Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
1.778 views

Penyederhanaan Golongan Listrik, Kebijakan yang Tidak Bijak

Oleh: Verawati, S.Pd (Guru) 

Saat ini pemerintah berencana mengeluarkan kebijakan penyeragaman golongan pengguna listrik.  Yaitu, menghapus golongan 4.400 VA ke bawah. Artinya pengguna listrik golongan 900 VA, 1.300 VA, 2.200 VA dan 3.500 VA terpaksa harus dinaikan dayanya. Maka konsekwensinya adalah tarif listriknya akan mahal. Meski pemerintah berjanji tidak akan menaikan tarif dasar listrik. Tetep saja rakyat harus bayar lebih mahal, karena biaya abodemennyapun berbeda.

Dalih pemerintah mengambil kebijakan ini adalah pemerintah ingin memberi kemudahan bagi masyarakat untuk menaikan daya listrik tanpa harus bayar, serta diklaim bahwa penyeragaman daya listrik ini akan menguntungkan masyarakat terutama para pemilik usaha  kecil, micro dan menengah (UMKM) sebagaimana yang diungkap oleh I Made Suprateka (DetikFinance, 14/11/2017). 

Selain itu, pemerintah tengah kelebihan daya listrik karena pembangunan 35.000 MW sudah berjalan. Sebenarnya tujuan dibangunnya proyek 35000 MW adalah untuk memenuhi kebutuhan listrik di luar Jawa dan Bali. Namun faktanya, di beberapa daerah seperti Sumatra, Kalimantan dan timur jauh sering terjadi pemadaman listrik. Akibatnya merugikan pelanggan baik rumah tangga maupun sector usaha.

Saat ini siapa yang tidak butuh listrik? Sebagian besar peralatan rumah tangga pasti menggunakan listrik. Perusahan kecil maupun besar ataupun perkantoran pasti membutuhkan listrik. Kebutuhan ini bersifat pasti, artinya listrik merupakan kebutuhan yang bersifat pokok dan umum. Maka sudah sewajarnya pihak pemerintah menyediakan kebutuhan tersebut yang sifatnya bukan berjualan tapi mengurus kebutuhan rakyatnya. Jadi bukan perkara untung rugi yang dipikirkan oleh pemerintah. Namun semestinya pemerintah mengusahakan rakyat bisa menikmati listrik dengan harga murah bahkan kalau bisa gratis.

Bila pemerintah menggunakan prinsip jualan pada rakyat, maka jadilah rakyat akan dipaksa untuk membeli. Seperti keadaan saat ini, ketersediaan listrik yang berlebih, akhirnya pemerintah memaksa rakyat untuk menaikan daya. Padahal kalau dilihat lebih dalam lagi proyek 35.000 MW ini tidak dimiliki seratus persen oleh pemerintah. Melainkan ada beberapa perusahaan listrik swasta yang ikut di dalamnya. Jadi siapa yang diuntungkan? Jelas pihak swasta.

Hal ini adalah buah dari liberalisasi sumber energi primer. UU no. 22 tahun 2001 menjadi payung hukum legalisasi perampokan terhadap ladang minyak dan gas (migas) di Indonesia. Hampir sebagian besar migas telah dikuasai asing. Akhirnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) kesulitan untuk mendapatkan bahan baku listrik, bahkan harus membeli pada swasta.

Selain itu, terjadi liberalisasi (komersialisasi) pada layanan listrik. Kekacauan pengelolaan listrik terjadi sejak tahun 1992, ketika swasta mulai diperkenankan turut serta dalam bisnis penyediaan listrik dengan dikeluarkannya Kepres No. 37 Tahun 1992. Saat itu digembar-gemborkan bahwa kita akan kekurangan pasokan listrik. Oleh karenanya perlu dibuka pintu lebar-lebar bagi swasta untuk membangun pembangkit baru. Maka sejak itu berdirilah berbagai pembangkit swasta untuk membantu suplai listrik PLN.

Dalam pandangan Islam, listrik adalah milik umum dilihat dari dua hal. Pertama, listrik yang digunakan sebagai bahan bakar masuk dalam kategori ’api (energi)’ yang merupakan milik umum. Nabi Muhammad saw bersabda: "Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara: padang rumput (kebun/hutan), air, dan api (energi)." [HR Ahmad]. Termasuk dalam kategori api (energi) tersebut adalah berbagai sarana dan prasarana penyediaan listrik seperti tiang listrik, gardu, mesin pembangkit, dan sebagainya.

Kedua, sumber energi yang digunakan untuk pembangkit listrik baik oleh PT PLN maupun swasta sebagian besar berasal dari barang tambang yang depositnya besar seperti migas dan batu bara merupakan juga milik umum. Abyadh bin Hammal ra. bercerita:

"Ia pernah datang kepada Rasulullah saw. dan meminta diberi tambang garam. Lalu Rosulullah memberikannya. Ketika ia pergi, seorang laki-laki yang ada di majelis itu berkata kepada Rosulullah, “Ya Rosulullah, tahukah Anda apa yang Anda berikan, tidak lain Anda memberinya laksana air yang terus mengalir.” Kemudian Rosulullah menarik pemberiannya dari Abyadh bin Hammal." [HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibn Majah, Ibn Hibban].

Riwayat ini berkaitan dengan tambang garam, bukan garam itu sendiri. Awalnya Rosul saw. memberikan tambang garam itu kepada Abyadh. Namun, ketika beliau diberi tahu bahwa tambang itu seperti "laksana air yang terus mengalir", maka Rosulullah menariknya kembali dari Abyadh. "Laksana air yang terus mengalir" artinya adalah cadangannya besar sekali. Sehingga menjadi milik umum. Karena milik umum, bahan tambang seperti migas dan batu bara haram dikelola secara komersil, baik oleh perusahaan milik negara maupun pihak swasta. Juga haram hukumnya mengkomersilkan hasil olahannya seperti listrik.

Dengan demikian,  listrik tidak boleh pengelolaannya diserahkan pada pihak swasta apapun alasannya. Negara bertanggung-jawab penuh untuk setiap individu rakyat terpenuhi kebutuhan listriknya, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas dengan harga murah bahkan gratis (jika memungkinkan). Untuk seluruh rakyat baik kaya atau miskin, muslim maupun non muslim. Dengan prinsip-prinsip pengelolaan listrik inilah, Indonesia dengan sumber energi primer yang melimpah terhindar dari krisis listrik berkepanjangan dan harga yang melangit.

"Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rosul apabila Rosul menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa Allah menguasai hati manusia, dan sesungguhnya kepada-Nya lah kamu akan dikumpulkan." [Al Quran, 8:24].

Jadi kalau kebijakan penyederhanaan golongan listrik ini diberlakukan, maka sungguh yang demikian itu akan menjadi kebijakan yang tidak bijak. Wallahu a’lam bi shawab. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Rumah Anak Yatim Cikarang ini Sering Roboh, Ayo Bantu Renovasi..!!

Di usia senja, Bu Janih bersama 5 anak yatimnya tinggal di rumah rombeng yang kumuh, lapuk dan sering roboh. Upah sebagai buruh cuci serabutan pun tak menentu sehingga tidak bisa memasak nasi...

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Santri Korban Tabrak Ini Remuk Telapak Tangannya. Ayo Bantu Biaya Operasi!

Sudah 23 hari tangan Ramdani remuk dalam insiden tabrak lari. Ia harus segera dioperasi supaya patahan tulang tidak berantakan dan dagingnya tidak membusuk. Butuh dana puluhan juta untuk operasi....

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

WAKAF MOTOR DAKWAH: Relawan IDC Serahkan Sepeda Motor untuk Dai Lereng Gunung Lawu

Relawan IDC Solo Raya menyerahkan wakaf sepeda motor kepada Ustadz Sriyono untuk menunjang aktifitas dakwah di tempat-tempat terpencil yang sulit dijangkau di lereng Gunung Lawu...

Latest News
Polisi di Baghdis Afghanistan Jual Senjata dan Peralatan Militer ke Jihadis

Polisi di Baghdis Afghanistan Jual Senjata dan Peralatan Militer ke Jihadis

Ahad, 27 May 2018 11:15

Mesir Blokir YouTube Selama Sebulan Karena Video Anti-Islam

Mesir Blokir YouTube Selama Sebulan Karena Video Anti-Islam

Ahad, 27 May 2018 10:15

Qatar Larang Barang dari Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir di Jual di Toko-toko

Qatar Larang Barang dari Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir di Jual di Toko-toko

Ahad, 27 May 2018 09:15

Menteri Israel: Kami Tidak Akan Biarkan Hamas Kembangkan Kemampuan Militer Mereka

Menteri Israel: Kami Tidak Akan Biarkan Hamas Kembangkan Kemampuan Militer Mereka

Sabtu, 26 May 2018 22:12

Pemerintah seperti Gali Kuburannya Sendiri ketika Video Tidak Lucu Dianggap Lucu-lucuan

Pemerintah seperti Gali Kuburannya Sendiri ketika Video Tidak Lucu Dianggap Lucu-lucuan

Sabtu, 26 May 2018 15:37

109 Demonstran Palestina Terluka Oleh Tembakan Pasukan Israel hari Jum'at

109 Demonstran Palestina Terluka Oleh Tembakan Pasukan Israel hari Jum'at

Sabtu, 26 May 2018 15:15

Ini yang Ditemukan SBY dalam Lawatannya di 44 Kabupaten di tengah Naiknya Gaji ASN

Ini yang Ditemukan SBY dalam Lawatannya di 44 Kabupaten di tengah Naiknya Gaji ASN

Sabtu, 26 May 2018 14:37

Ini Kata Wakil Ketua DPR paska UU Terorisme Disahkan

Ini Kata Wakil Ketua DPR paska UU Terorisme Disahkan

Sabtu, 26 May 2018 13:37

Keadilan Negeri Ini Tercabik, Ada Kasta dalam Berbangsa?

Keadilan Negeri Ini Tercabik, Ada Kasta dalam Berbangsa?

Sabtu, 26 May 2018 12:37

GNPF Ulama: Bentuk Tim Independen Soal Terorisme

GNPF Ulama: Bentuk Tim Independen Soal Terorisme

Sabtu, 26 May 2018 12:15

Buletin Gelap Adu Domba Ulama Resahkan Bekasi

Buletin Gelap Adu Domba Ulama Resahkan Bekasi

Sabtu, 26 May 2018 12:10

GAN: Indonesia Butuh Pemimpin Pengurai Masalah Ekonomi

GAN: Indonesia Butuh Pemimpin Pengurai Masalah Ekonomi

Sabtu, 26 May 2018 12:02

[VIDEO] MUI: Sibuk Dukung Mendukung Calon Presiden, Lupa Persoalan Bangsa, Lupa Hutang Negara

[VIDEO] MUI: Sibuk Dukung Mendukung Calon Presiden, Lupa Persoalan Bangsa, Lupa Hutang Negara

Sabtu, 26 May 2018 11:12

Rezim Assad Jatuhkan Selebaran di Daraa, Desak Pejuang Oposisi untuk Pergi

Rezim Assad Jatuhkan Selebaran di Daraa, Desak Pejuang Oposisi untuk Pergi

Jum'at, 25 May 2018 22:50

ASN Rezim Jokowi Penuh dengan Ancaman?

ASN Rezim Jokowi Penuh dengan Ancaman?

Jum'at, 25 May 2018 19:39

Tergesa-gesa Meresmikan Kertajati, Jokowi Dianggap Pencitraan

Tergesa-gesa Meresmikan Kertajati, Jokowi Dianggap Pencitraan

Jum'at, 25 May 2018 18:39

Raksasa Konstruksi Saudi Binladin Group Akan Dirampingkan dan Berganti Nama

Raksasa Konstruksi Saudi Binladin Group Akan Dirampingkan dan Berganti Nama

Jum'at, 25 May 2018 18:15

Pasukan SDF Tangkap Komandan Islamic State (IS) Terkemuka asal Prancis

Pasukan SDF Tangkap Komandan Islamic State (IS) Terkemuka asal Prancis

Jum'at, 25 May 2018 17:45

Himbaun: Sebarkan 'Virus' 2019 Ganti Presiden di Kampung Halaman

Himbaun: Sebarkan 'Virus' 2019 Ganti Presiden di Kampung Halaman

Jum'at, 25 May 2018 17:39

Israel Setujui Pembangunan 3900 Pemukiman Ilegal Baru di Tepi Barat

Israel Setujui Pembangunan 3900 Pemukiman Ilegal Baru di Tepi Barat

Jum'at, 25 May 2018 17:15


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X