Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
2.050 views

Intrik Kapilatis Dibalik Mahalnya Harga Garam

Oleh:
Ayunin Maslacha*
 
 
BEGITU fenomenal dan tak masuk akal. Sekira itulah yang akan terlintas dalam benak setiap orang yang memahami Indonesia sebagai negara maritim, dengan luas perairan sekira 64,97% dari total luas wilayahnya. Namun negeri ini dilanda kelangkaan garam yang seharusnya mampu dipenuhi dengan kondisi alam yang demikian. Begitulah ramai-ramai diberitakan dalam sepekan terakhir.
 
Beberapa pihak menyatakan kemungkinan penyebab kelangkaan garam itu. Diantaranya masalah anomali iklim, dugaan adanya campur tangan kartel garam, ataupun operasi yang dilakukan pihak kepolisian atas beredarnya garam ilegal yang dicampur zat-zat kimia berbahaya bagi tubuh manusia, seperti yang terjadi di Tulungagung beberapa waktu lalu (jatimtimes.com 15/07/2017). Namun penyebab yang paling gemar dipublish oleh media adalah anomali iklim.
 
Seperti yang banyak diberitakan media, para ibu rumah tangga, pedagang makanan hingga pengusaha asinan mulai mengeluhkan mahalnya garam sejak setelah lebaran tahun ini, hingga pada saat ini garam menjadi lebih mahal dan bahkan langka. Jika saja benar penyebab kelangkaan garam adalah cuaca tak menentu, namun menurut BMKG prakiraan kemarau di Indonesia dimulai pada bulan Mei, Juni, Juli 2017 (detik.com 07/03/2017). Hal ini diperkuat oleh data dari accuweather.com bahwa didaerah penghasil garam terbesar dinegri ini mengalami cuaca yang cukup terik pada bulan Mei, Juni, Juli 2017 seperti di Cirebon, Jawa Barat dan Sampang, Madura. Andaipun hambatan penghasil garam itu murni karna cuaca, maka tak perlu membuat garam susah didapatkan dipasaran dan jikalau ada harganya menaik 300%-700% ditempat berbeda.
 
Gonjang-ganjing masalah ini menyita perhatian pemerintah. Lantas pemerintahpun membuat kebijakan mengganti ketentuan impor garam konsumsi yang semula diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 125 Tahun 2015 yang mendefinisikan garam konsumsi memiliki kadar Natrium Chlorida (NaCl) paling sedikit 94,7% menjadi berpacu pada Peraturan Menteri Perindustrian No 88 tahun 2014 yang di antaranya menyebutkan garam industri aneka pangan mengandung NaCl 97% (katadata.co.id25/07/2017). Hal ini supaya memudahkan impor garam dari Australia sebanyak 75.000 ton melalui PT. Garam untuk bahan baku garam konsumsi (sindonews.com28/07/2017).
 
 
Terselip Intrik Kapitalistik
 
Pada bulan Juni lalu, Bareskrim Polri resmi menangkap Direktur Utama PT. Garam, Achmad Boediono (AB) sebab penyalahgunaan izin importasi garam industri. AB dan komplotannya juga meminta izin impor garam konsumsi, namun tak pernah direalisasikan. Malah mengimpor garam industri juga sebanyak 75.000 ton dengan rincian 55.000 ton dari Daimler Salt (Australia) dan 20.000 ton dari HK Salt (India) dengan kadar NaCl 97% sampai 99%. Kemudian garam industri ini dikemas model garam konsumsi yang padahal sangat berbahaya bagi kesehatan. Fantastisnya, garam industri seharga Rp 400/kg jauh dibawah harga garam konsumsi sekitar Rp 1.200/kg! (Seword.com 12/06/2017).
 
Jika dulu, impor garam industri dengan kadar NaCl 97% yang dipasarkan sebagai garam konsumsi harus menempuh jalan tikus, kini pemerintah dan BUMN-nya memberanikan diri untuk terbuka pada masyarakat perkara itu dengan dalih cuaca yang buruk.
 
Kita semua tahu, garam adalah komoditas yang sangat penting, yang maknanya meski dibuat seberapa mahalpun harganya, kristalan asin itu takkan sepi permintaan. Mayoritas masyarakat juga tak tau persis apakah anomali cuaca ialah penyebab atau sebatas kilah. Namun keputusan impor garam adalah kekeliruan. Meski Kementrian, Kelautan dan Perikanan menjamin impor garam akan diselaraskan dengan UU No.7 Tahun 2016, tapi tetap saja menambah pesaing bagi petani garam lokal. Sebelumnya PT. Garam hanya sedikit menyerap garam petani lokal dibanding impor karna dinilainya kisaran harga garam lokal masih lebih mahal. Apalagi menyalahi aturan yang dibuatnya sendiri mengenai kadar NaCl-nya. Meski Kemendag mengatakan akan mengelolanya ulang supaya kadar NaCl garam impor tersebut menurun (detik.com 28/07/2017).
 
Perizinan impor garam industri jelas menampakkan diselipkannya intrik kapitalistik, dimana penguasa menjadi pedagang yang ingin meraup keuntungan sebesar-besarnya bukan menjadi penguasa yang seharusnya mengayomi rakyat. Penguasa dan BUMN-nya seolah menempatkan petani garam lokal sebagai pesaing centra bisnisnya, sementara rakyat non-pedagang diposisikan sebagai pembeli.
 
Kenapa tidak membuat kebijakan yang pro rakyat saja? Bisa menggunakan keseluruhan bahan baku dari garam lokal untuk konsumsi jika memang kadar NaCl garam lokal tak sesuai untuk industri. Atau mengoptimalkan pengelolaan tambak garam oleh petani lokal. Atau mendaya gunakan teknologi pengkristalan air laut hingga menjadi garam supaya tidak melulu mengkambing hitamkan cuaca. Tapi mungkin itu mustahil, sebab diterapkannya sistem Kapitalisme dalam pengaturan negara, kesengsaraan rakyat meningkat jadi hal biasa. Maka, masihkah ada harapan baginya? *Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surabaya 

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Ustadz dan Puluhan Muallaf Bombanon Hidup Menumpang di Rumah Kristen. Ayo Bantu..!!

Puluhan muallaf Desa Bombanon hidup menumpang di rumah-rumah Kristen yang kental dengan suasana Salib. Makanan tidak terjamin dari babi dan makanan haram lainnya. ...

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa Rahmatillah Tutup Usia, Infaq Rp 16,7 Juta Disalurkan untuk Melunasi Tagihan Rumah Sakit

Daffa meninggal setelah dirawat intensif 13 hari. Semoga Allah membalas para donatur dengan keberkahan, rezeki melimpah, mensucikan jiwa, menolak bencana, dan melapangkan jalan ke surga....

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

ZAKAT CERDAS: Cara Cerdas Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Dalam harta kita ada hak orang lain. Salurkan zakat, infaq dan sedekah dalam program Infaq Cerdas untuk beasiswa Yatim & Dhuafa. Senyum mereka adalah masa depan kita di akhirat....

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

SEDEKAH BARANG: Barang Tak Terpakai, Infakkan Saja Jadi Berkah dan Bernilai

Barang apapun yang tidak berguna lagi bagi Anda, bisa jadi sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi orang lain. Mari infakkan barang tak terpakai, agar menjadi sangat bernilai dunia akhirat....

Latest News
Rohingya, Walaupun Disebut Masalah Etnis, Tetap Adili Myanmar

Rohingya, Walaupun Disebut Masalah Etnis, Tetap Adili Myanmar

Sabtu, 23 Sep 2017 19:13

Petempur Yazidi Terlibat Bentrok dengan Milisi Syi'ah Irak Dukungan Iran di Sinjar

Petempur Yazidi Terlibat Bentrok dengan Milisi Syi'ah Irak Dukungan Iran di Sinjar

Sabtu, 23 Sep 2017 18:00

Ada yang Catut Nama Jokowi untuk Pesan 5000 Senjata, Politisi: Siapa Ingin Buat Angkatan Kelima?

Ada yang Catut Nama Jokowi untuk Pesan 5000 Senjata, Politisi: Siapa Ingin Buat Angkatan Kelima?

Sabtu, 23 Sep 2017 17:49

Ketua DPA RI pun jadi Korban Keganasan PKI, Ini Dia Penampakannya

Ketua DPA RI pun jadi Korban Keganasan PKI, Ini Dia Penampakannya

Sabtu, 23 Sep 2017 16:49

MSF: Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh di Ambang 'Bencana Kesehatan'

MSF: Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh di Ambang 'Bencana Kesehatan'

Sabtu, 23 Sep 2017 16:30

Menakar Untung Rugi Divestasi Freeport

Menakar Untung Rugi Divestasi Freeport

Sabtu, 23 Sep 2017 16:26

Fadli: PKI Musuh NKRI, Pengkhianat Bangsa, Musuhi TNI dan Islam

Fadli: PKI Musuh NKRI, Pengkhianat Bangsa, Musuhi TNI dan Islam

Sabtu, 23 Sep 2017 15:49

Yusril: Komunisme Bertentangan dengan Pancasila dan Tidak dapat Dikompromikan dengan Islam

Yusril: Komunisme Bertentangan dengan Pancasila dan Tidak dapat Dikompromikan dengan Islam

Sabtu, 23 Sep 2017 14:49

Forum Jurnalis Muslim Luncurkan Program One Masjid One Journalist

Forum Jurnalis Muslim Luncurkan Program One Masjid One Journalist

Sabtu, 23 Sep 2017 13:22

Hadirilah! Tabligh 'Rohingya Panggilan Jihad Akhir Zaman' di Bandung

Hadirilah! Tabligh 'Rohingya Panggilan Jihad Akhir Zaman' di Bandung

Sabtu, 23 Sep 2017 13:21

Rohingya: Nestapa Umat Tanpa Persatuan

Rohingya: Nestapa Umat Tanpa Persatuan

Sabtu, 23 Sep 2017 13:11

Hanibal : G-30-S/PKI Jalan Buntu Rekonsiliasi dan Cornell Paper

Hanibal : G-30-S/PKI Jalan Buntu Rekonsiliasi dan Cornell Paper

Sabtu, 23 Sep 2017 10:32

Dilema Sistem Perekonomian Indonesia

Dilema Sistem Perekonomian Indonesia

Sabtu, 23 Sep 2017 10:08

Ini 88 Kronologis Sejarah Kejam PKI di Indonesia, Merinding..

Ini 88 Kronologis Sejarah Kejam PKI di Indonesia, Merinding..

Sabtu, 23 Sep 2017 09:43

COVER STORY September 2017: Kata Siapa PKI Tak Akan Bangkit? Ini Indikasi Menurut Habib Rizieq

COVER STORY September 2017: Kata Siapa PKI Tak Akan Bangkit? Ini Indikasi Menurut Habib Rizieq

Sabtu, 23 Sep 2017 07:26

Sembuhkan Amnesia dengan Al Aqsha Awareness Week

Sembuhkan Amnesia dengan Al Aqsha Awareness Week

Sabtu, 23 Sep 2017 07:07

Mantan Pemimpin Umum Ikhwanul Muslimin Mesir Mohammed Mahde Akef Meninggal Dunia

Mantan Pemimpin Umum Ikhwanul Muslimin Mesir Mohammed Mahde Akef Meninggal Dunia

Sabtu, 23 Sep 2017 06:48

COVER STORY September 2017: Kejam, Beginilah Hasil Otopsi Tujuh Jenderal Korban PKI

COVER STORY September 2017: Kejam, Beginilah Hasil Otopsi Tujuh Jenderal Korban PKI

Sabtu, 23 Sep 2017 06:47

Implementasi Dakwah Ala Mahasiswa

Implementasi Dakwah Ala Mahasiswa

Sabtu, 23 Sep 2017 06:19

Hanya Seorang Ibu, Bukan Malaikat

Hanya Seorang Ibu, Bukan Malaikat

Sabtu, 23 Sep 2017 06:04


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X