Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
10.722 views

Ustad Abdul Somad dalam Pusaran Arus Islamofobia

Oleh:

Emitha Thamrin (Aktivitis Revowriter)

 

USTAD Abdul Somad (UAS) adalah fenomenal. Ustad muda zaman now.  Kesan pertama melihatnya adalah sederhana, hanif, dan ikhlas. Ceramahnya ringan, berisi, berenergi dan kocak dengan logat Melayu asli. Menguasai bahasa Arab dan Inggris, lulusan Universitas Kairo-Mesir dan Daar Al Hadist-Maroko itu memikili ratusan ribu penggemar. Jadwal safari dakwah UAS sudah full hingga 2019. Istimewanya, UAS tidak pasang tarif dalam dakwah. Umat mesti bersabar mendapatkan kesempatan mengikuti ceramahnya secara langsung. 

Setiap berkunjung ke suatu daerah, UAS menjabarkan sejarah sampainya Islam ke wilayah tersebut. Dari lisannya meluncur sejarah ulama kharismatik tanah air. Mulai dari ulama di Aceh, Mandailing, Minangkabau, Riau dan Kepulauan, Palembang, Banten, Pontianak, Jombang hingga Makassar. 

UAS memiliki sanad ilmu yang rapi dan fasih. Beliau siap menjawab detil plus dalil-dalilnya, beragam pertanyaan yang dilontarkan jamaah pada secarik kertas. Umat tercerahkan dengan jawaban yang ringkas dan lugas. 

Menjawab pro kontra jenggot, celana jingkrang, cadar, salaman sehabis sholat, telunjuk naik turun pas tasyahud, qunut atau tidak, kaki rapat saat sholat berjamaah. Dipaparkan dengan tidak saling menyalahkan. Membahas dalil kenapa zikir berjamaah, tahlilan, shalawatan, yasinan, maulidan telah dijalankan oleh muslimin tanah air sejak dulu tanpa membid’ahkan. Ceramah UAS selalu merekatkan dan mempersatu. “Sedikit-sedikit beda, padahal bedanya cuma sedikit”, sentilnya. “Selagi bersyahadat sama, maka bersatu lebih utama” tegasnya. 

UAS mampu mengurai masalah zakat, puasa, akhlak, juga menjelaskan terpuruknya pendidikan Islam, hancurnya remaja karena pergaulan bebas/narkoba, bahkan memperagakan penggunaan penutup aurat bagi muslimah. Beliau menyadarkan kenapa hari ulang tahun, hari ibu dan tahun baru tidak perlu dirayakan oleh muslim, karena tasyabbuh ila kuffar/ meniru kebiasaan orang kafir. 

UAS mengajak umat Islam bangkit secara ekonomi, pendidikan dan politik. Menyerukan agar belanja di toko muslim dan memberdayakan zakat, memasukkan 5 mata pelajaran agama Islam ke jalur pendidikan umum dan membuat kontrak politik dengan para calon pimpinan daerah untuk menerapkan syariah Islam pada tahun politik 2018.

 

Ulama Penjaga NKRI

Diakui atau tidak banyak kalangan tercerahkan setelah menyimak ceramah-ceramah UAS. Kesadaran terbentuk, ghiroh keIslaman bangkit dan keinginan hijrah membuncah. Bahkan siap berjihad untuk membela agamanya. Dibuktikan dengan Aksi Bela Islam berjilid-jilid yang dikomandoi oleh Aksi Bela Islam 212 dan Reuni 212. Jutaan umat Islam berkumpul membela AlQur’an dan ulama. ABI 212 membawa angin segar bangkitnya kesadaran berislam di tanah air. 

Gelombang kebangkitan itu telah menimbulkan kecemasan kalangan lain. Mereka alergi jika Islam tampil dalam pengaturan kehidupan. Karena menurut mereka, Islam cukup berada di dalam masjid, mengatur urusan sholat, puasa, zakat, haji nikah dan jenazah. Selain urusan itu, harus steril dari Islam.

Terhadap muslim yang bertransaksi ekonomi non riba mereka alergi. Muslimah menutup aurat tertutup rapih dibuli. Pemuda tidak pacaran, rajin ke masjid, hafal AlQur’an, tidak dugem, tidak gaul bebas digelari bermasa depan suram. Tidak mengucapkan selamat pada hari besar agama lain, tidak rayakan tahun baru distigma intoleran. Pilih pemimpin sesuai agama dikenai isu SARA, selamatkan Indonesia dengan syari’ah dicap anti NKRI, terakhir menolak LGBT dicap tidak mengakui hak azazi manusia. Intinya mereka menolak Islam dalam semua urusan kehidupan umum. 

Inilah wajah sekuler. Sekuleris sejati mengidap penyakit phobi (takut/benci) pada Islam (Islamofobia). Gejala Islamofobia muncul pertama kali era 1980-an dan makin menjadi sejak peristiwa serangan Menara Kembar WTC di New York City,11 September 2001. Tahun 1997Runnymede Trust (Inggris) mendefinisikan Islamofobia sebagai "rasa takut dan kebencian terhadap Islam dan Muslim”. Di dalamnya ada persepsi bahwa Islam tidak punya norma yang sesuai atau lebih rendah dari budaya Barat. Islam dicap memiliki ideologi politik bengis sehingga  harus dipisahkan dari kehidupan ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan. Islamofobia merapuhkan tubuh umat Islam.

Dalam setiap kesempatan, UAS menyerukan bersatunya umat Islam secara ekonomi dan politik, dua hal yang ditakuti oleh musuh-musuh Islam. Melalui agen-agennya, dilancarkan berbagai tuduhan untuk menghentikan dakwahnya. Cap ekstrimis, radikal, anti Pancasila, anti kebhinekaan bahkan anti NKRI dilayangkan padanya. Persekusi terhadap UAS di Bali oleh kelompok pemabuk, dideportasi oleh otoritas Hongkong tanpa alasan yang jelas dan dibatalkan sepihak ceramahnya di Komplek PLN-Jakarta beberapa waktu terakhir adalah bukti nyata. Dakwah UAS berada dalam pusaran arus Islamofobia. Apakah UAS menyerah? 

Ternyata tidak. UAS terus mendedikasi diri mencerdaskan mahasiswanya di kampus, merubah masyarakat menjadi Islami dengan hikmah, pelajaran yang mendetil disampaikan dengan cara yang baik dalam setiap ceramahnya. Meski karenanya waktu bersama keluarga sangat jauh berkurang dan kelelahan tampak di rautnya. Itulah pengabdian Ustad Abdul Somad pada negeri yang dicintainya, Indonesia.  

Harus diakui ulama dan umat Islam adalah penjaga NKRI. Kecintaan itu dibuktikan dalam sejarah dengan legowonya umat Islam menghapus 7 kata “dan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”  dalam Piagam Jakarta tahun 1945.  Begitu juga Ustad Abdul Somad, adalah sosok yang sangat cinta NKRI. Jadi sangat tidak tepat julukan ekstrim, radikal, anti Pancasila, anti kebhinekaan bahkan anti NKRI dialamatkan padanya. 

Persekusi terhadap UAS bisa dikatakan by design. Karena UAS telah masuk dalam pusaran propaganda Islamofobia yang berhasil dilancarkan Barat kepada dunia Islam. Hasilnya muslim takut pada Islam dan benci pada ulama yang mengajak pada kekaffahan beragama.  

Sejatinya, Islamofobia adalah panah beracun yang mematikan. Tapi sayang panah beracun ini digunakan oleh kalangan muslim munafik kaki tangan Barat untuk menikam kawan sendiri. Bertikai dan berpecah belah sesama muslim, itulah yang diinginkan oleh asing (Barat) dan aseng (China). Karena hanya dengan itu, lemahlah semangat juang untuk tegaknya sistem Islam dan muluslah jalan mereka untuk menguasai tanah dan kekayaan negeri muslim. 

Masih panjang jalan untuk penegakan syari’ah dan kesatuan umat. Tapi padaNya harap dipanjatkan. Keyakinan pada kabar gembira dari Rasulullah akan tegaknya institusi Islam secara sistemik, terus memompa semangat dakwah.  Begitulah azzam ditancapkan dalam diri oleh ulama hanif sekelas UAS, meski banyak pembenci. Kebenaran itu pasti menang dan kebatilan itu pasti akan lenyap.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bocah SD ini Mengidap Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!!

Bocah SD ini Mengidap Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti tumor ganas, tubuh Fatkhur Kurniawan kurus kerontang. Pundaknya terus membesar hingga sekuran bola basket. Kondisi keluarga memprihatinkan, penghasilan keluarga 16 ribu rupiah perhari....

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Latest News
Tak Gentar, Ini Kicau Santum Mardani Ali Sera Usai Rumahnya di Bom Molotov

Tak Gentar, Ini Kicau Santum Mardani Ali Sera Usai Rumahnya di Bom Molotov

Kamis, 19 Jul 2018 12:11

Belum Pasti Dampingi Prabowo, Politisi PKS: Kami Investasi Sabar

Belum Pasti Dampingi Prabowo, Politisi PKS: Kami Investasi Sabar

Kamis, 19 Jul 2018 12:09

[Video] Aksi Bela Pertamina, Kisruh PGN dan Pertagas. Marwan Batubara Mengurainya

[Video] Aksi Bela Pertamina, Kisruh PGN dan Pertagas. Marwan Batubara Mengurainya

Kamis, 19 Jul 2018 11:47

Jadi Mitra Pizza Diva Halal Yuk, Berkah Berlipat, Untung Dunia Akherat

Jadi Mitra Pizza Diva Halal Yuk, Berkah Berlipat, Untung Dunia Akherat

Kamis, 19 Jul 2018 11:32

Bagaimana jika pada Akhirnya Capres bukan Jokowi dan Prabowo?

Bagaimana jika pada Akhirnya Capres bukan Jokowi dan Prabowo?

Kamis, 19 Jul 2018 11:09

Bahas Kondisi Bangsa, GNPF Ulama Bertemu Ketua DPR RI

Bahas Kondisi Bangsa, GNPF Ulama Bertemu Ketua DPR RI

Kamis, 19 Jul 2018 10:42

Ulama Kharismatik Betawi KH Syaifuddin Amsir Wafat

Ulama Kharismatik Betawi KH Syaifuddin Amsir Wafat

Kamis, 19 Jul 2018 10:37

Aturan Baru, Visa Umrah Dihandel VFS

Aturan Baru, Visa Umrah Dihandel VFS

Kamis, 19 Jul 2018 10:31

Terkait Pilpres 2019, Ini Pesan Pengamat agar PKS tetap Eksis di Masyarakat

Terkait Pilpres 2019, Ini Pesan Pengamat agar PKS tetap Eksis di Masyarakat

Kamis, 19 Jul 2018 10:09

Hasil Penelitian Soal Masjid Radikal Dinilai ISAC Tendesius

Hasil Penelitian Soal Masjid Radikal Dinilai ISAC Tendesius

Kamis, 19 Jul 2018 09:57

[VIDEO] Pemuda Muhammadiyah Minta Polri Hentikan Narasi Monolog Terorisme

[VIDEO] Pemuda Muhammadiyah Minta Polri Hentikan Narasi Monolog Terorisme

Kamis, 19 Jul 2018 08:31

Kecerdasan Sahabat Nabi Abu Hurairah RA

Kecerdasan Sahabat Nabi Abu Hurairah RA

Kamis, 19 Jul 2018 07:34

Pengungsi Rohingya Bersedia Kembali ke Myanmar Jika Keamanan dan Kewarganegaraan Dijamin

Pengungsi Rohingya Bersedia Kembali ke Myanmar Jika Keamanan dan Kewarganegaraan Dijamin

Rabu, 18 Jul 2018 20:20

Puluhan Bus Evakuasi untuk Warga dan Milisi Syi'ah Pro Assad Tiba di Desa Fou'a dan Kafraya

Puluhan Bus Evakuasi untuk Warga dan Milisi Syi'ah Pro Assad Tiba di Desa Fou'a dan Kafraya

Rabu, 18 Jul 2018 20:05

Israel Akan Serang Gaza Jika Hamas Tidak Hentikan Serangan Layang-layang Pembakar Hingga Jum'at

Israel Akan Serang Gaza Jika Hamas Tidak Hentikan Serangan Layang-layang Pembakar Hingga Jum'at

Rabu, 18 Jul 2018 19:45

Dewan Dakwah Touna Gelar Training Manajemen dan Jurnalistik

Dewan Dakwah Touna Gelar Training Manajemen dan Jurnalistik

Rabu, 18 Jul 2018 18:37

Kasus Novel dapat Diungkap sebelum Masa Jokowi sebagai Presiden Berakhir

Kasus Novel dapat Diungkap sebelum Masa Jokowi sebagai Presiden Berakhir

Rabu, 18 Jul 2018 17:43

Korupsi Menjerat Korban

Korupsi Menjerat Korban

Rabu, 18 Jul 2018 17:05

Namanya

Namanya "Dijual" Parpol untuk Dulang Suara, Novel Baswedan: Itu Keterlaluan

Rabu, 18 Jul 2018 16:43

Cabut Subsidi Tabung Melon, Solusi atau Ilusi?

Cabut Subsidi Tabung Melon, Solusi atau Ilusi?

Rabu, 18 Jul 2018 15:59


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X