Home | Redaksi | Advertisement | Kirim Naskah
Facebook RSS
2.790 views

Berdiri Melawan Tiran, Berjuang Mengembalikan Islam Kaaffah

Oleh: Umar syarifudin

Rezim kapitalis di dunia Barat selalu membangun kebijakan luar negeri mereka berdasarkan kepentingan korporasi (perusahaan). Kebijakan kolonial seperti itu muncul untuk mempertahankan dominasi mereka sendiri di dunia; juga untuk mengeksploitasi dan menjarah negara-negara yang lebih lemah dengan cara-cara ekonomi, politik dan militer. Dukungan Barat kepada para rezim tiran hanyalah salah satu alat kebijakan yang lebih luas yang telah berusia berabad-abad ini.

Pasca 11/9, banyak tekanan kepada kaum muslim hingga saat ini. Barat dan antek-anteknya menganggap kaum Muslim di seluruh dunia ‘yang konsisten’ mempraktekkan agamanya akan menjadi masalah. Mereka tidak ingin kaum Muslim mempraktekkan ajaran agamanya. Mereka ingin kaum Muslim mempraktekkan agamanya dengan cara yang mereka suka. Pada titik inilah kita sadar, kita hidup di tempat rencana-rencana pembenaran palsu dirancang. Hal ini pernah terjadi pada Irak dan negeri-negeri muslim lainnya yang dianggap ancaman sehingga diluluhlantakkan.

Mereka mencoba untuk membentuk Islam versi Barat: Islam tanpa jihad, umat dan Khilafah. Mereka mencoba untuk memata-matai kaum Muslim sambil mempromosikan Islam gaya barat. Gerakan-gerakan memusuhi umat Islam melalui politisi-politisi dan media makin gencar. Selama bertahun-tahun, para politikus Barat telah melakukan serangan terhadap tuntutan penegakan Khilafah.

Pemerintahan di Barat yang mendukung perang atas Islamtidak diragukan lagi bergegas menyambut racun propaganda untuk mengobarkan petualangan imperialis mereka. Sebaliknya, kebijakan itu hanya akan memberi semangat di Dunia Islam untuk menuju sebuah pemerintahan yang kuat dan bebas dari cengkraman kolonial.  

Situasi malapetaka di Suriah berupa pembunuhan, intimidasi, penggusuran dan penghancuran masjid dan rumah-rumah tanpa sedikitpun memandang nilai-nilai moral atau kemanusiaan, adalah contohnya. Rezim otoriter, melakukan penindasan apa pun demi mempertahankan kekuasaan mereka. Kini akibat penjajahan, para perempuan dan anak-anak Syam  mengalami tragedi penderitaan di kamp-kamp pengungsian, tragedi kemiskinan, penghinaan, pelecehan, dan  diserang penyakit dan termasuk peningkatan jumlah kelahiran prematur akibat kekurangan gizi dan stres psikologis dan  rasa takut yang menghantui karena terpaksa keluar dan menyelamatkan diri dari negaranya sendiri.

...Siapapun yang memperhatikan situasi Indonesia, maka ia tidak melihatnya kecuali buah langsung dari berlanjutnya sekulerisme dalam mengatur masyarakat, yang memisahkan agama dari kehidupan. Lalu bisakah kita menemukan stabilitas di bawah bayangan sekulerisme?...

Penyokong liberalisme sekuler selalu berargumen bahwa, melalui penghapusan agama dari urusan kehidupan, maka liberalisme dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan agama: yakni mengharmoniskan masyarakat sehingga masyarakat dengan keyakinan dan perilaku yang berbeda dapat hidup berdampingan. Namun, ilusi bahwa Barat yang Sekular adalah benteng toleransi, sekarang tampaknya menjadi hal yang ironis.

Siapapun yang memperhatikan situasi Indonesia, maka ia tidak melihatnya kecuali buah langsung dari berlanjutnya sekulerisme dalam mengatur masyarakat, yang memisahkan agama dari kehidupan. Lalu bisakah kita menemukan stabilitas di bawah bayangan sekulerisme? Rakyat Indonesia akan menemukan ketenangan apabila mereka diatur dengan hukum Islam. Sebab hukum Islam adalah satu-satunya yang menjamin perlindungan bagi hak-hak kaum Muslim dan non muslim.

Indonesia memiliki potensi ekonomi yang signifikan, memiliki sumber-sumber energi dan jalur-jalur perairan strategis. Indonesia juga memiliki populasi yang besar dan terus tumbuh serta kekuatan militer yang kuat. Indonesia yang kuat menjadi komponen yang mendasar jika disatukan dengan dunia Islam lainnya di bawah Daulah Khilafah Rasyidah untuk berhadapan dengan kekuatan utama di abad ke-21 ini.

Bertolak belakang dengan kapitalisme, Islam menyelesaikan masalah dari sudut pandang apa yang terbaik untuk umat manusia, bukan dari perspektif sempit sebagai solusi dari sistem Kapitalisme. Sistem Islam, ekonomi Islam yang sehat mendistribusikan kekayaan secara efektif di tengah-tengah masyarakat untuk menjamin setiap warga negara dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka dan mengakses kekayaan negeri mereka secara adil serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh kemewahan dan meningkatkan taraf hidup. Semua ini hanya akan terwujud di bawah naungan sistem pemerintahan Khilafah yang mampu mengoptimalkan potensi penuh dari generasi mudanya melalui kebijakan-kebijakan Islam dengan menjadikan mereka sebagai sebuah kekuatan positif bagi masyarakatnya.

Sesungguhnya Khilafah bukanlah monopoli salah satu kumpulan atau kelompok Islam. Khilafah adalah sistem politik Islam yang sama-sama kita harapkan. Sistem tersebut merupakan bentuk kefarduan yang agung, yang telah Allah SWT. tetapkan. kita harus menyatukan suara kita dengan umat Islam yang dengan penuh kekuatan sedang mengarah pada perjuangan penegakan Khilafah di dunia Islam. Tentu, kita tidak akan pernah mendukung penggunaan kekerasan. Seruan kita adalah seruan politik yang berpijak kepada tuntunan Rasulullah saw. ketika melakukan serangan intelektual dan politik demi membangun negara Islam pertama di Madinah.

Nabi Muhammad saw. pada awalnya diabaikan oleh para pimpinan Quraisy. Mereka percaya bahwa pesan Islam yang beliau bawa akan layu dan mati dengan sendirinya. Namun, karena mereka melihat kaum tua dan muda, pria dan wanita, budak seperti Bilal ra. dan manusia terhormat seperti Abu Bakar ra. dan Umar bin al-Khaththab ra. memeluk din itu, mereka coba mencegah agar dakwah Islam tidak bisa mencapai suku-suku lainnya.

Propaganda mereka luncurkan untuk menodai dakwah Islam dengan cara menyerang dan memboikot beliau dan para sahabat. Karena Allah SWT membantu Nabi saw. untuk menegakkan agama-Nya, maka demikian juga kaum beriman pada hari ini berharap bahwa seruan Khilafah ini tak terbendung dan pada satu hari akan berdiri kembali. Insya Allah. Kita hanya perlu menyampaikan, memotivasi dan memobilisasi umat untuk mendirikan Khilafah dan kita memohon kepada Allah SWT agar segera memberikan kemenangan ini. Wallahu alam. (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: Google

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

Citizens Jurnalism lainnya:

+Pasang iklan

Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas???

Di sini tempatnya-Kiosherbalku.com melayani Grosir & Eceran herbal dari berbagai produsen dengan >1.500 jenis produk yang kami distribusikan dengan DISKON sd 60%. Hub: 0857-1024-0471
http://www.kiosherbalku.com

Toko Tas Online TBMR - Murah & Terpercaya

Toko tas online dan Pusat grosir tas TBMR menjual tas branded harga grosir. DISKON setiap hari s/d 50%. Tas wanita, tas import, tas kerja semua dijamin MURAH. Menerima Reseller.
http://www.tasbrandedmurahriri.com

Obat Herbal Mabruuk

Sedia obat herbal berbagai penyakit: Kolesterol, Maag,Asma, Diabetes, Darah Tinggi, Jantung, Kanker, Asam Urat, Nyeri Haid, Lemah Syahwat, Kesuburan, Jerawat, Pelangsing, dll
http://www.herbalmabruuk.com

Royal Islam Indonesia Umroh & Haji Tours

Paket umroh, Paket Umroh Ramadhan, Paket Haji Plus, Paket Wisata Cairo. Mulai $ 2.000
http://royalislamindonesia.com

Infaq Dakwah Center

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Yuliana, Pejuang Keluarga yang Hebat, Butuh Dana 11 Juta Lunasi Tagihan Pesantren Anaknya. Ayo Bantu!!

Saat sang suami di-phk karena sakit jiwa, ia menjadi buruh cuci pakaian dengan gaji satu juta rupiah perbulan. Susah payah berusaha memenuhi kebutuhan keluarga, biaya pendidikan, dan pengobatan...

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Terusir dari Keluarga, Muallaf Noval Joe Kho Fei Butuh Modal Usaha 12 Juta. Ayo Bantu!!

Di usia keislaman yang belum genap dua tahun, muallaf ini mendapat banyak ujian iman: terusir dari keluarga, kehilangan pekerjaan di rezim Ahok, kontrakan menunggak 6 bulan, anaknya sakit paru-paru,...

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Program Cinta Yatim Syuhada: Mari Masuk Surga Bersama Nabi Sedekat Dua Jari

Didedikasikan sebagai rasa cinta dan ta?zhim terhadap anak-anak yatim syuhada. Semoga para dermawan sukses meraih pahala jihad dan masuk surga bersama Nabi sedekat dua jari....

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Ayo Perang Melawan Riba dan Rentenir Bersama Laskar GARR

Hampir setiap hari IDC mendapat pengaduan dan permohonan bantuan kaum muslimin yang dililit hutang rentenir. Untuk mewadahi persoalan rentenir, silahkan lapor kepada Laskar GARR....

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

PENGUMUMAN..!! Perubahan Nomor Kontak IDC yang Baru 08122.700020

Untuk meningkatkan pelayanan dakwah dan infaq, IDC merubah nomor layanan ummat. Semoga komunikasi Admin IDC dengan para donatur, relasi dan klien IDC tidak tersendat...

Latest News
Jama'ah Ansharusy Syari'ah: FPI adalah Ikon Perlawanan Terhadap Kedzaliman

Jama'ah Ansharusy Syari'ah: FPI adalah Ikon Perlawanan Terhadap Kedzaliman

Kamis, 19 Jan 2017 06:36

Pemuda Aceh Ikuti Kursus Ketrampilan Produktif

Pemuda Aceh Ikuti Kursus Ketrampilan Produktif

Kamis, 19 Jan 2017 05:24

Lindsay Lohan dan Hikmah dari Rumor tentang Keislamannya

Lindsay Lohan dan Hikmah dari Rumor tentang Keislamannya

Rabu, 18 Jan 2017 23:50

Kriminalisasi Terhadap Ulama adalah Pelecehan Terhadap Islam

Kriminalisasi Terhadap Ulama adalah Pelecehan Terhadap Islam

Rabu, 18 Jan 2017 23:00

37 Milisi Pro-Pemerintah Mali Tewas dalam Serangan Bom Jibaku di Kamp Militer di Gao

37 Milisi Pro-Pemerintah Mali Tewas dalam Serangan Bom Jibaku di Kamp Militer di Gao

Rabu, 18 Jan 2017 21:30

Dokter Pakistan yang Bantu AS Temukan Syaikh Usamah Tidak Akan Dibebaskan dari Penjara

Dokter Pakistan yang Bantu AS Temukan Syaikh Usamah Tidak Akan Dibebaskan dari Penjara

Rabu, 18 Jan 2017 20:35

Framing Anti-Ahok Sebagai Intoleran, MUI: Media Lakukan Kekerasan Verbal

Framing Anti-Ahok Sebagai Intoleran, MUI: Media Lakukan Kekerasan Verbal

Rabu, 18 Jan 2017 19:37

Din Syamsuddin: Umat Islam Selalu Dipojokkan, Berbahaya Bagi Ketahanan Nasional

Din Syamsuddin: Umat Islam Selalu Dipojokkan, Berbahaya Bagi Ketahanan Nasional

Rabu, 18 Jan 2017 18:23

Soal Isu Hoax, Rocky Gerung: Rezim Sedang Panik

Soal Isu Hoax, Rocky Gerung: Rezim Sedang Panik

Rabu, 18 Jan 2017 17:49

Anggota DPR: Lima Kali Pergantian Presiden, Fatwa MUI Tidak Pernah Dipersoalkan Pemerintah

Anggota DPR: Lima Kali Pergantian Presiden, Fatwa MUI Tidak Pernah Dipersoalkan Pemerintah

Rabu, 18 Jan 2017 16:32

Dalam Sehari Pejuang Oposisi dan Islamic State (IS) Tewaskan 5 Jenderal Assad di 2 Front Terpisah

Dalam Sehari Pejuang Oposisi dan Islamic State (IS) Tewaskan 5 Jenderal Assad di 2 Front Terpisah

Rabu, 18 Jan 2017 16:15

Habib Rizieq: Ada Gerakan Siluman untuk Kriminalisasi Petinggi GNPF-MUI

Habib Rizieq: Ada Gerakan Siluman untuk Kriminalisasi Petinggi GNPF-MUI

Rabu, 18 Jan 2017 15:40

Guru Sekolah di Idlib Suriah Jadikan Peti Bekas Tempat Roket jadi Meja Belajar

Guru Sekolah di Idlib Suriah Jadikan Peti Bekas Tempat Roket jadi Meja Belajar

Rabu, 18 Jan 2017 15:00

Kompolnas Imbau Kapolda Jawa Barat Keluar dari GMBI

Kompolnas Imbau Kapolda Jawa Barat Keluar dari GMBI

Rabu, 18 Jan 2017 14:14

Salah Ketik Laporan, Polisi Dicecar Hakim dan Jaksa dalam Sidang Kasus Penodaan Agama

Salah Ketik Laporan, Polisi Dicecar Hakim dan Jaksa dalam Sidang Kasus Penodaan Agama

Rabu, 18 Jan 2017 13:13

Kelompok Fatah dan Hamas Sepakat Bentuk Pemerintah Persatuan Palestina

Kelompok Fatah dan Hamas Sepakat Bentuk Pemerintah Persatuan Palestina

Rabu, 18 Jan 2017 12:31

Pemerintahan Jokowi Alergi dengan Demonstrasi? Ini Kata Wiranto

Pemerintahan Jokowi Alergi dengan Demonstrasi? Ini Kata Wiranto

Rabu, 18 Jan 2017 12:11

Belum Membaca tapi Jokowi Sudah Menganggap Buku ?Jokowi Undercover? Tidak Ilmiah

Belum Membaca tapi Jokowi Sudah Menganggap Buku ?Jokowi Undercover? Tidak Ilmiah

Rabu, 18 Jan 2017 10:11

Sekjen FUI Pertanyakan Hubungan GMBI, Kapolda Jabar dengan Sukmawati

Sekjen FUI Pertanyakan Hubungan GMBI, Kapolda Jabar dengan Sukmawati

Rabu, 18 Jan 2017 08:42

Karena Hukum, Keberagaman dan Pancasila dalam Kondisi Darurat

Karena Hukum, Keberagaman dan Pancasila dalam Kondisi Darurat

Rabu, 18 Jan 2017 08:11


Must Read!
X