Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.788 views

Ketimpangan Toleransi dalam Sistem Demokrasi

Oleh: Dedah Kuslinah

Salah satu poin khutbah Muhammad Al Fatih jelang pembebasan konstantinopel: “ Jika penaklukan konstantinopel sukses, maka tidak mengusik tempat-tempat peribadatan, dan gereja – gereja. Jangan mengganggu para pendeta, dan orang – orang lemah tak berdaya, yang tidak ikut terjun ke medan pertempuran”.

Berabad tahun silam, minoritas mulia di bawah naungan pemerintahan Islam. Islam mengajarkan cara hidup berdampingan dengan penganut agama lain dalam satu negara. Negara pun menjaga dan melindungi keyakinan, kehormatan, akal, kehidupan, dan harta benda mereka.

Di abad ini, nasib minoritas muslim di wilayah masyarakat non muslim hampir selalu terdiskriminasi. Dilansir dari Merdeka.com, 18/03/2018 bahwa “Perkumpulan Gereja-gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) menuntut pembongkaran menara Masjid Al-Aqsa Sentani karena lebih tinggi dari bangunan gereja yang sudah banyak berdiri di daerah itu”.

Atas nama toleransi,sebelumnya beredar surat edaran PGGJ yang terdiri dari perwakilan 15 gereja di Jayapura diantara isinya meminta agar suara azan yang selama ini diperdengarkan kepada khalayak umum harus diarahkan ke dalam masjid agar tidak mengganggu masyarakat sekitar.

Dan masih ingatkah peristiwa 17 juli 2015, ketika Masjid Baitul Mutaqin di Karubaga kabupaten Tolikara Papua dibakar? Sangatlah tak elok, sekelompok massa menyerang jama’ah shalat ied di lapangan makaromil 1702-II / Karubaga. Mereka meminta jama’ah untuk menghentikan shalat ied. Ironisnya, para pelaku malah diundang ke istana oleh bapak kepala negara.

Kemudian tahun 2014, ada pelarangan berbusana muslim bagi pelajar muslimah, pelarangan ibadah dan pelarangan shalat Jum’at di Bali, serta wajib mengecilkan suara azan pada saat nyepi. Ini semua menambah panjang rangkaian cerita ketimpangan toleransi di sistem demokrasi.

Gagal paham kembali menyeruak. Bukankah ketaatan seorang manusia pada Tuhannya tidak berdasarkan tinggi rendahnya bangunan tempat beribadahnya? Apakah tinggi rendahnya bangunan penentu bagi cepat atau lambatnya ibadah seseorang diterima oleh Tuhannya?

Bila dicermati, nasib minoritas non muslim di wilayah masyarakat mayoritas muslim, justru lebih baik. Ketika mereka melaksanakan peribadatan, pengawalan ketat lengkap dengan senjata yang disandang setiap personilnya telah disiagakan untuk melindunginya. Hal yang bertolak belakang saat muslim menjadi minoritas.

Perhatikan isi berita berikut ini. Dikutip dari CNN Indonesia, edisi Sabtu, 17/03/2018, ketua PGGJ Pendeta Robbi Depondoye mengatakan, “Kami sarankan ibadahmu enggak dilarang, tapi suara azan diarahkan ke dalam masjid saja jangan keluar.”

Para ulama sepakat bahwa kumandang azan itu disyari’atkan. Syari’at yang mulia ini sudah berlangsung sejak masa Rasulullah Saw hingga saat ini. Rasulullah Saw bersabda, “Jika waktu shalat telah tiba, salah seorang diantara kalian hendaknya mengumandangkan azan untuk kalian, dan yang paling tua diantara kalian menjadi imam” (HR Bukhari no 631 dan Muslim no 674).

Azan adalah panggilan bagi umat muslim untuk melaksanakan ibadahnya.  Lonceng dibunyikan saat orang nasrani dipanggil untuk beribadah. Terompet ditiupkan saat orang yahudi dipanggil untuk beribadah. Begitu pula api dinyalakan saat kaum majusi dipanggil untuk melakukan ibadah.

Jika toleransi itu memang ada, kenapa suara azan dipersalahkan? Bagaimana dengan lonceng di gereja? Lonceng dan gendang besar di kelenteng yang juga dibunyikan ketika akan melakukan ibadah?

Faktanya, dalam negara demokrasi ruang toleransi hanya terbuka untuk non muslim namun tidak untuk muslim. Tragis!

Bila sudah begini, masihkah demokrasi diharap dapat menyelamatkan negeri dengan dalih toleransi? Pada saat yang sama, ada aturan dan sistem kenegaraan yang terbukti berabad lamanya mampu mengayomi seluruh warga negara meskipun berbeda-beda. Di sinilah akal yang dipandu keimanan diuji, masihkah memilih sistem buatan manusia yang jelas timpang ataukah sistem yang bersumber dari pencipta manusia itu sendiri? Kalau kata Cak Lontong: mikir!  Wallahu a’lam bi ash shawab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Super Qurban ke Pesantren, Daerah Bencana, Kampung Muallaf dan Dakwah Pedalaman

Qurban adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama daripada jihad. Mari berqurban ke pesantren, penjara, peluarga mujahid, dakwah pedalaman dan rawan pemurtadan. ...

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Lombok luluhlantak diguncang gempa. Derita mereka duka kita juga. Mari berbagi kebahagiaan dengan berqurban untuk para korban gempa di lombok....

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Latest News
Reinventing Government dan Indonesia

Reinventing Government dan Indonesia

Senin, 24 Sep 2018 16:37

Mengembalikan Peran Politik Ulama dalam Islam

Mengembalikan Peran Politik Ulama dalam Islam

Senin, 24 Sep 2018 14:35

Islam Bukan Zombie

Islam Bukan Zombie

Senin, 24 Sep 2018 12:34

Alergi Islam Politik, Upaya Mencegah Kebangkitan Islam

Alergi Islam Politik, Upaya Mencegah Kebangkitan Islam

Senin, 24 Sep 2018 10:30

Polisi Bubarkan Deklarasi#2019GantiPresiden di Tangsel

Polisi Bubarkan Deklarasi#2019GantiPresiden di Tangsel

Senin, 24 Sep 2018 09:49

Sambut Hijriah, Masjid Al Ikhlas VGH Bekasi Gelar Donor Darah

Sambut Hijriah, Masjid Al Ikhlas VGH Bekasi Gelar Donor Darah

Senin, 24 Sep 2018 09:37

Politisi Demokrat “Taubat” dari Golput, 2019 Berjuang Bersama Prabowo-Sandi

Politisi Demokrat “Taubat” dari Golput, 2019 Berjuang Bersama Prabowo-Sandi

Senin, 24 Sep 2018 08:43

Kepemimpinan Syar'i yang Dinanti

Kepemimpinan Syar'i yang Dinanti

Senin, 24 Sep 2018 08:25

Hegemoni AS Kembali Mencengkeram Indonesia

Hegemoni AS Kembali Mencengkeram Indonesia

Senin, 24 Sep 2018 08:04

Ini Modal Awal Dana Kampanye Prabowo-Sandi

Ini Modal Awal Dana Kampanye Prabowo-Sandi

Senin, 24 Sep 2018 07:43

Nyawa Anak Gaza Kembali Syahid (In syaa Allah)

Nyawa Anak Gaza Kembali Syahid (In syaa Allah)

Senin, 24 Sep 2018 07:23

Pendukung Jokowi-Ma’ruf Dinilai tidak Paham Deklarasi Kampanye

Pendukung Jokowi-Ma’ruf Dinilai tidak Paham Deklarasi Kampanye

Senin, 24 Sep 2018 06:43

Peran Ulama dalam Politik untuk Mencerdaskan Umat

Peran Ulama dalam Politik untuk Mencerdaskan Umat

Senin, 24 Sep 2018 06:25

Fenomena Media Sosial Pemicu Perceraian

Fenomena Media Sosial Pemicu Perceraian

Senin, 24 Sep 2018 06:24

Kemarahan dan Peringatan Politisi Demokrat ke Projo

Kemarahan dan Peringatan Politisi Demokrat ke Projo

Senin, 24 Sep 2018 05:43

Ekonomi Digital, Perempuan Target Global?

Ekonomi Digital, Perempuan Target Global?

Ahad, 23 Sep 2018 23:53

Deklarasi Kampanye Dicedarai, Prabwo-Sandi Komitmen tetap Damai

Deklarasi Kampanye Dicedarai, Prabwo-Sandi Komitmen tetap Damai

Ahad, 23 Sep 2018 23:23

Deklarasi Kampanye Damai Terganggu, KPU Diminta Bersikap

Deklarasi Kampanye Damai Terganggu, KPU Diminta Bersikap

Ahad, 23 Sep 2018 22:23

Deklarasi Kampanye Damai Gagal dan Melahirkan Protes

Deklarasi Kampanye Damai Gagal dan Melahirkan Protes

Ahad, 23 Sep 2018 21:23

Politisi Demokrat sebut Pendukung Jokowi Ganggu Deklarasi Damai

Politisi Demokrat sebut Pendukung Jokowi Ganggu Deklarasi Damai

Ahad, 23 Sep 2018 20:23


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X