Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.800 views

Menakar Untung Rugi Divestasi Freeport

Oleh: Eka Rahmi Maulidiyah

(Mahasiswi Sastra Inggris, Universitas Airlangga)

Tarik ulur dan upaya negoisasi yang alot antara pemerintah Indonesia dengan PT Freeport Indonesia telah berlangsung cukup lama. Maka publik dibuat tersentak saat Freeport akhirnya menyetujui untuk melakukan divestasi sahamnya hingga 51% kepada pemerintah Indonesia. Tidak hanya itu, Freeport juga mengubah izin Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Freeport pun menyepakati pembangunan smelter dalam waktu lima tahun setelah mendapatkan IUPK. Semua hal tersebut dilakukan sebelum izin Kontrak Karya Freeport yang akan berakhir pada tahun 2021. Pemerintahan Jokowi mendapat pujian karena keberhasilannya memenangkan negosiasi dengan PT Freeport Indonesia. Namun, benarkah kesepakatan ini membawa nilai posistif bagi Indonesia?

Divestasi saham sebesar 51 persen bukan berarti PT Freeport membagikan saham kepada pemerintah sejumlah itu secara gratis kepada pemerintah. Dalam berbagai perhitungan nilai dari 51 persen saham Freeport diperkirakan mencapai ratusan triliun apabila akan dikonversi dalam metode pembayaran. Katakanlah, misalnya, perhitungan secara fair market value, berdasarkan nilai cadangan dengan masa kontrak sampai 2041, nilai 100 persen saham PT Freeport Indonesia adalah USD15,9 miliar atau sekitar Rp211 triliun (metrotvnews.com). Tepatnya, pemerintah harus menyediakan sedikitnya Rp 107 Triliun untuk divestasi saham sebesar 51 persen tersebut. Dana sebanyak itu rencananya akan dipenuhi secara patungan oleh BUMN-BUMN yang ada.

Hal ini seolah merupakan angin segar bagi kedaulatan ekonomi negeri ini, pemerintah disebut berhasil mengembalikan kekayaan alam untuk dikelola negara kembali. Tapi menjadi janggal karena untuk itu, pemerintah harus membayar sekian banyak kepada Freeport. Lebih janggal lagi karena pemerintah menyetujui divestasi saham dengan harga pasar. Padahal, secara riil harga saham PT Freeport telah beberapa tahun ini berada pada angka yang rendah.

Pada 2016 misalnya, nilai total kapitalisasi pasar PT Freeport hanya sebesar USD 4,5 Miliar. Bandingkan dengan USD 15,9 miliar yang menjadi acuan perhitungan divestasi saat ini. Hal demikian terjadi karena kepercayaan investor terhadap Freeport tengah merosot dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu menjadi sesuatu yang aneh jika pemerintah bersedia membayar dengan harga berlipat-lipat dibandingkan nilai saham riil.

Berikutnya ketiadaan dana memaksa pemerintah mengupayakan dana dari BUMN-BUMN yang ada. Holding BUMN pertambangan yang merupakan gabungan PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk, dan PT Inalum. Dalam taksiran kasar berdasarkan data yang tersedia, prediksi total nilai aset BUMN-BUMN bila digabungkan mencapai Rp58 triliun. Artinya, nilai total aset tersebut hanya berjumlah setengah dari jumlah yang harus dibayarkan pemerintah.

Kemungkinan lain pemerintah akan menutupi kekurangan tersebut dengan kembali melakukan utang. Kondisi ini sangat berbahaya dari dua aspek. Pertama, ketidakstabilan perusahaan Freeport yang ‘ditebus’ dengan aset BUMN terlalu beresiko bagi keberlangsungan BUMN-BUMN di masa yang akan datang. Kedua, penambahan utang akan menjerumuskan negara dalam debt trap karena bahkan tanpa utang ini pun utang negara sudah berada pada angka yang mengkhawatirkan.

Perubahan dari Kontrak Karya menjadi IUPK juga disinyalir dilakukan oleh Freeport untuk memperpanjang masa pengambilan sumber daya alam yang ada di Indonesia, khususnya Papua. Perubahan menjadi IUPK secara otomatis menjadikan Freeport berhak mengantongi izin 20 tahun lagi untuk beroperasi di Indonesia. Padahal, pembaruan izin baru bisa dilakukan tiga tahun sebelum kontrak berakhir pada tahun 2021.

Komitmen Freeport untuk membangun smelter pun masih diragukan banyak pihak. Pasalnya, sekalipun izin ekspor konsentrat Freeport sempat dihentikan pemerintah selama beberapa hari pada 2015 lalu karena tidak terpenuhinya komitmen membangun smelter, namun faktanya hingga saat ini Freeport tidak kunjung melaksanakan komitmen tersebut.

Melihat beberapa kondisi tersebut, masihkah yakin 100 persen jika divestasi saham Freeport merupakan keberhasilan yang gemilang untuk mengembalikan kedaulatan mengelola kekayaan alam? Hal ini sangat berbeda dengan pengaturan kekayaan alam dalam Islam. Dalam Islam, SDA yang dimiliki negara akan dikelola sendiri dan digunakan bagi pemenuhan kebutuhan dasar rakyat seperti pendidikan, kesehatan dan jaminan keamanan.

Selain itu, kebijakan politik dalam Islam akan selalu mengutamakan kepentingan dalam negeri. Negara memiliki kedaulatan penuh untuk mencegah intervensi asing dalam kehidupan politik dan ekonomi negara. Sehingga tidak akan ditemui suatu fragmen negara tunduk pada keinginan perusahaan atau bahkan negara asing. Maka, sudah seharusnya kita menerapkan aturan Islam secara kaffah, sehingga SDA kita bisa kita rebut kembali untuk kemakmuran bangsa Indonesia. [syahid/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Yuhendra-Yuliani: Keluarga Muallaf dan Yatim Dhuafa Butuh Modal Usaha, Ayo Bantu!!!

Dalam iman, rumah tangga muallaf ini sangat bahagia. Namun dalam hal ekonomi, pasangan pengamen dan tukang ojek yang memiliki 3 yatim ini sangat dhuafa dan memprihatinkan....

Mushalla di Pelosok Butuh Biaya Renovasi 20 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Mushalla di Pelosok Butuh Biaya Renovasi 20 Juta Rupiah. Ayo Bantu..!!!

Mushalla ini sudah sangat rapuh dan tidak layak, harus direnovasi total. Mari sisihkan harta, amal jariyah, pahalanya terus mengalir tak terbatas umur, bonus property abadi di Surga...

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Bayi Anak Ustadz Pesantren Qur'an ini Kritis Menderita Toxoplasmosis. Ayo Bantu.!!!

Sudah 9 hari bayi Tazkia kritis terinfeksi toxoplasma. Sang ayah, Ustadz Yusron pengasuh pesantren Tahfizh Al-Qur'an Sukoharjo terbentur biaya yang sudah mencapai 31 juta rupiah...

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Latest News
Peti Mati Donald Trump Diarak Pakai Becak

Peti Mati Donald Trump Diarak Pakai Becak

Kamis, 14 Dec 2017 08:26

Innalillahi, AM Fatwa Berpulang

Innalillahi, AM Fatwa Berpulang

Kamis, 14 Dec 2017 07:04

My Teacher is My Hero (Bagian 2-Selesai)

My Teacher is My Hero (Bagian 2-Selesai)

Kamis, 14 Dec 2017 04:55

Keong Sawah Pengganti Daging Sapi, Inikah Solusi?

Keong Sawah Pengganti Daging Sapi, Inikah Solusi?

Rabu, 13 Dec 2017 23:33

Palang Merah Internasional: Kehidupan 'Terhenti' di Rakhine Myanmar

Palang Merah Internasional: Kehidupan 'Terhenti' di Rakhine Myanmar

Rabu, 13 Dec 2017 22:45

Dr Moeflich Hasbullah: Hilang Wibawa, Lebih Baik ICMI Membubarkan Diri

Dr Moeflich Hasbullah: Hilang Wibawa, Lebih Baik ICMI Membubarkan Diri

Rabu, 13 Dec 2017 21:28

Islamic State (IS) Serang Barak Militer di Mosul tewaskan 13 Milisi Syi'ah Irak

Islamic State (IS) Serang Barak Militer di Mosul tewaskan 13 Milisi Syi'ah Irak

Rabu, 13 Dec 2017 21:25

Pemimpin Dunia Muslim Desak Masyarakat Internasional Akui Yerusalem sebagai Ibukota Palestina

Pemimpin Dunia Muslim Desak Masyarakat Internasional Akui Yerusalem sebagai Ibukota Palestina

Rabu, 13 Dec 2017 21:07

LUIS: Halangi Pengajian adalah Sikap Intoleran

LUIS: Halangi Pengajian adalah Sikap Intoleran

Rabu, 13 Dec 2017 20:39

VIDEO: Laskar Umat Islam Surakarta Datangi Penerbit Yudhistira

VIDEO: Laskar Umat Islam Surakarta Datangi Penerbit Yudhistira

Rabu, 13 Dec 2017 17:28

My Teacher is My Hero (Bagian-1)

My Teacher is My Hero (Bagian-1)

Rabu, 13 Dec 2017 15:50

MUI Serukan Bela Palestina

MUI Serukan Bela Palestina

Rabu, 13 Dec 2017 10:29

Ustadz Zaitun Rasmin: Mujahid Indonesia Akan Ikut Bela Al-Aqsha

Ustadz Zaitun Rasmin: Mujahid Indonesia Akan Ikut Bela Al-Aqsha

Rabu, 13 Dec 2017 10:12

Pemuda Muhammadiyah Gelar, 2017 Asia Pacific Interfaith Youth Peace Camp

Pemuda Muhammadiyah Gelar, 2017 Asia Pacific Interfaith Youth Peace Camp

Rabu, 13 Dec 2017 10:01

Oposisi-Koalisi, Undang Konflik!

Oposisi-Koalisi, Undang Konflik!

Selasa, 12 Dec 2017 22:15

Turki Kritik Reaksi Lemah Negara Arab Terkait Masalah Yerusalem

Turki Kritik Reaksi Lemah Negara Arab Terkait Masalah Yerusalem

Selasa, 12 Dec 2017 21:55

Militer Afghanistan Bersiap Lancarkan Operasi Besar Terhadap Islamic State (IS) di 3 Provinsi

Militer Afghanistan Bersiap Lancarkan Operasi Besar Terhadap Islamic State (IS) di 3 Provinsi

Selasa, 12 Dec 2017 21:30

3 Tentara Afghanistan Tewas dalam SeranganTaliban di Pos Militer di Ghazni

3 Tentara Afghanistan Tewas dalam SeranganTaliban di Pos Militer di Ghazni

Selasa, 12 Dec 2017 21:05

Protes Keputusan Trump, Demonstran Chili: Yerusalem Adalah Palestina

Protes Keputusan Trump, Demonstran Chili: Yerusalem Adalah Palestina

Selasa, 12 Dec 2017 16:34

Liberalisasi Listrik membuat Rakyat makin Tercekik

Liberalisasi Listrik membuat Rakyat makin Tercekik

Selasa, 12 Dec 2017 13:24


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X

Senin, 11/12/2017 10:01

VIDEO: Polisi Turut Kecam Donald Trump