Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.430 views

Pemerintah dan DPR Harus Bertanggungjawab terhadap

Oleh: Ahmad Zakiyuddin

Sejak diundangkannya UU No.32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, Kepala daerah tidak lagi dipilih oleh DPRD, tetapi dipilih langsung oleh seluruh masyarakat melalui pemilukada. Dari 240 pasal, 63 pasal mengatur tentang pemilihan Kepala daerah dan Wakil Kepala daerah melalui Pemilukada yaitu Pasal 56 sampai pasal 119. Imbas signifikan dari UU tersebut adalah ongkos demokrasi menjadi sangat mahal.

Pemerintah melalui APBN dan APBD harus menanggung biaya pesta demokrasi tersebut. Sebut saja Pilkada tahun 2015 yang diikuti oleh 269 daerah harus menghabiskan anggaran sekitar 6.7 Triliun, Pilkada tahun 2017 yang diikuti 101 daerah menghabiskan anggaran sekitar 2.9 Triliun dan Pilkada 2018 di 171 daerah berpotensi menghabiskan anggaran sekitar 20 Triliun.

Semua biaya tersebut ditanggung semua oleh negara. Belum termasuk biaya politik yang harus ditanggung oleh pribadi-pribadi calon kepala daerah sebagaimana pilkada DKI Jakarta 2012 pasangan Fauzi Bowo dan Nara menghabiskan dana 62.6 Milyar, sedangkan Joko Widodo-Basuki Tjahya Purnama menghabiskan 16.1 Milyar. Pasangan Anis-Sandi dalam Pilkada DKI kemaren menghabiskan anggaran Kampanye 85.4 Milyar, sementara Ahok -Djarot menghabiskan 82.6 Milyar.

Dari kenyataan tersebut menunjukan bahwa sistem pemilihan kepala daerah secara langsung mensyaratkan modal besar. Siapa yang akan menanggung modal besar kampanye tersebut? Apakah partai politik mau mengeluarkan anggaran sebesar itu, tentu jawabannya adalah tidak mungkin partai politik mau mengeluarkan biaya kampanye.

Ongkos politik calon dalam pemilukada sepenuhnya harus disiapkan calon kepala daerah yang akan berkontestasi. Ongkos politik tersebut kerap dinamakan mahar politik. Mahar Politik merupakan konsekuensi dari sistem pemilihan umum langsung. Sistem pemilihan umum secara langsung adalah merupakan kesepakatan Pemerintah dan DPR. Pemerintah dan DPR inilah yang harus bertanggungjawab terhadap munculnya mahar politik.

Sejak disetujuinya UU No.1 Tahun 2015 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati, Walikota menjadi Undang Undang, maka berlakulah UU No.1 tahun 2015 yang mengamanatkan Sistem Pemilihan kepala daerah dipilih oleh rakyat secara langsung. Konsekuensinya adalah pembebanan mahar politik untuk membayar ongkos kampanye dan saksi pada pemungutan suara kepada calon kepala daerah menjadi lumrah.

Kampanye Politik tanpa uang dalam sistem pemilihan umum langsung tidaklah mungkin. Konsekuensi logisnya muncul mahar politik yang notabene dibebankan kepada para calon kepala daerah yang diusung oleh partai politik.

Tawaran Solusi

Pemerintah dan DPR telah berusaha untuk membuat regulasi menghindari Politik uang dalam pemilukada. Ketentuan dalam UU Nomor 8 Tahun 2015 yang diubah dengan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada menyebutkan, setiap orang atau lembaga dilarang memberi imbalan kepada partai politik atau gabungan partai politik dalam bentuk apa pun dalam proses pencalonan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota.

Tetapi pada kenyataannya adanya regulasi tersebut tidak mampu membendung munculnya praktek mahar politik dalam pemilukada. Solusi yang bisa dilakukan sebagai berikut :

1) Pemerintah dan DPR melakukan penataan ulang pesta demokrasi ini.Penataan bisa dilakukan dengan proses penyederhanaan Sistem Pemilu.Sistem Pemilu Eksekutif dan legislatif disederhanakan yaitu di tingkat Lokal dan Nasional.Jadi Pemilu hanya dilaksanakan sebanyak 2 kali. Di tingkat nasional pemilu Presiden, wakil presiden ,DPR dan DPD. Sementara pemilu di tingkat lokal pemilu dalam rangka pemilihan gubernur,Bupati,Walikota,wakil walikota dan DPRD.

2) KPU secara tegas harus membuat regulasi pembatasan dana kampanye pembatasan atribut kampanye dan bagaimana mengurangi jadwal kampanye terbuka. Aliran dana kampanye harus bisa diakses oleh publik sehingga aliran dana tersebut bisa transparan di mata publik. Sistem penjaringan calon kepala daerah juga harus diatur oleh regulasi yang jelas sehingga bisa transparan dan mudah di akses oleh masyarakat.

3) Kampanye sadar berdemokrasi sejatinya terus digalakan. Pemerintah harus menggandeng berbagai pihak untuk melakukan pendidikan politik yang cerdas kepada masyarakat agar warga bisa berdemokrasi secara jujur dan adil. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Terpapar Virus, Bayi Khatthab Kritis 13 Hari di Rumah Sakit. Ayo Bantu.!!

Tergolek kritis di rumah sakit karena terpapar virus yang menjalar ke otak, biaya perawatan 13 hari sudah mencapai 28 juta. Kedua orang tuanya adalah aktivis pejuang dakwah berekonomi dhuafa,...

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

IDC Serahkan Motor kepada Dai Gunung Lawu. Ayo Wakaf Motor Dakwah

Beratnya tugas dai pedalaman di Gunung Lawu. Jarak tempuh dan medan pedalaman sering kali harus membelah hutan, naik turun bukit, jalan berkelok, aspal rusak dan tanah becek. Ayo Wakaf Motor...

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Santri Yatim Penghafal Al-Qur'an Dirawat Inap Sakit Typus. Ayo Bantu.!!

Tanpa didampingi ibu dan ayah yang sudah wafat, Muhammad Zulfian harus berjuang melawan penyakit typus saat mengejar cita-cita di Rumah Tahfizh Al-Qur'an Sidoarjo, Jawa Timur...

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Mujahid Dakwah di Pelosok Sidokerto Menderita Gagal Ginjal. Ayo Bantu..!!

Uzur gagal ginjal, Ustadz Darmanto tak bisa berdakwah dan mencari nafkah. Untuk menutupi biaya berobat dan pesantren anak-anaknya sebesar 3,5 juta perbulan, ia mengandalkan gaji istri guru TK...

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga Bugel Polokarto Butuh Dakwah, Ayo Bantu Wakaf Quran dan Perangkat Taklim

Warga di pelosok Polokarto Sukoharjo yang masih minim dakwah ini sangat haus terhadap pengajian dan pembinaan Dinul Islam. Ayo bantu wakaf, pahalanya terus mengalir berlipat-lipat tak terbatas...

Latest News
Kuwait Usir Bloger Kontroversial Israel Ben Tzion

Kuwait Usir Bloger Kontroversial Israel Ben Tzion

Senin, 19 Nov 2018 10:05

Taliban Adakan Pembicaraan Dengan Utusan AS di Qatar

Taliban Adakan Pembicaraan Dengan Utusan AS di Qatar

Senin, 19 Nov 2018 09:00

Catatan Ibu Rumah Tangga: Tolak Perda Agama, PSI Tak Demokratis?

Catatan Ibu Rumah Tangga: Tolak Perda Agama, PSI Tak Demokratis?

Ahad, 18 Nov 2018 23:57

Said Aqil Siradj Tak Sependapat dengan Pernyataan Ketua Umum PSI Terkait Perda Agama

Said Aqil Siradj Tak Sependapat dengan Pernyataan Ketua Umum PSI Terkait Perda Agama

Ahad, 18 Nov 2018 21:54

Seorang Pembom Jibaku Wanita Ledakkan Diri Dekat Kantor Polisi Grozny Chechnya

Seorang Pembom Jibaku Wanita Ledakkan Diri Dekat Kantor Polisi Grozny Chechnya

Ahad, 18 Nov 2018 21:30

Serangan Jihadis Suriah Tewaskan 18 Tentara Rezim Assad di Latakia

Serangan Jihadis Suriah Tewaskan 18 Tentara Rezim Assad di Latakia

Ahad, 18 Nov 2018 21:00

Sumber Israel Akui Hamas Miliki Rudal Pengubah Permainan yang dapat Mencapai Israel dengan Mudah

Sumber Israel Akui Hamas Miliki Rudal Pengubah Permainan yang dapat Mencapai Israel dengan Mudah

Ahad, 18 Nov 2018 20:35

Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Pembalut untuk Nge-fly, Situ Remaja Sehat?

Ahad, 18 Nov 2018 16:49

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Pasukan Rezim Assad Rebut Kembali Benteng Terakhir Islamic State di Suriah Selatan

Ahad, 18 Nov 2018 14:00

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ada Nilai-nilai Agama di Prinsip Berbangsa

Ahad, 18 Nov 2018 13:35

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Eggi Sudjana: Pernyataan Grace Lebih Parah dari Ahok

Ahad, 18 Nov 2018 12:58

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Puisi Fadli: Petruk jadi Raja

Ahad, 18 Nov 2018 12:35

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Janji Prabowo-Sandi: Cetak Uang Braille

Ahad, 18 Nov 2018 11:35

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Poster Raja Jokowi hingga Akun-akun Robot

Ahad, 18 Nov 2018 10:35

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

5 Tentara Filipina Tewas 23 Terluka dalam Penyergapan Kelompok Abu Sayyaf di Jolo

Sabtu, 17 Nov 2018 18:15

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Pemimpin Hamas Bersumpah Targetkan Tel Aviv Jika Israel Kembali Melakukan Agresi ke Gaza

Sabtu, 17 Nov 2018 17:30

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Laporan: CIA Simpulkan Mohammed Bin Salman Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Sabtu, 17 Nov 2018 15:00

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sungguh Ukhti, Cantikmu Beda

Sabtu, 17 Nov 2018 11:02

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

JNIM Nyatakan Bertanggung Jawab atas Pemboman di Kota Gao Mali Utara

Jum'at, 16 Nov 2018 21:45

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

2 Pemimpin Senior Khmer Merah Pembantai Muslim Cham dan Etnis Vietnam Divonis Seumur Hidup

Jum'at, 16 Nov 2018 21:20


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X