Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.056 views

Kemana Larinya Pajak dan Utang Kami?

Oleh: Edy Mulyadi*

“Saya ambil contoh, uang satu triliun itu bisa dipakai untuk membangun antara lain: 3.451m jembatan, 155km jalan, 11.900 rumah prajurit TNI, 50 rumah sakit, 6.765 kelas dan lain-lain. Jadi banyak sekali yang bisa digunakan untuk infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Itu semua disiapkan untuk memperoleh generasi bangsa yang sehat, cerdas dan produktif untuk menyongsong Indonesia gemilang di 2045.”

Paragraf di atas saya kutip dari penjelasan panjang lebar Nufransa Wira Sakti di salah satu grup whats up. Si penulis bukanlah orang sembarangan. Dia Kepala Biro Komunikasi & Layanan Informasi Kementerian Keuangan. Jabatan Eselon 2 yang lumayan mentereng.

Dengan tulisan itu Nufransa menjawab Iramawati Oemar yang bertanya kepada Menkeu tentang utang negara, dana haji, dan gaji PNS. Sebagai pejabat Humas, wajar saja kalau dia menjadi Jubir bosnya, yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI).

Setahu saya, Irmawati Oemar adalah pegiat media sosial. Beberapa waktu belakangan dia banyak mengkritisi kebijakan pemerintah, khususnya Menteri Keuangan. Tulisan Irmawati yang dimaksud Nufransa dalam jawabannya itu berjudul “Sudahlah Bu Sri, Berterusterang Sajalah Pada Rakyat.”

Di artikel tersebut, Irmawati mempertanyakan kapasitas dan kapabelitas Sri yang tidak mampu menjelaskan untuk apa saja utang negara saat saat raker dengan DPR. Rupanya artikel yang menjadi viral ini mengusik ketenangan Jeng Sri. Itulah mungkin sebabnya Nufransa menulis sepertti tadi.

Sebetulnya apa yang ditulis Irma bisa disebut mewakili pernyataan dan pertanyaan publik.

Dengan angle sedikit berbeda, pada 26 Juli saya juga menulis tema serupa dengan judul, “Pajak dan Utang yang Memiskinkan.” Benang merah kedua tulisan itu sama-sama cemas akan utang negara yang terus ditimbun pemerintah yang kian lama kian menjulang dan mengkhawatirkan.

 

Dahsyatnya Rp1 triliun

Kembali ke alinea awal tulisan ini, Nufransa menjelaskan betapa berharganya tiap triliun rupiah yang dialokasikan untuk membangun infrastruktur. Membaca kalimat ini, awalnya saya  sempat rada bingung juga. Benarkah tiap triliun bisa digunakan untuk membangun 3.451m jembatan, 155km jalan, 11.900 rumah prajurit TNI, 50 rumah sakit, 6.765 kelas dan lain-lain? Sedahsyat itu kah?

Dengan kalkulator, saya jadi tahu kalau rumah prajurit TNI bisa dibangun dengan biaya Rp84 juta/unit (Rp 1 triliun dibagi 11.900 rumah). Ini masuk akal. Dari sini, saya kemudian menyimpulkan, mungkin maksud Nufransa adalah Rp 1triliun bisa untuk membangun 3.451m jembatan, atau 155km jalan, atau 11.900 rumah prajurit TNI, atau 50 rumah sakit, dan atau 6.765 kelas dan lain-lain.

Jadi, ada tambahan kata “atau” untuk jeda tiap aktivitas pembangunan infrastuktur dengan dana Rp 1 triliun. Hal ini sepertinya sepele. Namun jika tidak ditambahkan kata “atau” maka kesannya Rp 1 triliun bisa untuk membangun 3.451m jembatan, dan 155km jalan, dan 11.900 rumah prajurit TNI, dan 50 rumah sakit, dan 6.765 kelas secara akumulatif.

Itu soal penempatan kata depan (dan/atau) yang bisa mengubah makna namun diabaikan oleh Nufransa. Agak memprihatinkan juga sebetulnya. Bagaimana mungkin seorang pejabat eselon dua yang bertanggungjawab dalam hal komunikasi di kementeriannya kok bisa-bisanya abai untuk urusan sevital itu.

Lalu, jika angka-angka versi Nufransa itu benar, mestinya tidak ada lagi prajurit TNI yang tidak punya rumah. 11.900 unit rumah itu banyak, lho. Di APBN 2017, anggaran infrastruktur menempati peringkat ketiga setelah bayar utang dan pendidikan. Jumlahnya mencapai Rp387,3 triliun. Dengan uang ini, maka bisa dibangun lebih dari 4,6 juta unit rumah untuk prajurit. Berdasarkan data Forbes, pada 2016 jumlah pasukan aktif TNI kita hanya sekitar 676.500 personal. Jumlah itu sudah mencakup seluruh angkatan, baik AD, AU, maupun AL. Dari prajurit dua hingga jenderal bintang empat.

Hehehe… tentu saja, Pemerintah tidak mungkin mengalokasikan seluruh anggaran infrastruktur untuk membangun rumah prajurit TNI. Tapi yang mau saya sampaikan adalah, betapa sangat berartinya dana Rp 1 triliun kalau digunakan untuk membangun infrastruktur.  Dengan ‘hanya’ mengalokasikan Rp10 triliun saja, maka dalam tempo lima tahun seluruh prajurit TNI sudah punya rumah. Lumayan sejahteralah mereka.

Berbekal tulisan Nufransa, dengan anggaran Rp387,3 triliun, kita bisa membangun 60.032 km jalan, atau 31.336.572 m jembatan, atau 19.365 rumah sakit, atau 2.620.085 kelas. Sungguh luar biasa.

Silakan pemerintah membagi duit yang Rp387,3 triliun anggaran itu untuk keperluan pembangunaninfrastruktur apa saja berdasarkan prioritas dan proporsional. Saya yakin, hasilnya tetap luar biasa. Anda bisa membayangkan, betapa hiruk pikuknya pembangunan yang terjadi untuk menghabiskan dana yang Rp387,3 triliun itu.

Sekarang mari kita berandai-andai.  Di APBN 2017, prioritas pertama belanja adalah pembayaran utang. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, mencapai Rp486 triliun. Dari jumlah itu, Rp221 triliun di antaranya untuk membayar bunga utang. Ingat, hanya untuk membayar bunga utang (dengan huruf tebal).

Kalau saja sebagai pendisain APBN Ani punya keberpihakan kepada rakyat Indonesia, tentu dia tidak akan mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang. Di saat ekonomi lesu, bukankah sebaiknya dia memompa anggaran bagi kebutuhan domestik untuk membuka lapangan kerja, menggenjot konsumsi, mendongkrak ekspor? Sekadar informasi saja, konsumsi publik menyumbang 56% pertumbuhan ekonomi, lho.

 

Ilusi dan halusinasi?

Akan sangat elok, bila setengah saja atau Rp243 triliun dari anggaran bayar utang yang Rp486 triliun tadi digelontorkan ke dalam negeri. Maka kita akan bisa membangun 2.176.165 m jembatan, atau 97.697 km jalan, atau lebih dari 7,5 juta rumah prajurit TNI, atau 36.515 rumah sakit, atau 4.263.980 kelas dan lain-lain. Wuih… dahsyat sekali!

Sayangnya, angka-angka tadi cuma ilusi atau halusinasi. Pertama, karena faktanya sampai kini benar-tidaknya anggaran infrastruktur digunakan sesuai yang dianggarakan masih gelap gulita. Kedua, faktanya Ani tetap mementingkan pembayaran utang. Buat Menkeu pejuang neolib sejati seperti dia, memenuhi kewajiban kepada kreditor adalah hal utama dan pertama. Persoalan untuk itu dia harus memotong berbagai anggaran sosial dan rakyat kian tercekik hidupnya, itu perkara lain.

Ketiga, adalah hal yang nyaris mustahil dia mau memotong anggaran bayar utang dan menggerojok ke dalam negeri untuk memompa ekonomi. Keempat, jangan-jangan anggaran untuk infratruktur pun sebagian dia geser untuk bayar utang agar para kreditor tetap happy. Who knows?

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, biarkan kami rakyat Indonesia sekali lagi bertanya; kemana kamu alokasikan uang pajak dan utang kami, Sri? [syahid/voa-islam.com]

*Edy Mulyadi, Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Satu Keluarga Yatim Masuk Islam, Butuh Modal Usaha dan Beasiswa. Ayo Bantu.!!!

Satu Keluarga Yatim Masuk Islam, Butuh Modal Usaha dan Beasiswa. Ayo Bantu.!!!

Sepeninggal sang ayah setelah masuk Islam, enam anak berstatus muallaf yatim ini hidup prihatin serba kekurangan. Ayo bantu modal usaha dan beasiswa untuk masa depan Islam...

Latest News
Kisah Ashabul Ukhdud (Bagian 2-Selesai)

Kisah Ashabul Ukhdud (Bagian 2-Selesai)

Ahad, 22 Oct 2017 22:12

Pemerintah Syi'ah Irak Kirim Bala Bantuan untuk Amankan Ladang Minyak di Kirkuk

Pemerintah Syi'ah Irak Kirim Bala Bantuan untuk Amankan Ladang Minyak di Kirkuk

Ahad, 22 Oct 2017 21:00

Korban Tewas Dalam Bentrokan Pasukan Keamanan Mesir dan Jihadis di Giza Meningkat jadi 54 Polisi

Korban Tewas Dalam Bentrokan Pasukan Keamanan Mesir dan Jihadis di Giza Meningkat jadi 54 Polisi

Ahad, 22 Oct 2017 20:05

Pasukan Filipina Terkunci dalam Pertempuran Sengit dengan Sisa Pejuang IS Terakhir di Marawi

Pasukan Filipina Terkunci dalam Pertempuran Sengit dengan Sisa Pejuang IS Terakhir di Marawi

Ahad, 22 Oct 2017 19:26

Ustaz Haris Amir Falah: Spirit 212 Adalah Tegaknya Syariat Islam

Ustaz Haris Amir Falah: Spirit 212 Adalah Tegaknya Syariat Islam

Ahad, 22 Oct 2017 18:27

Wartawan Senior: Umat Islam Bersatu pada Momen 212

Wartawan Senior: Umat Islam Bersatu pada Momen 212

Ahad, 22 Oct 2017 17:38

Jelang Satu Tahun 212, Sekum Forjim: Umat Islam Menang 3-0

Jelang Satu Tahun 212, Sekum Forjim: Umat Islam Menang 3-0

Ahad, 22 Oct 2017 17:01

Peringati Hari Santri Nasional, Menag: Santri Berperan Jaga Keutuhan NKRI

Peringati Hari Santri Nasional, Menag: Santri Berperan Jaga Keutuhan NKRI

Ahad, 22 Oct 2017 15:46

Sandiaga Uno: Guru Ngaji Juga dapat KJP Plus

Sandiaga Uno: Guru Ngaji Juga dapat KJP Plus

Ahad, 22 Oct 2017 15:39

PBB: Jumlah Pengungsi Rohingya Sudah Hampir 600.000

PBB: Jumlah Pengungsi Rohingya Sudah Hampir 600.000

Ahad, 22 Oct 2017 15:29

Warga Kanada Protes Diskriminasi Niqab

Warga Kanada Protes Diskriminasi Niqab

Ahad, 22 Oct 2017 15:27

Erdogan-Putin Bahas Masalah Regional dan Ekonomi

Erdogan-Putin Bahas Masalah Regional dan Ekonomi

Ahad, 22 Oct 2017 15:23

Mesir Perketat Keamanan Pasca Baku Tembak Mematikan

Mesir Perketat Keamanan Pasca Baku Tembak Mematikan

Ahad, 22 Oct 2017 15:18

Pejabat Israel Benarkan Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Kunjungi Israel

Pejabat Israel Benarkan Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Kunjungi Israel

Ahad, 22 Oct 2017 09:05

Jawa Tengah Miliki 20 Tempat Pelayanan Haji Terpadu Satu Atap

Jawa Tengah Miliki 20 Tempat Pelayanan Haji Terpadu Satu Atap

Ahad, 22 Oct 2017 02:24

Sembilan Bank Syariah Dukung Progran Pelayanan Haji Terpadu Satu Atap

Sembilan Bank Syariah Dukung Progran Pelayanan Haji Terpadu Satu Atap

Sabtu, 21 Oct 2017 23:17

Emansipasi, Haruskah Dituruti?

Emansipasi, Haruskah Dituruti?

Sabtu, 21 Oct 2017 22:42

Kemenag Solo Luncurkan Pelayanan Pendaftaran Haji Terpadu Satu Atap

Kemenag Solo Luncurkan Pelayanan Pendaftaran Haji Terpadu Satu Atap

Sabtu, 21 Oct 2017 22:31

Aher: Pesantren Telah Banyak Berikan Kebaikan untuk Masyarakat Indonesia

Aher: Pesantren Telah Banyak Berikan Kebaikan untuk Masyarakat Indonesia

Sabtu, 21 Oct 2017 22:14

Kamu Cantik dari Sikap dan Akhlakmu

Kamu Cantik dari Sikap dan Akhlakmu

Sabtu, 21 Oct 2017 22:13


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X