Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
6.537 views

Ustad Abdul Somad dalam Pusaran Arus Islamofobia

Oleh:

Emitha Thamrin (Aktivitis Revowriter)

 

USTAD Abdul Somad (UAS) adalah fenomenal. Ustad muda zaman now.  Kesan pertama melihatnya adalah sederhana, hanif, dan ikhlas. Ceramahnya ringan, berisi, berenergi dan kocak dengan logat Melayu asli. Menguasai bahasa Arab dan Inggris, lulusan Universitas Kairo-Mesir dan Daar Al Hadist-Maroko itu memikili ratusan ribu penggemar. Jadwal safari dakwah UAS sudah full hingga 2019. Istimewanya, UAS tidak pasang tarif dalam dakwah. Umat mesti bersabar mendapatkan kesempatan mengikuti ceramahnya secara langsung. 

Setiap berkunjung ke suatu daerah, UAS menjabarkan sejarah sampainya Islam ke wilayah tersebut. Dari lisannya meluncur sejarah ulama kharismatik tanah air. Mulai dari ulama di Aceh, Mandailing, Minangkabau, Riau dan Kepulauan, Palembang, Banten, Pontianak, Jombang hingga Makassar. 

UAS memiliki sanad ilmu yang rapi dan fasih. Beliau siap menjawab detil plus dalil-dalilnya, beragam pertanyaan yang dilontarkan jamaah pada secarik kertas. Umat tercerahkan dengan jawaban yang ringkas dan lugas. 

Menjawab pro kontra jenggot, celana jingkrang, cadar, salaman sehabis sholat, telunjuk naik turun pas tasyahud, qunut atau tidak, kaki rapat saat sholat berjamaah. Dipaparkan dengan tidak saling menyalahkan. Membahas dalil kenapa zikir berjamaah, tahlilan, shalawatan, yasinan, maulidan telah dijalankan oleh muslimin tanah air sejak dulu tanpa membid’ahkan. Ceramah UAS selalu merekatkan dan mempersatu. “Sedikit-sedikit beda, padahal bedanya cuma sedikit”, sentilnya. “Selagi bersyahadat sama, maka bersatu lebih utama” tegasnya. 

UAS mampu mengurai masalah zakat, puasa, akhlak, juga menjelaskan terpuruknya pendidikan Islam, hancurnya remaja karena pergaulan bebas/narkoba, bahkan memperagakan penggunaan penutup aurat bagi muslimah. Beliau menyadarkan kenapa hari ulang tahun, hari ibu dan tahun baru tidak perlu dirayakan oleh muslim, karena tasyabbuh ila kuffar/ meniru kebiasaan orang kafir. 

UAS mengajak umat Islam bangkit secara ekonomi, pendidikan dan politik. Menyerukan agar belanja di toko muslim dan memberdayakan zakat, memasukkan 5 mata pelajaran agama Islam ke jalur pendidikan umum dan membuat kontrak politik dengan para calon pimpinan daerah untuk menerapkan syariah Islam pada tahun politik 2018.

 

Ulama Penjaga NKRI

Diakui atau tidak banyak kalangan tercerahkan setelah menyimak ceramah-ceramah UAS. Kesadaran terbentuk, ghiroh keIslaman bangkit dan keinginan hijrah membuncah. Bahkan siap berjihad untuk membela agamanya. Dibuktikan dengan Aksi Bela Islam berjilid-jilid yang dikomandoi oleh Aksi Bela Islam 212 dan Reuni 212. Jutaan umat Islam berkumpul membela AlQur’an dan ulama. ABI 212 membawa angin segar bangkitnya kesadaran berislam di tanah air. 

Gelombang kebangkitan itu telah menimbulkan kecemasan kalangan lain. Mereka alergi jika Islam tampil dalam pengaturan kehidupan. Karena menurut mereka, Islam cukup berada di dalam masjid, mengatur urusan sholat, puasa, zakat, haji nikah dan jenazah. Selain urusan itu, harus steril dari Islam.

Terhadap muslim yang bertransaksi ekonomi non riba mereka alergi. Muslimah menutup aurat tertutup rapih dibuli. Pemuda tidak pacaran, rajin ke masjid, hafal AlQur’an, tidak dugem, tidak gaul bebas digelari bermasa depan suram. Tidak mengucapkan selamat pada hari besar agama lain, tidak rayakan tahun baru distigma intoleran. Pilih pemimpin sesuai agama dikenai isu SARA, selamatkan Indonesia dengan syari’ah dicap anti NKRI, terakhir menolak LGBT dicap tidak mengakui hak azazi manusia. Intinya mereka menolak Islam dalam semua urusan kehidupan umum. 

Inilah wajah sekuler. Sekuleris sejati mengidap penyakit phobi (takut/benci) pada Islam (Islamofobia). Gejala Islamofobia muncul pertama kali era 1980-an dan makin menjadi sejak peristiwa serangan Menara Kembar WTC di New York City,11 September 2001. Tahun 1997Runnymede Trust (Inggris) mendefinisikan Islamofobia sebagai "rasa takut dan kebencian terhadap Islam dan Muslim”. Di dalamnya ada persepsi bahwa Islam tidak punya norma yang sesuai atau lebih rendah dari budaya Barat. Islam dicap memiliki ideologi politik bengis sehingga  harus dipisahkan dari kehidupan ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan. Islamofobia merapuhkan tubuh umat Islam.

Dalam setiap kesempatan, UAS menyerukan bersatunya umat Islam secara ekonomi dan politik, dua hal yang ditakuti oleh musuh-musuh Islam. Melalui agen-agennya, dilancarkan berbagai tuduhan untuk menghentikan dakwahnya. Cap ekstrimis, radikal, anti Pancasila, anti kebhinekaan bahkan anti NKRI dilayangkan padanya. Persekusi terhadap UAS di Bali oleh kelompok pemabuk, dideportasi oleh otoritas Hongkong tanpa alasan yang jelas dan dibatalkan sepihak ceramahnya di Komplek PLN-Jakarta beberapa waktu terakhir adalah bukti nyata. Dakwah UAS berada dalam pusaran arus Islamofobia. Apakah UAS menyerah? 

Ternyata tidak. UAS terus mendedikasi diri mencerdaskan mahasiswanya di kampus, merubah masyarakat menjadi Islami dengan hikmah, pelajaran yang mendetil disampaikan dengan cara yang baik dalam setiap ceramahnya. Meski karenanya waktu bersama keluarga sangat jauh berkurang dan kelelahan tampak di rautnya. Itulah pengabdian Ustad Abdul Somad pada negeri yang dicintainya, Indonesia.  

Harus diakui ulama dan umat Islam adalah penjaga NKRI. Kecintaan itu dibuktikan dalam sejarah dengan legowonya umat Islam menghapus 7 kata “dan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”  dalam Piagam Jakarta tahun 1945.  Begitu juga Ustad Abdul Somad, adalah sosok yang sangat cinta NKRI. Jadi sangat tidak tepat julukan ekstrim, radikal, anti Pancasila, anti kebhinekaan bahkan anti NKRI dialamatkan padanya. 

Persekusi terhadap UAS bisa dikatakan by design. Karena UAS telah masuk dalam pusaran propaganda Islamofobia yang berhasil dilancarkan Barat kepada dunia Islam. Hasilnya muslim takut pada Islam dan benci pada ulama yang mengajak pada kekaffahan beragama.  

Sejatinya, Islamofobia adalah panah beracun yang mematikan. Tapi sayang panah beracun ini digunakan oleh kalangan muslim munafik kaki tangan Barat untuk menikam kawan sendiri. Bertikai dan berpecah belah sesama muslim, itulah yang diinginkan oleh asing (Barat) dan aseng (China). Karena hanya dengan itu, lemahlah semangat juang untuk tegaknya sistem Islam dan muluslah jalan mereka untuk menguasai tanah dan kekayaan negeri muslim. 

Masih panjang jalan untuk penegakan syari’ah dan kesatuan umat. Tapi padaNya harap dipanjatkan. Keyakinan pada kabar gembira dari Rasulullah akan tegaknya institusi Islam secara sistemik, terus memompa semangat dakwah.  Begitulah azzam ditancapkan dalam diri oleh ulama hanif sekelas UAS, meski banyak pembenci. Kebenaran itu pasti menang dan kebatilan itu pasti akan lenyap.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Latest News
Horor Mengintai Buah Hati dan Generasi

Horor Mengintai Buah Hati dan Generasi

Sabtu, 20 Jan 2018 23:08

Tahun Baru Berlalu, Masalah Kian Bertalu-talu

Tahun Baru Berlalu, Masalah Kian Bertalu-talu

Sabtu, 20 Jan 2018 23:01

VIDEO: Ma'idaturahmah 19 Januari 2018 Shodaqohkan 160 Paket Nasi Berkah Jumat

VIDEO: Ma'idaturahmah 19 Januari 2018 Shodaqohkan 160 Paket Nasi Berkah Jumat

Sabtu, 20 Jan 2018 22:21

Sebuah Keluarga di Gaza Eksekusi Mati Anggotanya yang Berkolaborasi dengan Israel

Sebuah Keluarga di Gaza Eksekusi Mati Anggotanya yang Berkolaborasi dengan Israel

Sabtu, 20 Jan 2018 22:00

Begini Respon Wakil Ketua MPR Paska Ustadz Zulkifli Diperiksa sebagai Tersangka

Begini Respon Wakil Ketua MPR Paska Ustadz Zulkifli Diperiksa sebagai Tersangka

Sabtu, 20 Jan 2018 21:47

Ada yang Panik dan Takut Rakyat Ingin Presiden Baru di 2019, Siapakah Mereka?

Ada yang Panik dan Takut Rakyat Ingin Presiden Baru di 2019, Siapakah Mereka?

Sabtu, 20 Jan 2018 20:47

Sheikh Abdullah Al-Thani Tuduh Saudi dan UEA Ingin Merebut Kekayaan Qatar

Sheikh Abdullah Al-Thani Tuduh Saudi dan UEA Ingin Merebut Kekayaan Qatar

Sabtu, 20 Jan 2018 19:30

Sejumlah Negara Arab Tolak Transfer Bantuan ke Otoritas Palestina yang Tidak Mau 'Tunduk' pada AS

Sejumlah Negara Arab Tolak Transfer Bantuan ke Otoritas Palestina yang Tidak Mau 'Tunduk' pada AS

Sabtu, 20 Jan 2018 10:45

Rapper Jerman yang Bergabung dengan IS, Deso Dogg Gugur dalam Serangan Udara di Suriah

Rapper Jerman yang Bergabung dengan IS, Deso Dogg Gugur dalam Serangan Udara di Suriah

Jum'at, 19 Jan 2018 23:05

LGBT Bukan Fitrah, Tapi Penyimpangan Perilaku

LGBT Bukan Fitrah, Tapi Penyimpangan Perilaku

Jum'at, 19 Jan 2018 21:25

Islam Pertengahan: Setetes Cahaya dari Para Budak, Cahaya Sangat Berharga Bagi Perjalanan Malam

Islam Pertengahan: Setetes Cahaya dari Para Budak, Cahaya Sangat Berharga Bagi Perjalanan Malam

Jum'at, 19 Jan 2018 21:10

Tentara Israel Serukan Pembentukan 'Unit Balas Dendam' Terhadap Orang Palestina

Tentara Israel Serukan Pembentukan 'Unit Balas Dendam' Terhadap Orang Palestina

Jum'at, 19 Jan 2018 21:05

Muslim Rohingya di Myanmar Terus Melarikan Diri ke Bangladesh Meski Ada Kesepakatan Repatriasi

Muslim Rohingya di Myanmar Terus Melarikan Diri ke Bangladesh Meski Ada Kesepakatan Repatriasi

Jum'at, 19 Jan 2018 20:41

[VIDEO] Dilatih TNI, Ratusan Kokam Sukoharjo Ikuti Diklat Bela Negara

[VIDEO] Dilatih TNI, Ratusan Kokam Sukoharjo Ikuti Diklat Bela Negara

Jum'at, 19 Jan 2018 17:42

FOTO: Terharu, Anak SD Donasikan Rp. 2000 untuk Maidaturahmah Jumat Berkah

FOTO: Terharu, Anak SD Donasikan Rp. 2000 untuk Maidaturahmah Jumat Berkah

Jum'at, 19 Jan 2018 16:13

Pengadilan Mesir Jatuhkan Hukuman Penjara Seumur Hidup pada Syaikh Yusuf Al-Qaradawi

Pengadilan Mesir Jatuhkan Hukuman Penjara Seumur Hidup pada Syaikh Yusuf Al-Qaradawi

Jum'at, 19 Jan 2018 14:45

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Jum'at, 19 Jan 2018 10:35

FOTO: Ini Dia Suasana Dukungan Ustadz Zulkifli Ali sebelum diperiksa BARESKRIM

FOTO: Ini Dia Suasana Dukungan Ustadz Zulkifli Ali sebelum diperiksa BARESKRIM

Jum'at, 19 Jan 2018 08:39

[VIDEO] Komika Banyak yang Lecehkan Islam, Pakar Hukum: Tiru Itu Cak Lontong, Lucu dan Genah

[VIDEO] Komika Banyak yang Lecehkan Islam, Pakar Hukum: Tiru Itu Cak Lontong, Lucu dan Genah

Jum'at, 19 Jan 2018 08:12

Terkait PKS, Fahri: Membuka kembali Tabir Pemecatan yang Dipaksakan

Terkait PKS, Fahri: Membuka kembali Tabir Pemecatan yang Dipaksakan

Jum'at, 19 Jan 2018 07:15


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X