Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.758 views

Menjadi Sebenar-benarnya Hamba yang Merdeka

Oleh: Salsabila Maghfoor

(Anggota Revowriter, Koordinator Komunitas Penulis Pena Langit)

Perayaan ceremonial kemerdekaan telah sejak lama kita peringati, kurang lebih sebanyak 73 kali hingga saat ini. Bukan main, euforia-nya masih saja diisi dengan banyaknya kegiatan perlombaan dengan tujuan menghidupkan semangat perjuangan kemerdekaan yang dahulu pernah ada. Namun, apakah cukup demikian adanya?

Penulis merasakan, fenomena yang terus berulang ini tidak lebih hanya sekadar kebiasaan temurun yang entah akan sampai dimana ujungnya. Makna kemerdekaan yang ingin ditinjaui ulang pun belumlah nampak pengaruhnya terhadap effort penjagaan terhadap negeri ini dari segala rongrongan dan hegemoni asing dan juga aseng yang menggerogoti potensi di segala penjuru negeri.

Agaknya kesalahpahaman ini timbul karena terlebih dahulu kita belum menuntaskan pemaknaan istilahnya. Maka tidak heran bila penyikapan terjadap topik itu sendiri terkadang masihlah melenceng dari esensinya. Mengacu pada KBBI, makna ‘merdeka’ itu sendiri adalah bebas (dari penghambaan, penjajahan, dan sebagainya), berdiri sendiri.

Adapun makna ‘kemerdekaan’ ialah keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagim dan sebagainya), kebebasan. Terakhir, makna ‘semerdeka-merdekanya’ ialah tidak terpengaruh (oleh apa dan siapapun) ; bebas atau lepas sama sekali.

Sayangnya, sedari dulu peringatan kemerdekaan ala masyarakat belumlah sebagaimana maknanya. Kita belum bebas terpengaruh dari penghambaan pada sesama, pada yang lebih tinggi soalan takhta dan bahkan pada yang lebih banyak berkalang harta. Tidak heran jadinya, ketika hegemoni yang bertuan-kan Kapitalisme dan bertuhankan Sekulerisme itu hari ini terus menggempur kita di segala lini, tanpa mampu kita halau barang setepis pun. Arusnya justru kian deras.

Dalam kasus pembangunan infrastruktur misalnya, semua akan berkiblat pada pengembang dan investor, bukan untuk kesejahteraan rakyat. Tol yang sudah jadi, lantas dijual ke swasta dengan alasan klise. Dalam banyak kasus sosial budaya, ada upaya sistematis lewat kebijakan pariwisata dan hiburan yang ada untuk semakin meningkatkan pendapatan lewat banyaknya lawatan yang berdatangan.

Maka dalam hal apapun kita belumlah merdeka, belumlah terbebas terlepas seutuhnya. Ditambah lagi, sistem pencaturan perpolitikan dunia saat ini memanglah demikian adanya, menjadikan poros kepemimpinan yang ada didasarkan pada pusaran keinginan nafsu materi semata. Semua mengacu pada bagaimana negara adidaya mendikte dalam kekuasaan dan intervensinya atas negara-negara berkembang yang ada.

\Menjadikan setiap keputusan yang diambil bukan sebagai pilihan, tapi arahan yang tentu diaruskan sesuai kepentingan adidaya. Alhasil, kita bisa melihat hari ini tidak hanya Indonesia, bahkan negara lain pun sebenarnya belum ada yang mampu untuk mendesain kemerdekaannya sendiri dengan sebenar-benarnya kemerdekaan.

Sebagai seorang muslim, kita mestilah memandang dari kacamata keimanan yang utuh agar bias kebathilan itu bisa lantas sirna. Mengutip pendapat dari KH Hafidz Abdurrahman, hakikat merdeka itu adalah kita bebas diperhamba oleh sesama manusia. Karena kita hakikatmya hanya hamba Allah, bukan hamba manusia, harta, wanita dan dunia. Ketika kita menjadi hamba Allah, maka kita pun hanya mentaati titahNya.

Perintah dan larangan-Nya pun kita tegakkan dengan sempurna. Semua itu termaktub dalam syariatNya. Karena itu, kita pun terikat dan taat menjalankannya. Ketaatan dan keterikatan kita kepada syariatNya itulah yang menjadikan merdeka, bukan hanya pengakuan dan peresmian ceremonial dari negeri adidaya dan negeri lain yang ada.

Karena itu artinya tidak ada siapapun yang bisa mendikte kita, menguasai kita, bahkan menindas dan menjajah kita. Merampas kekayaan alam kita, menguasai tanah-tanah kita, dan memiskinkan kita. Dengan kata lain, ketika kita menjadi orang shalih, orang yang hanya taat dan terikat dengan syariat-Nya, maka kita pasti akan memimpin dunia, menguasai bumi ini. Saat itulah, kita akan menjadi Khalifah Allah di muka bumi.

Itulah, mengapa Khilafah hanya dijanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, serta tidak menyekutukan Allah dengan yang lain (Q.s. an-Nur: 55). Sebaliknya, jika kita menolak,  menjauhi dan bahkan mengkriminalisasi syariat-Nya, maka jangan harap kita akan merdeka. Jangan harap kita akan menjadi penguasa di muka bumi dan menguasai dunia dan seisinya.

Itulah mengapa negara penjajah sangat takut kepada umat Islam yang taat pada syariat-Nya. Karena itu artinya penjajahan mereka akan sirna. Mereka dicap radikal, fundamentalis, ekstrimis, bahkan teroris. Karena merekalah yang mengancam penjajahan negara-negara penjajah di dunia Islam.

Merdeka! Kita hanya bisa merdeka dengan tunduk dan senantiasa taat kepada syariat-Nya secara kaffah. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Latest News
Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Ahad, 18 Nov 2018 16:49

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Ahad, 18 Nov 2018 14:00

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ahad, 18 Nov 2018 13:35

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Ahad, 18 Nov 2018 12:58

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Ahad, 18 Nov 2018 12:35

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Ahad, 18 Nov 2018 11:35

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Ahad, 18 Nov 2018 10:35

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

Sabtu, 17 Nov 2018 18:15

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Sabtu, 17 Nov 2018 17:30

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 17 Nov 2018 15:00

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sabtu, 17 Nov 2018 11:02

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

Jum'at, 16 Nov 2018 21:45

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

Jum'at, 16 Nov 2018 21:20

Mantan Wakil Komandan Al-Shabaab Calonkan Diri Sebagai Pemimpin Negara Bagian Barat Daya Somalia

Mantan Wakil Komandan Al-Shabaab Calonkan Diri Sebagai Pemimpin Negara Bagian Barat Daya Somalia

Jum'at, 16 Nov 2018 20:15

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI

Jum'at, 16 Nov 2018 18:43

Status Sosial Penentu Tingkat Toleransi?

Status Sosial Penentu Tingkat Toleransi?

Jum'at, 16 Nov 2018 17:43

Menlu Saudi Klaim Putra Mahkota Mohammed Bin Salman Tidak Terkait Pembunuhan Khashoggi

Menlu Saudi Klaim Putra Mahkota Mohammed Bin Salman Tidak Terkait Pembunuhan Khashoggi

Jum'at, 16 Nov 2018 16:45

Fahri Apresiasi Catatan SBY: Beralasan, untuk Bela Prabowo

Fahri Apresiasi Catatan SBY: Beralasan, untuk Bela Prabowo

Jum'at, 16 Nov 2018 12:17

Bendera Tauhid Dikaitkan dengan HTI: Mereka Panik, Takut Jeblok di 2019

Bendera Tauhid Dikaitkan dengan HTI: Mereka Panik, Takut Jeblok di 2019

Jum'at, 16 Nov 2018 11:17

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Jum'at, 16 Nov 2018 10:01


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X