Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.696 views

Ketimpangan Toleransi dalam Sistem Demokrasi

Oleh: Dedah Kuslinah

Salah satu poin khutbah Muhammad Al Fatih jelang pembebasan konstantinopel: “ Jika penaklukan konstantinopel sukses, maka tidak mengusik tempat-tempat peribadatan, dan gereja – gereja. Jangan mengganggu para pendeta, dan orang – orang lemah tak berdaya, yang tidak ikut terjun ke medan pertempuran”.

Berabad tahun silam, minoritas mulia di bawah naungan pemerintahan Islam. Islam mengajarkan cara hidup berdampingan dengan penganut agama lain dalam satu negara. Negara pun menjaga dan melindungi keyakinan, kehormatan, akal, kehidupan, dan harta benda mereka.

Di abad ini, nasib minoritas muslim di wilayah masyarakat non muslim hampir selalu terdiskriminasi. Dilansir dari Merdeka.com, 18/03/2018 bahwa “Perkumpulan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menuntut pembongkaran menara Masjid Al-Aqsa Sentani karena lebih tinggi dari bangunan gereja yang sudah banyak berdiri di daerah itu”.

Atas nama toleransi,sebelumnya beredar surat edaran PGGJ yang terdiri dari perwakilan 15 gereja di Jayapura diantara isinya meminta agar suara azan yang selama ini diperdengarkan kepada khalayak umum harus diarahkan ke dalam masjid agar tidak mengganggu masyarakat sekitar.

Dan masih ingatkah peristiwa 17 juli 2015, ketika Masjid Baitul Mutaqin di Karubaga kabupaten Tolikara Papua dibakar? Sangatlah tak elok, sekelompok massa menyerang jama’ah shalat ied di lapangan makaromil 1702-II / Karubaga. Mereka meminta jama’ah untuk menghentikan shalat ied. Ironisnya, para pelaku malah diundang ke istana oleh bapak kepala negara.

Kemudian tahun 2014, ada pelarangan berbusana muslim bagi pelajar muslimah, pelarangan ibadah dan pelarangan shalat Jum’at di Bali, serta wajib mengecilkan suara azan pada saat nyepi. Ini semua menambah panjang rangkaian cerita ketimpangan toleransi di sistem demokrasi.

Gagal paham kembali menyeruak. Bukankah ketaatan seorang manusia pada Tuhannya tidak berdasarkan tinggi rendahnya bangunan tempat beribadahnya? Apakah tinggi rendahnya bangunan penentu bagi cepat atau lambatnya ibadah seseorang diterima oleh Tuhannya?

Bila dicermati, nasib minoritas non muslim di wilayah masyarakat mayoritas muslim, justru lebih baik. Ketika mereka melaksanakan peribadatan, pengawalan ketat lengkap dengan senjata yang disandang setiap personilnya telah disiagakan untuk melindunginya. Hal yang bertolak belakang saat muslim menjadi minoritas.

Perhatikan isi berita berikut ini. Dikutip dari CNN Indonesia, edisi Sabtu, 17/03/2018, ketua PGGJ Pendeta Robbi Depondoye mengatakan, “Kami sarankan ibadahmu enggak dilarang, tapi suara azan diarahkan ke dalam masjid saja jangan keluar.”

Para ulama sepakat bahwa kumandang azan itu disyari’atkan. Syari’at yang mulia ini sudah berlangsung sejak masa Rasulullah Saw hingga saat ini. Rasulullah Saw bersabda, “Jika waktu shalat telah tiba, salah seorang diantara kalian hendaknya mengumandangkan azan untuk kalian, dan yang paling tua diantara kalian menjadi imam” (HR Bukhari no 631 dan Muslim no 674).

Azan adalah panggilan bagi umat muslim untuk melaksanakan ibadahnya.  Lonceng dibunyikan saat orang nasrani dipanggil untuk beribadah. Terompet ditiupkan saat orang yahudi dipanggil untuk beribadah. Begitu pula api dinyalakan saat kaum majusi dipanggil untuk melakukan ibadah.

Jika toleransi itu memang ada, kenapa suara azan dipersalahkan? Bagaimana dengan lonceng di gereja? Lonceng dan gendang besar di kelenteng yang juga dibunyikan ketika akan melakukan ibadah?

Faktanya, dalam negara demokrasi ruang toleransi hanya terbuka untuk non muslim namun tidak untuk muslim. Tragis!

Bila sudah begini, masihkah demokrasi diharap dapat menyelamatkan negeri dengan dalih toleransi? Pada saat yang sama, ada aturan dan sistem kenegaraan yang terbukti berabad lamanya mampu mengayomi seluruh warga negara meskipun berbeda-beda. Di sinilah akal yang dipandu keimanan diuji, masihkah memilih sistem buatan manusia yang jelas timpang ataukah sistem yang bersumber dari pencipta manusia itu sendiri? Kalau kata Cak Lontong: mikir!  Wallahu a’lam bi ash shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bocah SD ini Mengidap Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!!

Bocah SD ini Mengidap Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti tumor ganas, tubuh Fatkhur Kurniawan kurus kerontang. Pundaknya terus membesar hingga sekuran bola basket. Kondisi keluarga memprihatinkan, penghasilan keluarga 16 ribu rupiah perhari....

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Latest News
Pejuang Oposisi Suriah Terus Lancarkan Serangan Pesawat Tak Berawak ke Pangkalan Udara Rusia di Lata

Pejuang Oposisi Suriah Terus Lancarkan Serangan Pesawat Tak Berawak ke Pangkalan Udara Rusia di Lata

Senin, 23 Jul 2018 18:49

JK ingin Wapres lagi? Pengamat: Tidak Perlu, Indonesia tidak Kurang Pemimpin

JK ingin Wapres lagi? Pengamat: Tidak Perlu, Indonesia tidak Kurang Pemimpin

Senin, 23 Jul 2018 18:17

Turki Deportasi Mantan Tahanan Penjara Guantanamo ke Suriah

Turki Deportasi Mantan Tahanan Penjara Guantanamo ke Suriah

Senin, 23 Jul 2018 17:48

Demi Keadilan dan Kemanusiaan, Menkum HAM harus Publikasi Ruang Lapas dan Mako Brimob

Demi Keadilan dan Kemanusiaan, Menkum HAM harus Publikasi Ruang Lapas dan Mako Brimob

Senin, 23 Jul 2018 17:17

Generasi Alay dari Sistem Hidup yang Alay

Generasi Alay dari Sistem Hidup yang Alay

Senin, 23 Jul 2018 17:02

Hanya dengan Ganti Presiden Rupiah kembali Menguat

Hanya dengan Ganti Presiden Rupiah kembali Menguat

Senin, 23 Jul 2018 16:17

Malaysia Akan Cabut UU Bersifat Opresif yang Bisa Menangkap Siapa Pun Tanpa Pengadilan

Malaysia Akan Cabut UU Bersifat Opresif yang Bisa Menangkap Siapa Pun Tanpa Pengadilan

Senin, 23 Jul 2018 16:00

Melon oh Melon; Subsidi Akan Dicabut Juga?

Melon oh Melon; Subsidi Akan Dicabut Juga?

Senin, 23 Jul 2018 15:52

Sel Koruptor Satukan Saja dengan Pelaku Maling Ayam

Sel Koruptor Satukan Saja dengan Pelaku Maling Ayam

Senin, 23 Jul 2018 15:17

Sepinya #2019TetapJokowi di Medan Bung, Bandingkan dengan Aksi #2019GantiPresiden

Sepinya #2019TetapJokowi di Medan Bung, Bandingkan dengan Aksi #2019GantiPresiden

Senin, 23 Jul 2018 15:02

Seribu Lebih Pemukim Ilegal Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa

Seribu Lebih Pemukim Ilegal Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa

Senin, 23 Jul 2018 15:00

[VIDEO] AKSI #2019GantiPresiden Langgar Hukum? Ini Penjelasan Pakar Hukum

[VIDEO] AKSI #2019GantiPresiden Langgar Hukum? Ini Penjelasan Pakar Hukum

Senin, 23 Jul 2018 14:39

Politisi: Adilkah Rezim Jokowi disebut Pemicu Konflik Ideologi dan Tumbuhnya Paham Anti Islam?

Politisi: Adilkah Rezim Jokowi disebut Pemicu Konflik Ideologi dan Tumbuhnya Paham Anti Islam?

Senin, 23 Jul 2018 14:17

Mengapa Mereka Ketakutan Dengan #2019GantiPresiden?

Mengapa Mereka Ketakutan Dengan #2019GantiPresiden?

Senin, 23 Jul 2018 14:02

Harga Telur Ayam Melejit, Para Ibu pun Menjerit

Harga Telur Ayam Melejit, Para Ibu pun Menjerit

Senin, 23 Jul 2018 13:37

Argumen Tim Hukum DDII Dipertimbangan MK Tolak Gugatan Ahmadiyah

Argumen Tim Hukum DDII Dipertimbangan MK Tolak Gugatan Ahmadiyah

Senin, 23 Jul 2018 13:30

[VIDEO] Sukses Deklarasi #2019GantiPresiden di Medan, Ini Harapan Ustzh Ronny Rizkita Siregar

[VIDEO] Sukses Deklarasi #2019GantiPresiden di Medan, Ini Harapan Ustzh Ronny Rizkita Siregar

Senin, 23 Jul 2018 13:19

Manuver (Pendukung) Jokowi Pro Islam untuk 2019 akan Sia-sia

Manuver (Pendukung) Jokowi Pro Islam untuk 2019 akan Sia-sia

Senin, 23 Jul 2018 13:17

Tikus Politik Kembali Beraksi, Tuntaskan Dengan Sistem Islam

Tikus Politik Kembali Beraksi, Tuntaskan Dengan Sistem Islam

Senin, 23 Jul 2018 13:15

Digugat Ahmadiyah, DDII: UU PNPS 1965 Cegah Penistaan Agama

Digugat Ahmadiyah, DDII: UU PNPS 1965 Cegah Penistaan Agama

Senin, 23 Jul 2018 13:10


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X