Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Facebook RSS
3.946 views

Menggugat Pers Anti Islam!

Oleh: Umar Syarifudin  

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menginginkan media massa bersikap independen. Ia juga mendukung Dewan Pers yang berencana menertibkan media yang selama ini melakukan pemberitaan yang tidak benar. "Ini harus ditertibkan, jangan sampai masyarakat tidak peduli lagi terhadap media lantaran ulah media sendiri," kata Zulkifli Hasan dalam rilis, Senin.Sebelumnya, Dewan Pers menerima sebanyak 750 pengaduan dari masyarakat terkait media massa selama 2016, 90 persen dari pengaduan tersebut untuk media arus utama dan sisanya media abal-abal. "Sebagian besar dari masyarakat, nomor dua dari birokrasi," ujar Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo di Jakarta, Rabu (4/1). (republika.co.id 10/1/17)

Catatan Kritis

Ada udang di balik batu kondisi pers saat ini. Di tengah derasnya arus informasi, media menjadi mesin propaganda dan hegemoni.  Hal ini disengaja untuk menciptakan satu opini besar demi memalingkan rakyat dari fakta sebenarnya. Konglomerasi yang terjadi pada media pun semakin menunjukan bahwa kebenaran itu bersifat nisbi. Uang dan kepentingan di atas segalanya. Meski berjuluk media kredibel, namun terkadang pemberitaannya miring. Apalagi jika digunakan untuk menyerang Islam dan umatnya. Ideologi kapitalisme telah menjadi simbol media.

Simbol kapitalisme yang paling menonjol adalah media massa. Mayoritas orang mendapatkan pandangannya terhadap dunia dari kacamata media. Kita akan sangat sulit melawan begitu gencarnya opini yang diciptakan secara linear dan tidak ada satu pembanding. Kalau kita mencari sesuatu dan melemparkan satu counter opini saja, habis-habisan dibabat. Kita menghadapi satu leburan isu yang terus menerus secara berkesinambungan disampaikan kepada publik.Demokrasi selalu menerapkan kebebasan berekspresi tebang pilih.       

Ketika dicermati secara seksama, media massa nasional tidak dimiliki oleh satu entitas yang homogen (monolitik) yang memiliki agenda yang sama dalam menyebarkan pandangannya. Sebaliknya, ada beberapa faksi yang saling bersaing untuk meningkatkan jumlah audiensnya dan mencapai nilai komersial. Terkonsentrasinya jumlah kepemilikan terhadap media menghasilkan sistem yang bekerja untuk mempromosikan sekulerisme dan nilai-nilai komersial. Kita akan bisa membaca kecenderungan pemberitaan media massa dewasa ini. Pendangkalan informasi bisa kita lihat sebagai kecenderungan umum yang dilakukan oleh media massa. Pemilihan berita-beritanya dilakukan atas pertimbangan mengganggu kepentingan pemilik modal atau tidak, sesuai kebutuhan pasar atau tidak. Pasar menjadi kuasa dan segalanya.

...Di tengah derasnya arus informasi, media menjadi mesin propaganda dan hegemoni.  Hal ini disengaja untuk menciptakan satu opini besar demi memalingkan rakyat dari fakta sebenarnya...

Media massapragmatis, harus "menawarkan diri" kepada pembaca serta pemasang iklan untuk mempertahankan kehidupannya. Untuk itu, dilakukanlah kompromi-kompromi. Berita sudah tidak murni sebagai informasi innocent, melainkan sudah mengalami polesan promotif, baik dari pengusaha bahkan politisi dan merembes ke selebritas. Sisi lemah ini kemudian dijadikan alat oleh siapa pun, termasuk untuk membuat orang tak dikenal menjadi terkenal, bahkan untuk menjadikan mereka seolah sebagai "pahlawan".

Seseorang yang tadinya bukan apa-apa tiba-tiba bisa meroket namanya di kancah politik, misalnya, lebih karena kemampuannya "mendekati" media massa untuk membangun citra dirinya. Ranah politik praktis di Indonesia dengan karakteristiknya yang hingar-bingar, tak memerlukan kedalaman berpikir, sangat membuka peluang hadirnya tokoh-tokoh dadakan seperti itu.

Noam Chomsky dalam bukunya “Kuasa Politik Media” yang mengungkap peran propaganda media massa dalam rekayasa opini public. Para penguasa sebenarnya memiliki tujuan yang kontraproduktif dengan keinginan publik/ rakyat untuk terus melanggengkan kekuasaan. Bahkan Noam Chomsky juga mengatakan bahwa pengusaha media liberal telah mendidik orang-orang bodoh sebagai corong pengusaha dan penguasa. Hipokrasi terang-terangan yang ditunjukkan oleh tokoh-tokoh liberal seperti ini hanyalah bukti lain dari kegagalan sistem sekuler Barat. Termasuk juga menjadii penjelas mengapa semakin banyak umat Islam menolak demokrasi sekuler dan memeluk Islam sebagai sistem yang mampu menentukan masa depan politik, ekonomi, dan sosial mereka.

Menggugat Anti-Islam

Sangatlah penting untuk memahami landasan penopang media sekuler dan akar penyebab kebencian terhadap Islam. Sumber kebencian ini berlandaskan kepentingan ideologis Kapitalisme. Dasar pemikiran ini tidak hanya menolak pengaturan kehidupan oleh tuntunan wahyu tetapi juga berjuang untuk mematikan setiap usaha yang terkait dengan penerapan wahyu. Maka, sekularisme menuntut agar agama dibatasi dalam ranah privat saja. Islam, di lain pihak, sangat menentang ide seperti itu. Islam menuntut bahwa Syariah diterapkan tidak hanya di ranah privat tapi juga di lingkup publik.

Sumber pencitraan Islam yang negatif bersifat Ideologis. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa prinsip dasar Islam berlawanan dengan Kapitalisme. Dengan demikian, bisa dipahami hadirnya jurnalis yang kritis terhadap Islam, yang sekedar mengikuti trend anti-islam, atau yang  bertindak sebagai oportunis. Tidak heran apabila produk jurnalisme yang ada terkesan tidak cerdas dan penuh dengan kebingungan. Tentu saja kita tidak perlu terkejut dengan adanya media yang anti-Islam. Banyak sekali contoh bias media dalam peliputan berita.

Bukan tidak mungkin, dalam percaturan politik nasional, media massa telah dijadikan alat propaganda untuk kepentingan menyerang Syariah Islam dan umat Islam. Isu disebar dan media massa -atas nama kebebasan-melahapnya sebagai sajian berita yang dianggap layak jual. Maka korporasi media lah yang sebenarnya memiliki pengaruh terpenting dalam industri media nasional. Keberadaan opini di Indonesia yang secara umum memang tidak berpihak pada penegakan syariah Islam, akan sangat tidak logis bagi korporasi media manapun untuk mendukung penegakan syariah Islam. Ini semua menunjukkan bahwa tanpa adanya negara, akan sulit sekali untuk membentuk opini nasional.  

Secara praktis muslim harus benar-benar paham tentang Islam. Umat Islam harus berani untuk merepresentasikan Islam secara benar. Mereka harusbekerja memiliki media mereka sendiri sehingga muslim dengan berbagai latarbelakang dan keahlian mampu untuk bersatu membela Islam. Perlu juga diingat bahwa media yang kuat hanya bisa dibangun ketika masyarakat yang berideologis bernaung dibawah panji negara. Khilafah adalah solusi komprehensif untuk menjawab kebohongan media yang dikuasai oleh kaum Kapitalis. Menggugat media anti-Islam dengan terus berjuang mewujudkan kembali Khilafah Rasyidah yang akan menebarkan berkah! (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

NABAWI HERBA

Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon s.d 60%. Pembelian bisa campur produk >1.300 jenis produk.
http://www.anekaobatherbal.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas?

Di sini tempatnya-kiosherbalku.com. Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Pusat Jam Tangan Impor Murah

Tampil cantik dan keren dengan jam tangan impor pilihan. Tersedia koleksi ribuan jam tangan untuk pria dan wanita, harga dijamin murah.
http://timitime.asia

Infaq Dakwah Center

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Dihantam Truk Tronton, Ustadz Hibatullah Tak Sadarkan Diri 7 Hari. Ayo Bantu.!!!

Mujahid Dakwah ini mengalami kecelakaan hebat: rahangnya bergeser harus dioperasi; bibir atas sobek hingga hidung; tulang pinggul retak. Ayo bantu supaya bisa beraktivitas dakwah lagi....

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Keluarga Yatim Muallaf Hidup Serba Kekurangan. Ayo Bantu Beasiswa dan Modal Usaha.!!

Tak berselang lama setelah berikrar masuk Islam bersama seluruh keluarganya, Ganda Korwa wafat meninggalkan istri dan 6 anak yatim. Kondisi mereka sangat mengenaskan....

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Bertarung Nyawa Melawan Tumor Ganas, Faizal Drop Out dari Pesantren. Ayo Bantu.!!!

Tanpa didampingi ayah-bunda, ia menahan perihnya tumor ganas. Daging tumor dengan luka menganga menutupi separo wajahnya. Studi di Pesantren pun tidak sanggup ditempuhnya sampai tamat....

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Lahir Keracunan Ketuban, Bayi Anak Aktivis Islam Kritis di Rumah Sakit. Ayo Bantu!!!

Usai persalinan, bayi Ummu Azmi kritis di NICU karena keracunan ketuban saat persalinan. Biaya perawatan cukup mahal, hari pertama saja mencapai 8 juta rupiah. Butuh uluran tangan kaum muslimin....

Satu Keluarga Yatim Masuk Islam, Butuh Modal Usaha dan Beasiswa. Ayo Bantu.!!!

Satu Keluarga Yatim Masuk Islam, Butuh Modal Usaha dan Beasiswa. Ayo Bantu.!!!

Sepeninggal sang ayah setelah masuk Islam, enam anak berstatus muallaf yatim ini hidup prihatin serba kekurangan. Ayo bantu modal usaha dan beasiswa untuk masa depan Islam...

Latest News
Persoalkan Kata Pribumi, Pengamat: Dasar Komunis Lu!

Persoalkan Kata Pribumi, Pengamat: Dasar Komunis Lu!

Kamis, 19 Oct 2017 17:29

Ragu atas Kepribumian: Manusia seperti Itu akan Menjual Dirinya dalam Kehinaan

Ragu atas Kepribumian: Manusia seperti Itu akan Menjual Dirinya dalam Kehinaan

Kamis, 19 Oct 2017 14:29

Butuh Logo Keren? Bayar Seikhlasnya Khusus Bisnis UKM Muslim

Butuh Logo Keren? Bayar Seikhlasnya Khusus Bisnis UKM Muslim

Kamis, 19 Oct 2017 12:39

Pengamat Politik: Penjarakan Pribumi Mempercepat Revolusi!

Pengamat Politik: Penjarakan Pribumi Mempercepat Revolusi!

Kamis, 19 Oct 2017 12:29

Memutus Silaturahim Sebabkan Hati Membatu

Memutus Silaturahim Sebabkan Hati Membatu

Kamis, 19 Oct 2017 12:10

Ramuan Profesor ini Mengobati HIV dan 16 Penyakit Kronis Lain

Ramuan Profesor ini Mengobati HIV dan 16 Penyakit Kronis Lain

Kamis, 19 Oct 2017 11:23

Kementerian Pendidikan Maroko Larang Niqab di Sekolah

Kementerian Pendidikan Maroko Larang Niqab di Sekolah

Kamis, 19 Oct 2017 10:45

Penasehat Hukum Tamim Pardede Hadirkan Ahli Sejarah untuk Buktikan Bahaya Komunis

Penasehat Hukum Tamim Pardede Hadirkan Ahli Sejarah untuk Buktikan Bahaya Komunis

Kamis, 19 Oct 2017 10:32

"Maksud Anies, Lu Jangan Pada Tidur Aja, Jakarta Jaga Nih Jangan Sampai Diambil Orang Sana"

Kamis, 19 Oct 2017 09:15

Ukhuwah Islamiyah untuk Muslim Rohingya

Ukhuwah Islamiyah untuk Muslim Rohingya

Kamis, 19 Oct 2017 08:52

Presiden Farmajo Bersumpah Tingkatkan Perang Melawan Al-Shabaab Setelah Pemboman di Mogadishu

Presiden Farmajo Bersumpah Tingkatkan Perang Melawan Al-Shabaab Setelah Pemboman di Mogadishu

Kamis, 19 Oct 2017 08:45

LGBT, Perusak Generasi!

LGBT, Perusak Generasi!

Kamis, 19 Oct 2017 08:08

Anthony Leong: Megawati dan Jokowi Pernah Sebut Pribumi, Giliran Anies yang Sebut Langsung Reaksi

Anthony Leong: Megawati dan Jokowi Pernah Sebut Pribumi, Giliran Anies yang Sebut Langsung Reaksi

Kamis, 19 Oct 2017 07:23

Pejabat Kuwait Usir Delegasi Israel dari Konferensi Antar Parlemen Dunia di St. Petersburg

Pejabat Kuwait Usir Delegasi Israel dari Konferensi Antar Parlemen Dunia di St. Petersburg

Kamis, 19 Oct 2017 06:45

Tim Pemenangan Ingatkan Anies-Sandi Segera Tunaikan Janji Hentikan Reklamasi Teluk Jakarta

Tim Pemenangan Ingatkan Anies-Sandi Segera Tunaikan Janji Hentikan Reklamasi Teluk Jakarta

Kamis, 19 Oct 2017 06:38

Gaul Sehat, Anti Maksiat

Gaul Sehat, Anti Maksiat

Rabu, 18 Oct 2017 23:01

Wasekjen MUI: Pribumi adalah Kenyataan Hidup yang Tidak Bisa Diingkari

Wasekjen MUI: Pribumi adalah Kenyataan Hidup yang Tidak Bisa Diingkari

Rabu, 18 Oct 2017 22:25

Tasykil Lembaga Beladiri Persis Shurulkhan Resmi Dilantik

Tasykil Lembaga Beladiri Persis Shurulkhan Resmi Dilantik

Rabu, 18 Oct 2017 22:03

Partai Pemihak Rakyat Masih Langka

Partai Pemihak Rakyat Masih Langka

Rabu, 18 Oct 2017 21:45

Ranjau Darat Islamic State Tewaskan Jendral Kejam Rezim Assad Issam Zahraadine

Ranjau Darat Islamic State Tewaskan Jendral Kejam Rezim Assad Issam Zahraadine

Rabu, 18 Oct 2017 21:02


Mukena bordir mewar harga murah

Kumpulan Video Aksi Bela Islam
Must Read!
X