Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.773 views

Kapitalisasi Kesehatan Dzolimi Umat

Oleh: Fitri Sarfan

Pemerintah memiliki target bahwa diawal tahun 2019 seluruh rakyat Indonesia sudah memiliki kartu BPJS. Baik BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan. Memilih tidak menjadi anggota BPJS berarti seluruh layanan adminstratif umum tidak bisa dinikmati. Seperti pembuatan eKTP, pembuatan SIM atau pelayanan publik lainnya.

Terlihat ada unsur pemaksaan pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini. Rakyat wajib sebagai peserta dan membayar iuran sesuai kelas yang diinginkan. Ketika ada tunggakan akan dikenai sanksi penghentian sementara layanan. Bukanlah ini yang dinamakan jaminan tapi jelas ini sebuah pemalakan sosial.

Ironisnya pemalakan terhadap rakyat ternyata  dalam rangka mengumpulkan dana besar. Sistem JKN oleh BPJS telah mengalihkan tanggung jawab berupa jaminan kesehatan dari  negara ke seluruh rakyat yang diwajibkan menjadi peserta JKN.

Dengan demikian negara lepas tangan. Pasalnya, jaminan kesehatan yang merupakan hak rakyat dan seharusnya menjadi tanggung jawab negara akhirnya berubah menjadi kewajiban rakyat. Rakyat dipaksa saling membiayai pelayanan kesehatan di antara mereka melalui sistem JKN dengan prinsip asuransi sosial. Saling menanggung itulah yang dimaksudkan dengan prinsip kegotongroyongan. Benarlah slogan dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat.

Begitulah sistem kapitalis yang menggerogoti JKN ini. BPJS hanya dijadikan sapi perah untuk mengisi pundi-pundi kas negara. Kerakusan predatorik yang diemban kekuatan kapitalis global berusaha merongrong hak sosial rakyat melalui badan usaha Asuransi.

Alih-alih seluruh layanan kesehatan bisa dinikmati rakyat. Berbagai aturan diluncurkan terkait layanan. Banyak layanan medis tidak ditanggung oleh BPJS. Seperti penyakit kanker, jantung, ginjal,stroke, thalasemia dll. Hal ini menimbulkan pertanyaan bukankah BPJS dibentuk untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. Kenapa layanannya harus dibatasi? Bagaimana peran negara?

Negara hanya sekedar membuat regulasi. Seluruh mekanisme kerja JKN diserahkan kepada BPJS yang merupakan lembaga asuransi. Asuransi pasti berbicara untung rugi. Rakyat tidak bisa menuntut hak kesejahteraannya. Ketika asuransi mulai merasa defisit pasti layanan akan dipersulit. Demikianlah karakteristik kapitalis.

Dalam pandangan Islam, pelayanan kesehatan salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Sama pentingnya dengan kebutuhan dasar seperti makanan dan keamanan. Negara wajib menyediakan secara gratis. Sebabnya, layanan kesehatan tersebut telah dipandang oleh Islam sebagai kebutuhan dasar (primer) bagi seluruh rakyatnya.

Semua itu merupakan kemaslahatan dan fasilitas publik (al-mashâlih wa al-marâfiq) yang wajib dipenuhi negara. Demikian termasuk apa yang diwajibkan oleh ri’ayah negara.

Sesuai dengan sabda Rasul saw :

"Imam adalah pemelihara dan dia bertanggungjawab atas rakyatnya (HR al-Bukhari dari Abdullah bin Umar)

Secara praktis, penyediaan layanan kesehatan gratis telah dipraktekkan dan dicontohkan oleh Nabi saw sebagai kepala negara, dan para Khulafa’ur Rasyidin. Hal itu menjadi sunnah Nabi saw dan ijmak sahabat bahwa negara wajib menyediakan pelayanan kesehatan gratis untuk seluruh rakyat.

Itu menjadi hak setiap individu rakyat sesuai kebutuhan layanan kesehatan yang diperlukan tanpa memandang tingkat ekonominya. Mereka yang masuk kategori fakir maupun yang kaya tetap berhak mendapat layanan kesehatan secara sama, sesuai dengan kebutuhan medisnya.

Oleh karena itu maka negara wajib senantiasa mengalokasikan anggaran belanjanya untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan bagi seluruh rakyatnya. Negara tidak boleh melalaikan kewajibannya tersebut. Negara tidak boleh mengalihkan tanggung jawab tersebut kepada pihak lain, baik kepada pihak swasta, maupun kepada rakyatnya sendiri. Jika hal itu terjadi, maka pemerintahnya akan berdosa, sebab tanggung jawab pemimpin negara untuk memberi layanan pada rakyatnya akan dimintai pertanggungjawaban secara langsung oleh Allah SWT

Dana untuk itu bisa dipenuhi dari sumber-sumber pemasukan negara yang telah ditetapkan syariah. Bisa dari hasil pengelolaan harta kekayaan umum, seperti hutan, bermacam tambang, migas, panas bumi, hasil laut dan kekayaan alam lainnya. Juga dari kharaj, jizyah, ghanimah, fa’i, usyur, pengelolaan harta milik negara dan sebagainya. Semua itu akan lebih dari cukup untuk menyediakan pelayanan kesehatan berkualitas dan gratis untuk seluruh rakyat.

Namun semua itu hanya bisa terwujud, jika Syariah Islam diterapkan secara total dalam sistem Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Untuk itu, kewajiban kita semua, umat Islam, untuk sesegera mungkin mewujudkannya. Lebih dari itu, mewujudkannya adalah kewajiban syar’i dan konsekuensi dari akidah Islam yang kita yakini. Wallâh a’lam bi ash-shawâb. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Health lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

IDC Santuni Anak Yatim Kru TV Muhammadiyah Korban Pembunuhan Sadis

Relawan IDC, menunaikan amanah para donatur menyerahkan bantuan untuk anak-anak yatim Abdullah Fitri Setiawan atau yang akrab disapa Dufi....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

Latest News
Reuni 212, Sejarah, dan Gagapnya Pers Kita

Reuni 212, Sejarah, dan Gagapnya Pers Kita

Selasa, 11 Dec 2018 22:22

Reuni 212 dan Tsunami Media

Reuni 212 dan Tsunami Media

Selasa, 11 Dec 2018 22:21

Mesir Larang Penjualan Rompi Kuning, Takut Protes Gilets Jaunes di Prancis Ditiru

Mesir Larang Penjualan Rompi Kuning, Takut Protes Gilets Jaunes di Prancis Ditiru

Selasa, 11 Dec 2018 22:15

DDII Ajak Pengurus dan Keluarga Besar Pilih Capres & Cawapres Hasil Pilihan Ijtima Ulama

DDII Ajak Pengurus dan Keluarga Besar Pilih Capres & Cawapres Hasil Pilihan Ijtima Ulama

Selasa, 11 Dec 2018 21:29

Enough Pak Jokowi!

Enough Pak Jokowi!

Selasa, 11 Dec 2018 21:20

Toleransi Salah Kaprah

Toleransi Salah Kaprah

Selasa, 11 Dec 2018 20:18

Raja Kodok dan Ular

Raja Kodok dan Ular

Selasa, 11 Dec 2018 19:17

Tahun Kegelapan Media

Tahun Kegelapan Media

Selasa, 11 Dec 2018 18:49

4 Orang Tewas dalam Serangan Bom yang Menargetkan Konvoi Intelijen Afghanistan

4 Orang Tewas dalam Serangan Bom yang Menargetkan Konvoi Intelijen Afghanistan

Selasa, 11 Dec 2018 17:18

Liga Arab Kecam Rencana Presiden Terpilih Brazil untuk Memindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Liga Arab Kecam Rencana Presiden Terpilih Brazil untuk Memindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Selasa, 11 Dec 2018 16:15

Dapat Remisi Natal, Ahok Sang Penista Agama akan Bebas pada 24 Januari 2019

Dapat Remisi Natal, Ahok Sang Penista Agama akan Bebas pada 24 Januari 2019

Selasa, 11 Dec 2018 14:17

Pemindahan BPN ke Jateng, Fadli: Kita Berusaha Kuasai Basis Lawan

Pemindahan BPN ke Jateng, Fadli: Kita Berusaha Kuasai Basis Lawan

Selasa, 11 Dec 2018 14:12

Petisi Online Maimon Herawati Berhasil, KPI Desak Iklan Shopee Blackpink Dihentikan

Petisi Online Maimon Herawati Berhasil, KPI Desak Iklan Shopee Blackpink Dihentikan

Selasa, 11 Dec 2018 14:01

Strategi Sandi untuk Pemerataan Ekonomi

Strategi Sandi untuk Pemerataan Ekonomi

Selasa, 11 Dec 2018 13:27

Pemilu tidak Perlu Dilanjutkan

Pemilu tidak Perlu Dilanjutkan

Selasa, 11 Dec 2018 12:27

560.000 Orang Telah Tewas Akibat Perang di Suriah Selama Hampir 8 Tahun Terakhir

560.000 Orang Telah Tewas Akibat Perang di Suriah Selama Hampir 8 Tahun Terakhir

Selasa, 11 Dec 2018 11:35

BPN Prabowo-Sandi akan Ambil Langkah Hukum Soal 31 Juta Pemilih Tambahan

BPN Prabowo-Sandi akan Ambil Langkah Hukum Soal 31 Juta Pemilih Tambahan

Selasa, 11 Dec 2018 11:27

Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Keadilan Ekonomi dan Kebebasan Sipil Alami Kemunduran

Senin, 10 Dec 2018 21:13

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Hari HAM di Rezim Jokowi, Fadli Singgung Kasus Ini

Senin, 10 Dec 2018 20:13

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Zionis Israel Tangkap 337.000 Warga Palestina Sejak Intifada Pertama Meletus

Senin, 10 Dec 2018 19:30


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X