Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.948 views

Dicari, Pemimpin Kualitas Global Bukan Gombal!

Oleh: Edy Mulyadi

JAKARTA (voa-islam.com), “Gus Dur mau menyerahkan cap Garuda Indonesia kepada siapa? Saya atau Widjojo? Kalau mau diserahkan kepada orang lain, silakan. Tapi saya mundur dari jabatan Menko Perekonomian,” kata Rizal Ramli dengan nada datar, tapi tegas.

Kutipan dialog itu terjadi saat Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur minta Rizal Ramli mengikutsertakan Widjojo Nitisastro dalam rombongan delegasi Indonesia ke sidang Consultative Group for Indonesia (CGI), di Tokyo, Jepang, 17-18 Oktober 2000. Sesuai namanya, misi Delegasi RI adalah mencari utang baru ke negara-negara maju yang tergabung dalam CGI guna membiayai APBN yang masih banyak bolong.

Bukan tanpa alasan kalau Gus Dur menghendaki Widjojo ikut dalam rombongan. Banyak pihak yang menakut-nakutinya, bahwa tanpa Widjojo Indonesia bakal gagal memperoleh komitmen utang luar negeri baru. Maklum, selama belasan bahkan puluhan tahun, Delegasi Indonesia ke perundingan-perundingan internasional seperti itu memang selalu dipimpin Widjojo. Seolah-olah, arsitek pembangunan ekonomi Orde Baru itu menjadi ‘jaminan mutu’ suksesnya Indonesia mendulang utang.

Tapi, sepertinya Menko pilihan Gus Dur itu punya rencana lain. Dia ingin mengakhiri mitos kehebatan Mafia Barkeley. Itulah sebabnya, lelaki yang akrab disapa RR tersebut bisa dengan tagas mengatakan, “pilih saya atau Widjojo!” Padahal Gus Dur hanya minta dia melibatkan Widjojo, bukan menjadi ketua Delegasi Indonesia.

Akhirnya, tim Indonesia berangkat ke Tokyo tanpa Widjojo. Sejumlah ekonom dan media mainstream yang selama ini menjadi antek neolib pun ramai mem-bully. Bak irama koor, mereka ramai-ramai ‘meramal’ bahwa Indonesia bakal gatot alias gagal total. Tim Indonesia akan pulang dengan hasil mengecewakan, dan seterusnya dan seterusnya. Maklum, yang memimpin delegasi adalah Menko Perekonomian Rizal Ramli, yang baru seumur jagung duduk di pemerintahan, dan tanpa Widjojo pula!

Tapi takdir berkata lain. Tim ekonomi yang dipimpin RR sukses mendapat komitmen utang luar negeri baru sebesar US$4,8 miliar. Ini adalah jumlah terbesar yang pernah diraih Indonesia. Bukan hanya itu, mereka juga berjaya mengantongi hibah sebesar US$500 juta lebih. Sesuatu yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Mereka yang doyan nyinyir dan para penghamba neolib mungkin akan mencoba menepis, bahswa sukses tadi karena RR berbekal ‘stempel Garuda’. Jabatannya selaku Menko Perekonomian menjadi kunci akses di kalangan petinggi negara-negara anggota CGI.

Tapi sepertinya argumen itu jelas keliru besar. Akses dan jaringan internasional yang dimilikinya bukanlah hadiah dari jabatan yang dia sandang. RR sudah membangun interaksi panjang dengan banyak pihak, termasuk dunia internasional, jauh sebelum masuk ke lingkar kekuasaan. 

 

Bertemu Tokoh-Tokoh Berpengaruh

Luasnya jaringan dan pengaruh di masyarakat internasional itu ternyata masih ada hingga kini. Buktinya, pekan silam ekonom senior Rizal Ramli berbagi cerita perjalanannya di Jepang. Dalam lawatan singkat (28 Januari-2 Februari 2018), ternyata agenda RR yang juga pernah menjadi Menteri Keuangan di era Presiden Abdurrahman Wahid itu lumayan padat. Dia bertemu dengan banyak orang, mulai dari pejabat dan mantan pejabat Jepang, kalangan bisnis, sampai sejumlah profesor dan peneliti yang disegani.

Di sana, misalnya, RR bertemu dengan Fumio Kishida. Tokoh ini adalah anggota DIET dan eks Menlu Jepang. Dia juga Chairman of Policy Research Council partai berkuasa Liberal Democratic Party (LDP). Keduanya berdiskusi tentang aspek-aspek geostrategi dan implikasinya serta upaya-upaya peningkatan hubungan kedua negara. Dialog dengan tema serupa juga dilakukan dengan para ahli dari Universitas Tokyo.

Di Jepang Rizal Ramli juga memenuhi undangan profesor Mitsuo Nakamura, seorang Indonesiais dari Chiba University, Jepang. Nakamura pernah secara khusus meneliti Muhammadiyah dan Islam di Indonesia. Sahabat lama lain yang ditemuinya adalah Yukio Takeuchi, mantan wakil menteri luar negeri Jepang.

Keidanren, organisasi pengusaha berpengaruh di Jepang pun mengundang Rizal Ramli untuk memberikan paparan tentang situasi perekonomian Indonesia terakhir. Mereka butuh informasi dari tangan pertama yang dianggap kredibel guna dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan aksi korporasi ke depan.

Selain itu, RR tampil sebagai pembicara di GRIPS Forum 2018. Acara yang digelar oleh Graduate of Institute for Policy Studies (GRIPS) ini bertajuk Changing Geo Political Dynamics, Indonesia and Japan.Pada backdrop acara, panitia menambahi embel-embel His Excellency di depan nama Rizal Ramli.

Agenda lainnya, dia berdiskusi dengan Yusio Fukuda, Perdana Menteri Jepang pada 2007-2008. Fukuda kini menjadi Ketua Asosiasi Japang-Indonesia (Japindo). Tokoh lain yang ditemuinya adalah Takeshi Shiraishi, Presiden IDE-JETRA dan juga seorang Indonesiais.

Rizal Ramli sendiri lebih suka menyebut perjalanannya ke Jepang sebagai kunjungan untuk bertemu sahabat-sahabat lamanya. Dalam rangkaian bincang-bincang formal dan nonformal tersebut, dia menawarkan kerjasama Indonesia-Jepang untuk membangun Asia yang maju, sejahtera, dan demokratis.

Sebelum ke Jepang, dia juga datang ke Amerika dan sejumlah negara di Eropa. Agendanya hampir serupa, diundang dan berbicara di sejumlah lembaga dan organisasi bergengsi. Bertemu dengan para tokoh pemerintahan, politik, bisnis, dan ekonomi. Dengan para tokoh itu, dia memaparkan ide dan gagasan, bahkan visinya tentang bagaimana mengembangkan dan meningkatkan hubungan kedua negara yang setara, bermartabat, dan saling menguntungkan.

Jejaring internasional

Kalau dipikir-pikir, apa urusannya mereka bertemu RR yang ‘bukan siapa-siapa’ lagi. Mantan penasehat ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa bersama dua pemenang nobel ekonomi ini kini bukanlah pejabat negara. Dia juga tidak menyandang posisi di satu pun organisasi pelat merah yang dibiayai APBN. Seperti kita ketahui, Indonesia punya banyak lembaga berjudul dewan dan komisi ini itu.

Kemampuan membangun dan memelihara hubungan internasional sangat dibutuhkan seorang pemimpin. Kelebihan ini akan melengkapi kapasitas dan kapabilitas pemimpin dalam memecahkan masalah yang dihadapi negerinya. Di samping, tentu aja, si pemimpin harus punya integritas dan rekam jejak yang teruji.

Sayangnya, publik kita sering abai dengan sejumlah persyaratan ini. Rakyat gampang tersihir oleh tampilan luar. Kekaguman makin menjadi bila yang bersangkutan dipoles dengan pencitaan dan publisitas dari media mainstream.

Kombinasi antara pencitraan dan polesan media sanggup menyulap orang yang sejatinya kualitasnya di bawah banderol menjadi pahlawan super. Apalagi bila ditambah dengan guyuran pujian dan penghargaan dari komunits neolib dam kapitalis, maka sosoknya kian moncer saja. Namun saat berhadapan dengan berbagai persoalan, terbukti bahwa yang bersangkutan hanyalah tokoh karbitan belaka.

Persoalan utama Indonesia hari ini adalah ekonomi. Pertumbuhan terperangkap di kisaran 5%. Kinerja ekspor standar-standar saja. Terjadi deindustrialisasi yang berdampak pada terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). Daya beli masyarakat jatuh. Impor produk pangan merajalela menghancurkan petani lokal, dan seabrek persoalan lainnya.

Indonesia jelas membutuhkan sosok yang paham dan mampu memecahkan persoalan ekonomi. Bukan tokoh yang bersinar karena pencitraan dan polesan media. Bukan pula tokoh yang sibuk menimbun utang-utang berbunga supertinggi. Bukan pejabat yang hobi mengintip pundi-pundi rakyat kecil untuk dibebani aneka pajak. Dan, atas semua itu, Indonesia sama sekali tidak butuh pejabat yang berpaham neolib serta setia berhamba kepada majikan aseng dan atau asing! Singkat kata, Indonesia butuh pemimpin berkualitas global, bukan gombal.  (*)


Jakarta, 7 Februari 2018

Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Latest News
Jangankan Bawaslu, Kemenag Saja Tidak Bisa Atur Isi Ceramah (Islam)

Jangankan Bawaslu, Kemenag Saja Tidak Bisa Atur Isi Ceramah (Islam)

Sabtu, 17 Feb 2018 21:55

Pakistan Vonis Mati Terdakwa Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Cilik Zainab Ansari

Pakistan Vonis Mati Terdakwa Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Cilik Zainab Ansari

Sabtu, 17 Feb 2018 21:38

Bawaslu Awasi ASN, TNI, dan Polri, bukan Ceramah!

Bawaslu Awasi ASN, TNI, dan Polri, bukan Ceramah!

Sabtu, 17 Feb 2018 20:25

Salam Jari dari Bui, Kisah Wartawan Ranu Lolos dari Kriminalisasi

Salam Jari dari Bui, Kisah Wartawan Ranu Lolos dari Kriminalisasi

Sabtu, 17 Feb 2018 14:13

Gubernur NTB Dijadwalkan Buka Mukernas Forum Jurnalis Muslim di Mataram

Gubernur NTB Dijadwalkan Buka Mukernas Forum Jurnalis Muslim di Mataram

Sabtu, 17 Feb 2018 13:13

Bidik Konsumen Muslim, 212 Mart Hadir di Karanganyar

Bidik Konsumen Muslim, 212 Mart Hadir di Karanganyar

Sabtu, 17 Feb 2018 12:36

Petempur Nouruddin Al-Zinki Tembak Mati Seorang Komandan Terkemuka HTS di Utara Suriah

Petempur Nouruddin Al-Zinki Tembak Mati Seorang Komandan Terkemuka HTS di Utara Suriah

Sabtu, 17 Feb 2018 10:35

AS Minta Malaysia Tidak Ekstradisi 11 Muslim Uighur ke Cina

AS Minta Malaysia Tidak Ekstradisi 11 Muslim Uighur ke Cina

Sabtu, 17 Feb 2018 09:25

Pasukan Turki dan FSA Rebut Desa Durakli di Utara Afrin dari Komunis Kurdi

Pasukan Turki dan FSA Rebut Desa Durakli di Utara Afrin dari Komunis Kurdi

Jum'at, 16 Feb 2018 21:45

Taliban Serukan Dialog dalam Surat Terbaru kepada Bangsa Amerika

Taliban Serukan Dialog dalam Surat Terbaru kepada Bangsa Amerika

Jum'at, 16 Feb 2018 21:30

Pasukan Pakistan Hancurkan Pos Militer India di Kashmir, Tewaskan 5 Tentara

Pasukan Pakistan Hancurkan Pos Militer India di Kashmir, Tewaskan 5 Tentara

Jum'at, 16 Feb 2018 21:05

[VIDEO] Alhamduillah, Ma'idaturrahmah 16 Feb 2018 serahkan 170 Paket

[VIDEO] Alhamduillah, Ma'idaturrahmah 16 Feb 2018 serahkan 170 Paket

Jum'at, 16 Feb 2018 18:40

Penjara Kejam Guantanamo Siap Ambil Tahanan Baru, Kemungkinan Besar Anggota IS

Penjara Kejam Guantanamo Siap Ambil Tahanan Baru, Kemungkinan Besar Anggota IS

Jum'at, 16 Feb 2018 15:45

Turki Ekstradisi Salah Satu Pemimpin Tertinggi Islamic State (IS) ke Irak

Turki Ekstradisi Salah Satu Pemimpin Tertinggi Islamic State (IS) ke Irak

Jum'at, 16 Feb 2018 14:37

Keluarga Dinilai Berhak Tahu Penyebab Kematian Muhammad Jefri

Keluarga Dinilai Berhak Tahu Penyebab Kematian Muhammad Jefri

Jum'at, 16 Feb 2018 11:32

Internasionalisasi Haji Dinilai Bahayakan Umat Islam

Internasionalisasi Haji Dinilai Bahayakan Umat Islam

Jum'at, 16 Feb 2018 11:28

MIUMI: Tolak Intervensi Asing dalam RUU KUHP

MIUMI: Tolak Intervensi Asing dalam RUU KUHP

Jum'at, 16 Feb 2018 11:16

Gerindra Menentang Keras Pengaturan Ceramah oleh Bawaslu menjelang Pilkada

Gerindra Menentang Keras Pengaturan Ceramah oleh Bawaslu menjelang Pilkada

Kamis, 15 Feb 2018 22:53

SOHR: 15 Tentara Bayaran Rusia Tewas Akibat Ledakan di Sebuah Gudang Senjata di Suriah

SOHR: 15 Tentara Bayaran Rusia Tewas Akibat Ledakan di Sebuah Gudang Senjata di Suriah

Kamis, 15 Feb 2018 22:05

Walau Banyak Iblis Bertengger di Medsos, Tokoh Ini Urungkan Marah & Lebih Pilih Menikmatinya

Walau Banyak Iblis Bertengger di Medsos, Tokoh Ini Urungkan Marah & Lebih Pilih Menikmatinya

Kamis, 15 Feb 2018 21:53


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X