Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.226 views

Rohingya: Nestapa Umat Tanpa Persatuan

Oleh: Amalidatul Ilmi

(Mahasiswi Pendidikan Islam Anak Usia Dini UIN Sunan Ampel Surabaya)

Siapa yang tak geram, marah hingga naik darah apabila orangtua, saudara atau keluarganya yang dilukai? Pasti tidak akan tahan untuk meminta pertanggungjawaban bahkan balasan setimpal atas perbuatan yang telah dilakukan. Apalagi jika yang dilukai tidak melakukan kesalahan. Ya ini adalah hal yang wajar, karena tak bisa dipungkiri rasa keinginan akan keadilan selalu ada bagi siapapun.

Begitu banyak berita yang berseliweran di berbagai media tentang pembantaian di Rohingya. Mulai dari orang tua, remaja, anak-anak, hingga bayi semua menjadi sasaran kebiadaban tentara Myanmar. Tanpa ada rasa belas kasihan mereka membakar pemukiman muslim Rohingya, membunuh warga secara membabi buta.

Muslim lainnya yang mampu lolos dari kejaran tentara berhamburan menyelamatkan diri. Mereka pergi meninggalkan tempat tinggalnya tanpa bekal apapun selain pakaian yang melekat dibadan. Identitas diri mereka pun tak punya. Jangankan memikirkan makanan karena perut yang lapar, mereka hanya sehela nafas antara hidup dan mati.

Coba bayangkan betapa besar rasa trauma anak-anak yang mengalami pembantaian disana? Melihat orangtua, kakak, adik atau keluarganya yang mati dihadapannya. Betapa tidak berdayanya mereka? Saya fikir semua orang tak akan sanggup melihat yang demikian itu.

Mereka tidak mendapakan kehidupan yang layak sebagaimana mestinya. Tanpa akses pekerjaan, pendidikan, kesehatan dan lain sebaginya. Mereka hidup susah dengan keimanan yang terus terjaga.

 

Akar Masalah Rohingya

Hal tersebut terjadi pasti ada penyebab yang menjadi akar permasalahannya. Setidaknya ada tiga akar masalah yang menjadi penyebab utama:

1) Kolonialisme

Hadirnya Inggris yang menjajah anak Benua Asia yang terbentang dari India hingga Burma (Myanmar) menjadi awal penderitaan Muslim Rohingya. Inggris melakukan politik adu domba antara Muslim dengan Hindu India dan antara Muslim, Kristen, Budha di Burma. Maka ketika Inggris memberikan kemerdekaan kepada Burma tahun 1948, bibit ini (adu domba) yang dilakukan Inggris menjadi konflik yang berkepanjangan hingga mengarah kepada etnic cleansing.

 

2) Nasionalisme dan Kepentingan Nasional (National Interest)

Sekat ini menjadikan solidaritas sesama muslim di dunia tidak terbangun. Negara-negara terdekat menjadi enggan membantu. Berbagai upaya masyarakat yang menuntut tindakan bantuan kongkrit dari pemerintah di negeri-negeri muslim lainnya juga dianggap seperti angin lalu. Justru ada yang mengatakan jangan membawa konflik luar negeri jadi beban Negara. Seolah ini bukan masalah serius yang harus ditangani oleh kekuatan global.

Padahal jelas Allah SWT firmankan dalam Al-Qur’an di surah Al-Anfal 72

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا ۚ وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

 

3) Sekularisme

Racun mematikan yang selalu di kedepankan hanyalah masalah humanity. Tidak boleh ada solidaritas agama. Padahal umat Budha di Myanmar mendiskriminasi Muslim Rohingnya karena alasan solidaritas Agama. Jadi, ini bukan sekedar masalah kemanusian.

Apabila ingin menyelesaikan masalah dengan tuntas maka cabut hingga akarnya. Bantuan donasi tidak akan cukup karena belum bisa menjamin terhentinya pembantaian Muslim Rohingya. Umat Islam harus segera sadar akan pentingnya bersatu dibawah kepemimpinan yang satu. Dipimpin oleh pemimpin yang rela berjuang demi umat bukan karena uang. Agar penderitaan Muslim dimanapun takkan pernah ada kembali. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalaman dan rawan pemurtadan. ...

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Lombok luluhlantak diguncang gempa. Derita mereka duka kita juga. Mari berbagi kebahagiaan dengan berqurban untuk para korban gempa di lombok....

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Latest News
Komandan Militer Kelompok Terkait Al-Qaidah Ditembak Mati Penyerang Tak Dikenal di Idlib

Komandan Militer Kelompok Terkait Al-Qaidah Ditembak Mati Penyerang Tak Dikenal di Idlib

Senin, 24 Sep 2018 19:15

'Nurani Tahanan' Rilis Angka Terbaru Ulama, Intelektual dan Aktivis yang Ditangkap Otoritas Saudi

'Nurani Tahanan' Rilis Angka Terbaru Ulama, Intelektual dan Aktivis yang Ditangkap Otoritas Saudi

Senin, 24 Sep 2018 18:30

Ketua GNPF-Ulama Bantah Pegang Saham Lapindo Brantas

Ketua GNPF-Ulama Bantah Pegang Saham Lapindo Brantas

Senin, 24 Sep 2018 17:51

Hamas Hentikan Pembicaraan Damai Tidak Langsung dengan Israel

Hamas Hentikan Pembicaraan Damai Tidak Langsung dengan Israel

Senin, 24 Sep 2018 17:45

Seminar PUBLIC SPEAKING FOR DA'I bersama Iqbal Fais

Seminar PUBLIC SPEAKING FOR DA'I bersama Iqbal Fais

Senin, 24 Sep 2018 17:20

Reinventing Government dan Indonesia

Reinventing Government dan Indonesia

Senin, 24 Sep 2018 16:37

Mengembalikan Peran Politik Ulama dalam Islam

Mengembalikan Peran Politik Ulama dalam Islam

Senin, 24 Sep 2018 14:35

Islam Bukan Zombie

Islam Bukan Zombie

Senin, 24 Sep 2018 12:34

Alergi Islam Politik, Upaya Mencegah Kebangkitan Islam

Alergi Islam Politik, Upaya Mencegah Kebangkitan Islam

Senin, 24 Sep 2018 10:30

Polisi Bubarkan Deklarasi#2019GantiPresiden di Tangsel

Polisi Bubarkan Deklarasi#2019GantiPresiden di Tangsel

Senin, 24 Sep 2018 09:49

Sambut Hijriah, Masjid Al Ikhlas VGH Bekasi Gelar Donor Darah

Sambut Hijriah, Masjid Al Ikhlas VGH Bekasi Gelar Donor Darah

Senin, 24 Sep 2018 09:37

Politisi Demokrat “Taubat” dari Golput, 2019 Berjuang Bersama Prabowo-Sandi

Politisi Demokrat “Taubat” dari Golput, 2019 Berjuang Bersama Prabowo-Sandi

Senin, 24 Sep 2018 08:43

Kepemimpinan Syar'i yang Dinanti

Kepemimpinan Syar'i yang Dinanti

Senin, 24 Sep 2018 08:25

Hegemoni AS Kembali Mencengkeram Indonesia

Hegemoni AS Kembali Mencengkeram Indonesia

Senin, 24 Sep 2018 08:04

Ini Modal Awal Dana Kampanye Prabowo-Sandi

Ini Modal Awal Dana Kampanye Prabowo-Sandi

Senin, 24 Sep 2018 07:43

Nyawa Anak Gaza Kembali Syahid (In syaa Allah)

Nyawa Anak Gaza Kembali Syahid (In syaa Allah)

Senin, 24 Sep 2018 07:23

Pendukung Jokowi-Ma’ruf Dinilai tidak Paham Deklarasi Kampanye

Pendukung Jokowi-Ma’ruf Dinilai tidak Paham Deklarasi Kampanye

Senin, 24 Sep 2018 06:43

Peran Ulama dalam Politik untuk Mencerdaskan Umat

Peran Ulama dalam Politik untuk Mencerdaskan Umat

Senin, 24 Sep 2018 06:25

Fenomena Media Sosial Pemicu Perceraian

Fenomena Media Sosial Pemicu Perceraian

Senin, 24 Sep 2018 06:24

Kemarahan dan Peringatan Politisi Demokrat ke Projo

Kemarahan dan Peringatan Politisi Demokrat ke Projo

Senin, 24 Sep 2018 05:43


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X