Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.811 views

Rohingya Kembali Didera Nestapa

Oleh : Hasni Tagili, M. Pd*

Etnis minoritas Muslim Rohingyatak kunjung membaik keadaannya di Myanmar. Konflik sosial terus berlangsung. Padahal, kondisi ini sudah bergulir bertahun-tahun lamanya. Tak terhitung, puluhan ribu muslim Rohingya menjadi korban kebengisan rezim.

Genosida Lagi

Dilansir dari voa-islam.com, 25/10/2018,peristiwa genosida masih berlangsung terhadap muslim Rohingya Myanmar. Sebuah tim pencari fakta PBB mengatakannya, Rabu (24/10/2018), ketika mereka mempresentasikan sebuah laporan di Dewan Keamanan menyerukan agar masalah ini dirujuk ke Pengadilan Pidana Internasional.

Marzuki Darusman, ketua Misi Pencari Fakta PBB di Myanmar, mengatakan pada konferensi pers bahwa di luar pembunuhan massal, konflik termasuk pengucilan dari populasi yang ditargetkan, pencegahan kelahiran, dan perpindahan luas di kamp-kamp, ”Ini adalah genosida yang sedang berlangsung,” kata Darusman.

Laporan 444 halaman misi pencarian fakta itu pertama kali dipublikasikan bulan lalu. Ia menyerukan kepada dewan untuk merujuk situasi Myanmar ke Pengadilan Pidana Internasional di Den Haag, atau untuk menciptakan pengadilan kriminal internasional ad hoc, seperti yang dilakukan dengan bekas Yugoslavia.

Di lain pihak, pemerintah Myanmar sendiri menolak temuan misi PBB itu. Bahkan, Panglima militer Myanmar, Min Aung Hlaing, memperingatkan campur tangan asing termasuk pemimpin dunia di Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang menyeret-nyeret dirinya untuk bertanggung jawab atas kekerasan terhadap etnis Rohingya tahun lalu (Tribunnews.com, 25/09/2018).

Dalam komentarnya terhadap laporan misi pencarian fakta PBB bulan ini, Min Aung Hlaing mengatakan Myanmar punya kedaulatan sendiri atas semua kebijakannya.Untuk itu PBB tidak perlu untuk ikut campur dalam urusan internal negara agar tidak menyebabkan kesalahpahaman.

Ya, sejauh ini, militer Myanmar memang selalu membantah telah melakukan kejahatan. Mereka bersikukuh bahwa operasi militer yang dilakukan adalah untuk membasmi pemberontakan Rohingya. Padahal, tanda-tanda genosida jelas terlihat, walaupun pemerintah Myanmar kerap kali membantahnya.

Tahapan Genosida

Menurut situs berita PBB, UN Dispatch, Myanmar telah memenuhi delapantahapan genosida yang ditetapkan Genocide Watch.Di antara delapan langkah genosida tersebut meliputi, pertama klasifikasi dan kedua simbolisasi. Menurut Genocide Watch, klasifikasi dan simbolisasi adalah langkah awal genosida yaitu membedakan antara “kita dan mereka”, mempromosikan perbedaan, bukannya persamaan.

Ketiga, dehumanisasi. Dehumanisasi adalah meniadakan sifat kemanusiaan terhadap sebuah golongan. Mereka dianggap hama, penyakit, yang harus dipinggirkan.Keempat, terorganisir. Genosida selalu dilakukan secara terorganisir, biasanya digawangi oleh pemerintah. Dalam beberapa kasus, pemerintah menggunakan militan untuk membersihkan etnis agar lepas dari tanggung jawab.

Kelima, polarisasi. Polarisasi adalah pemisahan yang ekstrem antara sebuah kelompok dengan kelompok lainnya. Propaganda pemisahan ini didengungkan dengan nyaring, berupa pelarangan menikah dengan mereka atau bahkan berinteraksi.

Keenam, persiapan. Dalam langkah persiapan, calon korban genosida diidentifikasi dan dipisahkan berdasarkan etnis atau agama mereka. Daftar orang-orang yang akan mati dibuat. Menurut Genocide Watch, dalam langkah ini, mereka dikumpulkan di tempat kumuh, kamp konsentrasi, atau di wilayah miskin sumber daya agar mati kelaparan.

Ketujuh, pemusnahan. Di tahap pemusnahan, genosida dilakukan. Genocide Watch menggunakan kata “pemusnahan” karena bagi pelaku genosida mereka tidak sedang membantai atau membunuh, tapi memusnahkan hama karena korban dianggap bukan manusia.

Kedelapan, penyangkalan. Genocide Watch mengatakan bahwa pelaku genosida menggali kuburan massal, membakar mayat-mayat, coba menutupi bukti dan mengintimidasi saksi mata. Mereka membantah telah melakukan kejahatan, malah menyalahkan para korban(Kumparan.com, 4/09/2018).

Mengurai Kisruh

Sejatinya, dibalik tragedi Rohingya ini, terbukti adanya upaya genosida etnis yang kental dengan motif politis dan agama. Sayangnya, semua itu ditutup rapat-rapat dengan dalih takut menjadi provokasi. Kemudian, diserulah dengan lantang oleh media bahwa ini konflik kemanusiaan.

Tokoh-tokoh politik pun serentak mengatakan bahwa tragedi Rohingya bukan tragedi agama. Sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid. Ia mengatakan, “Sebaiknya masyarakat tidak terjebak dalam melihat isu kekerasan terhadap warga Rohingya sebagai konflik antara Islam dan Buddha.” Hal tersebut, menurut Yenny, justru akan menimbulkan polemik di dalam negeri (Kompas.com, 06/09/2017).

Genosida ini praktis terus terulang. Pemimpin  di negeri- negeri  Muslim dan dunia menutup mata, tidak dapat berbuat apa-apa.  Hanya mengecam dan mengutuk tanpa ada tindakan nyata untuk menghentikan dan menghukum pelakunya.

Wajar, jangankan penguasa Muslim, PBB lewat Lembaga Mahkamah Pidana International (ICC) pun tidak berdaya. Direktur Amnesty International,  Usman Hamid mengatakan, “Kecil kemungkinan untuk membawa ke ICC, sebab Myanmar bukan anggota ICC.” (Cnnindonesia.com, 15/09/2017).

Maka, berharap keadilan pada ICC untuk menghukum pelaku genosida terhadap kaum Muslim Rohingya terwujud, ibarat mimpi di siang bolong.

Solusi Fundamental

Permasalahan utama,  terus terulangnya genosida pada kaum Muslim karena ketiadaan Daulah Islam.  Hal ini membuat hukum-hukum Allah tidak bisa ditegakkan secara kaffah (menyeluruh). Padahal tugas dan kewajiban daulah Islam adalah menerapkan syariat Islam.

Tugas memerangi orang-orang yang menentang Islam dan melindungi perbatasan kaum Muslim, agar tidak ada celah bagi musuh untuk merusak kehormatan dan menumpahkan darah kaum Muslim. Adalah salah satu dari sepuluh tugas yang harus dilakukan oleh seorang khalifah (Al-Mawardi, Al-ahkan As-sultoniyah, hlm. 23).

Rasulullah telah  mengingatkan akan pentingnya menjaga jiwa manusia.  Dalam hadis  Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Sesungguhnya kehancuran dunia ini tidak ada artinya bagi Allah dibandingkan dengan mati seorang muslim.” (HR.Tirmidzi)

Sebagaimana Khalifah Al-mu’tashim yang menjawab panggilan seorang wanita yang dilecehkan kehormatannya oleh orang-orang Romawi. Beliau  mengirim pasukan  untuk menaklukan kota Ammuriah (Turki) demi menghukum pelakunya. Maka orang-orang kafir tidak berani melecehkan dan menumpahkan  darah kaum Muslim karena ketegasan para khalifah dalam menjaga dan melindungi warga negaranya. Termasuk mengakhiri segala bentuk kezaliman dan genosida terhadap kaum muslim. Bukan hanya Rohingya, melainkan juga Palestina, Suriah, Irak dan lain-lain.Wallahua’lambisshawab. (rf/voa-islam.com)

Penulis adalah Praktisi Pendidikan Konawe

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Diterjang banjir bandang, rumah sekaligus markas pengajian Ustadz Wahyudin roboh. Taklim diliburkan, puluhan santri berduka. Dibutuhkan dana Rp 60 juta untuk membangunnya dengan tembok permanen....

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Latest News
Kewajiban Membaca Siroh Nabawiyah

Kewajiban Membaca Siroh Nabawiyah

Rabu, 21 Nov 2018 04:57

Merindukan Ulama

Merindukan Ulama

Selasa, 20 Nov 2018 23:00

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Robohhhh Diterjang Banjir. Ayo Bantu..!!!

Selasa, 20 Nov 2018 19:46

Puluhan Napi di Penjara Hama Lakukan Mogok Makan Memprotes Hukuman Mati

Puluhan Napi di Penjara Hama Lakukan Mogok Makan Memprotes Hukuman Mati

Selasa, 20 Nov 2018 18:00

Laporan: Mohammed Dahlan Kirim Tim Keamanan untuk Hapus Bukti Pembunuhan Khashoggi

Laporan: Mohammed Dahlan Kirim Tim Keamanan untuk Hapus Bukti Pembunuhan Khashoggi

Selasa, 20 Nov 2018 16:45

Boko Haram Serang 3 Pangkalan Militer di Timur Laut Nigeria Selama Akhir Pekan

Boko Haram Serang 3 Pangkalan Militer di Timur Laut Nigeria Selama Akhir Pekan

Selasa, 20 Nov 2018 16:00

[Video] Islam Solusi untuk Peradaban Dunia

[Video] Islam Solusi untuk Peradaban Dunia

Selasa, 20 Nov 2018 15:35

Mengaku Tuhan, Kemenag: Aliran Shinsei Bukkyo Tak Terdaftar

Mengaku Tuhan, Kemenag: Aliran Shinsei Bukkyo Tak Terdaftar

Selasa, 20 Nov 2018 15:34

Politik Bumi Hangus Jokowi

Politik Bumi Hangus Jokowi

Selasa, 20 Nov 2018 15:00

Brimob Jangan Buka Pintu Kolusi

Brimob Jangan Buka Pintu Kolusi

Selasa, 20 Nov 2018 14:40

KOPI DIGITAL (1): Sukses Gelar Training 1000 Peserta Cyber Marketing, miliki 8 produknya

KOPI DIGITAL (1): Sukses Gelar Training 1000 Peserta Cyber Marketing, miliki 8 produknya

Selasa, 20 Nov 2018 10:43

Hamas: Pasukan Khusus Israel yang Menyusup ke Gaza Berusaha Pasang Peralatan Mata-mata

Hamas: Pasukan Khusus Israel yang Menyusup ke Gaza Berusaha Pasang Peralatan Mata-mata

Selasa, 20 Nov 2018 10:00

Rabu, Kamis, & Jum'at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1440 H

Rabu, Kamis, & Jum'at Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Rabi’ul Awal 1440 H

Selasa, 20 Nov 2018 09:00

Ketua Umum MUI Sumbar Haramkan Muslim Pilih Partai Penolak Perda Syariah

Ketua Umum MUI Sumbar Haramkan Muslim Pilih Partai Penolak Perda Syariah

Selasa, 20 Nov 2018 07:19

Kepsek Melecehkan, Perempuan Jadi Korban

Kepsek Melecehkan, Perempuan Jadi Korban

Selasa, 20 Nov 2018 01:57

Ngaku Cinta Nabi SAW, Buktikan!

Ngaku Cinta Nabi SAW, Buktikan!

Selasa, 20 Nov 2018 01:49

Menhan Turki: Bagian Mayat Khashoggi Kemungkinan Diseludupkan Keluar Turki

Menhan Turki: Bagian Mayat Khashoggi Kemungkinan Diseludupkan Keluar Turki

Senin, 19 Nov 2018 21:15

Rasulullah Wafat pada Senin 12 Rabi'ul Awal, Apa yang Beliau Siapkan?

Rasulullah Wafat pada Senin 12 Rabi'ul Awal, Apa yang Beliau Siapkan?

Senin, 19 Nov 2018 21:03

AS Mengakui Taliban Tidak Kalah dalam Perang di Afghanistan

AS Mengakui Taliban Tidak Kalah dalam Perang di Afghanistan

Senin, 19 Nov 2018 20:45

Penelitian Mengungkapkan 70 Persen Pernyataan Politisi Israel Bohong, Netanyahu di Posisi Teratas

Penelitian Mengungkapkan 70 Persen Pernyataan Politisi Israel Bohong, Netanyahu di Posisi Teratas

Senin, 19 Nov 2018 20:30


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X