Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
621 views

Digugat Ahmadiyah, DDII: UU PNPS 1965 Cegah Penistaan Agama

JAKARTA (voa-islam.com), Setelah melalui persidangan yang panjang sejak 24 Agustus 2017, Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi membacakan putusan sidang yang diajukan oleh Komunitas Ahmadiyah, pada Senin, 23 Juli 2018.

Komunitas Ahmadiyah dalam hal ini mengajukan uji materi (Judicial Review) terhadap UU No. 1/PNPS/1965 tentang penistaan dan penodaan agama. Komunitas Ahmadiyah memohon tafsir bersyarat atas UU PNPS tersebut, terutama yang berkait dengan Pasal 1, Pasal 2 dan Pasal 3.

Dalam belasan kali sidang yang berlangsung, Komunitas Ahmadiyah telah menghadirkan para saksi yang mengisahkan masalah diskriminasi yang dialami para penganutnya, baik berupa tindak kekerasan, perusakan masjid Ahmadiyah, pengucilan hingga sulitnya memperoleh identitas kependudukan dan surat nikah. 

Tak terkecuali itu, beberapa Ahli yang pro-Ahmadiyah pun dihadirkan dengan mengandalkan keterangan dari Komnas HAM dan Komnas Perempuan. Dasar alasan mereka, diskriminasi terhadap Ahmadiyah terjadi karena adanya stigmatisasi ajaran Ahmadiyah sebagai ajaran sesat.

Untuk itulah mereka mengajukan permohonan tafsir bersyarat atas Pasal 1-3 dalam UU No.1/PNPS/1965. Mereka menginginkan tuduhan Ahmadiyah sebagai agama sesat, agama menyimpang, menodai Islam dan sejenisnya – atas pertimbangan HAM - tidak berlangsung lagi kedepannya. Namun demikian, para Ahli dan Saksi yang dihadirkan rata-rata menghindari mengungkapkan persoalan pokok atau prinsip dalam agama (Ushul).

Wakil Ketua Umum Dewan Da’wah, Drs. Amlir Syaifa Yasin, MA, mengatakan, “Justru disinilah persoalannya”. Mereka meminta persamaan hak atas nama HAM. Mengaku Islam, tetapi tidak taat kepada ajaran yang dibawa Nabi SAW, bahkan pendirinya (Mirza Ghulam Ahmad) telah berani mengaku sebagai mujadid, sebagai nabi sekaligus sebagai Al-Masih al Maw’ud (yang diturunkan Allah diakhir jaman).

Ia berani menyatakan ummat Islam yang mengakui Nabi Muhammad SAW, tetapi tidak mengakui dirinya sebagai nabi, dinyatakan murtad dari Islam. Lebih jauh, penganut Ahmadiyah meyakini kitab suci lain selain Al-Qur’an, yang dinamakan Tadzkirah, yang isinya di klaim sebagai wahyu-wahyu Allah yang turun kepada Mirza Ghulam Ahmad melalui mimpi-mimpinya. “Ini sesat dan menyesatkan,” tandas Ustadz Amlir Syaifa.

Aliran Ahmadiyah yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad (MGA) tahun 1889 menuai banyak kontroversi karena pendirinya mengaku sebagai Nabi sedangkan Islam mengakui Nabi Muhamad SAW adalah Nabi penutup dan tidak ada lagi nabi setelahnya. Di Pakistan sendiri, ditempat berdirinya Ahmadiyah,  aliran ini dinyatakan sebagai kelompok minoritas non-Muslim.

Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia sebagai PIHAK TERKAIT dalam sidang Judicial Review UU No. 1/PNPS/1965, telah memberi keterangan melalui sembilan orang Ahli yang dihadirkan, termasuk bukti-bukti dokumentasi sebanyak satu mobil penuh yang disampaikan oleh Tim Kuasa Hukum Dewan Da’wah  kepada Majelis Hakim. Seluruh upaya tersebut dimaksudkan agar Majelis Hakim tidak melakukan kesalahan dalam memutuskan permohonan yang diajukan pihak Pemohon (Ahmadiyah). Selain Dewan Da’wah, pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menjadi PIHAK TERKAIT, melalui permintaan Dewan Da’wah.

Menurut Sekretaris Umum Dewan Da’wah Drs. Avid Solihin, MM, merujuk kepada pembentukan UU tersebut (UU No. 1/PNPS/1965) telah sesuai dengan jiwa dan semangat UUD 1945, oleh karenanya Undang-Undang tersebut harus dipertahankan. UU PNPS memiliki peranan penting sebagai wujud dari hadirnya negara dalam menata dan melindungi hak kebebasan masyarakatnya memeluk agama dan untuk beribadah sesuai ajaran agamanya masing-masing. Avid Solihin mengatakan bahwa UU PNPS sangat diperlukan untuk kerukunan umat beragama dan mencegah penodaan/penistaan agama.

Agama Palsu Tidak Akan Datang Mendahului Yang Asli

Menurut Ketua Umum Dewan Da’wah Drs. Mohammad Siddik, MA.,  beberapa waktu lalu menyatakan, “Apapun yang palsu datangnya belakangan. Agama palsu tidak akan datang mendahului yang asli. Ajaran Islam yang benar selalu datang lebih dahulu dibandingkan ajaran yang mengaku-aku Islam dan menyesatkan.” Hal ini juga senada dengan yang diucapkan Direktur Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI) H.M. Amin Djamaluddin sekaligus pakar Aliran Sesat, M. Amin Djamaluddin.

Kehadiran aliran Ahmadiyah di Indonesia, telah dinyatakan sesat dan menyesatkan oleh Majelis Fatwa MUI (2005), dengan isi fatwa:

1. Bahwa Aliran Ahmadiyah berada di luar Islam, sesat dan menyesatkan, serta orang Islam yang mengikutinya adalah murtad (keluar dari Islam).

2. Bagi mereka yang terlanjur mengikuti Aliran Ahmadiyah supaya segera kembali kepada ajaran Islam yang haq (al-ruju’ ila al-haqq), yang sejalan dengan al-Qur’an dan al-Hadis.

3. Pemerintah berkewajiban untuk melarang penyebaran faham Ahmadiyah di seluruh Indonesia dan membekukan organisasi serta menutup semua tempat kegiatannya.

Fatwa MUI tentang kesesatan Ahmadiyah tahun 2005 adalah bentuk penegasan kembali keputusan fatwa MUI dalam Munas II Tahun 1980 yang menetapkan Ahmadiyah sebagai aliran sesat dan menyesatkan. Jauh sebelum itu, beberapa lembaga Islam yang menyatakan Ahmadiyah sesat adalah “Persis” (1932), disusul oleh “Tarjih Muhammadiyah” dan “Bahtsul Masaail NU”.

Fatwa sesatnya Ahmadiyah juga dikeluarkan oleh Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa (Lajnah Daimah) Saudi Arabia dan Lembaga Ulama Senior Saudi Arabia dan Mujamma Fiqih yang menginduk kepada Rabithah Alam Islami dan Mujamma Fiqih Islam yang menginduk kepada Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Mujamma Riset Islam di Al-Azhar.

Di negara tempat berdirinya Ahmadiyah sendiri, Pakistan,  sudah  difatwakan bahwa  Ahmadiyah adalah kelompok minoritas non-muslim. Hal ini dinyatakan oleh Parlemen Pakistan. Artinya, Ahmadiyah bukan Islam.

Selama sidang berlangsung, Dewan Da’wah sebagai Pihak Terkait didampingi oleh tim Kuasa Hukum yang terdiri dari Ahmad Leksono, SH; Sani Alamsyah, SH; A. Al Katiri, SH, MBA; Ikhsan Setiawan, SH; H. Mulyadi, SH;  Rubby Cjahyadi, SH; Novel, SH; Hendra, SH, Dedi Suhardadi, SH, dll.  (bil/voa-islam)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Lombok luluhlantak diguncang gempa. Derita mereka duka kita juga. Mari berbagi kebahagiaan dengan berqurban untuk para korban gempa di lombok....

Tebar Qurban untuk Korban Bencana, Pesantren, Penjara, Pedalaman, Muallaf dan Rawan Pemurtadan

Tebar Qurban untuk Korban Bencana, Pesantren, Penjara, Pedalaman, Muallaf dan Rawan Pemurtadan

Qurban adalah amal shalih yang paling utama. Mari berqurban ke pesantren, penjara, dakwah pedalaman, kampung muallaf dan rawan pemurtadan....

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Latest News
Ternyata, Engkau Alasannya

Ternyata, Engkau Alasannya

Selasa, 21 Aug 2018 19:21

Sekelompok Ulama Syi'ah Iran Ancam Bunuh Presiden Hassan Rouhani

Sekelompok Ulama Syi'ah Iran Ancam Bunuh Presiden Hassan Rouhani

Selasa, 21 Aug 2018 19:05

Jihadis Suriah Serang ke Pos-pos Tentara Rezim Assad di Latakia

Jihadis Suriah Serang ke Pos-pos Tentara Rezim Assad di Latakia

Selasa, 21 Aug 2018 18:35

Milisi Komunis Kurdi Tangkap Para Pemuda dari Turki yang Ingin Merayakan Idul Adha

Milisi Komunis Kurdi Tangkap Para Pemuda dari Turki yang Ingin Merayakan Idul Adha

Selasa, 21 Aug 2018 18:05

Tatacara Shalat Iedul Adha

Tatacara Shalat Iedul Adha

Selasa, 21 Aug 2018 17:55

Dukung Turki, Warga Somalia Luncurkan Kampanye Beli Produk Turki

Dukung Turki, Warga Somalia Luncurkan Kampanye Beli Produk Turki

Selasa, 21 Aug 2018 17:05

Penting Dihafal, Doa Menyembelih Hewan Kurban

Penting Dihafal, Doa Menyembelih Hewan Kurban

Selasa, 21 Aug 2018 13:38

Panasnya Pemilihan Pemimpin Negeriku

Panasnya Pemilihan Pemimpin Negeriku

Selasa, 21 Aug 2018 10:54

Kisah Perang dalam Alquran Ajarkan Radikalisme, Benarkah?

Kisah Perang dalam Alquran Ajarkan Radikalisme, Benarkah?

Senin, 20 Aug 2018 23:44

Polemik BPJS, Obat Kanker Tak Lagi Dijamin

Polemik BPJS, Obat Kanker Tak Lagi Dijamin

Senin, 20 Aug 2018 23:15

Mengandung Babi, Karena Alasan Darurat MUI Fatwakan Mubah Penggunaan Vaksin MR

Mengandung Babi, Karena Alasan Darurat MUI Fatwakan Mubah Penggunaan Vaksin MR

Senin, 20 Aug 2018 22:35

Ada Agenda Apa Dibalik Islam Nusantara?

Ada Agenda Apa Dibalik Islam Nusantara?

Senin, 20 Aug 2018 22:11

2 Biarawan Didakwa Melakukan Pembunuhan Uskup Senior Kristen Koptik Mesir

2 Biarawan Didakwa Melakukan Pembunuhan Uskup Senior Kristen Koptik Mesir

Senin, 20 Aug 2018 22:00

Sejumlah Pasukan Assad Tewas dalam Bentrokan dengan Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Al-Bukamal

Sejumlah Pasukan Assad Tewas dalam Bentrokan dengan Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Al-Bukamal

Senin, 20 Aug 2018 21:31

Anggota Dinasti Saud Lebih Kaya 16 Kali Lipat dari Keluarga Kerajaan Inggris

Anggota Dinasti Saud Lebih Kaya 16 Kali Lipat dari Keluarga Kerajaan Inggris

Senin, 20 Aug 2018 21:15

Puluhan Ribu Warga Suriah di Turki Kembali ke Negaranya untuk Merayakan Idul Adha

Puluhan Ribu Warga Suriah di Turki Kembali ke Negaranya untuk Merayakan Idul Adha

Senin, 20 Aug 2018 21:00

Hari Raya, Kenapa Berbeda Antara Arab dan Indonesia?

Hari Raya, Kenapa Berbeda Antara Arab dan Indonesia?

Senin, 20 Aug 2018 19:48

Jika Menjadi Presiden, Benarkah Prabowo tak Lupakan Ulama?

Jika Menjadi Presiden, Benarkah Prabowo tak Lupakan Ulama?

Senin, 20 Aug 2018 18:27

Bagaimana Kudeta Gagal di Turki Berimbas pada Suriah

Bagaimana Kudeta Gagal di Turki Berimbas pada Suriah

Senin, 20 Aug 2018 18:00

Kinerja Jokowi Soal HAM bukan Buruk, tapi Gagal

Kinerja Jokowi Soal HAM bukan Buruk, tapi Gagal

Senin, 20 Aug 2018 17:27


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X