Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.646 views

Satu Kata untuk Penjajahan Freeport: Lawan!

Oleh: Ainun Dawaun Nufus

Pernahkah Anda melihat kendaraan truk pengangkut yang satu rodanya saja sebesar rumah? Kendaraan itulah yang lalu lalang naik turun gunung di tambang emas Papua yang dikuasai Freeport. Ini sekedar gambaran supaya rakyat bisa membayangkan betapa besarnya jumlah kekayaan logam berharga yang telah, sedang, dan akan terus dikeruk Freeport hingga 2041 nanti.

Emas memiliki peranan besar dalam menjaga sistem keuangan sebuah negara. Logam mulia ini menjadi aset terbesar di sejumlah devisa negara. Nilai emas yang secara historis selalu mencatatkan kenaikan tahunan menjadi acuan bagi negara untuk mempertahankan kepemilikannya. Dari tahun ke tahun, Amerika Serikat (AS) menempati posisi pertama dengan jumlah emas terbesar di antara negara maupun institusi keuangan di dunia. Paman Sam meninggalkan standar emas pada 1971.

Di Indonesia, akibat liberalisi investasi, berbagai potensi sumber ekonomi Indonesia dikuasai asing. Liberalisasi investasi mengharuskan pintu investasi asing dibuka selebar-lebarnya. Kepemilikan asing atas usaha di dalam negeri dan bidang usaha untuk investasi asing tidak boleh dibatasi. Penjajahan melalui investasi ini telah disiapkan payung hukumnya oleh Pemerintah, yakni UU Penananam Modal No. 25/2007, yang mengharuskan modal asing dan modal dalam negeri diperlakukan sama. UU ini menfasilitasi penguasaan lahan dalam bentuk Hak Guna Usaha (HGU) hingga 95 tahun. Lalu berdasarkan Perpres No. 36 Tahun 2010, hampir seluruh sektor ekonomi seperti pertanian, pertambangan, migas, keuangan dan perbankan boleh dikuasai oleh modal asing secara mayoritas bahkan hingga 95 persen.

Akibatnya, perekonomian negeri ini sebagian besar dikuasai asing. Perusahaan-perusahaan AS menguasai sektor migas (Cevron, Conocophillips, Exxon Mobile), pertambangan (Newmont Mining dan Freeport-Mcmoran), pertanian (Monsanto, Dupon, dan Chargill). Air minum dalam kemasan dikuasai oleh Nestle Swiss dan Danone Prancis. Produk kebutuhan rumah tangga seperti sabun, shampo, pasta gigi, dll dikuasai oleh Unilever Inggris. Motor dan mobil dikuasai Jepang, Amerika dan Eropa. Perusahaan ritel super market dikuasai oleh Carrefour Prancis. Alfamart mayoritas sahamnya dipegang Carrefour. Giant dan Hero dikuasai Dairy Farm International. Circle K dari Amerika dan Lotte dari Korsel. Bahan utama bangunan, yaitu semen, juga dikuasai asing; misalnya Semen Tiga Roda Indocement dikuasai Heidelberg Jerman, Semen Gresik dikuasai Cemex Meksiko dan Semen Cibinong dikuasai Holcim Swiss.

Freeport merupakan simbol bagaimana kuatnya penjajahan kapitalisme dalam bentuk investasi di negara ini. Dan semuanya itu dilakukan secara legal dan dilindungi oleh Undang-Undang. Eksistensi Freeport juga menjadi cermin betapa lemahnya Pemerintah dan kuatnya konspirasi mereka untuk melanggengkan eksistensi perusahaan-perusahaan asing dalam mengeruk kekayaan alam negeri ini. Boleh saja rakyat memaki Freeport sebagai perampok, tapi dia adalah perampok yang ‘sah’. Sebabnya adalah, Indonesia menganut sistem ekonomi Kapitalisme yang memang memungkinkan hal itu terjadi. Tidak ada satupun ‘dalil’ dalam kapitalisme yang melarang individu atau swasta –baik dalam negeri maupun asing sekalipun, untuk menguasai tambang, sebesar apapun itu.

Secara empirik semua hal di atas menggambarkan penjajahan asing dengan mengatasnamakan investasi. Bila kondisi demikian dibiarkan, Indonesia akan semakin berada dalam cengkeraman penjajahan ekonomi neoliberal. UU Penanaman modal yang akan menggantikan UU No.1/1967 tentang Penanaman modal asing (PMA) dan Undang-Undang No.6/1968 tentang penanaman modal dalam negeri (PMDN) tersebut, sangat jelas bersifat ahistoris. Artinya, UU itu cenderung mengabaikan latar belakang Indonesia sebagai sebuah negara yang pernah dijajah. Padahal, sebagai akibat dari penjajahan selama 3,5 abad yang pernah dialami Indonesia,perekonomian Indonesia telanjur terjebak dalam sebuah struktur perekonomian yang berwatak kolonial. Hal itu dapat ditelusuri baik dengan menyimak kedudukan perekonomian Indonesia terhadap pusat-pusat kapitalisme internasional, sturktur sosial ekonomi mayoritas warga negara indonesia, maupun dengan menyimak kedudukan Jakarta (Batavia) terhadap berbagai wilayah lainnya Indonesia.

UU Penanaman Modal Asing, karena bermaksud menggelar karpet merah bagi pelembagaan neokolonialisme di Indonesia, justru dengan sengaja menghilangkan rangkaian kalimat yang tercantum dalam pasal 6 UU No 1/1967 tersebut. Artinya, jika dibandingkan dengan UU No.1/1967 yang merupakan pembuka jalan bagi berlansungnya proses neokolonilisme di negari ini, UU penanaman modal justru secara terbuka ditujukan untuk menyempurnakan kesalahan sejarah tersebut. Dalam perspektif syariah, UU PM jelas batil. Sebab, undang-undang itu bersandar pada ideologi Kapitalisme-Liberalisme. Di samping itu, banyak ketentuan dalam UU PM itu yang juga bertabrakan dengan syariah.

Yang lebih mengerikan jika perusahaan-perusahaan itu menguasai berbagai sektor publik dan strategis, seperti air minum, listrik, telekomunikasi, tambang, pendidikan, rumah sakit, dan sebagainya. Jika itu terjadi, kebergantungan masyarakat terhadap perusahaan-perusahaan asing itu amat besar. Pada akhirnya tentu akan mengganggu, bahkan merampas kedaulatan negara. Berbagai keputusan, kebijakan, dan undang-undang terkooptasi oleh kepentingan mereka. Padahal pada saat yang sama, mereka menangguk keuntungan besar melalui perusahaan-perusahaan itu.

Dominannya modal asing tentu berpengaruh terhadap arah privatisasi sektor publik, penguasaan perekonomian domestik dan pemasaran produk barang dan jasa yang dihasilkan negara maju. Peran lembaga-lembaga kreditor internasional lewat berbagai skema pinjaman luar negeri memainkan peran penting mendorong agenda tersebut, melalui keluarnya berbagai produk regulasi seperti UU Sumber Daya Air, UU Migas, UU Ketenagalistrikan hingga privatisasi BUMN. Kondisi ini menyuratkan terjadinya pergeseran tanggung jawab negara digantikan perannya oleh korporasi. Lawan! (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Digerogoti TBC Tulang, Bunda Evi Terancam Lumpuh Total. Butuh Biaya Operasi 60 Juta Rupiah. Ayo Bantu.!!!

Virus TBC menggerogoti tulangnya hingga menjalar ke sumsum tulang punggung. Harus segera dioperasi untuk menghindari kelumpuhan total....

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

Zakat Fitrah IDC: Ramadhan Tinggal 2 Hari Lagi, Sempurnakan Ibadah Ramadhan dengan Zakat

IDC siap menerima zakat fitrah senilai Rp 30.000 hingga 52.000 per-jiwa untuk disalurkan kepada Mustahiq dengan prioritas Muallaf dan Fakir Miskin dari kalangan aktivis Islam dan yatim....

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Yatim Muallaf ini Mau Masuk Pesantren, Butuh Biaya 24 Juta Rupiah. Ayo Bantu Zakat & Infaq..!!

Lahir dalam keluarga Kristen taat, Valentino Nainggolan menjadi muallaf dalam usia SD. Untuk memperdalam Islam, ia dan kakaknya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren Ayo Bantu.!!!...

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah Satu Bulan Mushalla Kasinoman ini Hancur Diterjang Gempa. Ayo Bantu.!!

Sudah 30 hari mushalla korban gempa ini hancur dan belum dibangun lagi. Ramadhan akan tiba, mushalla ini sangat dibutuhkan. Ayo bantu sedekah jariyah, pahala terus mengalir tak terbatas umur....

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Ustadz Purnomo, Dai Pinggiran Butuh Sanitasi MCK di Semanggi Solo. Ayo Bantu.!!

Dai yang aktif berdakwah melawan pemurtadan misionaris ini tinggal di rumah sederhana tanpa kamar mandi mck. Sang istri yang berhijab kesulitan, setiap mandi, buang air dan buang hajat harus...

Latest News
Masih Ragu-ragu Berinvestasi Saham di Pasar Modal Syari'ah?

Masih Ragu-ragu Berinvestasi Saham di Pasar Modal Syari'ah?

Jum'at, 22 Jun 2018 15:00

Maung Institute: Penetapan PJ Gubernur Jawa Barat Tidak Fair

Maung Institute: Penetapan PJ Gubernur Jawa Barat Tidak Fair

Jum'at, 22 Jun 2018 11:30

Jangan Ada Baper Diantara Kita, 5 Tips Terhindar dari Pacaran

Jangan Ada Baper Diantara Kita, 5 Tips Terhindar dari Pacaran

Jum'at, 22 Jun 2018 11:10

Adab Sebelum Jihad

Adab Sebelum Jihad

Jum'at, 22 Jun 2018 11:05

Mendekap Iman

Mendekap Iman

Jum'at, 22 Jun 2018 11:00

Macet Arah Cikampek, YLKI Dukung Warga Lakukan Gugatan Class Action Kebijakan One Way Arus Balik

Macet Arah Cikampek, YLKI Dukung Warga Lakukan Gugatan Class Action Kebijakan One Way Arus Balik

Jum'at, 22 Jun 2018 07:43

Polling: Hanya 7 Persen Responden Sebut Arus Mudik dan Balik Lebaran 2018 Lancar

Polling: Hanya 7 Persen Responden Sebut Arus Mudik dan Balik Lebaran 2018 Lancar

Jum'at, 22 Jun 2018 05:50

Seorang Jenderal Rezim Assad Tewas dalam Penyergapan Pejuang Oposisi di Dara'a

Seorang Jenderal Rezim Assad Tewas dalam Penyergapan Pejuang Oposisi di Dara'a

Kamis, 21 Jun 2018 22:00

Laporan: Petugas UEA Lakukan Penyiksaan Terhadap Tahanan di Penjara Yaman

Laporan: Petugas UEA Lakukan Penyiksaan Terhadap Tahanan di Penjara Yaman

Kamis, 21 Jun 2018 21:30

Faksi-faksi Utama Oposisi di Dara'a Bentuk Komando Gabungan Antisipasi Serangan Rezim

Faksi-faksi Utama Oposisi di Dara'a Bentuk Komando Gabungan Antisipasi Serangan Rezim

Kamis, 21 Jun 2018 21:15

Rezim Teroris Assad Lakukan Kejahatan Kemanusiaan Biadab di Ghouta Timur

Rezim Teroris Assad Lakukan Kejahatan Kemanusiaan Biadab di Ghouta Timur

Kamis, 21 Jun 2018 19:15

Penganugerahan 'TOKOH 21 Award 2018' Bakti Pada Bangsa & Negara

Penganugerahan 'TOKOH 21 Award 2018' Bakti Pada Bangsa & Negara

Kamis, 21 Jun 2018 18:54

Pembom Jibaku Tewaskan 4 Pasukan Loyalis Haftar di Derna Libya

Pembom Jibaku Tewaskan 4 Pasukan Loyalis Haftar di Derna Libya

Kamis, 21 Jun 2018 17:15

Suku Terbesar Irak Minta Senjata ke Pemerintah untuk Hadapi Islamic State

Suku Terbesar Irak Minta Senjata ke Pemerintah untuk Hadapi Islamic State

Kamis, 21 Jun 2018 16:30

Relawan #2019GantiPresiden Beri Award untuk 21 Tokoh Berpengaruh

Relawan #2019GantiPresiden Beri Award untuk 21 Tokoh Berpengaruh

Kamis, 21 Jun 2018 16:11

Polling: 90 Persen Responden Minta MUI Keluarkan Fatwa Haram Berkunjung ke Israel

Polling: 90 Persen Responden Minta MUI Keluarkan Fatwa Haram Berkunjung ke Israel

Kamis, 21 Jun 2018 09:56

Imbas One Way Arus Balik, Pengguna Jalan Arah Cikampek

Imbas One Way Arus Balik, Pengguna Jalan Arah Cikampek "Itikaf" di Tol

Kamis, 21 Jun 2018 07:29

Sistem One Way Arus Balik, Dishub dan DPRD Kota Bekasi Meradang

Sistem One Way Arus Balik, Dishub dan DPRD Kota Bekasi Meradang

Kamis, 21 Jun 2018 06:32

Pejuang Oposisi Bersumpah Timpakan 'Lahar Gunung Berapi' jika Rezim Assad Serang Dara'a

Pejuang Oposisi Bersumpah Timpakan 'Lahar Gunung Berapi' jika Rezim Assad Serang Dara'a

Rabu, 20 Jun 2018 20:45

Taliban Akhiri Gencatan Senjata dengan Rebut Pangkalan Militer Afghanistan di Badghis

Taliban Akhiri Gencatan Senjata dengan Rebut Pangkalan Militer Afghanistan di Badghis

Rabu, 20 Jun 2018 20:30


Reseller tas batam

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X