Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.069 views

Lalai dalam Memberikan Solusi untuk Gempa Lombok

 

Oleh:Wita Nurul Aini, Volunter Asian Games

Gempa beruntun yang menimpa Lombok belakangan mengakibatkan 555 korban meninggal,  390.529 harus mengungsi dan 36 ribu rumah rusak berat (viva.co.id, 20/08/2018).

Masyarakat diminta untuk bertindak secara mandiri dalam memperbaiki rumah agar perbaikan tidak berjalan lama, begitu anjuran dari Menteri  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Di sisi lain, Gubernur NTB Zulkieflimansyah menilai gempa Lombok butuh untuk naik status menjadi bencana nasional karena keterbatasan kemampuan pemerintah daerah dalam menangani bencana (viva.co.id, 21/8/2018).

Beberapa dukungan dari kalangan DPR untuk menaikan status bencana Lombok, tidak lantas mempengaruhi keputusan presiden untuk tetap menyerahkan kendali penanganan bencana pada Pemerintah Daerah dengan alasan penanganan tetap dilakukan secara nasional.

Sekretaris Kabinet dikutip dari viva.co.id menjelaskan bahwa salah satu pertimbangan pemerintah tidak menetapkan bencana Lombok sebagai bencana nasional adalah karena ingin menjaga pariwisata di Lombok. Jika status berubah menjadi bencana nasional, seluruh Pulau Lombok akan tertutup dari wisatawan yang artinya kerugian yang ditelan Indonesia menjadi semakin banyak.

Seorang guru bercerita, bantuan di Lombok belum sama sekali bisa dikatakan cukup. Terpal untuk berteduh saja masih banyak kekurangan, anak-anak kedinginan karena tenda tidak memadai, air bersih dan BBM langka, rumah ambruk tak terurus, anak tidak sekolah dan bahkan tidak mandi.

Hal ini terjadi tidak hanya dipelosok tapi juga di pusat-pusat kecamatan.  Pak Guru sampai geram membaca berita di media yang menyebutkan penanganan gempa di Lombok sudah baik. Posko nasional yang diberitakan sudah all out, bahkan ia sebut sebagai fitnah yang sangat kejam terhadap korban gempa (radarpribumi.com, 10/09/2018).

 

Pemerintah Tidak Mau Rugi

Bencana adalah suatu hal yang berada di luar kendali manusia. Mau tidak mau, siap ataupun tidak, bencana bisa datang kapan saja. Meskipun manusia diperintahkan untuk bersabar dalam setiap ujian, namun warga negara memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan pertolongan dari penguasa tanpa mempertimbangkan untung dan rugi.

Jika untuk ASIAN GAMES saja pemerintah berani mengelarkan banyak uang, kenapa begitu sulit untuk membantu warganya yang sedang kesuahan. Kemegahan Opening Ceremony Asian Games pada 18 Agustus 2018 lalu, disebutkan menghabiskan dana sebesar 685 Miliar (Tempo.co, 19/08/2018).

Nilai tersebut dianggap lebih rendah jika dibandingkan dengan Opening Ceremony Olimpiade London 2012 ataupun olimpiade Musim dingin di Sochi, Rusia 2014 yang menghabiskan dana triliunan.

Bagaimana dengan gempa Lombok? Sedangkan pembangunan rumah dijanjikan akan selesai setidaknya membutuhkan waktu 6 bulan. Walaupun begitu, terimakasih kepada semua pihak yang sudah bahu-membahu dalam penanggulangan gempa Lombok.

Teorinya, penanggulangan bencana terbagi dalam tiga tahapan yaitu pencegahan, tanggap darurat dan pemulihan. Jika kondisi tanggap darurat saja pemerintah masih lalai, bagaimana dengan pencegahan dan pemulihan yang sifat investasi dan manfaatnya jangka panjang.

Padahal kita tahu, bahwa Indonesia merupakan negara dengan potensi gemba bumi yang tinggi. Sedangkan, pengurangan risiko kerugian akibat gempa bumi sendiri harus dilakukan mitigasi jangka panjang dan bukan sehari dua hari.

Jika untuk ASIAN GAMES saja pemerintah berani mempersiapkannya bertahun-tahun sebelumnya, lantas apa halangan pemerintah untuk melakukan investasi perlindungan dari bencana. Di Indonesia, masyarakat tidak pernah sebegitunya disiapkan untuk menghadapi bencana, sehingga kerugian dalam bentuk apapun terjadi dalam jumlah yang besar dengan pemulihan yang lama.

Hal ini menunjukan bahwa pemerintah dalam sistem ini tidak begitu memprioritaskan kebutuhan rakyatnya. Pemerintah lebih takut rugi dibandingkan dengan jaminan terpenuhinya kebutuhan seluruh korban gempa.

Hidup dalam sistem kapitalis memang memang tidak jauh-jauh dari perhitungan materi atau untung rugi dan bukan tawakal pada Allah dengan berusaha semaksimal mungkin untuk menunaikan kewajiban negara terhadap rakyatnya.

Dalam sistem kapitalis ini, masyarakat tidak bisa mengandalkan penguasa untuk memperoleh pertolongan selama penentuan prioritas tidak akan disandarkan pada hukum syara namun lebih pada manfaat dan keuntungan.

Sikap yang seperti ini tidak akan pernah holistik dalam mengatasi permasalahan termasuk dalam urusan bencana. Padahal lalai dalam mengurusi urusan umat termasuk dalam kedzaliman yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Tanpa sistem Islam, penanggulangan bencana di wilayah lainpun akan sama, seandainya daerah lain yang mengalaminya. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Latest News
Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Ahad, 18 Nov 2018 14:00

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ahad, 18 Nov 2018 13:35

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Ahad, 18 Nov 2018 12:58

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Ahad, 18 Nov 2018 12:35

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Ahad, 18 Nov 2018 11:35

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Ahad, 18 Nov 2018 10:35

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

Sabtu, 17 Nov 2018 18:15

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Sabtu, 17 Nov 2018 17:30

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 17 Nov 2018 15:00

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sabtu, 17 Nov 2018 11:02

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

Jum'at, 16 Nov 2018 21:45

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

Jum'at, 16 Nov 2018 21:20

Mantan Wakil Komandan Al-Shabaab Calonkan Diri Sebagai Pemimpin Negara Bagian Barat Daya Somalia

Mantan Wakil Komandan Al-Shabaab Calonkan Diri Sebagai Pemimpin Negara Bagian Barat Daya Somalia

Jum'at, 16 Nov 2018 20:15

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI

Jum'at, 16 Nov 2018 18:43

Status Sosial Penentu Tingkat Toleransi?

Status Sosial Penentu Tingkat Toleransi?

Jum'at, 16 Nov 2018 17:43

Menlu Saudi Klaim Putra Mahkota Mohammed Bin Salman Tidak Terkait Pembunuhan Khashoggi

Menlu Saudi Klaim Putra Mahkota Mohammed Bin Salman Tidak Terkait Pembunuhan Khashoggi

Jum'at, 16 Nov 2018 16:45

Fahri Apresiasi Catatan SBY: Beralasan, untuk Bela Prabowo

Fahri Apresiasi Catatan SBY: Beralasan, untuk Bela Prabowo

Jum'at, 16 Nov 2018 12:17

Bendera Tauhid Dikaitkan dengan HTI: Mereka Panik, Takut Jeblok di 2019

Bendera Tauhid Dikaitkan dengan HTI: Mereka Panik, Takut Jeblok di 2019

Jum'at, 16 Nov 2018 11:17

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Jum'at, 16 Nov 2018 10:01

Apa yang Sudah Kau Siapkan untuk Masuk Surga?

Apa yang Sudah Kau Siapkan untuk Masuk Surga?

Jum'at, 16 Nov 2018 05:24


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X