Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.523 views

Koran Kompas Menghina Reuni 212

SEBAGAI media rujukan nasional, yang “dipercaya” oleh masyarakat, harian Kompas melakukan kesalahan besar terkait kebijakan mereka dalam memberitakan peristiwa besar nasional, Reuni 212, pada 2 Desember 2018. Lihat halaman depan Kompas edisi hari ini, 3 Desember 2018.

Mereka mengangkat berita tentang sampah. Bagi saya, penempatan “sampah” sebagai berita utama Kompasmenyelipkan pesan yang sangat menghina Reuni 212. Mereka meletakkan berita reuni itu di halaman dalam. 

Saya berpendapat, segenap pimpinan redaksi Kompasmenganggap Reuni 212 sebagai “peristiwa sampah”. Itulah pesan Kompas dengan menampilkan liputan mengenai sampah di halaman satunya.

Mereka melihat liputan tentang sampah jauh lebih penting dari Reuni 212. Padahal, reuni ini dihadiri jutaan orang dan mendapat liputan dari media internasional.

Jika ditarik lebih jauh lagi, menurut hemat saya, Kompas tidak saja melecehkan Reuni 212. Melainkan surat kabar ini menghina umat Islam secara keseluruhan.

Memang betul bahwa kebijakan redaksi dalam penyajian berita sepenuhnya menjadi hak prerogatif mereka. Tetapi, mengingat Kompas adalah koran yang telah berpengalaman dan dianggap “wise” dalam menjabarkan hak dan tanggung jawabnya sebagai komponen pers nasional yang sekaligus berfungsi sebagai pilar demokrasi, maka penempatan berita Reuni 212 di halaman dalam dengan porsi yang “sangat tak wajar”, sungguh sangat aneh.

Tidak berlebihan untuk disebut tendensius. Pantas juga dikatakan sebagai “deliberate partial act”. Tindakan berpihak yang disengaja. Apa dasar untuk mengatakan begitu?

Ini penjelasannya. Untuk menurunkan liputan utama tentang sampah lengkap dengan data dan grafik, pastilah tim redaksi melakukan upaya yang lama dan melibatkan banyak orang. Artinya, tak terelakkan kesan bahwa Kompas memang sengaja menyiapkan laporan mengenai sampah itu untuk disajikan tepat bersamaan dengan penyajian berita Reuni 212.

Mereka sudah tahu sejak lama bahwa tanggal 3 Desember 2018 adalah hari edisi cetak untuk Reuni 212 itu. Dan redaksi bisa melihat sendiri sebesar apa Reuni 212 itu. Jadi, tak terjelaskan dengan akal sehat jurnalistik mengapa berita besar tentang umat Islam ini disembunyikan di halaman dalam.

Langkah redaksi Kompas seratus persen bertentangan dengan kaidah penyajian berita. Bertolak belakang dengan pertimbangan akal sehat. Apalagi, Kompas menempatkan berita tentang sampah di halaman depan. Ini, bagi saya, menyiratkan “coded message” bahwa liputan tentang sampah, bagi Kompas, lebih bernilai dibandingkan Reuni 212.

Kalau benar dugaan saya bahwa Kompas sengaja “menyampahkan” Reuni 212, alangkah berbahayanya garis kebijakan redaksional yang mereka ambil. Dari sudut pandang mana pun juga, Reuni 212 sangat layak menjadi berita besar. Peristiwa ini memenuhi semua kriteria jurnalistik untuk ditempatkan sebagai berita utama.

Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan pertanyaan kepada pimpinan redaksi Kompas: apakah memang seperti itu yang Anda lakukan? 

Memang sejak lama ada semacam “barrier” (rintangan) antara Kompas dan Islam dan umat Islam. Ini tak perlu saya elaborasi. Sebab, mereka sendirilah yang justru setiap hari mengelaborasikan itu. Merekalah yang sejak lama telah meratifikasikan keberadaan “barrier” itu. 

Saya tak heran kalau ada orang yang menilai Kompas menempatkan dirinya di balik “barrier” itu “by default” atau “by design”. Karena, koran ini tampak kesulitan untuk berlaku ramah kepada Islam dan umat Islam. Saya berpendapat, Kompas merasa Islam dan umat Islam adalah “national security threath” (ancaman keamanan nasional) bagi mereka kalau kita pinjam terminologi sekuriti Amerika Serikat.

Kita tidak perlu berbedat tentang ini. Cukup dengan mencermati sejarah hubungan antara Kompas dan umat Islam. Hubungan yang tak bisa dipungkiri bagaikan berlangsung di atas tumpukan api dalam sekam. Juga bisa terdeteksi dari “management behaviour” koran ini. 

Kita akui bahwa Kompas tidak sendirian dalam melecehkan Reuni 212. Semua koran lain, kecuali Republika dan Rakyat Merdeka, sengaja tidak memberikan porsi kepada peristiwa besar ini.

Akan tetapi, kita tidak dapat menerima perilaku Kompas itu mengingat posisinya sebagi “leading newspaper” (surat kabar terdepan). Koran yang diasumsikan memiliki “highly qualified editorial team”. Yaitu, tim redaksi yang berkualifikasi tinggi. 

Saya mengimbau kepada pimpinan Kompas agar tidak lagi menunjukkan “unpleasant attitude” (sikap tak menyenangkan) ketika menangani berita-berita tentang Islam dan umat Islam. Sebab, diskursus yang telah mendarah daging itu bisa berubah menjadi energi destruktif yang merugikan Kompas sendiri.*

Asyari Usman

Wartawan Senior

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Intelligent Leaks lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

Relawan IDC, menunaikan amanah para donatur menyerahkan bantuan untuk anak-anak yatim Abdullah Fitri Setiawan atau yang akrab disapa Dufi....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

Latest News
Lindswell Kwok, Sang Ratu Wushu yang Telah Jadi Ratu Sejati

Lindswell Kwok, Sang Ratu Wushu yang Telah Jadi Ratu Sejati

Senin, 10 Dec 2018 00:27

Tentara India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir Setelah 18 Jam Pertempuran di Srinagar

Tentara India Tewaskan 3 Pejuang Kashmir Setelah 18 Jam Pertempuran di Srinagar

Ahad, 09 Dec 2018 21:15

Umat Hindu Berdemo Desak Pemerintah India Bangun Kuil di Bekas Lokasi Masjid Babri

Umat Hindu Berdemo Desak Pemerintah India Bangun Kuil di Bekas Lokasi Masjid Babri

Ahad, 09 Dec 2018 20:45

Peringati 31 Tahun Intifada Pertama, Hamas Berjanji untuk Lanjutkan Perjuangan Bersenjata

Peringati 31 Tahun Intifada Pertama, Hamas Berjanji untuk Lanjutkan Perjuangan Bersenjata

Ahad, 09 Dec 2018 20:09

[VIDEO] Bakomubin Fokus Program Kesejahteraan Mubaligh

[VIDEO] Bakomubin Fokus Program Kesejahteraan Mubaligh

Ahad, 09 Dec 2018 07:53

Syariat Islam Melindungi Keberagaman

Syariat Islam Melindungi Keberagaman

Sabtu, 08 Dec 2018 20:57

Peraih Penghargaan Revolusi Mental Ditetapkan Tersangka Korupsi oleh KPK

Peraih Penghargaan Revolusi Mental Ditetapkan Tersangka Korupsi oleh KPK

Sabtu, 08 Dec 2018 19:29

[VIDEO] Agar Tak Bikin Gaduh, Panitia Sengaja Tutupi Teror Ledakan pada Malam Gladi Resik Reuni 212

[VIDEO] Agar Tak Bikin Gaduh, Panitia Sengaja Tutupi Teror Ledakan pada Malam Gladi Resik Reuni 212

Sabtu, 08 Dec 2018 18:47

GNPF Ulama Tanggapi Kasus Habib Bahar bin Smith

GNPF Ulama Tanggapi Kasus Habib Bahar bin Smith

Sabtu, 08 Dec 2018 16:53

Ada Ancaman ke Media Tertentu untuk tidak Beritakan Reuni 212

Ada Ancaman ke Media Tertentu untuk tidak Beritakan Reuni 212

Sabtu, 08 Dec 2018 15:53

Malam sebelum Reuni 212 Ada Ledakan, Ini Cerita Panitia

Malam sebelum Reuni 212 Ada Ledakan, Ini Cerita Panitia

Sabtu, 08 Dec 2018 14:53

[VIDEO] KH Tengku Zulkarnain: Kalau Hanya Bikin Jalan atau Pelabuhan, Penjajahan Pun Bikin

[VIDEO] KH Tengku Zulkarnain: Kalau Hanya Bikin Jalan atau Pelabuhan, Penjajahan Pun Bikin

Sabtu, 08 Dec 2018 13:58

Kenapa Habib Bahar bin Smith dan Tokoh Islam Lainnya Cepat Diproses?

Kenapa Habib Bahar bin Smith dan Tokoh Islam Lainnya Cepat Diproses?

Sabtu, 08 Dec 2018 13:53

Pelaku Penjual Blangko e-KTP Teridentifikasi, tapi belum Tertangkap?

Pelaku Penjual Blangko e-KTP Teridentifikasi, tapi belum Tertangkap?

Sabtu, 08 Dec 2018 12:53

Kolumnis Hurriyet Daily: Turki Telah Identifikasi Tokoh Kunci Lain dalam Pembunuhan Khashoggi

Kolumnis Hurriyet Daily: Turki Telah Identifikasi Tokoh Kunci Lain dalam Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 08 Dec 2018 12:00

Pemberitaan Reuni 212: Media Mainstream Disebut Berpihak kepada Penguasa

Pemberitaan Reuni 212: Media Mainstream Disebut Berpihak kepada Penguasa

Sabtu, 08 Dec 2018 11:53

Kubu Jokowi Ditantang Keluarkan Fatwa seperti HRS

Kubu Jokowi Ditantang Keluarkan Fatwa seperti HRS

Sabtu, 08 Dec 2018 10:53

Himbauan Prabowo ke Seluruh Relawan

Himbauan Prabowo ke Seluruh Relawan

Sabtu, 08 Dec 2018 09:53

Prabowo tak Ingin Kualitas Demokrasi Rusak

Prabowo tak Ingin Kualitas Demokrasi Rusak

Sabtu, 08 Dec 2018 08:53

Blanko E-KTP Dijual Online, Mardani: Ini Berbahaya

Blanko E-KTP Dijual Online, Mardani: Ini Berbahaya

Sabtu, 08 Dec 2018 07:21


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X