh buruh kaum LGBT yang makin menggila, narkoba yang menelusup masuk ke permen-permen jajanan anak-anaknya, menjaga anak gadis  dan anak bujangnya dari pergaulan bebas, di tengah-tengah abainya negara. 

Kesibukan itu sangatlah cukup untuk membuat Ibu-Ibu Indonesia tidaklagi  punya waktu untuk berkonde dan bahkan tidak memerlukan konde. Khimar dan hijab adalah perhiasannya, lantunan azan dan merdunya tilawah AlQur’an cukup sudah membasuhi raga dan jiwanya yang lelah, mereka tidak memerlukan kidung-kidung mistik yang merusak jiwa. Merekalah ibu, yang terus berjuang agar tidak meninggalkan generasi yang lemah setelahnya. 

Kepada seluruh Ibu-Ibu Indonesia, teruslah sampaikan ajaran Islam pada anak-anak kita; khimar, jilbab, cadar pakaikan pada tubuhmu dan anak-anak gadismu. Abaikan mimpi pujanggawati itu tentang sosok ideal Ibu Indonesia. Mungkin dia hidup di masa lalu, sedangkan kita hidup di zaman now. Semoga dia dapat hidayah dan taubat sebelum Allah memanggilnya.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

Latest News
Polda Selidiki Penyebar Video Pembakaran Bendera Tauhid di Garut

Polda Selidiki Penyebar Video Pembakaran Bendera Tauhid di Garut

Rabu, 24 Oct 2018 10:41

Dekat dengan Garut, Ini Sikap Tegas FPI Tasikmalaya Atas Insiden Pembakaran Bendera Tauhid

Dekat dengan Garut, Ini Sikap Tegas FPI Tasikmalaya Atas Insiden Pembakaran Bendera Tauhid

Rabu, 24 Oct 2018 10:35

[Video] Jokowi Akhirnya 'Tumbang' Sakit di Pengungsian Donggala

[Video] Jokowi Akhirnya 'Tumbang' Sakit di Pengungsian Donggala

Rabu, 24 Oct 2018 09:20

Mengolok-Olok Agama dalam Lawakan, Dua Komika Ini Resmi Dilaporkan ke Polda Jawa Timur

Mengolok-Olok Agama dalam Lawakan, Dua Komika Ini Resmi Dilaporkan ke Polda Jawa Timur

Rabu, 24 Oct 2018 09:04

Penjaga Panji Tauhid, Kitakah Satu Diantaranya?

Penjaga Panji Tauhid, Kitakah Satu Diantaranya?

Rabu, 24 Oct 2018 08:57

Pemuda Muslimin Indonesia Kecam Keras Pembakaran

Pemuda Muslimin Indonesia Kecam Keras Pembakaran

Rabu, 24 Oct 2018 08:23

Panji Tauhid Jati Diri Islam, Jangan Antipati

Panji Tauhid Jati Diri Islam, Jangan Antipati

Rabu, 24 Oct 2018 07:42

Bakar yang Membakar

Bakar yang Membakar

Rabu, 24 Oct 2018 07:10

Ini Kronologis Pembakaran Bendera Tauhid di Garut,  Polisi Akan Lakukan Tindakan Hukum

Ini Kronologis Pembakaran Bendera Tauhid di Garut, Polisi Akan Lakukan Tindakan Hukum

Rabu, 24 Oct 2018 06:45

Kita Muslim, Kita Layak Marah Bendera Rasulullah Dihinakan

Kita Muslim, Kita Layak Marah Bendera Rasulullah Dihinakan

Rabu, 24 Oct 2018 06:32

Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid di Garut Meminta Maaf Kepada Umat Islam

Pelaku Pembakaran Bendera Tauhid di Garut Meminta Maaf Kepada Umat Islam

Rabu, 24 Oct 2018 06:32

Plin-plan Menentukan Harga Premium?

Plin-plan Menentukan Harga Premium?

Rabu, 24 Oct 2018 05:04

Pembakaran Bendera Tauhid

Pembakaran Bendera Tauhid

Rabu, 24 Oct 2018 02:48

Diduga Menista Agama, IKAMI Minta Presiden Bubarkan Banser

Diduga Menista Agama, IKAMI Minta Presiden Bubarkan Banser

Selasa, 23 Oct 2018 23:59

Bakar Bendera Tauhid, Muhammadiyah: Banser Garut Harus Meminta Maaf Kepada Umat Islam

Bakar Bendera Tauhid, Muhammadiyah: Banser Garut Harus Meminta Maaf Kepada Umat Islam

Selasa, 23 Oct 2018 23:52

Bakar Bendera Tauhid Manifestasi Kesesatan Nalar

Bakar Bendera Tauhid Manifestasi Kesesatan Nalar

Selasa, 23 Oct 2018 23:33

Bendera Tertinggal

Bendera Tertinggal

Selasa, 23 Oct 2018 23:05

Gardah: Sebenci Itukah Banser Pada Bendera Tauhid Sampai-sampai Membakarnya?

Gardah: Sebenci Itukah Banser Pada Bendera Tauhid Sampai-sampai Membakarnya?

Selasa, 23 Oct 2018 22:50

Kalimat Tauhid Menghiasi Tahlilan

Kalimat Tauhid Menghiasi Tahlilan

Selasa, 23 Oct 2018 22:04

Laporan: Bagian Tubuh Jamal Khashoggi Ditemukan

Laporan: Bagian Tubuh Jamal Khashoggi Ditemukan

Selasa, 23 Oct 2018 21:45


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X