Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.547 views

Oposisi-Koalisi, Undang Konflik!

Oleh: Ainur Rosyidah, SM

Lawan selalu salah, kawan selalu benar. Mungkin itu analagi yang tepat untuk konsep partai koalisi-oposisi yang diadopsi sistem pemerintahan negeri ini. Konflik antar dua kubu pembela pemerintah dan kelompok tanding selalu mewarnai jagad perpolitikan bahkan hingga membuat gaduh.

Konsep partai koalisi-oposisi merupakan konsep pemerintahan parlementer yang diadopsi negeri ini yang notabene sedang menerapkan sistem presidensil meskipun kedua-duanya adalah jelmaan demokrasi. Sistem tersebut memandang konsep koalisi-oposisi untuk menciptakan check and balance agar negara tetap stabil dalam menjalankan pemerintahannya.

Dalam kenyataanya konsep partai koalisi-oposisi mendorong partai bersikap jauh dari objektif dan banyak menyebabkan konflik dalam negeri yang pasti akan mengganggu stabilitas nasional. Hal ini dikarenakan politik transaksional yang sangat kental dalam sistem demokrasi, No free luch.

Partai koalisi karena mempertahankan porsi kekuasannya dalam pemerintahan akan terus mendukung kebijakan pemerintah meskipun kebijakannya merugikan rakyat, memeras, bahkan berlawanan dengan kemanusiaan. Sedangkan partai oposisi akan keukeuh menjadi bagian pengkritik dan penghalang kebijakan pemerintah karena ia adalah “oposisi”.

Ketika kondisi dibalik maka yang terjadi juga akan keterbalikan, partai yang dulunya adalah oposisi dan selalu menentang kebijakan pemerintah, ketika ia menjadi koalisi maka ia berbalik menjadi corong kebijakan pemerintah. Seperti yang terjadi pada PDIP ketika menjadi oposisi sangat lantang tehadap penolakan kenaikan harga BBM, namun ketika menjadi partai penguasa apa yang terjadi? Seolah amnesia datang tiba-tiba.

Terjadinya konflik bukan berarti hanya karena adanya konsep koalisi-oposisi saja, namun lebih mendasar karena kesalahan aturan yang digunakan penguasa dalam mengatur negri ini. Kesalahan dalam mengelola SDA yang berbakat sekali menjual aset-aset negara. Kesalahan dalam hukum dan peradilan yang tidak meninggalkan efek jera dan kesalahan dalam tatanan masyarakat yang berpotensi merusak otak generasi dengan pornografi dan pornoaksi serta kesalahan-kesalahan pengaturan lainnya yang berefek pada huru hara negri akibat politik kepentingan dan memunculkan konflik koalisi-oposisi.

Faktor lain memunculkan konflik ini adalah karena dalam konsep pemerintahan demokrasi wajib melekatkan identitas kepartaian meskipun sudah menjadi bagian dari pemerintahan sehingga muncul istilah “presiden hanya petugas partai”. Karena identitas partai masih melekat maka kepentingan-kepentingan partai pun sangat melekat sehingga sangat besar kemungkinan kepentingan-kepentingan itu saling bertabrakan antara partai koalisi dengan partai oposisi.

Begitulah yang terjadi jika identitas partai tidak dilepas ketika menjabat sebagai bagian dari pemerintahan. Kepentingan partai yang sangat melekat dalam tubuh pemerintahan dipastikan akan melahirkan kebijakan-kebijakan yang hanya akan menguntungkan segelintir orang, bukan lagi untuk memakmurkan rakyat. Maka dari itu, untuk menjaga keberlangsungan pemerintahan yang stabil maka penulis menyarankan:

Pertama, menjadikan Islam sebagai asas berfikir dalam menjalani kehidupan politik bernegara. Islam agama rahmatan lil alamin mendefinisikan politik sebagai pengurusan terhadap segala permasalahan umat. Islam sebagai ideologi memiliki pandangan dalam berbagai masalah karena cakupan syariat yang luas. Termasuk dalam hal ini adalah perpolitikan yang akan dibimbing dengan wahyu bukan akal manusia yang tak memiliki standar baku.

Islam memiliki bangunan konsep pemerintahan yang lengkap dan kokoh yang biasa disebut dengan Khilafah. Islam dengan khilafahnya akan selalu menggunakan refrensi pokok yaitu Al-Quran,As-Sunnah, Ijma’ sahabat, dan Qiyas dalam memandang persoalan dan penyelesaian masalah sehingga membentuk kesatuan pandangan dan akan dipilih pendapat yang bisa menyatukan oleh Kholifah. Kholifah (pemimpin negara dalam Islam) bukanlah jabatan yang spesial, ia adalah pelayan umat dengan koridor Islam. Dengan pandangan politik demikian maka akan menjauhkan pemerintah dari politik transaskisonal, perebutan kekuasaan dan perusakan tatanan pemerintahan.

Kedua, agar pemerintahan Islam tetap berada pada koridor syara’ maka fungsi dakwah rakyat kepada penguasa harus tetap terjaga. Ini bukan berarti rakyat menjadi oposisi bagi penguasa namun rakyat sebagai pendukung penguasa yang sedang menjalankan hukum syara’ sekaligus menjalankan fungsi Muhasabbah lil hukmi (pengawasan terhadap penguasa) sebagaimana kewajiban amar ma’ruf nahi munkar pada kaum muslimin secara umum.

Sebagai unsur dari rakyat, partai atau kelompok masyarakat yang berasaskan islam diakui oleh penguasa yang fungsinya dalam dakwah pun sama yaitu muhasbbah lil hukmi sebagai bentuk upaya amar ma’ruf nahi munkar untuk menjaga agar pemerintah tidak keluar dari kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan hukum syara’(Ali Imron:104).

Hal ini karena pemerintahan Islam alias Khilafah adalah sistem yang datangnya dari Allah, dijalankan oleh manusia yang sangat berpotensi melakukan kesalahan sehingga perlu mekanisme pengawasan agar syariat tegak secara sempurna tak tercederai. Mekanismenya itupun telah disediakan oleh syara’.

Kendatipun dalam pemerintahan Islam diperbolehkan adanya partai politik, kedua pihak baik penguasa maupun partai politik tidak boleh ada tendensi,subjektifitas yang menjauhkan dari objektifitas. Meskipun partai politik bisa menjadi batu loncatan untuk mengajukan calon yang mungkin bisa dipilih menjadi bagian dari pemerintahan namun ketika anggota partai politik telah menjabat sebagi bagian dari penguasa maka hubungan dengan partai harus terputus. Identitas kepartaian sudah tidak boleh lagi masuk ke dalam pemerintahan. Hal inilah yang akan meminimalisir adanya tendensius, subjektifitas dalam menilai kebijakan pemerintah.

Dengan beberapa rekomendasi tersebut semoga bisa mengangkat negri ini dari berbagai konflik yang terus merusak negri. Selanjutnya penulis berdoa semoga negri ini bisa segera bertransformasi menuju sistem Ideal yang dibuat oleh Pencipta yang tak hanya mengindarkan dari konflik koalisi dan oposisi, namun lebih dari itu negri ini akan mengundang kecintaan Allah yang pasti akan berdampak baik bagi kehidupan dunia dan akhirat kita. Aamin, Wallahu a’lam bishowab. (rf/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Bocah SD ini Mengidap Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!!

Bocah SD ini Mengidap Tumor Ganas. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti tumor ganas, tubuh Fatkhur Kurniawan kurus kerontang. Pundaknya terus membesar hingga sekuran bola basket. Kondisi keluarga memprihatinkan, penghasilan keluarga 16 ribu rupiah perhari....

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Latest News
Tak Gentar, Ini Kicau Santum Mardani Ali Sera Usai Rumahnya di Bom Molotov

Tak Gentar, Ini Kicau Santum Mardani Ali Sera Usai Rumahnya di Bom Molotov

Kamis, 19 Jul 2018 12:11

Belum Pasti Dampingi Prabowo, Politisi PKS: Kami Investasi Sabar

Belum Pasti Dampingi Prabowo, Politisi PKS: Kami Investasi Sabar

Kamis, 19 Jul 2018 12:09

[Video] Aksi Bela Pertamina, Kisruh PGN dan Pertagas. Marwan Batubara Mengurainya

[Video] Aksi Bela Pertamina, Kisruh PGN dan Pertagas. Marwan Batubara Mengurainya

Kamis, 19 Jul 2018 11:47

Jadi Mitra Pizza Diva Halal Yuk, Berkah Berlipat, Untung Dunia Akherat

Jadi Mitra Pizza Diva Halal Yuk, Berkah Berlipat, Untung Dunia Akherat

Kamis, 19 Jul 2018 11:32

Bagaimana jika pada Akhirnya Capres bukan Jokowi dan Prabowo?

Bagaimana jika pada Akhirnya Capres bukan Jokowi dan Prabowo?

Kamis, 19 Jul 2018 11:09

Bahas Kondisi Bangsa, GNPF Ulama Bertemu Ketua DPR RI

Bahas Kondisi Bangsa, GNPF Ulama Bertemu Ketua DPR RI

Kamis, 19 Jul 2018 10:42

Ulama Kharismatik Betawi KH Syaifuddin Amsir Wafat

Ulama Kharismatik Betawi KH Syaifuddin Amsir Wafat

Kamis, 19 Jul 2018 10:37

Aturan Baru, Visa Umrah Dihandel VFS

Aturan Baru, Visa Umrah Dihandel VFS

Kamis, 19 Jul 2018 10:31

Terkait Pilpres 2019, Ini Pesan Pengamat agar PKS tetap Eksis di Masyarakat

Terkait Pilpres 2019, Ini Pesan Pengamat agar PKS tetap Eksis di Masyarakat

Kamis, 19 Jul 2018 10:09

Hasil Penelitian Soal Masjid Radikal Dinilai ISAC Tendesius

Hasil Penelitian Soal Masjid Radikal Dinilai ISAC Tendesius

Kamis, 19 Jul 2018 09:57

[VIDEO] Pemuda Muhammadiyah Minta Polri Hentikan Narasi Monolog Terorisme

[VIDEO] Pemuda Muhammadiyah Minta Polri Hentikan Narasi Monolog Terorisme

Kamis, 19 Jul 2018 08:31

Kecerdasan Sahabat Nabi Abu Hurairah RA

Kecerdasan Sahabat Nabi Abu Hurairah RA

Kamis, 19 Jul 2018 07:34

Pengungsi Rohingya Bersedia Kembali ke Myanmar Jika Keamanan dan Kewarganegaraan Dijamin

Pengungsi Rohingya Bersedia Kembali ke Myanmar Jika Keamanan dan Kewarganegaraan Dijamin

Rabu, 18 Jul 2018 20:20

Puluhan Bus Evakuasi untuk Warga dan Milisi Syi'ah Pro Assad Tiba di Desa Fou'a dan Kafraya

Puluhan Bus Evakuasi untuk Warga dan Milisi Syi'ah Pro Assad Tiba di Desa Fou'a dan Kafraya

Rabu, 18 Jul 2018 20:05

Israel Akan Serang Gaza Jika Hamas Tidak Hentikan Serangan Layang-layang Pembakar Hingga Jum'at

Israel Akan Serang Gaza Jika Hamas Tidak Hentikan Serangan Layang-layang Pembakar Hingga Jum'at

Rabu, 18 Jul 2018 19:45

Dewan Dakwah Touna Gelar Training Manajemen dan Jurnalistik

Dewan Dakwah Touna Gelar Training Manajemen dan Jurnalistik

Rabu, 18 Jul 2018 18:37

Kasus Novel dapat Diungkap sebelum Masa Jokowi sebagai Presiden Berakhir

Kasus Novel dapat Diungkap sebelum Masa Jokowi sebagai Presiden Berakhir

Rabu, 18 Jul 2018 17:43

Korupsi Menjerat Korban

Korupsi Menjerat Korban

Rabu, 18 Jul 2018 17:05

Namanya

Namanya "Dijual" Parpol untuk Dulang Suara, Novel Baswedan: Itu Keterlaluan

Rabu, 18 Jul 2018 16:43

Cabut Subsidi Tabung Melon, Solusi atau Ilusi?

Cabut Subsidi Tabung Melon, Solusi atau Ilusi?

Rabu, 18 Jul 2018 15:59


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X