Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
11.311 views

Ustad Abdul Somad dalam Pusaran Arus Islamofobia

Oleh:

Emitha Thamrin (Aktivitis Revowriter)

 

USTAD Abdul Somad (UAS) adalah fenomenal. Ustad muda zaman now.  Kesan pertama melihatnya adalah sederhana, hanif, dan ikhlas. Ceramahnya ringan, berisi, berenergi dan kocak dengan logat Melayu asli. Menguasai bahasa Arab dan Inggris, lulusan Universitas Kairo-Mesir dan Daar Al Hadist-Maroko itu memikili ratusan ribu penggemar. Jadwal safari dakwah UAS sudah full hingga 2019. Istimewanya, UAS tidak pasang tarif dalam dakwah. Umat mesti bersabar mendapatkan kesempatan mengikuti ceramahnya secara langsung. 

Setiap berkunjung ke suatu daerah, UAS menjabarkan sejarah sampainya Islam ke wilayah tersebut. Dari lisannya meluncur sejarah ulama kharismatik tanah air. Mulai dari ulama di Aceh, Mandailing, Minangkabau, Riau dan Kepulauan, Palembang, Banten, Pontianak, Jombang hingga Makassar. 

UAS memiliki sanad ilmu yang rapi dan fasih. Beliau siap menjawab detil plus dalil-dalilnya, beragam pertanyaan yang dilontarkan jamaah pada secarik kertas. Umat tercerahkan dengan jawaban yang ringkas dan lugas. 

Menjawab pro kontra jenggot, celana jingkrang, cadar, salaman sehabis sholat, telunjuk naik turun pas tasyahud, qunut atau tidak, kaki rapat saat sholat berjamaah. Dipaparkan dengan tidak saling menyalahkan. Membahas dalil kenapa zikir berjamaah, tahlilan, shalawatan, yasinan, maulidan telah dijalankan oleh muslimin tanah air sejak dulu tanpa membid’ahkan. Ceramah UAS selalu merekatkan dan mempersatu. “Sedikit-sedikit beda, padahal bedanya cuma sedikit”, sentilnya. “Selagi bersyahadat sama, maka bersatu lebih utama” tegasnya. 

UAS mampu mengurai masalah zakat, puasa, akhlak, juga menjelaskan terpuruknya pendidikan Islam, hancurnya remaja karena pergaulan bebas/narkoba, bahkan memperagakan penggunaan penutup aurat bagi muslimah. Beliau menyadarkan kenapa hari ulang tahun, hari ibu dan tahun baru tidak perlu dirayakan oleh muslim, karena tasyabbuh ila kuffar/ meniru kebiasaan orang kafir. 

UAS mengajak umat Islam bangkit secara ekonomi, pendidikan dan politik. Menyerukan agar belanja di toko muslim dan memberdayakan zakat, memasukkan 5 mata pelajaran agama Islam ke jalur pendidikan umum dan membuat kontrak politik dengan para calon pimpinan daerah untuk menerapkan syariah Islam pada tahun politik 2018.

 

Ulama Penjaga NKRI

Diakui atau tidak banyak kalangan tercerahkan setelah menyimak ceramah-ceramah UAS. Kesadaran terbentuk, ghiroh keIslaman bangkit dan keinginan hijrah membuncah. Bahkan siap berjihad untuk membela agamanya. Dibuktikan dengan Aksi Bela Islam berjilid-jilid yang dikomandoi oleh Aksi Bela Islam 212 dan Reuni 212. Jutaan umat Islam berkumpul membela AlQur’an dan ulama. ABI 212 membawa angin segar bangkitnya kesadaran berislam di tanah air. 

Gelombang kebangkitan itu telah menimbulkan kecemasan kalangan lain. Mereka alergi jika Islam tampil dalam pengaturan kehidupan. Karena menurut mereka, Islam cukup berada di dalam masjid, mengatur urusan sholat, puasa, zakat, haji nikah dan jenazah. Selain urusan itu, harus steril dari Islam.

Terhadap muslim yang bertransaksi ekonomi non riba mereka alergi. Muslimah menutup aurat tertutup rapih dibuli. Pemuda tidak pacaran, rajin ke masjid, hafal AlQur’an, tidak dugem, tidak gaul bebas digelari bermasa depan suram. Tidak mengucapkan selamat pada hari besar agama lain, tidak rayakan tahun baru distigma intoleran. Pilih pemimpin sesuai agama dikenai isu SARA, selamatkan Indonesia dengan syari’ah dicap anti NKRI, terakhir menolak LGBT dicap tidak mengakui hak azazi manusia. Intinya mereka menolak Islam dalam semua urusan kehidupan umum. 

Inilah wajah sekuler. Sekuleris sejati mengidap penyakit phobi (takut/benci) pada Islam (Islamofobia). Gejala Islamofobia muncul pertama kali era 1980-an dan makin menjadi sejak peristiwa serangan Menara Kembar WTC di New York City,11 September 2001. Tahun 1997Runnymede Trust (Inggris) mendefinisikan Islamofobia sebagai "rasa takut dan kebencian terhadap Islam dan Muslim”. Di dalamnya ada persepsi bahwa Islam tidak punya norma yang sesuai atau lebih rendah dari budaya Barat. Islam dicap memiliki ideologi politik bengis sehingga  harus dipisahkan dari kehidupan ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan. Islamofobia merapuhkan tubuh umat Islam.

Dalam setiap kesempatan, UAS menyerukan bersatunya umat Islam secara ekonomi dan politik, dua hal yang ditakuti oleh musuh-musuh Islam. Melalui agen-agennya, dilancarkan berbagai tuduhan untuk menghentikan dakwahnya. Cap ekstrimis, radikal, anti Pancasila, anti kebhinekaan bahkan anti NKRI dilayangkan padanya. Persekusi terhadap UAS di Bali oleh kelompok pemabuk, dideportasi oleh otoritas Hongkong tanpa alasan yang jelas dan dibatalkan sepihak ceramahnya di Komplek PLN-Jakarta beberapa waktu terakhir adalah bukti nyata. Dakwah UAS berada dalam pusaran arus Islamofobia. Apakah UAS menyerah? 

Ternyata tidak. UAS terus mendedikasi diri mencerdaskan mahasiswanya di kampus, merubah masyarakat menjadi Islami dengan hikmah, pelajaran yang mendetil disampaikan dengan cara yang baik dalam setiap ceramahnya. Meski karenanya waktu bersama keluarga sangat jauh berkurang dan kelelahan tampak di rautnya. Itulah pengabdian Ustad Abdul Somad pada negeri yang dicintainya, Indonesia.  

Harus diakui ulama dan umat Islam adalah penjaga NKRI. Kecintaan itu dibuktikan dalam sejarah dengan legowonya umat Islam menghapus 7 kata “dan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”  dalam Piagam Jakarta tahun 1945.  Begitu juga Ustad Abdul Somad, adalah sosok yang sangat cinta NKRI. Jadi sangat tidak tepat julukan ekstrim, radikal, anti Pancasila, anti kebhinekaan bahkan anti NKRI dialamatkan padanya. 

Persekusi terhadap UAS bisa dikatakan by design. Karena UAS telah masuk dalam pusaran propaganda Islamofobia yang berhasil dilancarkan Barat kepada dunia Islam. Hasilnya muslim takut pada Islam dan benci pada ulama yang mengajak pada kekaffahan beragama.  

Sejatinya, Islamofobia adalah panah beracun yang mematikan. Tapi sayang panah beracun ini digunakan oleh kalangan muslim munafik kaki tangan Barat untuk menikam kawan sendiri. Bertikai dan berpecah belah sesama muslim, itulah yang diinginkan oleh asing (Barat) dan aseng (China). Karena hanya dengan itu, lemahlah semangat juang untuk tegaknya sistem Islam dan muluslah jalan mereka untuk menguasai tanah dan kekayaan negeri muslim. 

Masih panjang jalan untuk penegakan syari’ah dan kesatuan umat. Tapi padaNya harap dipanjatkan. Keyakinan pada kabar gembira dari Rasulullah akan tegaknya institusi Islam secara sistemik, terus memompa semangat dakwah.  Begitulah azzam ditancapkan dalam diri oleh ulama hanif sekelas UAS, meski banyak pembenci. Kebenaran itu pasti menang dan kebatilan itu pasti akan lenyap.*

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Liberalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Tanggap Bencana: Relawan IDC, Dai Motivator dan Tim Medis PDUI Bertolak ke Palu. Ayo Bantu.!!

Bencana Palu adalah Derita Kita Semua. Relawan IDC bekerja sama dengan PDUI menerjunkan relawan, dai motivator dan tim medis....

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Masya Allah..!!! Driver Gojek Motor Wakafkan Mobil Dakwah kepada IDC

Bila cinta Allah sudah melekat, tak ada yang bisa menghalangi amal infak. Wakaf mobil bagi driver gojek motor pun menjadi ringan. Semoga Allah memberkahi dan menggantinya dengan yang lebih baik....

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Ayo Waqaf: Harta Kekal Dibawa Mati, Pahala Terus Mengalir Jadi Investasi Abadi

Wakaf tidak menghabiskan harta, justru mengekalkan harta. Pahalanya terus mengalir tak terbatas usia, manfaatnya dirasakan umat seluas-luasnya dari generasi ke generasi...

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

Latest News
Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Sabtu, 20 Oct 2018 06:16

Women Empowering, Ilusi Kapitalisme untuk Perempuan agar Berdaya?

Women Empowering, Ilusi Kapitalisme untuk Perempuan agar Berdaya?

Jum'at, 19 Oct 2018 23:48

Penyelidik Turki Periksa Hutan Belgrad di Istanbul Terkait Lenyapnya Jamal Khashoggi

Penyelidik Turki Periksa Hutan Belgrad di Istanbul Terkait Lenyapnya Jamal Khashoggi

Jum'at, 19 Oct 2018 21:05

Pejuang Oposisi Serang Wilayah yang Dikuasai Pasukan Pemerintah di Kota Alppo

Pejuang Oposisi Serang Wilayah yang Dikuasai Pasukan Pemerintah di Kota Alppo

Jum'at, 19 Oct 2018 20:45

LPPOM MUI Kembali Gelar Pameran Halal Internasional di Smesco

LPPOM MUI Kembali Gelar Pameran Halal Internasional di Smesco

Jum'at, 19 Oct 2018 20:39

Ulama Terkemuka Inggris Syaikh Anjem Choudary Dibebaskan dari Penjara

Ulama Terkemuka Inggris Syaikh Anjem Choudary Dibebaskan dari Penjara

Jum'at, 19 Oct 2018 16:15

Sesat Pikir Intoleransi

Sesat Pikir Intoleransi

Jum'at, 19 Oct 2018 14:39

Sempat Masuk Ke Dalam Tanah yang Terbelah, Ini Cerita Korban Gempa di Balaroa

Sempat Masuk Ke Dalam Tanah yang Terbelah, Ini Cerita Korban Gempa di Balaroa

Jum'at, 19 Oct 2018 14:18

Relatif Kondusif Dua Pekan Pasca Gempa Palu, Insiden Jarah Sempat Terjadi di Pelabuhan

Relatif Kondusif Dua Pekan Pasca Gempa Palu, Insiden Jarah Sempat Terjadi di Pelabuhan

Jum'at, 19 Oct 2018 14:02

Mengenal Titik Kritis Kehalalan Biskuit

Mengenal Titik Kritis Kehalalan Biskuit

Jum'at, 19 Oct 2018 10:17

Racun LGBT Ancam Generasi

Racun LGBT Ancam Generasi

Jum'at, 19 Oct 2018 09:56

Indonesia Darurat Maksiat, Saatnya Bertobat

Indonesia Darurat Maksiat, Saatnya Bertobat

Jum'at, 19 Oct 2018 00:07

Azab Allah untuk Kaum Sodom, Akankah Terulang?

Azab Allah untuk Kaum Sodom, Akankah Terulang?

Kamis, 18 Oct 2018 23:53

Penyusup Taliban Tembak Mati Salah Satu Jenderal Paling Berpengaruh di Afghanistan

Penyusup Taliban Tembak Mati Salah Satu Jenderal Paling Berpengaruh di Afghanistan

Kamis, 18 Oct 2018 22:30

Serangan Udara AS Secara Keliru Targetkan Militan Komunis Kurdi di Deir Al-Zor

Serangan Udara AS Secara Keliru Targetkan Militan Komunis Kurdi di Deir Al-Zor

Kamis, 18 Oct 2018 21:45

Fahri Hamzah Respon Keluhan Jokowi Soal BPJS Kesehatan dan Singgung KIS

Fahri Hamzah Respon Keluhan Jokowi Soal BPJS Kesehatan dan Singgung KIS

Kamis, 18 Oct 2018 18:39

Untuk ‘’Wong Cilik’’ Anies Menata Jakarta

Untuk ‘’Wong Cilik’’ Anies Menata Jakarta

Kamis, 18 Oct 2018 18:00

Letnan Saudi Diduga Terlibat Kasus Hilangnya Jamal Khashoggi Tewas dalam Kecelakaan Mobil

Letnan Saudi Diduga Terlibat Kasus Hilangnya Jamal Khashoggi Tewas dalam Kecelakaan Mobil

Kamis, 18 Oct 2018 17:45

Istighfar Menangkal Datangnya Bencana

Istighfar Menangkal Datangnya Bencana

Kamis, 18 Oct 2018 14:29

Penjaga Masjid Kuno, Selamat Dari Terjangan Tsunami

Penjaga Masjid Kuno, Selamat Dari Terjangan Tsunami

Kamis, 18 Oct 2018 13:00


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X