Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.312 views

Pemerintah dan DPR Harus Bertanggungjawab terhadap

Oleh: Ahmad Zakiyuddin

Sejak diundangkannya UU No.32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, Kepala daerah tidak lagi dipilih oleh DPRD, tetapi dipilih langsung oleh seluruh masyarakat melalui pemilukada. Dari 240 pasal, 63 pasal mengatur tentang pemilihan Kepala daerah dan Wakil Kepala daerah melalui Pemilukada yaitu Pasal 56 sampai pasal 119. Imbas signifikan dari UU tersebut adalah ongkos demokrasi menjadi sangat mahal.

Pemerintah melalui APBN dan APBD harus menanggung biaya pesta demokrasi tersebut. Sebut saja Pilkada tahun 2015 yang diikuti oleh 269 daerah harus menghabiskan anggaran sekitar 6.7 Triliun, Pilkada tahun 2017 yang diikuti 101 daerah menghabiskan anggaran sekitar 2.9 Triliun dan Pilkada 2018 di 171 daerah berpotensi menghabiskan anggaran sekitar 20 Triliun.

Semua biaya tersebut ditanggung semua oleh negara. Belum termasuk biaya politik yang harus ditanggung oleh pribadi-pribadi calon kepala daerah sebagaimana pilkada DKI Jakarta 2012 pasangan Fauzi Bowo dan Nara menghabiskan dana 62.6 Milyar, sedangkan Joko Widodo-Basuki Tjahya Purnama menghabiskan 16.1 Milyar. Pasangan Anis-Sandi dalam Pilkada DKI kemaren menghabiskan anggaran Kampanye 85.4 Milyar, sementara Ahok -Djarot menghabiskan 82.6 Milyar.

Dari kenyataan tersebut menunjukan bahwa sistem pemilihan kepala daerah secara langsung mensyaratkan modal besar. Siapa yang akan menanggung modal besar kampanye tersebut? Apakah partai politik mau mengeluarkan anggaran sebesar itu, tentu jawabannya adalah tidak mungkin partai politik mau mengeluarkan biaya kampanye.

Ongkos politik calon dalam pemilukada sepenuhnya harus disiapkan calon kepala daerah yang akan berkontestasi. Ongkos politik tersebut kerap dinamakan mahar politik. Mahar Politik merupakan konsekuensi dari sistem pemilihan umum langsung. Sistem pemilihan umum secara langsung adalah merupakan kesepakatan Pemerintah dan DPR. Pemerintah dan DPR inilah yang harus bertanggungjawab terhadap munculnya mahar politik.

Sejak disetujuinya UU No.1 Tahun 2015 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati, Walikota menjadi Undang Undang, maka berlakulah UU No.1 tahun 2015 yang mengamanatkan Sistem Pemilihan kepala daerah dipilih oleh rakyat secara langsung. Konsekuensinya adalah pembebanan mahar politik untuk membayar ongkos kampanye dan saksi pada pemungutan suara kepada calon kepala daerah menjadi lumrah.

Kampanye Politik tanpa uang dalam sistem pemilihan umum langsung tidaklah mungkin. Konsekuensi logisnya muncul mahar politik yang notabene dibebankan kepada para calon kepala daerah yang diusung oleh partai politik.

Tawaran Solusi

Pemerintah dan DPR telah berusaha untuk membuat regulasi menghindari Politik uang dalam pemilukada. Ketentuan dalam UU Nomor 8 Tahun 2015 yang diubah dengan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada menyebutkan, setiap orang atau lembaga dilarang memberi imbalan kepada partai politik atau gabungan partai politik dalam bentuk apa pun dalam proses pencalonan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota.

Tetapi pada kenyataannya adanya regulasi tersebut tidak mampu membendung munculnya praktek mahar politik dalam pemilukada. Solusi yang bisa dilakukan sebagai berikut :

1) Pemerintah dan DPR melakukan penataan ulang pesta demokrasi ini.Penataan bisa dilakukan dengan proses penyederhanaan Sistem Pemilu.Sistem Pemilu Eksekutif dan legislatif disederhanakan yaitu di tingkat Lokal dan Nasional.Jadi Pemilu hanya dilaksanakan sebanyak 2 kali. Di tingkat nasional pemilu Presiden, wakil presiden ,DPR dan DPD. Sementara pemilu di tingkat lokal pemilu dalam rangka pemilihan gubernur,Bupati,Walikota,wakil walikota dan DPRD.

2) KPU secara tegas harus membuat regulasi pembatasan dana kampanye pembatasan atribut kampanye dan bagaimana mengurangi jadwal kampanye terbuka. Aliran dana kampanye harus bisa diakses oleh publik sehingga aliran dana tersebut bisa transparan di mata publik. Sistem penjaringan calon kepala daerah juga harus diatur oleh regulasi yang jelas sehingga bisa transparan dan mudah di akses oleh masyarakat.

3) Kampanye sadar berdemokrasi sejatinya terus digalakan. Pemerintah harus menggandeng berbagai pihak untuk melakukan pendidikan politik yang cerdas kepada masyarakat agar warga bisa berdemokrasi secara jujur dan adil. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Super QURBAN untuk KORBAN Gempa Lombok. Ayo Bantu..!!!

Lombok luluhlantak diguncang gempa. Derita mereka duka kita juga. Mari berbagi kebahagiaan dengan berqurban untuk para korban gempa di lombok....

Tebar Qurban untuk Korban Bencana, Pesantren, Penjara, Pedalaman, Muallaf dan Rawan Pemurtadan

Tebar Qurban untuk Korban Bencana, Pesantren, Penjara, Pedalaman, Muallaf dan Rawan Pemurtadan

Qurban adalah amal shalih yang paling utama. Mari berqurban ke pesantren, penjara, dakwah pedalaman, kampung muallaf dan rawan pemurtadan....

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Jenius Penghafal Al-Qur'an Bersanad Kecelakaan Terlindas Mobil. Ayo Bantu..!!

Ustadz Ahmad Syukri, dai penghafal Al-Qur'an 30 juz yang bersanad tujuh riwayat ini terlindas mobil dan banyak mengalami patah tulang. Dioperasi berulang kali, tagihan melonjak 58 juta rupiah....

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Fatkhur Kurniawan Bocah Tumor Ganas Tutup Usia, Donasi 12,1 Juta Rupiah Sudah Diserahkan

Setelah bertarung melawan tumor selama 15 bulan, akhirnya Fatkhur menyerah kepada takdir kematian. Semoga para donatur mengganjar infaknya dengan keberkahan, pahala dan surga Firdaus...

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Menderita Hernia Sejak Lahir, Anak Yatim ini Butuh Biaya Operasi 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!

Bila kambuh, biji testis santri Rumah Tahfizh Qur?an ini bengkak dan nyeri hebat. Almarhum ayahnya adalah aktivis Nahi Munkar yang gencar memerangi rentenir, kemaksiatan dan pemurtadan. Ayo...

Latest News
Panasnya Pemilihan Pemimpin Negeriku

Panasnya Pemilihan Pemimpin Negeriku

Selasa, 21 Aug 2018 10:54

Kisah Perang dalam Alquran Ajarkan Radikalisme, Benarkah?

Kisah Perang dalam Alquran Ajarkan Radikalisme, Benarkah?

Senin, 20 Aug 2018 23:44

Polemik BPJS, Obat Kanker Tak Lagi Dijamin

Polemik BPJS, Obat Kanker Tak Lagi Dijamin

Senin, 20 Aug 2018 23:15

Mengandung Babi, Karena Alasan Darurat MUI Fatwakan Mubah Penggunaan Vaksin MR

Mengandung Babi, Karena Alasan Darurat MUI Fatwakan Mubah Penggunaan Vaksin MR

Senin, 20 Aug 2018 22:35

Ada Agenda Apa Dibalik Islam Nusantara?

Ada Agenda Apa Dibalik Islam Nusantara?

Senin, 20 Aug 2018 22:11

2 Biarawan Didakwa Melakukan Pembunuhan Uskup Senior Kristen Koptik Mesir

2 Biarawan Didakwa Melakukan Pembunuhan Uskup Senior Kristen Koptik Mesir

Senin, 20 Aug 2018 22:00

Sejumlah Pasukan Assad Tewas dalam Bentrokan dengan Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Al-Bukamal

Sejumlah Pasukan Assad Tewas dalam Bentrokan dengan Milisi Syi'ah Dukungan Iran di Al-Bukamal

Senin, 20 Aug 2018 21:31

Anggota Dinasti Saud Lebih Kaya 16 Kali Lipat dari Keluarga Kerajaan Inggris

Anggota Dinasti Saud Lebih Kaya 16 Kali Lipat dari Keluarga Kerajaan Inggris

Senin, 20 Aug 2018 21:15

Puluhan Ribu Warga Suriah di Turki Kembali ke Negaranya untuk Merayakan Idul Adha

Puluhan Ribu Warga Suriah di Turki Kembali ke Negaranya untuk Merayakan Idul Adha

Senin, 20 Aug 2018 21:00

Hari Raya, Kenapa Berbeda Antara Arab dan Indonesia?

Hari Raya, Kenapa Berbeda Antara Arab dan Indonesia?

Senin, 20 Aug 2018 19:48

Jika Menjadi Presiden, Benarkah Prabowo tak Lupakan Ulama?

Jika Menjadi Presiden, Benarkah Prabowo tak Lupakan Ulama?

Senin, 20 Aug 2018 18:27

Bagaimana Kudeta Gagal di Turki Berimbas pada Suriah

Bagaimana Kudeta Gagal di Turki Berimbas pada Suriah

Senin, 20 Aug 2018 18:00

Kinerja Jokowi Soal HAM bukan Buruk, tapi Gagal

Kinerja Jokowi Soal HAM bukan Buruk, tapi Gagal

Senin, 20 Aug 2018 17:27

Urutan Keutamaan Hewan Kurban

Urutan Keutamaan Hewan Kurban

Senin, 20 Aug 2018 17:16

Ikuti PELATIHAN Dakwah digital MASJID di Masjid Pondok Indah

Ikuti PELATIHAN Dakwah digital MASJID di Masjid Pondok Indah

Senin, 20 Aug 2018 16:20

Pidato Jokowi Soal Ini untuk Kepentingan Pilpres

Pidato Jokowi Soal Ini untuk Kepentingan Pilpres

Senin, 20 Aug 2018 15:27

Kopdar Cinta Bengkel Hati, Tingkatkan Ukhuwah Pelajar dan Pemuda

Kopdar Cinta Bengkel Hati, Tingkatkan Ukhuwah Pelajar dan Pemuda

Senin, 20 Aug 2018 15:00

Habib Rizieq: FPI Harus Terus Amar Makruf Nahi Munkar

Habib Rizieq: FPI Harus Terus Amar Makruf Nahi Munkar

Senin, 20 Aug 2018 14:50

Fahri Hamzah: HRS Negarawan, Kenapa Para Pejabat ingin Mengkriminalisasinya?

Fahri Hamzah: HRS Negarawan, Kenapa Para Pejabat ingin Mengkriminalisasinya?

Senin, 20 Aug 2018 14:27

Tak Kunjung Tetapkan Bencana Nasional untuk Lombok, Para Ini Tokoh Bereaksi

Tak Kunjung Tetapkan Bencana Nasional untuk Lombok, Para Ini Tokoh Bereaksi

Senin, 20 Aug 2018 13:27


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X