Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
4.345 views

Ada Dusta di PTUN, Memprihatinkan!

Oleh: Nazwar Syarif

Sidang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) kembali di gelar pada tanggal 8 maret 2018 di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Tim Kuasa Hukum Menteri Hukum dan HAM RI (Tergugat) menghadirkan dua ahli dan satu saksi fakta, serta mengajukan bukti-bukti tambahan diantaranya adalah :

1. Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA, Ph.D yang hadir sebagai saksi ahli

2. Maruarar Siahaan sebagai ahli hukum administrasi negara

3. Muhammad Guntur Romli sebagai saksi fakta.

Ketiga saksi ini menyampaikan kesaksiannya masing-masing, ternyata banyak dusta dan kebohongan yang disampaikan saksi ahli seperti halnya kesaksian Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, MA, Ph.D.

Yudian dihadirkan sebagai saksi ahli dari pihak tergugat Kemenkumham RI. Statusnya sebagai ahli agama Islam dan menjelaskan beberapa hal diantaranya penerapan pendirian negara khilafah sesuai cita-cita HTI dilarang di Indonesia, agar negeri ini aman. Khilafah tidak bisa diterapkan di Indonesia karena negeri ini sudah berbentuk NKRI. Dan bangsa Indonesia sudah bersatu dalam Pancasila. "Pemberontakan terhadap Pancasila berarti pemberontakan terhadap Allah SWT," tuturnya.

Yudian katakan tentang konsep khilafah. Yudian katakan tidak ada khilafah dalam Al-Qur’an, yang ada khalifah. Menurut Yudian, khalifah yang dimaksud dalam Al-Qur’an itu harus memenuhi dua syarat. Pertama, profesional. Kedua, menang tanding seperti yang dikutip di media umat. Ahli adalah bentuk teror publik terhadap ajaran Islam.

Lalu saksi ke dua adalah Politisi PSI Muhammad Guntur Romli sebagai saksi fakta. Kesaksian Guntur Romli tak jauh berbeda dengan kesaksian Yudian. Isinya pun penuh dengan kedustaan seperti  yang dituliskan oleh Ahmad Khozinudin, S.H.

Pertama, Guntur mengaku telah mengkaji seluruh kitab HTI dalam waktu 6 (enam) bulan. Guntur juga berapi-api menjelaskan berbagai kesimpulan yang diperoleh dari kajian yang dilakukan. Diantaranya, Guntur menyebut dalam kajian HTI tidak pernah dikaji Al Quran dan Al Hadits. Semua kajian yang dilakukan HTI diarahkan pada materi Khilafah. Semua pembahasan kitab-kitab kajian HTI hanya membahas tentang Khilafah. Ketika dikonfirmasi oleh jubir HTI mengenai kajian yang dilakukan, apakah Guntur Romli mengkaji atau sekedar membaca? Guntur baru mengakui, dirinya tidak mengkaji melainkan hanya membaca.

Kedua, Guntur berdusta atas klaim telah membaca semua kitab HTI. Setelah dirinci dengan pertanyaan apa sudah membaca kitab Ajhizah ketika berada di Mesir, Guntur menjawab tidak. Ini pengingkaran pada keterangan awal yang mengklaim telah mengkaji semua kitab-kitab HTI, kemudian berubah dengan klaim telah membaca semua kitab-kitab HTI. Dan terakhir, klaim atas pembacaan semua kitab HTI kembali didustaan oleh Guntur sendiri.

Ketiga, Guntur juga dusta perihal kitab-kitab HTI yang diklaim melulu membahas Khilafah. Padahal, kitab-kitab HTI sangat variatif. Ada kitab yang membahas masalah ekonomi Islam seperti kitab Nidzamul Iqtishodi fiil Islam. Ada kitab min muqowimat nafsiyah Islamiyah, kitab yang sengaja dikaji agar setiap muslim memiliki kepribadian Islam. Ada kitab yang membahas tentang interaksi sosial ditengah masyarakat, khususnya terkait hubungan pria dan wanita serta apa yang terkait dengannya, seperti dalam kitab Nidzamul ijtimai fiil Islam. Setelah merasa gagal dan terbongkar dusta atas keterangannya, Guntur mencoba menutupinya dengan menyampaikan alasan semua kitab ujung-ujungnya diarahkan untuk membahas Khilafah.

Keempat, Guntur menuduh HTI menganut pemahaman takfiri yakni mudah menuding umat Islam lainnya kafir. Tapi lagi-lagi, setelah diselidiki jubir HTI, Guntur terdiam karena faktanya HTI tidak pernah mengkafirkan sesama muslim.

Menurut saya kesaksian Yudian dan Guntur ini penuh dengan dusta, opini-opini yang disampaikan tidak berujuk kepada Al-Qur'an, Hadist maupun kitab fiqih, tetapi hanya kesaksian palsu yang mengikuti hawa nafsu saja, demi memenangkan opininya segala hal dilakukan tidak dilihat dari tolak ukur benar dan salah.

Jika kesaksian seseorang salah atau terbukti palsu, ancaman hukuman pidana siap menanti.

Seseorang yang awalnya duduk di kursi saksi, jika terbukti melakukan kesaksian palsu bisa berubah duduk menjadi tersangka. Dalam hukum positif di Indonesia, sesuai Pasal 242 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), seseorang yang memberi keterangan palsu di atas sumpah, baik lisan maupun tulisan diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Rasullullah SAW bersabda Persaksian palsu itu sama dgn syirik kepada Allah. Hal itu beliau ucapkan hingga tiga kali, setelah itu beliau membaca ayat: ' [HR. ibnumajah No.2363]. 

Dan adapun hadist lainnya Sekali-kali kedua kaki orang yg bersumpah palsu tak akan bergeser hingga Allah memasukannya ke dalam neraka. [HR. ibnumajah No.2364].

Semoga Allah membalas tipu daya musuh-musuh Islam dan memenangkan kembali Islam tegak di muka bumi Aamiin. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi : Google

 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Cinta Yatim Mujahid Aksi Bela Islam 411, Ayo Bantu Keluarga Yatim Saili bin Utom.!!

Cinta Yatim Mujahid Aksi Bela Islam 411, Ayo Bantu Keluarga Yatim Saili bin Utom.!!

Sudah 2 tahun Fadilah dan Reza hidup sebagai anak yatim. Sang ayah, Saili bin Utom gugur dalam Aksi Bela Islam GNPF MUI pada 4 November 2016, membela Kitab Suci Al-Qur'an yang dilecehkan Gubernur...

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Bedah Rumah Markas Pengajian Ustadz Wahyudin Rampung 75 Persen, Biaya Kurang 14 Juta Rupiah, Ayo Bantu.!!

Pembangunan rumah korban banjir Tasikmalaya ini masih butuh dana 14 juta rupiah untuk. Rumah ini sangat dibutuhkan warga sekitar untuk menimba ilmu agama, ibadah, aqidah, tajwid, tahfizh, akhlaq...

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

[Program Infaq Cerdas] IDC Salurkan Beasiwa 6,3 Juta kepada Santri Muallaf di Pesantren

Di dalam harta kita terdapat hak orang lain, maka wajib hukumnya bagi umat Islam untuk mengeluarkan zakat. Di dalam zakat itu ada senyum masa depan fakir miskin yatim dan dhuafa....

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Ayo Dukung Reuni 212 Bela Islam, Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas, Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Dukung Reuni 212 Bela Islam, Ayo Tebar 10.000 Makanan & Minuman Siap Saji!

Reuni Akbar Mujahid 212 akan digelar di Monas Jakarta Pusat. Relawan IDC yang sejak awal membersamai Aksi Bela Islam 212, insya Allah kembali turun ke gelanggang dengan menerjunkan Tim Medis...

Latest News
Grace dan PSI Tolak Poligami, Partai Gerindra: Gak Usah Urusi Urusan Orang Islam

Grace dan PSI Tolak Poligami, Partai Gerindra: Gak Usah Urusi Urusan Orang Islam

Senin, 17 Dec 2018 08:15

Komnas Perempuan Sebut Poligami Bukan Ajaran Islam, MUI: Pernyataan Menyesatkan

Komnas Perempuan Sebut Poligami Bukan Ajaran Islam, MUI: Pernyataan Menyesatkan

Senin, 17 Dec 2018 08:06

Menyoal Toleransi di Sistem Demokrasi dan Islam

Menyoal Toleransi di Sistem Demokrasi dan Islam

Ahad, 16 Dec 2018 23:50

Bekali Liburan dengan 7 Tips Ini agar Barakah

Bekali Liburan dengan 7 Tips Ini agar Barakah

Ahad, 16 Dec 2018 23:16

Menkominfo Ingin Tinggalkan Internet Lemot

Menkominfo Ingin Tinggalkan Internet Lemot

Ahad, 16 Dec 2018 22:00

Imagine Their Korea

Imagine Their Korea

Ahad, 16 Dec 2018 21:53

Hasil Penelitian: Ibu yang Menyusui Lama Lebih Rendah Terkena Penyakit Hati

Hasil Penelitian: Ibu yang Menyusui Lama Lebih Rendah Terkena Penyakit Hati

Ahad, 16 Dec 2018 21:05

Pakistan Panggil Duta Besar Iran Terkait Pembunuhan 6 Pasukan Mereka di Perbatasan

Pakistan Panggil Duta Besar Iran Terkait Pembunuhan 6 Pasukan Mereka di Perbatasan

Ahad, 16 Dec 2018 20:45

Suara Kardus

Suara Kardus

Ahad, 16 Dec 2018 20:40

Pemberontak Syi'ah Houtsi Jarah Pelabuhan Hodeidah Menjelang Penarikan Mundur Pasukan

Pemberontak Syi'ah Houtsi Jarah Pelabuhan Hodeidah Menjelang Penarikan Mundur Pasukan

Ahad, 16 Dec 2018 20:30

Hamas Pamer Roket Baru Saat Peringatan Ulang Tahun Pendirian ke-31

Hamas Pamer Roket Baru Saat Peringatan Ulang Tahun Pendirian ke-31

Ahad, 16 Dec 2018 20:00

Dibonceng Gojek, Prabowo Hadiri Kopdar Ojek Online di Sentul

Dibonceng Gojek, Prabowo Hadiri Kopdar Ojek Online di Sentul

Ahad, 16 Dec 2018 20:00

Menang dengan Curang

Menang dengan Curang

Ahad, 16 Dec 2018 19:38

Nigeria Larang Unicef Beroperasi, Tuduh Badan PBB untuk Anak itu Jadi Mata-mata Boko Haram

Nigeria Larang Unicef Beroperasi, Tuduh Badan PBB untuk Anak itu Jadi Mata-mata Boko Haram

Ahad, 16 Dec 2018 19:31

Parlemen Asia Pasifik Intensifkan Perjuangan Kemerdekaan Palestina

Parlemen Asia Pasifik Intensifkan Perjuangan Kemerdekaan Palestina

Ahad, 16 Dec 2018 19:15

Rekor! 2018 Tahun Terbanyak Kepala Daerah Jadi Koruptor

Rekor! 2018 Tahun Terbanyak Kepala Daerah Jadi Koruptor

Ahad, 16 Dec 2018 19:06

Curahan Hati Maimon tentang Haters hingga Masa Depan Anak-Anak

Curahan Hati Maimon tentang Haters hingga Masa Depan Anak-Anak

Ahad, 16 Dec 2018 18:55

Kiai Cholil: Komnas Perempuan Bubarkan Saja

Kiai Cholil: Komnas Perempuan Bubarkan Saja

Ahad, 16 Dec 2018 18:55

Ahok dan Budaya Hoak

Ahok dan Budaya Hoak

Ahad, 16 Dec 2018 18:36

Merawat Spirit 212, Momentum Kebangkitan Islam

Merawat Spirit 212, Momentum Kebangkitan Islam

Ahad, 16 Dec 2018 18:33


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X