Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.630 views

Jangan Kaitkan Free Tol Suramadu dengan Politik?

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Jokowi baru saja meresmikan "free tol" Suramadu (27/10). Ini bukan jalan tol baru, tapi sudah lama dibangun. Dimulai era Megawati tahun 2003, dan dituntaskan di era SBY tahun 2009. Sejak tahun itu tol Suramadu dipakai dan berbayar. Saat ini, oleh Jokowi tol Suramadu digratiskan. Yang menarik bukan hanya digratiskannya, tapi justru acara peresmiannya.

Umumnya, peresmian itu identik dengan launching. Tol jadi, lalu dibuka, nah biasanya diadakan acara peresmian saat awal pembukaan. Untuk tol Suramadu tidak demikian. Tol sepanjang 5,4 KM ini sudah diresmikan saat awal tol ini dibuka. Inilah salah satu jasa SBY untuk masyarakat Madura. Dan bulan ini Jokowi hadir untuk meresmikan "penggratisan". Sekilas ini unik, aneh dan memancing banyak pertanyaan. Apa sih mau Pak Jokowi? Pertanyaan yang sedikit lebih cerdas, apa maksud di balik peresmian  itu? Begitulah kira-kira yang ada di benak masyarakat.

Sebagian orang menafsirkan itu pencitraan. Jokowi ingin menarik simpati masyarakat Madura yang kecewa kepadanya. Sejak dibatalkannya pencawapresan Mahfud MD secara mendadak, unpredictable, mengejutkan, dengan segala dinamika perencanaan (boncengan naik motor) dan persiapan (titip baju di istana) yang sangat dramatis, solidaritas kemaduraan terbentuk. Mereka merasa harga diri orang Madura direndahkan. Mereka bersatu, dan menarik dukungan dari Jokowi. Penolakan masyarakat Madura kepada Jokowi setidaknya bisa dilihat dari hasil survei SSC (Surabaya Survei Center). 43,6% masyarakat Madura pilih Prabowo-Sandi. Hanya 29,1% mereka pilih Jokowi-Ma'ruf.

Penolakan masyarakat Madura akan sangat berpengaruh untuk suara Jawa Timur secara keseluruhan. Sebab, etnis Madura tidak hanya mereka yang tinggal di pulau Madura. Etnis Madura banyak yang menetap dan menjadi bagian dari masyarakat Surabaya dan menyebar di kawasan Tapal Kuda (Pasuruan, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Jember dan Probolinggo). Ketersinggungan harga diri masyarakat Madura terindikasi melahirkan militansi hampir seluruh tokoh Madura untuk mengalahkan Jokowi-Ma'ruf.

Kehadiran Jokowi dengan membawa hadiah free tol meski tak banyak berpengaruh  terhadap masyarakat Madura, namun logis dari sisi politik.  Dengan peresmian free tol, Jokowi hadir di Madura, menyapa dan ingin mendapatkan kembali dukungan dari masyarakat Madura.

Langkah persuasif Jokowi terhadap masyarakat Madura sangat tepat, khususnya dalam rangka mencari dukungan. Tapi, Jokowi justru menampik dugaan ini. Ia bilang: jangan sedikit-sedikit dikaitkan dengan politik.

Pernyataan Jokowi yang minta masyarakat untuk tidak selalu mengkaitkan kinerjanya dengan politik itu bisa dibenarkan. Karena Jokowi sebagai presiden, dan tugas pokoknya memang untuk melayani rakyat. Sudah seharusnya Jokowi bekerja untuk rakyat. Sampai disini, narasi Jokowi bisa diterima.

Hanya saja, Jokowi saat ini, selain sebagai presiden, ia juga calon presiden di 2019. Maka, semua yang dikerjakan Jokowi tak lepas dari pencapresan dirinya. Semua itu otomatis menjadi bagian dari kampanye.

Apa yang dilakukan Jokowi sebagai presiden, juga secara otomatis sebagai capres. Tak bisa lagi dibedakan kapan Jokowi bekerja sebagai presiden, dan kapan sebagai calon presiden. Menyatu dan melekat secara otomatis. Tak mungkin Jokowi bilang: untuk saat ini saya bicara sebagai presiden ya... Di kesempatan yang lain bilang: saat ini saya kampanye sebagai capres ya... tak mungkin oh... tak mungkin.

Saat meresmikan free tol, Jokowi didampingi oleh sejumlah ulama. Para ulama ini mengacung-acungkan satu jarinya. Itu kode nomor urut satu untuk Paslon Jokowi-Ma'ruf. Ini bukti presiden rasa capres.

Apalagi ide free tol Suramadu ini sudah pernah diusulkan oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo (Pakde Karwo), bulan Januari 2016 lalu kepada Jokowi. Tapi, No respon.

Ada yang mengatakan, penggratisan tol yang dibangun dengan anggaran 4,5 triliun ini tak bisa dilepaskan dari rencana pembukaan 330 hektar untuk perkebunan tebu milik Luhut Binsar Panjaitan (LBP). Direncanakan tebu ini akan mensuplai pabrik gula di Candi Sidoarjo. Sebuah prabik gula milik negara. Signifikan mengurangi biaya transportasi. Lalu, apa hubungannya dengan Jokowi? Rakyat hanya tahu begitu dekatnya hubungan antara Jokowi dengan LBP.

Jika Jokowi ingin semua kinerja dirinya tak dikaitkan dengan politik, mestinya ia tak nyapres. Fokus sebagai presiden dan bekerja untuk rakyat. Dijamin, tak akan ada opini politik terkait dengan kinerja yang dilakukannya. Nama Jokowi bersih, dan ia pensiun sebagai bapak bangsa. No ambisi.

Saat ini, Jokowi sebagai capres. Maka semua yang melekat dalam diri Jokowi adalah kampanye. Lepas itu menggunakan fasilitas dan dibiayai oleh uang negara, tetap saja itu kampanye. Bahasa gaul anak sekarang, itu pencitraan. Kampanye pakai uang negara dong? Itukan persepsi anda! Di negara demokrasi, Anda sah sah saja berpersepsi.

Jika Jokowi tak ingin dituduh menggunakan uang dan fasilitas negara, ya cuti. Full kampanye sebagai capres. Lepaskan baju kepresidenan dengan semua fasilitas dan anggaran negara yang melekat. Nah, ini baru keren. Pertarungan fair dan gentleman.

Jadi cukup aneh jika posisinya sebagai capres, Jokowi keberatan apa yang ia lakukan dikait-kaitkan dengan politik. Terima anggaran dan gunakan fasilitas negara, tapi tak siap dengan semua konsekuensi politisnya sebagai capres yang tidak cuti.

Peresmian free tol Suramadu, makin menguatkan opini publik bahwa itu adalah kampanye untuk pilpres 2019. Kalau Jokowi keberatan itu disebut kampanye, maka publik bingung. Kapan dan saat apa Jokowi dianggap berkampanye, dan saat apa Jokowi sedang menjalankan tugasnya sebagai presiden. Inilah risiko jika presiden nyapres, tapi tidak cuti. Tidak hanya bingung bagi rakyat, tapi juga bagi KPU, Bawaslu, dan mungkin bagi Jokowi sendiri.

Jika ada pelanggaran kampanye, Jokowi bisa bilang ke Bawaslu: saya sedang menjalankan tugas sebagai presiden, bukan sebagai capres. Nah... Rumit bukan?

Selama Jokowi tidak cuti dan meletakkan sementara Jabatannya sebagai presiden, maka semua yang dia kerjakan adalah kampanye sebagai capres. Dengan begitu, saat menggunakan anggaran dan fasilitas negara, melekat di dalam diri Jokowi sebagai presiden, tapi sekaligus numpang kampanye sebagai capres. Karena itu, tak sepatutnya menolak jika itu dikaitkan dengan politik, dan dianggap kampanye. [PurWD/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Latest News
Kewajiban Membaca Siroh Nabawiyah

Kewajiban Membaca Siroh Nabawiyah

Rabu, 21 Nov 2018 04:57

Merindukan Ulama

Merindukan Ulama

Selasa, 20 Nov 2018 23:00

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Selasa, 20 Nov 2018 19:46

Puluhan Napi di Penjara Hama Lakukan Mogok Makan Memprotes Hukuman Mati

Puluhan Napi di Penjara Hama Lakukan Mogok Makan Memprotes Hukuman Mati

Selasa, 20 Nov 2018 18:00

Laporan: Mohammed Dahlan Kirim Tim Keamanan untuk Hapus Bukti Pembunuhan Khashoggi

Laporan: Mohammed Dahlan Kirim Tim Keamanan untuk Hapus Bukti Pembunuhan Khashoggi

Selasa, 20 Nov 2018 16:45

Boko Haram Serang 3 Pangkalan Militer di Timur Laut Nigeria Selama Akhir Pekan

Boko Haram Serang 3 Pangkalan Militer di Timur Laut Nigeria Selama Akhir Pekan

Selasa, 20 Nov 2018 16:00

[Video] Islam Solusi untuk Peradaban Dunia

[Video] Islam Solusi untuk Peradaban Dunia

Selasa, 20 Nov 2018 15:35

Mengaku Tuhan, Kemenag: Aliran Shinsei Bukkyo Tak Terdaftar

Mengaku Tuhan, Kemenag: Aliran Shinsei Bukkyo Tak Terdaftar

Selasa, 20 Nov 2018 15:34

Politik Bumi Hangus Jokowi

Politik Bumi Hangus Jokowi

Selasa, 20 Nov 2018 15:00

Brimob Jangan Buka Pintu Kolusi

Brimob Jangan Buka Pintu Kolusi

Selasa, 20 Nov 2018 14:40

KOPI DIGITAL (1): Sukses Gelar Training 1000 Peserta Cyber Marketing, miliki 8 produknya

KOPI DIGITAL (1): Sukses Gelar Training 1000 Peserta Cyber Marketing, miliki 8 produknya

Selasa, 20 Nov 2018 10:43

Hamas: Pasukan Khusus Israel yang Menyusup ke Gaza Berusaha Pasang Peralatan Mata-mata

Hamas: Pasukan Khusus Israel yang Menyusup ke Gaza Berusaha Pasang Peralatan Mata-mata

Selasa, 20 Nov 2018 10:00

Rabu, Kamis, & Jum'at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1440 H

Rabu, Kamis, & Jum'at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1440 H

Selasa, 20 Nov 2018 09:00

Ketua Umum MUI Sumbar Haramkan Muslim Pilih Partai Penolak Perda Syariah

Ketua Umum MUI Sumbar Haramkan Muslim Pilih Partai Penolak Perda Syariah

Selasa, 20 Nov 2018 07:19

Kepsek Melecehkan, Perempuan Jadi Korban

Kepsek Melecehkan, Perempuan Jadi Korban

Selasa, 20 Nov 2018 01:57

Ngaku Cinta Nabi SAW, Buktikan!

Ngaku Cinta Nabi SAW, Buktikan!

Selasa, 20 Nov 2018 01:49

Menhan Turki: Bagian Mayat Khashoggi Kemungkinan Diseludupkan Keluar Turki

Menhan Turki: Bagian Mayat Khashoggi Kemungkinan Diseludupkan Keluar Turki

Senin, 19 Nov 2018 21:15

Rasulullah Wafat pada Senin 12 Rabi'ul Awal, Apa yang Beliau Siapkan?

Rasulullah Wafat pada Senin 12 Rabi'ul Awal, Apa yang Beliau Siapkan?

Senin, 19 Nov 2018 21:03

AS Mengakui Taliban Tidak Kalah dalam Perang di Afghanistan

AS Mengakui Taliban Tidak Kalah dalam Perang di Afghanistan

Senin, 19 Nov 2018 20:45

Penelitian Mengungkapkan 70 Persen Pernyataan Politisi Israel Bohong, Netanyahu di Posisi Teratas

Penelitian Mengungkapkan 70 Persen Pernyataan Politisi Israel Bohong, Netanyahu di Posisi Teratas

Senin, 19 Nov 2018 20:30


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X