Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.654 views

Sejarah Kami Tak Bisa Dihapus

Oleh: Husni Mubarok

Ada orang yang mungkin bertanya, ‘Mengapa orang-orang Palestina terjebak pada kenangan masa lalu mereka? Mengapa mereka memperingati dan mengingat desa-desa yang tidak lagi tertulis di peta-peta? Mengapa orang-orang Palestina mewariskan kepada anak-anak mereka kunci rumah yang telah lama mereka tinggalkan?

Konon, hampir setiap keluarga Palestina yang mengungsi di jalur Gaza, yang terusir ketika peristiwa Nakba masih menyimpan kunci rumah mereka selama empat generasi. Mereka juga menyimpan dokumen-dokumen kepemilikan tanah yang berlaku di zaman Turki Utsmani. Kemudian timbul tanya, Kenapa orang Palestina tidak bisa move on dan berusaha menatap masa depan?

Jawabannya adalah bahwa Nakba bukan hanya trauma sejarah tetapi penderitaan akumulatif yang terus merusak mereka dengan identitas Palestina yang mereka sandang, baik secara kolektif maupun individual. Nakba adalah luka berkelanjutan yang tidak pernah sembuh.

Peristiwa Nakba adalah penghinaan yang lukanya tak pernah sembuh. Karena setiap luka itu hampir mengering, maka garam akan kembali dibalurkan ke luka tersebut oleh penghancuran rumah, pembunuhan, dan pemenjaraan yang sampai saat ini belum berhenti. Luka itu tak pernah sembuh karena Israel selalu memperparahnya. Lagi dan lagi.

Kenangan tentang pristiwa Nakba tidak disimpan oleh kunci yang bergerak dari tangan kakek ke tangan cucunya. Ingatannya terletak pada identitas yang rusak dan citra diri yang direndahkan yang kemudian diwariskan dari generasi ke generasi. Orang-orang Palestina mewarisi Nakba dari generasi yang tertindas dan terbuang.

Barangkali kepikunan tak akan pernah bisa membuat mereka melupakan semua kegetiran yang mereka alami. Sehingga peringatan Nakba diperlukan untuk memahami masa kini dan untuk memulihkan cedera masa lalu. Trauma kolektif membutuhkan penyembuhan kolektif melalui aksi dan narasi sebagai efek dari kesamaan nasib dan persepsi.

Sikap diam dan mencoba melupakan masa lalu sama saja memperdalam luka dan menimbulkan malapetaka di masa depan. karena masa depan bagi warga Palestina yang terusir dari tanah-tanah mereka adalah kembali ke rumah. Inilah yang mendasari spirit Great March Return.

“Tetapi ketika orang Palestina mendekati perbatasan Gaza, maka sama saja mereka seperti bunuh diri.” ini adalah satu statement lain yang sering terlontar.

Kita tidak bisa memahami bagaimana kondisi orang-orang Palestina. Alih-alih kita mengutuk kebrutalan Israel, kita malah menyalahkan orang Palestina. Ini terkesan lucu.

Orang-orang Palestina ini hanya memprotes pencurian tanah mereka atau pengepungan atau tembok pemisah apartheid antara muslim dan yahudi. Kita tidak bisa menyamakannya dengan bunuh diri.

Ada perbedaan secara psikologis antara orang yang mencoba bunuh diri karena masalah dan orang orang yang terbunuh karena memperjuangkan hak-haknya. Walaupun kita melihatnya seakan-akan dia mengumpankan jiwanya untuk dibunuh.

Orang yang bunuh diri itu terbenam dalam perasaan putus asa dan pesimisme. Bunuh diri juga sikap egosentris karena seseorang sudah kehilangan apa yang dimilikinya. Sebaliknya, orang yang mengorbankan diri - bahkan di jalan menuju kematian - mungkin penuh harapan. Mereka optimis bahwa mereka memiliki peluang dan masa depan. Bahkan menjadi jalan dan inspirasi untuk meneruskan harapan, mewariskannya dari generasi ke generasi.

Sungguh aneh dan lucu ketika ada orang-orang yang menganggap orang Palestina yang memperjuangkan hak-hak mereka sebagai teroris. Kita lihat ada saudara muslim yang menganggap satu gerakan islam (baca: HAMAS) sebagai teroris. Sebaliknya, ketika warga Palestina berdemonstrasi dengan cara-cara tanpa kekerasan kemudian dibunuh oleh pasukan pendudukan, mereka menyebutnya bunuh diri, Alih-alih menyebut Israel sebagai teroris. Persis seperti Avi Dichter, Ketua Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Israel yang menyebut demonstran sebagai orang-orang idiot.

Pawai besar yang dimulai pada Hari Bumi dan berlanjut hingga tanggal 14 Mei kemarin adalah respon atas pendirian Kedutaan Besar Amerika di kota yang diduduki Yerusalem. Pawai Akbar tersebut sekaligus sebagai perayaan ulang tahun ke-70 Nakbah. Jika Israel merayakannya sebagai Hari Berdiri Negara mereka, maka Orang Palestina memperingatinya sebagai hari Nakba, hari bermulanya musibah dan dampaknya masih ada hingga detik ini.

Pawai ini menandakan arti khusus tanah bagi orang-orang Palestina. Sementara beberapa pemilik tanah mungkin menganggap tanah mereka sebagai milik semata yang menghasilkan keuntungan ekonomi dan dapat dieksploitasi untuk air, energi, dan makanan, orang Palestina merasa sebaliknya.

Sebagai orang tanpa lahan, orang Palestina memandang tanah sebagai aspek jiwa mereka sendiri, mewakili identitas mereka yang terluka. Terlibat di tanah mereka dengan emosi yang dalam, banyak orang Palestina siap mati untuk membela tanah yang telah dirampas.

Tanah kisah hidup orang Palestina itu sendiri. Jika kita belum pernah merasakan priode penjajahan, mungkin kita tak pernah bisa merasakan dan memahaminya. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Latest News
Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Ahad, 18 Nov 2018 16:49

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Ahad, 18 Nov 2018 14:00

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ahad, 18 Nov 2018 13:35

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Ahad, 18 Nov 2018 12:58

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Ahad, 18 Nov 2018 12:35

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Ahad, 18 Nov 2018 11:35

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Ahad, 18 Nov 2018 10:35

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

Sabtu, 17 Nov 2018 18:15

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Sabtu, 17 Nov 2018 17:30

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 17 Nov 2018 15:00

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sabtu, 17 Nov 2018 11:02

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

Jum'at, 16 Nov 2018 21:45

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

Jum'at, 16 Nov 2018 21:20

Mantan Wakil Komandan Al-Shabaab Calonkan Diri Sebagai Pemimpin Negara Bagian Barat Daya Somalia

Mantan Wakil Komandan Al-Shabaab Calonkan Diri Sebagai Pemimpin Negara Bagian Barat Daya Somalia

Jum'at, 16 Nov 2018 20:15

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI

Tidak perlu Berlaku Toleran ke PKI

Jum'at, 16 Nov 2018 18:43

Status Sosial Penentu Tingkat Toleransi?

Status Sosial Penentu Tingkat Toleransi?

Jum'at, 16 Nov 2018 17:43

Menlu Saudi Klaim Putra Mahkota Mohammed Bin Salman Tidak Terkait Pembunuhan Khashoggi

Menlu Saudi Klaim Putra Mahkota Mohammed Bin Salman Tidak Terkait Pembunuhan Khashoggi

Jum'at, 16 Nov 2018 16:45

Fahri Apresiasi Catatan SBY: Beralasan, untuk Bela Prabowo

Fahri Apresiasi Catatan SBY: Beralasan, untuk Bela Prabowo

Jum'at, 16 Nov 2018 12:17

Bendera Tauhid Dikaitkan dengan HTI: Mereka Panik, Takut Jeblok di 2019

Bendera Tauhid Dikaitkan dengan HTI: Mereka Panik, Takut Jeblok di 2019

Jum'at, 16 Nov 2018 11:17

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Jum'at, 16 Nov 2018 10:01


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X