Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.384 views

Mengurai Kasus Kabar Hoax dan Perang Propaganda

Oleh: Ririn Umi Hanif

Publik kembali dihebohkan dengan kasus berita hoax dan ujaran kebencian. Setelah kasus saracen beberapa waktu lalu, kini family Muslim Cyber Army (MCA), kembali dituding sebagai penyebar hoax dan kebencian yang meresahkan.

Selasa, 27 Pebruari 2018, Ditsiber Bareskrim Polri telah menangkap sejumlah orang terkait penyebaran informasi hoaks dalam kelompok Muslim Cyber Army (MCA). Sebanyak enam orang administrator telah diamankan terkait kasus tersebut (Kompas.com, 28/2/2018)

Para tersangka dijerat dengan perbuatan pidana sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi Ras dan Etnis (SARA). Pelaku juga disangka dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan tindakan yang menyebabkan terganggunya sistem elektronik dan atau membuat sistem elekteonik tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Pelaku terancam pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau pasal Jo pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau pasal 33 UU ITE (Tirto.id, 2/3/2018)

Berbagai upaya telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun perseorangan masyarakat. Pemerintah  telah membentuk Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) yang bertugas melindungi kegiatan siber secara nasional.

Pemerintah juga menerbitkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik yang mengatur soal penyebaran informasi dan pemberian sanksi pidana penjara enam tahun dan denda Rp.1 miliar kepada siapa saja yang menyebarkan berita hoax walaupun hanya sekedar menyebarkan (forward). Perseorangan masyarakat juga berupaya membentuk komunitas anti hoax yang telah meluncurkan aplikasi turn back hoax.

Namun upaya ini belum membuahkan hasil maksimal, mengingat begitu banyaknya pengguna medsos dibandingkan jumlah SDM dan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengawasi pengguna sosmed yang jumlahnya mencapai 132 juta pada tahun 2016 (kompas.com).

Kalau kita mau merenung dan jujur mengakui,  akar permasalahannya adalah sistem demokrasi-kapitalisme yang diterapkan di tengah-tengah masyarakat kita. Sistem ini begitu menjunjung tinggi kebebasan, termasuk kebebasan berpendapat.

Dengan dibukanya kran kebebasan berpendapat dalam sistem demokrasi, orang bebas menyebarkan informasi apa saja. Dengan ditinggalkannya konsep halal dan haram, orang akan melakukan apa pun untuk bisa meraih keuntungan sebesar mungkin dengan modal sekecil-kecilnya, termasuk dengan menyebarkan berita hoax.

Sistem pendidikan berbasis sekulerisme yang diterapkan negeri ini juga menyumbang peran yang cukup besar. Masyarakat tidak memiliki standar yang jelas untuk memilah suatu berita. Apalagi menjadikan Islam sebagai standar untuk menilai kebenaran suatu berita. Sulitnya mengakses pendidikan tinggi juga memicu pola sikap masyarakat untuk tidak menganggap penting sebuah literasi. Sehingga upaya cros cek ke sumber langsung sering tidak menjadi pilihan.

Faktor ideologi dan politik pun tidak kalah penting perannya. Meskipun sering dikatakan bahwa media, khususnya media massa, harus netral dan objektif, tapi fakta di lapangan mengatakan sebaliknya. Media digunakan untuk menjatuhkan lawan politik, baik tokoh maupun kelompok yang dianggap berseberangan.

Dalam ajaran islam, seorang muslim diperintahkan untuk tabayyun atau meneliti kebenaran sebuah berita sebelum mempercayai apalagi menyebarkannya, yang bisa menjerumuskannya dalam fitnah. (QS.al-Hujurat 49 : 6 dan QS  al-Isra ayat 36). Sehingga dibutuhkan ketaqwaan tinggi bagi tiap - tiap individu di negeri ini untuk bisa melawan hoax. Karena individu yg bertaqwa, dia akan terus berusaha mengamalkan apa yang diperintahkan Allah SWT.

Namun ketaqwaan individu saja tidaklah cukup membendung arus berita hoax, kontrol masyarakat juga diperlukan sebagai upaya amar ma'ruf nahi mungkar. Demikian pula negara, harus mengganti sistem kapitalis sekuler, yang kita yakini menjadi awal bebasnya manusia melakukan banyak hal tanpa peduli halal dan haramnya. 

Diganti dengan sistem islam yang akan merubah sistem pendidikan sekuler dengan kurikulum berbasis aqidah islam dan murah, sehingga masyarakat bisa "melek" literasi.

Juga sistem politik kapitalis menjadi politik islam, yang menganggap bahwa jabatan adalah amanah yang akan dimintai pertanggung jawaban. Sehingga tidak akan terjadi penggunaan berita hoax demi popularitas semu politik ala kapitalis. Wallahu a'lam. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Di usia senja, Bu Janih bersama 5 anak yatimnya tinggal di rumah rombeng yang kumuh, lapuk dan sering roboh. Upah sebagai buruh cuci serabutan pun tak menentu sehingga tidak bisa memasak nasi...

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Sudah 23 hari tangan Ramdani remuk dalam insiden tabrak lari. Ia harus segera dioperasi supaya patahan tulang tidak berantakan dan dagingnya tidak membusuk. Butuh dana puluhan juta untuk operasi....

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Latest News
SOHR: Serangan Udara Rezim Assad di Kamp Yarmuk Tewaskan 6 Warga Sipil

SOHR: Serangan Udara Rezim Assad di Kamp Yarmuk Tewaskan 6 Warga Sipil

Rabu, 25 Apr 2018 21:00

Hadiri, 'Menjadi Keluarga Sakinah di Zaman Fitnah' Bersama Ust. Oemar Mita

Hadiri, 'Menjadi Keluarga Sakinah di Zaman Fitnah' Bersama Ust. Oemar Mita

Rabu, 25 Apr 2018 20:51

[VIDEO] Prosesi Pelepasan Jenazah Asy Syahid Dr Fadi Al-Batsh

[VIDEO] Prosesi Pelepasan Jenazah Asy Syahid Dr Fadi Al-Batsh

Rabu, 25 Apr 2018 20:50

Polisi Malaysia Rilis Foto Salah Satu Tersangka Pembunuh Ilmuan Palestina

Polisi Malaysia Rilis Foto Salah Satu Tersangka Pembunuh Ilmuan Palestina

Rabu, 25 Apr 2018 20:36

[VIDEO] Tim 11 Ulama Alumni 212 Ungkap Hasil Pertemuan Tertutup dengan Jokowi

[VIDEO] Tim 11 Ulama Alumni 212 Ungkap Hasil Pertemuan Tertutup dengan Jokowi

Rabu, 25 Apr 2018 20:31

Pembunuhan Kepala Politik Saleh Al-Sammad Kemunduran Besar Bagi Pemberontak Syi'ah Houtsi

Pembunuhan Kepala Politik Saleh Al-Sammad Kemunduran Besar Bagi Pemberontak Syi'ah Houtsi

Rabu, 25 Apr 2018 20:05

DDII: Anjuran Pilih Orang Islam di Masjid Tidak Masalah

DDII: Anjuran Pilih Orang Islam di Masjid Tidak Masalah

Rabu, 25 Apr 2018 19:06

UBN: Dakwah Politik Islam Di Masjid Boleh

UBN: Dakwah Politik Islam Di Masjid Boleh

Rabu, 25 Apr 2018 19:01

Ketua DDII Jabar Setuju Jangan Politisasi Masjid Jika Maknanya Seperti Ini

Ketua DDII Jabar Setuju Jangan Politisasi Masjid Jika Maknanya Seperti Ini

Rabu, 25 Apr 2018 16:57

Taliban Umumkan Ofensif Musim Semi Baru, Disebut Operasi Al-Khandaq

Taliban Umumkan Ofensif Musim Semi Baru, Disebut Operasi Al-Khandaq

Rabu, 25 Apr 2018 16:30

Jangan Tabu Membahas Politik di Masjid

Jangan Tabu Membahas Politik di Masjid

Rabu, 25 Apr 2018 14:09

[VIDEO] Terima Kasih Donatur. 130 Hidangan Maidaturrahmah 13 April 2018 telah diibagikan

[VIDEO] Terima Kasih Donatur. 130 Hidangan Maidaturrahmah 13 April 2018 telah diibagikan

Rabu, 25 Apr 2018 13:12

Munarman: Pemisahan Masjid dan Politik Itu Konsep Snouckhurgronye

Munarman: Pemisahan Masjid dan Politik Itu Konsep Snouckhurgronye

Rabu, 25 Apr 2018 11:03

SoA: Pembunuhan Dr Fadhi Ungkap Sejatinya Israel

SoA: Pembunuhan Dr Fadhi Ungkap Sejatinya Israel

Rabu, 25 Apr 2018 10:58

Wakil DPD RI Ingatkan Kondisi Keamanan Jelang Pilkada Serentak

Wakil DPD RI Ingatkan Kondisi Keamanan Jelang Pilkada Serentak

Rabu, 25 Apr 2018 09:44

Mesir Izinkan Jenazah Ilmuan Palestina Dikembalikan ke Gaza Lewat Perbatasannya

Mesir Izinkan Jenazah Ilmuan Palestina Dikembalikan ke Gaza Lewat Perbatasannya

Rabu, 25 Apr 2018 09:35

Politisasi Masjid Harus Dijelaskan Dulu Maknanya

Politisasi Masjid Harus Dijelaskan Dulu Maknanya

Rabu, 25 Apr 2018 09:13

MUI: Jangan Sampai Antipolitisasi Masjid Guna Lancarkan Kampanye Politik di Rumah Ibadah Non-muslim

MUI: Jangan Sampai Antipolitisasi Masjid Guna Lancarkan Kampanye Politik di Rumah Ibadah Non-muslim

Rabu, 25 Apr 2018 08:49

Pemerintah akan Datangkan Dosen Asing dengan Gaji Rp. 39-65 Juta

Pemerintah akan Datangkan Dosen Asing dengan Gaji Rp. 39-65 Juta

Rabu, 25 Apr 2018 08:15

Diduga Tidak Adil, PP KAMMI: Copot Direktur Utama PT Telkom Indonesia

Diduga Tidak Adil, PP KAMMI: Copot Direktur Utama PT Telkom Indonesia

Rabu, 25 Apr 2018 08:15


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X