Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
9.462 views

Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja

NARKOBA terus mengrongrong negeri ini. Berita terkait penyalahgunaan narkoba tidak pernah habis-habisnya. Beberapa saat yang lalu kita digegerkan dengan berita beredarnya jajanan yang mengandung narkoba di sekolah-sekolah dasar. Tidak lama kemudian kita mendengar kasus yang terjadi di Kendari Sulawesi Tenggara. Yaitu penyalahgunaan obat-obatan paracetamol, caffein, dan carisoprodal (PCC) yang berujung pada meninggalnya dua orang penggunanya.

Dari sisi pengguna narkotika, Jawa Timur menempati peringkat kedua di Indonesia Setelah DKI Jakarta. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim jumlahnya pengguna narkotika tahun 2017 di kalangan remaja sudah mencapai 238.680 orang atau 27,3 persen dari total pengguna narkoba di Jatim sebanyak 884.000 orang. Diperkirakan, di Jatim terdapat 800 ribu hingga 900 ribu pengguna narkotika aktif. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur Brigjen Pol Fatkhurrahman memperkirakan pengguna tidak aktif narkotika jumlahnya lebih banyak.

Saat ini yang bandar narkotika menyasar golongan pelajar dan mahasiswa. Dalam kasus penyalahgunaan PCC yang menjadi korban adalah anak-anak dibawah umur. Yakni SD, SMP, SMA. PCC pun banyak dijual ke kalangan pelajar dengan harga murah antara Rp. 20.000 - Rp 25.000. Bahkan mereka menempuh cara dengan mencampur narkoba pada jajanan anak sekolah yang biasa di jual di sekolah-sekolah dasar.

Ini adalah kondisi yang sangat memprihatinkan. Apalagi mengingat saat ini Indonesia mengalami Bonus Demografi dengan jumlah penduduk produktif yang lebih banyak dari penduduk non produktif. Jika penduduk usia produktifnya justru terjangkit ‘virus’ narkoba maka apa yang akan terjadi dengan negeri ini nantinya?

Dalam mengatasi permasalahan narkoba yang semakin menunjukkan intensitasnya, Pemerintah Indonesia dengan Dewan Perwakilanan Rakyat sejak tahun 1997 telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Berdasarkan kedua Undang-undang tersebut, Pemerintah membentuk Badan Koordinasi Narkotika Nasional (BKNN), dengan Keputusan Presiden Nomor 116 Tahun 1999. BKNN adalah suatu Badan Koordinasi penanggulangan narkoba yang kemudian berubah nama menjadi Badan Narkotika Nasional.

Untuk propinsi dan kabupaten dalam menangani permasalahan narkoba, maka dibentuklah Badan Narkotika Propinsi dan Badan Narkotika Kabupaten. Penyuluhan-penyuluhan dan sosialisasi dari badan narkotika kiat digencarkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba yang mengancam kehidupan orang banyak.

Surabaya sebagai ibukota propinsi jawa Timur juga telah menerbitkan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 65 Tahun 2014 tentang Rencana Aksi Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Daerah Bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Kota Surabaya. Dalam Peraturan Walikota ini terdapat program pencegahan, program pemberdayaan dan program rehabilitasi.

Program pencegahan yang dilakukan juga merangkul remaja untuk ikut berpartisipasi melakukan pencegahan. Yaitu dengan membentuk tim sebaya, dan membentuk kader anti narkoba. Namun rupanya program pemerintahan pusat dan Surabaya ini kurang bisa mengatasi permasalahan narkoba. Ini bisa dilihat dari tren pengguna narkoba yang terus meningkat tiap tahunnya.

Solusi

Mengurai masalah narkoba di Jawa Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya, dapat kita lihat bahwa akar masalahnya adalah dijadikannya sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan) sebagai asas. Sekulerisme menjadikan seseorang memandang hidup hanya sekedar mencari kenikmatan dunia semata. Dari sinilah kemudian muncul faham serba boleh yang menjadikan manusia para remaja berlaku seenak hatinya. Tidak lagi memandang pahala-dosa serta halal-haram. Termasuk ketika mengkonsumsi narkoba.

Di sisi lain hukum positif yang ada di Indonesia memposisikan pengguna narkoba sebagai korban bukan sebagi pelaku kriminal. Hal ini semakin membuat pengguna narkoba merasa bebas untuk mengkonsumsi selama dia tidak merugikan orang lain. Hukum juga bersikap lunak kepada pengedar narkoba. Selama ini hukuman mati yang digadang-gadang bisa menimbulkan efek jera bagi pengedar narkoba malah tidak berjalan. Yang ada hanya hukuman kurungan yang sekian lama semakin berkurang dengan adanya amnesty dari pemerintah.

Mengatasi persoalan narkoba ini upaya preventif perlu digalakkan. lni memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari keluarga, masyarakat dan Negara. Upaya preventif yang bisa digunakan adalah menciptakan suasana ketakwaan di tengah keluarga, masyarakat dan Negara. Mendorong setiap individu menjadikan hidupnya berlandaskan aqidah. Sehingga orang tidak akan terjerumus untuk mengkonsumsi narkoba karena tahu itu adalah hal yang dilarang Allah SWT. Dorongan ketakwaan pula yang akan menjadikan orang tua berusaha menciptakan suasana yang nyaman dan aman di dalam keluarga sehingga anggota keluarga tidak mencari pelampiasan diluar keluarga.

Dari sisi masyarakat, dengan dorongan ketakwaan yang tinggi akan menjadi lingkungan yang kondusif dalam mencegah perbuatan yang dilarang agama termasuk mengkonsumsi narkoba. Negara juga memiliki peran penting dalam mencegah masuk dan beredarnya narkoba di dalam negeri. Selain itu upaya pencegahan dengan memberikan sanksi yang tegas kepada pengguna, pengedar dan produsen narkoba. Dalam Islam pengguna, pengedar, dan produsen narkoba adalah pelaku kriminal yang harus diberi sanksi sesuai dengan tingkat kejahatannya.

Untuk pengguna narkoba yang baru maka akan diobati secara gratis oleh Negara dan diberikan sanksi yang ringan. Namun jika berulang akan diberikan sanksi yang lebih berat. Namun bagi pengedar dan produsen narkoba diberikan sanksi yang berat karena telah membahayakan masyarakat. * Desi Maulia, SKM, pemerhati remaja tinggal di Surabaya, Jawa Timur

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

3 Tahun Menderita Tumor Ganas, Kang Yoyo Tak Bisa Bekerja dan Berjamaah Masjid. Ayo Bantu..!!

Aktivis masjid ini menderita tumor ganas dan tidak bisa berobat karena terbentur biaya. Daging tumornya terus membesar seukuran bola futsal. Ayo bantu bisa bekarja dan berjamaah di masjid lagi....

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Kecelakaan, Kaki Mahasiswi Akademi Dakwah ini Membusuk Terancam Amputasi. Ayo Bantu..!!

Sudah 4 bulan Ulandari menahan pedihnya patah tulang kaki karena tak punya biaya. Lukanya menganga dan membusuk, jika tidak segera dioperasi, calon dai ini terancam akan kehilangan kaki kirinya....

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Dana Terkumpul Rp 536 Juta, Masih Dibutuhkan Dana 214 Juta Lagi untuk Wakaf Produktif Muallaf

Untuk pembelian tanah program wakaf produktif muallaf Bolaang Mongondow Sulawesi Utara masih dibutuhkan dana 214 juta rupiah. Ayo berwakaf Rp 15.000 per meter, agar harta kekal dan pahala terus...

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Yuk Wakaf Tanah Rp 15.000 per Meter untuk Muallaf. Harta Kekal Abadi, Pahala Terus Mengalir

Dalam satu desa terdapat 53 muallaf hidup prihatin pra-sejahtera. Hanya dengan 15.000 rupiah kita bisa berwakaf tanah satu meter untuk rumah dan pekerjaan mereka. Total kebutuhan 70 rupiah....

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Qurrota Ayyuni: Yatim Pelajar Teladan Terlilit Tagihan Sekolah 8 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Anak yatim berprestasi ini selalu jadi juara sejak SD. Sang ayah hilang 9 tahun silam saat berdakwah ke luar kota. Terbelit kesulitan ekonomi, Ayu terbebani tagihan sekolah 8 juta rupiah....

Latest News
Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Kelirunya Ucapan Selamat oleh Pemimpin Saat Indonesia jadi Pasar Narkotik Terbesar di Dunia

Sabtu, 24 Feb 2018 18:31

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Politisi: Kepala BIN Hadir di Rakernas PDIP, Pilpres 2019 Saya Pastikan Tidak Demokratis

Sabtu, 24 Feb 2018 17:31

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Pencalonan Jokowi oleh PDIP Dilihat Janggal oleh Pengamat

Sabtu, 24 Feb 2018 16:31

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Kronologis PBB yang Dianggap Tak Layak Lolos oleh KPU

Sabtu, 24 Feb 2018 15:21

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Ada Kesan Perbedaan dari Sikap Polri ke Masyarakat yang Kritis dengan Pemerintah

Sabtu, 24 Feb 2018 14:21

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Peringatan untuk Polri atasnya Banyaknya Masyarakat yang Ditangkap karena Dianggap Sebar Hoax

Sabtu, 24 Feb 2018 13:21

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Internasionalisasi Haji dan Ekspansi Ideologi Syiah

Sabtu, 24 Feb 2018 13:14

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Milad ke 21 FLP Gelar Seminar Literasi di Solo

Sabtu, 24 Feb 2018 13:09

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Ahok Ajukan PK, Pedri Kasman: Hakim Pasti Tak Asal Kabulkan

Sabtu, 24 Feb 2018 13:06

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Hanya di Zaman Ini Orang Gila Menjadi Pembunuh Ulama

Sabtu, 24 Feb 2018 12:21

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Kerjasama dengan Syarikat ITB, Pesan TGB: Agama dan Sain Bangun Peradaban Bangsa

Sabtu, 24 Feb 2018 11:21

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Menjadi Entrepreneur, Langkah Perangi Pengangguran

Sabtu, 24 Feb 2018 10:39

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Empat Tahun sebagai Presiden tapi Jokowi Belum dapat Bedakan antara Draft dan UU

Sabtu, 24 Feb 2018 10:21

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sah! PDIP Calonkan Jokowi sebagai Capres 2019, Ini Kata Politisi Gerindra

Sabtu, 24 Feb 2018 09:45

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Ini Pesan dari Politisi ke Bakal Capres Pengganti Jokowi

Sabtu, 24 Feb 2018 09:21

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Tidak Lolos di Pemilu 2019 karena Ketum PBB Kerap Membela Ulama dan Aktivis

Sabtu, 24 Feb 2018 08:21

(Video) Bangkitnya (Lagi) Politik Otoritarianisme

(Video) Bangkitnya (Lagi) Politik Otoritarianisme

Sabtu, 24 Feb 2018 05:45

Pengaruh Godaan Jin 'Qarin' Terhadap Pengasuhan Anak

Pengaruh Godaan Jin 'Qarin' Terhadap Pengasuhan Anak

Jum'at, 23 Feb 2018 20:25

Jokowi bukan Capres Pilihan Megawati di 2019?

Jokowi bukan Capres Pilihan Megawati di 2019?

Jum'at, 23 Feb 2018 20:15

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

[VIDEO-2] Anak Dewa Nyaris Meninggal, Ust Khalid Basalamah: Shalat Solusinya

Jum'at, 23 Feb 2018 18:10


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X