Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
25.788 views

Metro TV Tuduh 22 Media Islam Penyebar Hoax, Forjim: Itu Fitnah dan Hoax Sejati!

 

JAKARTA (voa-islam.com)--Stasiun televisi swasta nasional Metro TV dinilai telah menyiarkan fitnah terhadap media-media Islam. Tidak main-main, Metro TV menyebut 22 media Islam sebagai penyebar hoax (berita bohong).

Dalam siaran METRO HARI INI pukul 17.25 WIB, Jumat, 6 Januari 2017 lalu, yang juga diunggah ke situs Metrotvnews.com, Metro TV menayangkan berita dengan judul "Daftar Situs Penyebar Hoax."

Disebutkan, 22 situs media Islam direkomendasikan oleh Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) kepada Kementerian Kominfo untuk diblokir dengan alasan menyebarkan hoax dan juga radikalisme.

Ke-22 situs website berita Islam dan blog itu adalah: arrahmah.com, voa-islam.com, ghur4ba.blogspot.com, panjimas.com, thoriquna.com, dakwatuna.com, kafilahmujahid.com, an-najah.net, muslimdaily.net dan hidayatullah.com.

Kemudian salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, dakwahmedia.com, muqawamah.com, lasdipo.com, gemaislam.com, eramuslim.com, daulahislam.com, shoutussalam.com, azzammedia.com, dan terakhir, indonesiasupportislamicatate.blogspot.com.

Forum Jurnalis Muslim (Forjim) menilai, berita yang disampaikan Metro TV ini bukan hanya tidak berimbang (cover both side) menurut prinsip-prinsip jurnalistik yang umum, tetapi juga mengandung fitnah.

Secara sepihak Metro TV memanfaatkan data lawas yang dirilis BNPT dan Kemenkominfo pada 30 Maret 2015 lalu, tanpa ada upaya klarisikasi kepada pengelola situs-situs tersebut.

"Fitnahnya, karena Metro TV menyebut 22 situs itu juga sebagai penyebar hoax. Padahal seperti diumumkan Kemenkominfo saat itu, BNPT meminta situs-situs tersebut diblokir hanya dengan alasan situs-situs itu disebut sebagai penggerak paham radikalisme dan/atau simpatisan radikalisme," ungkap Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga Forjim, Nuim Hidayat, kepada wartawan, Ahad malam (08/01/2017).

Soal radikalisme, lanjut Nuim, adalah perdebatan yang panjang yang hingga kini belum disepakati maknanya. Pada pertemuan dengan Komisi I DPR saat itu, Nuim juga mengaku turut menjelaskan panjang lebar mengenai sikap media Islam terhadap persoalan-persoalan kebangsaan.

Apalagi, setelah diklarifikasi, sebagian besar dari situs-situs yang diblokir itu akhirnya dibuka kembali. Nuim mengakui adanya kemungkinan media-media Islam itu melakukan kekeliruan dalam satu atau dua artikel yang diterbitkan.

Tetapi hal itu tidak serta merta dapat dikatakan media tersebut sebagai penyebar hoax. “Media-media mainstream kan juga pernah melakukan kesalahan. Kesalahan Metro TV di sini adalah tidak mewawancarai langsung pemimpin redaksi yang bersangkutan. Dan mengapa yg dibidik semua media Islam. Media non Islam yang banyak nyebarkan hoax tidak dibidik,"tutur penulis buku Imperialisme Baru ini.

Media Harus Kritis

Nuim menambahkan, dengan kejadian ini masyarakat makin cerdas menilai siapa penyebar hoax sesungguhnya. Metro TV yang disebut sebagai media "mainstream" oleh sebagian kalangan, juga akan akan disebut masyarakat sebagai media hoax.

Sebab mereka ingin melawan hoax dengan cara hoax pula. "Hoax itu kan sekarang seolah dimaknai sebagai berita yang tersebar yang tidak disukai oleh rezim dan pendukungnya. Sementara kalau hoax itu datang dari penguasa dan media-media atau pendukungnya tidak disebut sebagai hoax," ungkap alumni Pascasarjana Universitas Indonesia itu.

"Kesalahan-kesalahan media-media pendukung Presiden adalah membenarkan semua ucapan atau tingkah laku Presiden. Fungsi media itu selain untuk memberikan informasi, juga mengkritisi petistiwa, termasuk mengritisi ucapan Presiden, tambahnya.

Nuim mengapresiasi ucapan Presiden untuk menghentikan peredaran hoax. Tetapi, kata dia, menindaklanjuti dengan serampangan menyatakan puluhan situs Islam itu penyebar hoax adalah tindakan yang sembrono.

“Media itu jangan menjadi Pak Turut. Berbahaya media bila tidak kritis. Tindakan pembredelan sebenarnya sudah ketinggalan zaman. Apakah mau ditutup Facebook, Whatsapp, Twitter yang disitu sebenarnya banyak menyebarkan hoax? Di masa keberlimpahan atau kebisingan informasi begini yang diperlukan bukan hanya pendidikan bagi wartawan, tapi juga pendidikan bagi masyarakat dalam menyikapi informasi," pungkasnya. * [Syaf/voa-islam]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Berita Dakwah Indonesia lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Satu Keluarga Yatim Masuk Islam, Butuh Modal Usaha dan Beasiswa. Ayo Bantu.!!!

Satu Keluarga Yatim Masuk Islam, Butuh Modal Usaha dan Beasiswa. Ayo Bantu.!!!

Sepeninggal sang ayah setelah masuk Islam, enam anak berstatus muallaf yatim ini hidup prihatin serba kekurangan. Ayo bantu modal usaha dan beasiswa untuk masa depan Islam...

Latest News
Kisah Ashabul Ukhdud (Bagian 2-Selesai)

Kisah Ashabul Ukhdud (Bagian 2-Selesai)

Ahad, 22 Oct 2017 22:12

Pemerintah Syi'ah Irak Kirim Bala Bantuan untuk Amankan Ladang Minyak di Kirkuk

Pemerintah Syi'ah Irak Kirim Bala Bantuan untuk Amankan Ladang Minyak di Kirkuk

Ahad, 22 Oct 2017 21:00

Korban Tewas Dalam Bentrokan Pasukan Keamanan Mesir dan Jihadis di Giza Meningkat jadi 54 Polisi

Korban Tewas Dalam Bentrokan Pasukan Keamanan Mesir dan Jihadis di Giza Meningkat jadi 54 Polisi

Ahad, 22 Oct 2017 20:05

Pasukan Filipina Terkunci dalam Pertempuran Sengit dengan Sisa Pejuang IS Terakhir di Marawi

Pasukan Filipina Terkunci dalam Pertempuran Sengit dengan Sisa Pejuang IS Terakhir di Marawi

Ahad, 22 Oct 2017 19:26

Ustaz Haris Amir Falah: Spirit 212 Adalah Tegaknya Syariat Islam

Ustaz Haris Amir Falah: Spirit 212 Adalah Tegaknya Syariat Islam

Ahad, 22 Oct 2017 18:27

Wartawan Senior: Umat Islam Bersatu pada Momen 212

Wartawan Senior: Umat Islam Bersatu pada Momen 212

Ahad, 22 Oct 2017 17:38

Jelang Satu Tahun 212, Sekum Forjim: Umat Islam Menang 3-0

Jelang Satu Tahun 212, Sekum Forjim: Umat Islam Menang 3-0

Ahad, 22 Oct 2017 17:01

Peringati Hari Santri Nasional, Menag: Santri Berperan Jaga Keutuhan NKRI

Peringati Hari Santri Nasional, Menag: Santri Berperan Jaga Keutuhan NKRI

Ahad, 22 Oct 2017 15:46

Sandiaga Uno: Guru Ngaji Juga dapat KJP Plus

Sandiaga Uno: Guru Ngaji Juga dapat KJP Plus

Ahad, 22 Oct 2017 15:39

PBB: Jumlah Pengungsi Rohingya Sudah Hampir 600.000

PBB: Jumlah Pengungsi Rohingya Sudah Hampir 600.000

Ahad, 22 Oct 2017 15:29

Warga Kanada Protes Diskriminasi Niqab

Warga Kanada Protes Diskriminasi Niqab

Ahad, 22 Oct 2017 15:27

Erdogan-Putin Bahas Masalah Regional dan Ekonomi

Erdogan-Putin Bahas Masalah Regional dan Ekonomi

Ahad, 22 Oct 2017 15:23

Mesir Perketat Keamanan Pasca Baku Tembak Mematikan

Mesir Perketat Keamanan Pasca Baku Tembak Mematikan

Ahad, 22 Oct 2017 15:18

Pejabat Israel Benarkan Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Kunjungi Israel

Pejabat Israel Benarkan Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Kunjungi Israel

Ahad, 22 Oct 2017 09:05

Jawa Tengah Miliki 20 Tempat Pelayanan Haji Terpadu Satu Atap

Jawa Tengah Miliki 20 Tempat Pelayanan Haji Terpadu Satu Atap

Ahad, 22 Oct 2017 02:24

Sembilan Bank Syariah Dukung Progran Pelayanan Haji Terpadu Satu Atap

Sembilan Bank Syariah Dukung Progran Pelayanan Haji Terpadu Satu Atap

Sabtu, 21 Oct 2017 23:17

Emansipasi, Haruskah Dituruti?

Emansipasi, Haruskah Dituruti?

Sabtu, 21 Oct 2017 22:42

Kemenag Solo Luncurkan Pelayanan Pendaftaran Haji Terpadu Satu Atap

Kemenag Solo Luncurkan Pelayanan Pendaftaran Haji Terpadu Satu Atap

Sabtu, 21 Oct 2017 22:31

Aher: Pesantren Telah Banyak Berikan Kebaikan untuk Masyarakat Indonesia

Aher: Pesantren Telah Banyak Berikan Kebaikan untuk Masyarakat Indonesia

Sabtu, 21 Oct 2017 22:14

Kamu Cantik dari Sikap dan Akhlakmu

Kamu Cantik dari Sikap dan Akhlakmu

Sabtu, 21 Oct 2017 22:13


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X